Di jual suami untuk bayar hutang judi

Di jual suami untuk bayar hutang judi
Part Sebelas


__ADS_3

Kepala pelayan kemudian mencari Amara di dalam kamarnya. " Amara segera kau bereskan barang-barangmu dan keluarlah dari kediaman ini! Kamu di pecat!" ucap kepala pelayan kepada Amara yang saat ini tampak bingung.


" Siapa yang memecat saya huh? Tadi pagi Tuan Zaki tidak mengatakan itu. Dia puas dengan pelayanan saya dan dia membebas tugaskan saya untuk bekerja sebagai pelayan. Mulai sekarang saya akan naik ke atas ranjang Tuan Zaki sebagai penghangat tubuhnya!" ucap Amara dengan senyum bahagia mengembang di bibirnya.


" Nyonya Evelyn yang memecatmu dan sudah disetujui oleh Tuan Zaki. Sekarang cepat bereskan semua barangmu kalau kau masih menginginkan uang pesangon dari kediaman ini!" ucap kepala pelayan sambil menatap tajam kepada Amara yang melotot sempurna mendengarkan bahwa Zaki mengizinkan dirinya untuk dipecat oleh Evelyn.


" Sungguh kurang ajar sekali wanita bernama Evelyn itu! Berani-beraninya dia memecatku. Lihat saja! Lalau sampai aku bisa membuat tuan Zaki takluk kepadaku dan membuatnya menikahiku. Maka dialah yang akan segera aku tendang dari rumah ini!" ucap Amara dengan mata berapi-api.


" Udah cepat nggak usah banyak bicara. Cepat bereskan barang-barangmu. Sebelum Nyonya Evelyn datang kemari dan memeriksa tentang kamu. Pada saat itu, maka kau akan kehilangan uang pesangon yang seharusnya kau dapatkan!" mendengar ancaman dari kepala pelayanan Amarah sudah gelagapan karena dia tidak ingin kehilangan uang pesangonnya yang lumayan besar.


" Awas saja kalo aku sudah berhasil mendapatkan Tuan Zaki, kau orang pertama akan aku tendang dari rumah ini setelah Evelyn!" ancam Amara sambil membereskan barang-barangnya ke dalam sebuah Koper dan bersiap untuk pergi dari sana.


" Kau taklukkan dulu Tuan Zaki baru kau berani berkata seperti itu. Udah sekarang juga cepat pergi dari sini dan diterima uang pesangonmu!" ucap kepala pelayan sambil melemparkan uang yang ada di dalam amplop ke wajah Amara.


" Kurang ajar sekali Kau Pak Tua! Kau sungguh lancang! Berani-beraninya dia bersikap tidak sopan padaku!" ucap Amara sambil memutih uang yang tadi dilemparkan oleh Kepala pelayan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu Zaki di ruang kerjanya sedang menemui Surya untuk mendapatkan laporan penyelidikan Surya tentang penculikan Evelyn tempo hari.


" Saya sudah menemui sopir Nyonya Evelyn yang waktu itu meninggalkan dia sendirian di jalanan sepi itu! Dia mendapatkan perintah dari ibu Anda nyonya untuk melakukan itu! Sekarang dia bekerja di kediaaman Razi!" ucap Surya melaporkan penemuannya.


" Apa itu artinya bahwa ibuku yang sudah merencanakan penculikan atas Evelyn?" tanya Zaki mulai kesal.


" Buka Tuan!" jawab Surya pelan.


" Lalu?" tanya Zaki.


" Yang merencanakan penculikan itu adalah Nona Syahara dia bekerja sama dengan ibu anda untuk meluluskan rencananya!" ucap Surya merasa tidak senang.

__ADS_1


" Kenapa Sahara sampai melakukan hal seperti itu? Memangnya apa urusan dia dengan istriku?" tanya Zaki bingung.


" Tentu saja karena nyonya Syahara mencintai Anda tuan dan menginginkan anda untuk menjadi suaminya!" ucap Surya.


" Cih! Setelah tubuhnya rusak dicicipi oleh para produser dan juga para kliennya. Dia masih punya muka untuk meminta menjadi istriku? Siapa sudi?" ucap Zaki berdecih dengan kesal.


" Tetapi ibu anda mendukung Nona Syhara untuk menjadi istrimu dan dia juga mengirimkan Amara untuk menjadi mata-mata yang selalu melaporkan semua kegiatan di rumah ini kepada ibu anda!" ucap Surya menatap tajam kepada Zaki.


" Jadi Amara adalah mata-mata Ibuku? Pantas saja Ibuku selalu mengetahui. Apapun yang terjadi di rumah ini!" ucap Zaki kesal.


" Pergilah, Terima kasih atas kerja kerasmu sisanya Aku yang akan membereskannya!" ucap Zaki menyuruh Surya pergi dari ruangan.


Zaki kemudian keluar dari ruang kerjanya berniat untuk mencari Evelyn.


Ketika Amara melihat Zaki melintas di hadapannya. Dia pun langsung berlari mendekati Zaki.


" Lepaskan tangan kotormu! Pergilah sekarang juga. Bukankah kau sudah menerima bayaranmu huh?" ucap Zaki dengan berwajah datar sambil menepiskan tangan Amara yang tadi menggandengnya dengan begitu mesra.


Zaki kesal karena ternyata wanita yang telah menghangatkan ranjangnya tadi malam ternyata adalah mata-mata daru ibunya.


" Bagaimana kalau nanti aku hamil?" tanya Amara dengan suara gemetar.


" Kau tidak mungkin akan hamil. Karena kepala pelayan sudah memberikan obat untuk mencegah hal itu!" ucap Zaki sambil tersenyum sinis ke arah Amara yang tampak terkejut mendengar perkataannya.


" Apa maksud Tuan Zaki?" tanya Amara bingung.


" Apakah kau ingat? Setelah kau keluar dari kamarku. Bukankah kepala pelayan langsung memberikanmu minuman?" tanya Zaki melirik sekilas kepada Amara yang melotot tak percaya.


" Aku memang suka jajan di luar. Akan tetapi aku tidak akan pernah membiarkan benih ku tumbuh liar di sembarang tempat. Akan kupastikan hanya istriku yang boleh mengandung keturunanku yang sah!" ucap Zaki kemudian dia langsung meninggalkan Amara yang tampak frustasi mendengarkan perkataannya.

__ADS_1


" Kurang ajar kelala pelayan itu! Dia sudah menghancurkan semua mimpiku untuk bisa mengandung anak Tuan Zaki dan menjadi Nyonya di rumah ini!" ucap Amara dengan amarah yang luar biasa.


" Ternyata Zaki masih memiliki sifat baik. Karena dia tidak membiarkan benihnya berada di manapun!" ucap Evelyn yang tadi mendengarkan secara langsung apa yang dikatakan oleh Zaki kepada Amara.


Seketika hati Evelyn terasa menghangat ketika dia mendengarkan perkataan Zaki yang mengatakan hanya istrinya saja yang boleh melahirkan anaknya.


Evelyn memanggil Surya ketika dia melihat pria yang membuatnya terkagum melintas di hadapannya.


"Surya! Apa kau sibuk?" tanya Evelyn kepada asisten suaminya.


" Tidak Nyonya Evelyn. Ada apa? Apakah saya bisa membantu anda?" tanya Surya sambil menundukkan kepalanya dia sama sekali tidak berani untuk menatap Evelyn.


" Lihatlah padaku kalau bicara tidak sopan sekali!" tegur Evelyn kepada Surya.


" Maafkan saya Nyonya. Saya masih sayang dengan nyawa saya. Tuan Zaki pasti akan mengamuk kalau melihat saya menatap anda ataupun dekat dengan Anda!" ucap Surya berusaha untuk meninggalkan Evelyn tetapi Evelyn menarik tangan Surya dan mengajak Surya untuk berjalan-jalan di taman yang ada di kediaman Zaki.


Zaki yang saat itu ada di ruang kerja. Matanya langsung melotot sempurna ketika dia melihat Evelyn berjalan-jalan dan tampak berbincang akrab dengan Surya.


" Kurang ajar Surya. Tampaknya dia sudah bosan untuk bekerja di kediamanku. Berani-beraninya Dia mendekati istriku!" ucap Zaki dengan geram sambil mengepalkan kedua tangannya.


Sementara itu Evelyn dan Surya yang sedang berbicara di taman tampak begitu akrab dengan Surya layaknya kakak dan adik.


Hati Zaki yang merasa panas melihat istrinya begitu dekat dengan Surya, dia langsung memberikan bogem mentah kepada Surya yang terkejut dengan serangan tiba-tiba yang diberikan oleh Zaki kepadanya.


Evelyn berusaha memisahkan antara Zaki dan Surya yang tampak bergelut dengan seru.


Zaki terus menghajar wajah Surya hingga babak belur. Hingga akhirnya Camelia datang dan menegur Zaki Untuk menghentikan kelakuannya.


"Apa yang kau lakukan Zaki? Kau mau membunuh kekasihku?" tanya Camelia sambil memeriksa keadaan Surya yang babak belur dihajar oleh Zaki

__ADS_1


__ADS_2