
Pada saat Evelyn sedang beristirahat tiba-tiba datang seorang bidan yang mengetuk pintu mereka.
" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!" siapa bidan itu kepada Evelyn yang saat itu sedang berbaring di kasur baru yang dibelikan oleh Raymond kepadanya.
" Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh!" ucap Evelyn sambil mempersilahkan bidan tersebut untuk masuk ke dalam rumah mereka yang sederhana.
Rumah yang ditempati oleh mereka hanyalah rumah sederhana yang terbuat dari bambu yang dibuat sendiri oleh Raymond dengan beralaskan bambu yang disusun sedemikian rupa sehingga lantai tidak terlalu dingin kalau malam datang. Dan kaki mereka tidak kotor ketika tidak menggunakan alas kaki.
Atap rumah milik mereka kebetulan sudah menggunakan seng sehingga mereka terbebas dari bocor apabila hujan datang.
Jarak rumah Raymond dengan para tetangga sangat jauh dan untuk sampai ke desa tetangga pun membutuhkan waktu yang sangat lama Raymond benar-benar hidup dalam keterasingan.
Tapi entah kenapa Evelyn merasa hatinya sangat damai tinggal di tempat yang bisa dikatakan sangat jauh dari kelayakan bila dibandingkan dengan rumah Zaki yang begitu mewah bagaikan istana yang dilayani oleh banyak pelayan dan juga pengawal.
" Saya datang kemari atas permintaan Pak Raymond untuk memeriksa kehamilan Anda!" ucap bidan itu dengan ramah kepada Evelyn.
" Masuk Bu Bidan!" ajak Evelyn kepada bidan tersebut untuk masuk ke dalam kediaman mereka.
" Wah kalian bisa hidup di tempat sederhana ini sungguh luar biasa!" Puji bidan itu ketika dia melihat Remon yang saat ini sedang tidur pulas di kasur lantai yang ada di ruang tamu.
" Kenapa suamimu tidur di lantai? Tidak di dalam kamar?" tanya sang bidan merasa heran.
" Dia bukan suami saya bu bidan tapi penolong saya!" ucap Evelyn mengulas senyum kepada bidan itu.
" Lalu Siapa ayah anak dalam kandunganmu?" tanya Bu bidan dengan menatap mata Evelyn.
__ADS_1
" Anak suami saya Bu Bidan. Saya dicelakai oleh seseorang yang mendorong saya ke dalam danau. Saya terombang-ambing dan akhirnya saya ditolong oleh Raymond dan saya diizinkan untuk tinggal di tempat ini karena saya tidak mempunyai tujuan untuk kembali!" ucap Evelyn tertunduk sedih.
" Kenapa kau tidak kembali ke rumah suamimu?" tanya Bu bidan.
" Saya tidak mau kembali ke sana Bu! Karena saya meyakini kalau seseorang di keluarga suami Sayalah yang telah mencelakai saya!" ucap Evelyn kepada bu bidan yang tampak merasa prihatin dengan nasib wanita cantik yang ada di hadapannya.
" Mari saya periksa kondisi kehamilanmu!" ucap bu bidan kepada Evelyn.
" Ayo masuk ke dalam kamar saya agar kita bisa lebih leluasa!" ajak Evelyn kepada bidan.
Setelah mereka berada di dalam kamar Evelyn tampak Bu Bidan yang terus memperhatikan ruangan yang dijadikan tempat tidur oleh Evelyn.
" Apakah kalau malam pun Raymond selalu tidur di luar?" tanyanya kepada Evelyn.
" Yah dia selalu tidur di luar. Kemarin-kemarin dia hanya tidur dengan beralaskan tikar tipis. Tetapi tadi pagi dia membawa pulang kasur ini sehingga aku memberikan kasur lama yang ada di kamar ini kepadanya. Awalnya dia menolak karena dia menginginkan semuanya agar aku yang menggunakan. Begitulah dia, dia selalu memperhatikanku walaupun kami tidak punya ikatan darah!" ucap Evelyn dengan suara haru.
" Kapan terakhir kau haid?" tanya Bu Bidan kepada Evelyn.
" Saya tidak ingat Bu. Karena sudah lama saya tidak berhubungan dengan suami saya dan saya tidak pernah memperhatikan siklus haid saya! Tapi yang jelas saya sudah ada hampir 2 bulan di tempat ini! Dan selama itu saya tidak pernah halangan!" ucap Evelyn kepada bidan tersebut.
" Kalau saya perhatikan dari letak dan posisinya, sepertinya kandunganmu sudah jalan 3 bulan! kalau nanti kebetulan kalian mampir ke kota cobalah untuk USG agar bisa mendapatkan hasil yang lebih akurat!" perintah bidan kepada Evelyn.
" Saya tidak bisa untuk keluar dari tempat ini. Karena saya harus menjaga diri saya agar suami saya tidak bisa menemukan saya!" ucap Evelyn menundukkan kepalanya.
" Kenapa kau saat ini sedang hamil kau membutuhkan seorang suami Dan suatu saat anakmu pasti akan butuh seorang ayah!" ucap bidan sambil menatap kepada Evelyn dengan tidak percaya.
__ADS_1
" Aku dan anakku tidak butuh suami maupun Ayah seperti dia. Raymond yang akan menjadi ayah dari anakku. Karena dia lah yang sudah menyelamatkan kami dari kematian!" ucap Evelyn dengan penuh keyakinan.
" Kenapa kalian berdua tidak menikah saja? Bukankah itu akan menjadi lebih baik?" tanya bidan tersebut kepada Evelyn.
" Saya adalah wanita menikah. Status saya adalah seorang istri. Saya tidak mungkin untuk menikah dengan laki-laki lain. Walaupun saya saat ini menghindari suami saya, tetapi secara hukum agama maupun negara dia tetaplah suami saya dan juga ayah dari calon anak saya!" ucap Evelyn dengan wajah terlihat sedih.
" Walaupun sebagai suami Dia hanya bisa memberikanku luka dan air mata. Akan tetapi aku tetap menghargai ikatan suci pernikahan di antara kami dan aku tidak akan pernah menghianati itu!" ucap Evelyn dengan penuh keyakinan.
" Kau adalah wanita yang baik tidak heran kalau Raymond rela melakukan apapun untuk menyelamatkanmu!" ucap sang Bidan tersenyum kepada Evelyn.
" Saya memiliki hutang budi yang sangat besar kepadanya. Wntah kapan saya bisa membalas semua itu!" ucap Evelyn.
" Percayalah padaku Raymond itu adalah seorang laki-laki yang sangat baik dan dia tidak pernah mengharapkan balasan kebaikannya kepadamu." ucapnya
" Sepertinya kau sangat mengenali Raymond!" ucap Evelyn merasa penasaran tentang hubungan bidan itu dengan penolongnya.
" Aku mengenalnya karena dulu akulah yang telah menyelamatkan dia. Ketika dia baru pertama kali datang ke tempat ini dengan banyak luka di tubuhnya!" Ucap Bu bidan.
" Jadi Anda yang telah menyelamatkan Raymond dari bencana itu?" tanya Evelyn dengan mata berbinar-binar.
" Jadi benar kalau Raymond sebelumnya menjadi korban dari ketidakadilan?" tanya Evelyn begitu penasaran.
" Waktu itu Sayalah yang menemukan dia dan menolongnya. Kebetulan waktu itu Saya hendak kembali ke kota setelah bertugas di kampung sebelah! keadaannya benar-benar sangat memprihatinkan dan hampir sangat sulit dipercaya kalau dia masih hidup sampai detik ini!" ucapnya merasa sedih ketika dia mengingat kembali masa lalu saat pertama kali dia bertemu dengan Raymond.
" Raymond mengatakan kalau dia menjadi korban perampokan!" ucap Bu bidan.
__ADS_1
" Oh Iya! Ini adalah vitamin dan juga obat penguat kandungan untukmu. Serta obat penambah darah. Jangan lupa kau untuk meminumnya dengan rutin ya? Dan aku juga membawakan susu untuk ibu hamil. Ingat ya, kau harus memperhatikan kesehatanmu dan juga janinmu mengingat tempat ini sangat terisolasi dari segala fasilitas kesehatan!" pesannya kepada Evelyn sebelum meninggalkan kediaman Raymond.