Di jual suami untuk bayar hutang judi

Di jual suami untuk bayar hutang judi
28. Ada Apa Ini?


__ADS_3

Evelyn yang merasa bingung dengan kehadiran Zaki beserta anak buahnya di kediamannya dia sudah bersiap untuk meninggalkan tempat di mana dirinya telah ditolong oleh Raymond bersama dengan putranya.


' Ada apa ini? Kenapa tiba-tiba saja Zaki menjadi putra dari Raymond? Ya Tuhanku!Apakah ada sesuatu yang lebih menggelikan dari ini?' batin Evelyn sambil terus menatap interaksi antara Raymond dan Zaki yang menurutnya sangat kaku.


" Maafkan Aku. Firly sayang! Bisakah kau ikut dengan Mama sebentar?" tanya Evelyn kepada putranya yang tampak sangat senang bermain dengan Zaki.


" Kenapa Mah? Aku kan sedang bermain dengan om tampan ini!" ucap Firly tampak protes ketika Evelyn memintanya untuk datang kepadanya.


" Datanglah kemari Firly mama butuh bicara denganmu!" ucap Evelyn mulai kehilangan kesabaran terhadap putranya.


Zaki menetap Evelyn dengan sendu dia merasa sedih karena ternyata Evelyn tidak menerima kehadirannya.


" Pergilah kepada ibumu. Jangan membuat dia marah!" ucap Zaki kepada Firly yang menatapnya dengan wajah polosnya yang berhasil memporak-porandakan hati Zaki.


Dengan patuh Firly mendekati ibunya. Evelyn langsung menggendong putranya kemudian masuk ke dalam kamar.


" Kemaslah barang-barangmu sayang. Kita akan pergi dari tempat ini!" ucap Evelyn berbisik di telinga Firly yang terlihat protes dengan keinginan ibunya.


" Kenapa kita pergi? Aku tidak mau berpisah dengan kakek! Nanti kakak akan sedih kalau tidak menemukanku di manapun!" ucap Firly menolak keinginan ibunya.


" Jadi Firly tidak keberatan kalau ibu yang sedih karena tidak bisa bertemu dengan Firly lagi?" tanya Evelyn sambil memasang wajah sendu di hadapan putranya.


Firly tampak terdiam mendengarkan perkataan ibunya. Dia merasa sedih melihat ibunya yang terlihat tidak bahagia.


" Baiklah aku akan membereskan barang-barangku!" ucap Firly pada akhirnya.

__ADS_1


Melihat Firly yang terlihat lesu. Evelyn sebenarnya merasa tidak tega harus memisahkan Firly bersama dengan Raymond apalagi menghindar dari Zaki.


' Maafkan ibu nak tetapi ibu harus meninggalkan tempat ini karena Ibu tidak mau kalau sampai ayahmu merebutmu dariku. Ibu tidak akan bisa hidup tanpamu Nak!' ucap Evelyn dengan berlinang air mata.


Melihat ibunya yang menangis membuat Firly menjadi sedih dan dia pun langsung memeluk ibunya dengan erat.


" Ibu jangan menangis. Firly janji akan selalu mengikuti kemanapun Ibu pergi dan tidak akan pernah membangkang!" ucap Firly ikut terisak bersama sang ibu yang sangat dia sayangi.


" Maafkan Ibu Nak. Ibu tidak mau kalau sampai ayahmu merebutmu dariku. Kita harus segera meninggalkan tempat ini sebelum ayahmu membawamu pergi dan kita tidak akan pernah bertemu lagi." ucap Evelyn yang sudah bersiap untuk meninggalkan tempat itu.


" Tapi Bu bagaimana kita meninggalkan tempat ini? Mereka semua ada di depan dan begitu banyaknya anak buah om tampan yang menjaga tempat ini!" ucap Firly bingung.


Mendengar pertanyaan putranya mau tidak mau Evelyn pun berpikir. Bagaimana caranya untuk dia bisa lepas dari tempat itu, tanpa diketahui oleh Zaki maupun Raymond yang saat ini tampak terlibat pembicaraan serius di ruang tamu.


" Kita akan pergi melalui jendela. Ingat kau tidak boleh berisik ya? Agar mereka tidak mendengar dan tidak mengetahui kepergian kita. Apa Kau mendengarkan Ibu Firly?" bisik Evelyn di telinga Firly yang langsung mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan oleh ibunya.


" Tenanglah Ibu aku pasti akan melindungimu dan tidak akan membiarkanmu bersedih lagi!" ucap Firly sambil menghapus air mata di pipi Evelyn yang terus mengalir tanpa bisa dia kendalikan.


" Ayo kau naiklah ke jendela. Tolong untuk kau berhati-hati. Jangan membuat kegaduhan agar mereka tidak curiga dengan kepergian kita!" pesan Evelyn kepada Firly yang langsung menganggukkan kepalanya.


Evelyn terlihat mengangkat tasnya yang hanya berisi beberapa pakaian saja. Setelah itu dia mengeluarkan tas tersebut melalui jendela yang langsung diamankan oleh Firly.


" Hati-hati Ibu jangan sampai kau terjatuh!" ucap Firly dengan suara perlahan.


Zaki dan Raymond sedang berbicara serius sehingga mereka tidak sadar dengan kepergian Evelyn dan Firly.

__ADS_1


Sehingga tanpa disadari tiba-tiba saja Zaki merasa aneh karena Evelyn yang masuk ke dalam kamar terlalu lama baginya.


" Kenapa Evelyn sama sekali berada di kamar? Memangnya sedang apa dia?" Tanya Zaki merasa heran sambil menatap Raymond.


" Evelyn itu sangat menyayangi Firly. Mungkin dia sedang menidurkannya. Ini kan jam tidur siang buat Firly." ucap Raymond tanpa merasa curiga sama sekali.


" Surya, coba kau periksalah ke dalam kamar Evelyn. Kenapa perasaanku tiba-tiba merasa tidak enak?" perintah Zaki kepada Surya.


Saat ini Zaki merasa tiba-tiba saja hatinya seakan hampa dan kosong dia pun tidak mengerti kenapa perasaan seperti itu tiba-tiba hadir di dalam hatinya.


Surya kemudian langsung bangkit dari tempat duduknya dan dia kemudian memeriksa kamar Evelyn yang terlihat dari kunci dari dalam. Dengan terpaksa Surya kemudian mendobrak pintu kamar Evelyn, karena setelah beberapa kali dia memanggil Evelyn tidak ada respon sama sekali.


Setelah pintu kamar terbuka. Surya kemudian memanggil Zaki mengabarkan kepada Zaki bahwa di dalam kamar tidak ada siapapun.


" Ada apa Surya? Kenapa kau panik sekali?" Tanya Zaki sambil mendekati Surya yang saat ini sedang berdiri di depan pintu kamar Evelyn.


" Tidak ada siapapun di sini Tuan. Tampaknya Nyonya Evelyn meninggalkan tempat ini melalui jendela itu." petunjuk Surya ke arah jendela yang tampak terbuka.


Zaki memperhatikan situasi kamar yang sama 5 tahun ditempati oleh Evelyn seketika hatinya merasa sedih dan juga merasa bersalah terhadap wanita yang dia cintai.


" Lihatlah kondisi kamar ini. Begitu sangat menyedihkan dan sangat kontras dengan rumah milikku. Tetapi kenapa Evelyn lebih betah tinggal di tempat ini daripada di rumahku? Apakah begitu tidak senangnya Evelyn menjadi istriku? Bahkan baru bertemu denganku, dia sudah kabur lagi!" ucap Zaki dengan suara tersekat di tenggorokannya.


Surya bisa merasakan kesedihan yang saat ini dirasakan oleh Zaki karena kembali ditinggalkan oleh istrinya yang sangat dia cintai.


" Maafkan saya Tuan mungkin Nyonya Evelyn tidak senang dengan kelakuan tuan yang suka membawa perempuan lain ke dalam rumah. Bukankah kita sama-sama tahu bahwa masa lalu Nyonya Evelyn sangatlah pahit? Karena dia telah dijual oleh suaminya sendiri untuk membayar hutang judinya kepada Tuan? Mungkin ketika melihat tuan bermesraan dengan perempuan lain itu mengingatkannya kepada masa lalunya yang menyakitkan. Apalagi kita juga mengambil bagian dalam kehancuran perusahaan milik ayahnya pasti Nyonya Evelyn sangat membenci kita!" ucap Surya menjelaskan semua hal menjadi alasan Evelyn melarikan diri dari Zaki secara gamblang.

__ADS_1


Tampak Zaki meraup wajahnya dengan kasar merasa frustasi dan juga sakit hati karena kepergian Evelyn yang tanpa mengucapkan sepatah katapun kepada dirinya.


Bahkan sejak pertemuannya tadi. Dia belum bertutur sapa dengan Evelyn barang sepatah kata pun. Sekarang Evelyn sudah pergi meninggalkannya lagi. Seakan merasa jijik untuk bertemu dengannya. Itulah yang membuat Zaki merasa sangat sakit hati dan juga sedih secara bersamaan.


__ADS_2