
Syahara merasa kesal sekali melihat kebahagiaan rumah tangga Zaki dan Evelyn. Rasa cemburu dan tidak terima menguasai hati Syahara saat ini.
" Aku akan membuat mereka berpisah. Aku tidak rela kalau melihat mereka bersatu dan bahagia. Aku pasti bisa membuat Zaki membenci perempuan kampung itu!" ucap Syahara dengan mata berapi-api.
Hari itu Syahara meminta untuk cuti kepada pihak manajemennya dengan alasan ingin beristirahat karena terlalu lelah bekerja.
Manajer baru yang sudah dipilih oleh Syahara untuk menggantikan adik sang CEO, dia pun selalu mengeluh tentang kelakuan Syahara yang terlalu banyak tingkah kepada sang CEO.
CEO tampan itu memberikan kesempatan kepada Syahara untuk satu bulan ke depan bisa merubah kelakuannya. Kalau tidak, dia akan di depak secara tidak terhormat dari manajemen artis yang dikelola olehnya.
Tetapi Syahara yang memang bandel dan tidak pernah mau mendengarkan ucapan siapapun. Dia tetap saja keukeuh dengan gaya hidupnya dan juga perilakunya yang buruk yang banyak mengganggu sesama rekan model yang lain.
Hari itu Syahara tampak menghubungi orang yang biasa dia gunakan untuk mengerjai teman-temannya yang mengganggu hidupnya dan membuat dia gak nyaman.
" Aku punya satu tugas lagi untukmu. Kali ini kau harus benar-benar membersihkannya. Jangan sampai membuatku harus terlibat dalam masalah karena pekerjaanmu yang tidak beres. Paham kamu? Aku akan mengirimkan foto dan juga alamatnya dan pastikan pekerjaanmu tidak meninggalkan jejak apapun!" perintah Syahara kepada seseorang yang ada di seberang sana yang langsung menyetujui keinginannya.
Bekerja dengan Syahara itu memuaskan baginya. Karena selain hasil pekerjaan mendapatkan pembayaran yang pantas dan cepat. Kalau Syahara sedang gabut dan kesal, kadang-kadang di kasih bonus tubuhnya yang molek. Siapa gerangan yang tidak akan menolak bercinta dengan model International seperti Syahara?
Laki-laki bernama Dion itu yang sekarang berusia 30 tahun. Dia sebenarnya adalah sahabat Syahara ketika sekolah di masa SMA.
Akan tetapi karena keuangan keluarga yang tidak mampu akhirnya Dion tidak bisa melanjutkan sekolahnya ke bangku kuliah. Dia hanya menuruti perintah Syahara untuk membereskan sesuatu yang mengganjal di hati wanita itu.
__ADS_1
Bukan hanya satu dua kali Dion mendapatkan proyek untuk mengganggu seseorang atas perintah Syahara.
Setelah mendapatkan foto dan juga alamat orang yang dipesan oleh Syahara untuk dibereskan. Dion langsung menyelidiki tentang orang tersebut yang akan menjadi target selanjutnya.
Dion tersentak kaget ketika melihat rumah yang ditempati oleh Evelyn yang memiliki penjagaan ketat dan juga tampak CCTV di mana-mana.
" Gila ya Syahara! Bisa-bisanya dia memintaku untuk melakukan hal bodoh seperti ini! Apa dia sedang mencarikan jalan mati untuk diriku?" ucap Dion merasa jengkel terhadap Syahara.
" Bukankah ini adalah rumah tuan Zaki seorang mafia bawah tanah yang sangat terkenal kejam dan bengis terhadap musuh-musuhnya? Bagaimana mungkin Syahara bisa berurusan dengan orang seperti ini? Siapa wanita yang ada di dalam foto ini dan kenapa Syahara memintaku untuk membumihanguskan dia?" tanya Dion kepada dirinya sendiri.
Dion yang saat ini berdiri lumayan jauh dari kediaman Zaki karena dia harus menghindari CCTV yang menyorot di depan pintu gerbang Mansion milik Zaki.
Dion juga sudah mulai menjalankan misinya dan penyamarannya untuk menyelidiki mantion Zaki dan juga para penghuninya.
Dengan menggunakan teropong Dion terus memperhatikan segala kegiatan yang ada di dalam kediaman Zaki.
Ketika dia melihat Evelyn dan Firly yang sedang bermain di taman belakang tampak Dion terus memperhatikannya.
" Tampaknya wanita itu adalah istri dari pemilik mantion ini. Apakah mungkin kalau Syahara mencintai laki-laki itu dan dia menginginkan untuk menggantikan posisi wanita itu yang diminta untuk Aku bunuh?" tanya Dion sambil terus memperhatikan Evelyn yang begitu cantik dengan menggunakan dress berwarna biru.
" Wanita itu sangat cantik dan bersahaja. Walaupun masih kalah jauh dengan Syahara. Tetapi wanita itu memiliki aura kecantikan yang berbeda. Pantas saja tuan rumah ini lebih memilihnya daripada Syahara. Aku harus berhati-hati untuk melaksanakan misi ini kalau tidak aku malah yang akan dibunuh oleh pemilik rumah ini melihat para Bodyguard dan juga penjaganya yang menyeramkan!" Dion mulai fokus untuk memperhatikan segala kegiatan Evelyn dan mencatat apa-apa saja yang dilakukan Evelyn di setiap jamnya.
__ADS_1
" Tampaknya aku benar-benar harus waspada. bukan hal yang mudah untuk menyelesaikan misi ini dengan baik dan sukses. Aku harus berjuang untuk bisa membuat wanita itu menjauh dari para bodyguard itu!" ucap Dion ketika dia melihat Evelyn yang saat ini keluar dari Mansion dengan di kawal oleh dua mobil yang berisi para bodyguard yang dikirim oleh Zaki untuk melindungi istri dan anaknya.
Sejak peristiwa Evelyn yang dulu menghilang karena didorong ke dalam danau membuat Zaki tidak bisa tenang kalau membiarkan Evelyn pergi keluar tanpa pengawalan yang ketat dari anak buahnya.
" Gila sekali! Perempuan ini benar-benar sangat dijaga ketat oleh suaminya dengan bodyguard sebanyak itu. Popularitasnya sudah melebihi Syahara yang seorang model internasional. Dia benar-benar sangat mustahil untuk bisa aku bunuh kalau tanpa bantuan keajaiban dari Tuhan!" belum apa-apa Dion sudah merinding duluan melihat para Bodyguard yang dikirimkan oleh Zaki untuk menyertai Evelyn dan Firly yang saat ini sedang bersiap untuk pergi ke mall dalam rangka mengikuti keinginan Firly yang ingin bermain di Timezone.
" Besok kita minta kepada ayahmu saja, agar arena permainan itu di pasang di Mansion kita. Supaya kita tidak usah sibuk bolak-balik ke mall untuk mengikuti keinginanmu!" ucap Evelyn sambil menatap putranya yang sekarang cemberut kepadanya.
Surya yang diminta oleh Zaki untuk menemani istri dan anaknya untuk pergi ke mall. Sementara saat ini dirinya sedang mengadakan rapat penting dengan para perwakilan direktur dari berbagai cabang Kasino dan juga klub malam miliknya.
" Baiklah Nyonya. Besok saya akan memesan arena permainan Timezone dan dipasang di Mansion kita agar tuan muda bisa bermain sepuasnya!" ucap Surya sambil tersenyum kepada Evelyn.
Firly tampak mulai misuh-misuh dan merasa kesal ketika dia mendengarkan omongan orang dewasa yang ada di hadapannya.
" Sebenarnya aku hanya bosan berada di mantion. Aku hanya ingin bermain dan melihat manusia yang lain yang ada di luar sana. Tidak hanya melihat kalian dan para Bodyguard yang nyaris tidak punya ekspresi! Apa kalian tahu kalau aku hampir mati bosan setiap hari di sana?" protes Firly sambil menatap tajam kepada ibunya dan juga Surya.
Surya tersenyum melihat Firly yang saat ini sedang protes dan tampak marah.
" Baiklah kalau begitu kita akan selalu mengundang teman-temanmu untuk main ke Mansion tetapi tentu saja mereka semua harus diperiksa dulu. Jangan sampai mereka membahayakan keselamatan kalian berdua!" ucap Surya menjelaskan kepada Firly.
" Tidak perlulah mengundang teman-temanku ke mansion. Bisa-bisa mereka semua malah ketakutan kepadaku ketika mereka melihat para penjaga dan bodyguard di rumah kita!" ucap Firly sambil melipat kedua tangannya di dada.
__ADS_1