
Evelyn benar-benar merasa heran dengan tingkah laku Zaki. Sejak mereka pulang dari mall. Dia lebih banyak diam dan tidak rewel seperti biasanya.
" Kamu kenapa? Sikapmu ini mencurigakan sekali!" ucap Evelyn ketika mereka sudah berada di dalam kamar.
" Tidak apa-apa kok. Aku baik-baik saja!" ucap Zaki sambil menarik selimutnya.
Evelyn tidak senang kalau sudah melihat Zaki seperti itu dia pun kemudian bangun dari tempat tidurnya.
" Kau mau ke mana? Ini sudah malam. Waktunya untuk tidur!" Tanya Zaki ketika dia menyadari bahwa Evelyn bangkit dari kasur.
" Aku mau tidur dengan Firly. Kau tidurlah!" ucap Evelyn dengan datar sehingga membuat Zaki merasa tidak nyaman.
" Apa kau meninggalkanku di kasur, karena sikapku sejak tadi selalu cuek padamu?" Tanya Zaki sambil duduk dan menatap Evelyn.
" Jadi kau sadar kalau sikapmu cuek padaku?"
" Ya aku tahu kalau aku sudah cuek padamu sejak tadi. Maafkan Aku! Tapi itu aku lakukan karena aku sedang cemburu padamu." ucap zaki sambil menundukkan kepalanya.
" Cemburu padaku?"
Zaki menganggukkan kepalanya kemudian dia menggenggam tangan Evelyn dengan lembut.
" Bukankah tadi di mall kau bertemu dengan mantan suamimu? Kenapa kau tidak membicarakan hal itu padaku? Kalau kalian tadi bertemu. Kalau tidak kebetulan aku melihatnya, pasti selamanya Aku tidak pernah tahu bahwa kalian bertemu di belakangku." ucap Zaki merasa tidak senang hatinya.
Mendengar perkataan Zaki yang terdengar sangat melankolis, membuat Evelyn menjadi lucu dibuatnya sehingga Evelyn tertawa begitu lepas.
" Kamu kenapa malah menertawakan aku? Saat ini aku lagi marah tahu!" ucap Zaki misuh-misuh.
__ADS_1
Evelyn pun kemudian mendekati Zaki, Evelyn mengelus wajahnya dengan kedua tangannya dan menatap Zaki dengan Intens.
" Dengarkan aku ya Mr. Zaki yang terhormat!" ucap Evelyn masih berusaha untuk tidak tertawa sehingga membuat Zaki menjadi salah tingkah dibuatnya.
" Yang tercinta, aku lebih suka kata-kata itu!" ucap Zaki meralat pembicaraan Evelyn.
Evelyn pun tertawa renyah mendengarkan perkataannya.
" Baiklah Mr. Zaki yang tercinta!" Evelyn pun tersenyum dan merasa geli ketika dia mengatakan hal seperti itu.
Tampak Zaki menunggu apa yang akan dikatakan oleh Evelyn kepadanya.
" Walaupun aku bertemu dengan Mas Tara. Bagiku itu tidak berarti apa-apa. Karena sekarang suamiku adalah kamu bukan dia. Apalagi sekarang kita sudah memiliki anak tidak mungkin bagi aku untuk berbuat macam-macam di belakangmu. apalagi sekarang kau sudah mulai memperbaiki dirimu dan membuang sifat-sifat jelekmu yang dulu tidak ku sukai! Aku sudah melihat usahamu untuk mempertahankan rumah tangga kita. So aku pasti tidak akan mengecewakanmu. Karena aku juga tidak akan mengecewakan putra kita yang sangat menginginkan rumah tangga kita tetap utuh seperti rumah tangga orang lain! Firly sudah sangat lama menginginkan untuk hidup bersama dengan ayah kandungnya. Apakah Kau pikir aku sebagai ibunya akan membuat harapan Putraku hancur begitu saja?" tanya Evelyn dengan penuh keyakinan.
Zaki merasa sangat terharu mendengarkan semua perkataan Evelyn sehingga dia pun mengeluarkan kedua tangannya agar Evelyn masuk ke dalam pelukannya.
Evelyn sampai tertawa mendengarkan apa yang dikatakan oleh Zaki yang seperti tidak percaya diri.
" Ayolah aku serius!" ucap Zaki sambil mengelus rambut Evelyn.
" Aku juga serius mengatakan apa yang kau katakan tadi. Percayalah aku pasti tidak akan berbuat macam-macam di belakang sana. Kalau kamu, aku tidak tahu. Mengulik dari history hidupmu, rasanya tidak mungkin kalau kau hanya bisa hidup dengan satu wanita!" ucap Evelyn sambil cemberut dan melepaskan diri dari pelukan Zaki.
" Ayolah kau jangan mulai lagi! Apa kau tidak tahu selama 5 tahun kau meninggalkan aku aku bahkan tidak pernah datang ke klub malam milikku sendiri. Semuanya di handle oleh Surya. Kau bisa bertanya kepada semua karyawan yang bekerja di rumah ini. Bahwa aku tidak pernah membawa satu wanita pun ke rumah ini, sejak kau meninggalkanku lima tahun yang lalu. Aku benar-benar hidup hanya dengan mencarimu dan sibuk bekerja." ucap Zaki dengan wajah serius sehingga membuat Evelyn yakin dan percaya bahwa apa yang dikatakannya adalah sebuah kejujuran.
" Baiklah. Ayo kita tidur ini sudah tengah malam. Besok aku harus mengantarkan Felly ke sekolah." ucap Evelyn yang kemudian berbaring di sebelah Zaki.
" Apa kau yakin kalau kita akan tidur? Aku tadi sangat marah sekali melihatmu bertemu dengan mantan suamimu. Sungguh! Kalau aku tadi tidak mengingat di situ ada anak kita, aku pasti sudah melabrak laki-laki itu yang sudah berani menemuimu!" ucap Zaki menggenggam tangan Evelyn.
__ADS_1
" Lalu kita mau ngapain kalau tidak tidur?" tanya Evelyn dengan polosnya.
" Mau ini tentu saja!" ucap Zaki yang langsung naik ke atas tubuh Evelyn dan akhirnya melewati malam indah bersama sang istri yang seharian telah membuatnya ketar ketir karena cemburu.
Keesokan paginya everin bangun pagi-pagi sekali karena dia ingin menyiapkan sarapan untuk keluarganya.
" Mama hari ini dijadikan mengantarkan ku ke sekolah?" tanya Firly ketika mereka bertiga sudah berada di meja makan.
" Kau adalah jagoan. Kenapa ke sekolah saja harus diantar oleh ibumu? Lagipula bukankah setiap hari ada lima orang bodyguard yang selalu mendampingi kamu? Jadi papa rasa kau tidak membutuhkan ibumu untuk bersamamu! Jarna tugas ibumu adalah berada di sampingku!" ucap Zaki sambil menatap tajam kepada Firly.
Firly tampak tidak senang mendengarkan ucapan ayahnya sendiri kemudian dia langsung mendekati Evelyn.
" Kau ambil saja semua Bodyguard yang kau kirim untukku! Aku tidak butuh mereka aku hanya butuh ibuku. Gara-gara semua Bodyguard mu aku jadi tidak punya teman di sekolahan! Mereka berpikir kalau aku salah mafia sehingga membutuhkan Bodyguard di sampingku. Semua teman-temanku ketakutan ketika melihatku. Semua itu gara-gara kau Om jelek!" ucap Firly merasa kesal kepada Zaki.
Firly benar-benar memperlakukan Zaki seperti ayah tirinya. Karena dia merasa tidak senang harus berbagi ibunya dengan sang ayah yang sangat egois dan tidak mau mengalah kepadanya.
" Om jelek?" Zaki kena mental gara-gara putranya sendiri.
" Firly Jangan seperti itu terhadap Ayahmu! Itu tidak sopan sama sekali! kalau kau masih berperilaku seperti itu terhadap ayahmu Mama akan mengirimmu kembali ke rumah kediaman kedua orang tuanya Om Surya dan kau tidak akan lagi bertemu dengan Mama!" ucap Evelyn tidak senang dengan kelakuan anaknya yang memperlakukan ayahnya sendiri seperti musuh.
Firly cemberut mendengarkan ancaman dari sang ibu. Hatinya merasa kesal dan juga sedih karena ibunya tega mengancam dirinya hanya karena sang ayah
" Tuh kan gara-gara dia, Mama sekarang berani mengancamku. Padahal dulu mama hanya mencintaiku." ucap Firly sambil cemberut ke arah Zaki.
" Dulu ketika tidak ada ayahmu kau setiap hari bertanya tentang ayahmu. Sekarang sudah bertemu dengannya. Kenapa kau seperti yang cemburu terhadap ayahmu sendiri?" tanya Evelyn sambil menatap tajam ke pada Firly yang mulai menundukkan kepalanya.
" Maafkan aku Mah. Tetapi itu memang gara-gara Papa. Sikapnya benar-benar kekanakan! Kenapa dia melarang mamah untuk dekat denganku? Padahal kan aku adalah anakmu!" ucap Firly mulai merajut kepada ibunya.
__ADS_1
" Di sini aku lo yang anak kecil. Aku yang masih butuh kasih sayang mama. Bukannya Papa yang sudah dewasa!" ucap Firly sambil cemberut.