Di jual suami untuk bayar hutang judi

Di jual suami untuk bayar hutang judi
27. Bingung


__ADS_3

Zaki terus menatap Evelyn yang masih sibuk dengan pekerjaannya. Mata Zaki terbelalak kaget ketika dia melihat seorang laki-laki paruh baya yang gagah dan terlihat tampan mendekati Evelyn dan menyapanya dengan begitu ramah. Hati Zaki merasa panas ketika melihat Evelyn yang tersenyum kepada laki-laki itu dengan begitu manis.


Seingat Zaki, selama Evelyn menjadi istrinya, Dia selalu cemberut kepadanya dan nyaris tanpa senyuman. Setiap hari Evelyn selalu marah kepadanya dan semua yang dia lakukan selalu salah di matanya. Hati Zaki mencelos seketika dan merasa cemburu kepada laki-laki yang hidup bersama dengan Evelyn saat ini.


" Kakek!" ucap Firly dengan penuh keriangan dan langsung melompat ke pelukan laki-laki paruh baya itu yang terlihat sangat senang dengan kedatangan bocah tampan tersebut.


" Dari mana saja kamu Firly dari tadi kakek mencarimu!" ucap Raymon sambil mengelus lembut kepala Firly yang langsung mencium pipinya dengan penuh kasih sayang.


Melihat interaksi dan keakraban antara putranya dan laki-laki asing yang tidak dia kenal, tiba-tiba saja Zaki merasa hatinya sangat sakit dan teriris. Karena dia telah kehilangan momen untuk bisa berakrab ria dengan putranya sendiri.


" Kamu dari mana Firly?" tanya Evelyn dengan wajah horornya. Tampaknya karena sibuk dengan pekerjaan Evelyn belum menyadari kehadadan orang lain di sekitar rumahnya.


" Kakek aku membawa tamu. Mereka ingin bertemu denganmu. Mereka adalah pemburu. Aku membawa mereka untuk mendapatkan wejangan darimu, agar Jangan sembarangan membunuh hewan di hutan ini." ucap Firly dengan wajah polosnya dan mengelus pipi sang kakek yang sangat dia sayangi.


" Tamu siapa Firly? Kenapa kau sembarangan sekali membawa orang asing ke rumah kita? Bukankah Ibu sudah bilang padamu jangan sembarangan dekat dengan orang asing huh? Karena itu sangat berbahaya!" ucap Evelyn sambil menatap tajam kepada Firly yang sudah bersembunyi di balik punggung sang kakek.


" Sudahlah Eve. Tidak apa-apa dia pergi ke hutan, selama dia pulang dengan selamat. Pasti karena Firly merasa bosan hanya bermain sendiri di hutan ini, sehingga dia mencari kesenangannya sendiri dengan bermain bersama hewan-hewan jinak yang ada di hutan ini!" ucap Raynond sambil mencium pipi Firly yang gembul dan sangat menggemaskan baginya.


Zaki terus menatap interaksi tiga orang itu, yang terlihat begitu akrab dan sangat nyaman di matanya. Bahkan Evelyn tidak ragu-ragu untuk mengkeplak pantat Firly yang selalu saja sukses membuatnya merasa khawatir.


" Dasar bocah nakal! Susah sekali kau untuk dibilangin. Ibu bilang sama kamu, jangan suka main di hutan! Itu sangat berbahaya!Kalau sampai ada Harimau yang menerkam kamu, apa yang akan ibu jawab ketika suatu saat nanti ayah kamu datang menanyakan kamu, huh?" ucap Evelyn dengan sengit sambil berkaca pinggang di hadapan Firly yang sudah mulai ketakutan.

__ADS_1


" Maaf Ibu! kakek Tolong selamatkan aku dari amarah ibuku!" ucap Firly mencari perlindungan dari kakek Remon yang selama ini selalu membelanya dari amukan Evelyn.


" Sudahlah Eve! Ayo kita makan siang saja. Mana tamumu Firly? Kenapa tidak kau suruh masuk?" tanya Raymond sambil mengalihkan pandangannya dan dia terkejut ketika dia melihat ada sekitar 30 orang yang sekarang berdiri di depannya.


Tiba-tiba saja salah seorang anak buah Zaki yang seusia dengan Raymond langsung berlari ke arah Raymond dan langsung memeluknya dengan air mata mengalir.


" Ya ampun Tuan besar Raymond! Akhirnya aku bisa bertemu denganmu lagi. Aku kira kau sudah meninggal!" ucap laki-laki tersebut sambil mengusap air matanya yang terus mengalir dipipinya.


" Maaf Pak, kamu siapa ya? Saya tidak mengenalmu!" ucap Raymond berusaha untuk menyembunyikan wajahnya dari pria paruh baya itu.


" Ya ampun Tuan besar Raymond! Kenapa Anda bisa melupakan saya? Saya adalah Diego! Bodyguard anda ketika anda masih menjadi ketua dari organisasi kita. Sekarang organisasi kita telah di ambil alih oleh Tuan Muda Zaki, Putra kebanggaan anda!" ucap laki-laki bernama Diego itu sambil menatap Zaki yang sedang terpesona dan juga kaget mendengarkan penuturan dari anak buahnya.


" Apa maksudmu Diego! Kau jangan sembarangan mengakui orang lain sebagai ayahku!" ucap Zaki dengan suara lantang dan bergetar. Sejujurnya Zaki merasa sangat terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Diego tentang ayah kandungnya.


Mendengar penuturan dari Diego. Raymond dan Evelyn tersentak kaget dan langsung menatap Zaki yang masih membeku di tempatnya.


Evelyn langsung menutup mulutnya karena terkejut mendapati Zaki sekarang berdiri dengan gagah di hadapannya.


" Jadi maksudmu laki-laki Itu adalah Ayahku?" Tanya Zaki kepada Diego mengkonfirmasi semua kebenarannya.


" Benar Tuan Zaki! Saya masih ingat sekali kalau Tuan besar Raymond memiliki luka di pelipis kanannya!" ucap Diego sambil memperlihatkan luka tersebut kepada Zaki.

__ADS_1


" Bagaimana mungkin ada orang yang sudah meninggal 20 tahun tiba-tiba saja hidup dan berdiri di depanku?" tanya Zaki seakan tidak percaya.


" Karena Ibumu yang terkasih dan juga selingkuhannya yang telah merencanakan untuk membunuhku. Akan tetapi Tuhan masih berbaik hati kepadaku dengan menyelamatkanku dan membawaku ke tempat asing ini!" ucap Raymond dengan suara bergetar, karena dia merasa sangat terharu. Akhirnya Dia bisa berhadapan dengan Putra kandungnya.


" Jadi, Zaki adalah anakmu?" tanya Evelyn bingung.


Evelyn kesulitan menelan salivanya sendiri ketika dia melihat Raymond yang langsung menganggukan kepalanya.


Tiba-tiba kepala Evelyn merasa pusing. Sejak tadi dia terus memijat pelipisnya yang tiba-tiba terasa sakit.


' Ya ampun! Kalau benar Raymond adalah Ayah dari Zaki, apa itu artinya selama ini aku hidup bersama mertuaku? Apa itu artinya bahwa Firly adalah cucu dari Raymond yang sesungguhnya? Pantas saja ada ikatan batin yang begitu kuat antara keduanya ternyata mereka memang disatukan oleh darah yang sama!' batin Evelyn ketika dia melihat Firly yang terus saja menempel kepada Raymond.


" Eve! Kembalilah padaku sayang. Aku sangat merindukanmu!" ucap Zaki berusaha mendekat ke arah Evelyn yang langsung mundur dan menjauh darinya.


" Apa maksudmu Zakki?" tanya Raymond masih bingung.


" Evelyn adalah istriku dan anak yang ada di dalam gendonganmu adalah Putraku!" ucap Zaki dengan suara bergetar dan mata yang berkaca-kaca.


" Jadi maksud kamu kalau Firly adalah benar-benar cucuku? Cucu kandungku?" tanya Raymond seakan tidak percaya dengan informasi baru yang dia dapatkan dari Zaki.


" Kalau Kau memang benar adalah Ayahku, maka benar bahwa Putraku adalah cucumu!" ucap Zaki sambil menatap kepada Raymond yang langsung mencium Firly dengan bertubi-tubi. Penuh rasa haru. Karena ternyata selama ini dirinya telah menyelamatkan menantu dan juga cucunya sendiri.

__ADS_1


Raymond merasa sangat bahagia. Karena hari ini adalah hal yang paling besar dalam hidupnya. Di mana dia menemukan putranya, menantu dan juga cucunya dalam satu waktu. Apakah ada hal yang lebih membahagiakan dari hal ini?


__ADS_2