Di jual suami untuk bayar hutang judi

Di jual suami untuk bayar hutang judi
44. Persaingan


__ADS_3

Begitu mereka sampai di Jakarta langsung meminta kepada istri dan anaknya untuk beristirahat setelah melakukan perjalanan yang begitu jauh.


Ketika melihat Firly yang mengikuti ibunya masuk ke kamar utama langsung dicegah oleh Zaki.


" Kau mau ke mana?" tanya Zaki.


" Tentu saja aku mau pergi tidur dengan ibuku Om jahat! Emang ada masalah denganmu?" tanya Firly dengan sengit sambil menatap Zaki yang langsung menolaknya.


" Papa sudah menyiapkan kamar untukmu. Pergilah ke kamarmu bersama dengan pengasuhmu!" ucap Zaki.


" Aku bukan anak kecil sehingga masih membutuhkan seorang pengasuh. Aku hanya membutuhkan Ibuku untuk berada di dekatku!" Ucap Firly yang kemudian melangkahkan kakinya kembali untuk pergi ke kamar kedua orang tuanya.


Zaki berusaha untuk bersabar dan tidak berdebat dengan putranya sendiri.


" Menurut lah denganku Firly! Ayo cepat kau masuk ke kamarmu sendiri! Mamamu adalah milikku dan dia hanya boleh tidur denganku!" ucap Zaki dengan wajah tegasnya mengintimidasi putranya sendiri.


" Ya ampun Mas kamu masih berdebat dengan anak kecil?" tegur Evelyn merasa tidak senang dengan kelakuan Zaki yang terlalu kekanakan baginya.


Zaki menarik nafasnya dalam melihat pilih dengan penuh persaingan.


" Aku selama ini selalu tidur dengan Ibuku dan tidak ada yang pernah protes kepadaku. Kenapa sekarang kau ada di sini malah protes denganku? Kau benar-benar aneh!" sungut Firly merasa kesal dengan ayahnya sendiri yang sedang mengajak bersainga denganya.


" Sudahlah Mas! Jangan ribut lagi dengan Firly. Kau sebaiknya pindah saja tidur di kamar tamu. Aku akan tidur dengan putraku!" ucap Evelyn dengan final kemudian dia pun menarik putarannya untuk pergi bersamanya.


" Sabar Zaki! Tenanglah sayang. Ketika anak itu sudah tidur kau bisa memindahkannya dan istrimu akan menjadi milikmu selamanya!" ucap Zaki lirih ketika melihat Evelyn dan Firly meninggalkannya begitu saja di ruang tamu.

__ADS_1


" Zelamat Tuan! Akhirnya anda memiliki lawan yang sangat setimpal untuk bertarung denganmu!" ucap Surya menggoda Zaki dengan senyum penuh kemenangan.


" Ah dasar kau memang asisten gak ada akhlak! bisa-bisanya engkau merasa senang dengan penderitaanku! Sekarang pikirkan bagaimana caranya aku bisa menyampaikan Firly dari kamar utama tanpa aku harus dapat memindahkan Dia setiap hari!" ucap Zaki bertanya kepada Surya.


" Antarkan saja lagi putramu ke kediaman kedua orang tuaku! Orang tuaku di sana menyayanginya dan juga mencintainya dengan tulus. Tidak seperti Kau! Masa putramu sendiri Kau jadikan saingan cintamu? Ya Tuhan! Kau benar-benar konyol!" ucap Surya sambil meninggalkan Zaki yang sedang cemberut kepadanya.


" Eh aku yang menggajimu ya! Kenapa kau malah membela anak bengal itu?" ucap Zaki Merasa tidak senang dengan apa yang dikatakan oleh Surya.


Surya tidak memperdulikan kemarahan Zaki kepadanya. Karena dia berniat untuk seger meninggalkan atasannya itu. Karena dia ingin segera kembali ke apartemen miliknya sendiri sudah lelah dan ingin beristirahat.


" Heran kenapa tidak ada yang mau membela aku sih? Semuanya ingin memusuhiku!" monolog Zaki ketika dia melihat Surya yang sudah meninggalkan mansionnya dan pergi kembali ke apartemen miliknya.


Sementara itu Evelyn dan Firly yang sudah berada di kamar utama. Mereka tampak dengan pembicaraan serius.


" Dengan karma Mama Firly. Kau tidak boleh selalu memanggil ayahmu dengan panggilan om jahat, itu tidak sopan sayang!" tegur Evelyn kepada putranya yang tampak cemberut karena tidak senang di tegur oleh ibunya sendiri.


" Dengarkanlah Mama sayang. Papamu bukan ingin memisahkan kita berdua. Akan tetapi kau harus belajar untuk tidur sendiri di kamarmu karena kau sekarang sudah besar sekarang. Akan sangat riskan kalau kau nanti terlalu berbiasa untuk tidur mama sampai dewasa. Mulai sekarang kau harus belajar untuk tidur di kamarmu sendiri! Apa kau paham?" tanya Evelyn yang berusaha untuk memberikan pemahaman kepada putranya agar tidak salah paham lagi terhadap ayahnya sendiri.


Setelah Firly dimandikan dan menggunakan pakaian bersih. Evelyn kemudian langsung mengantarkan putranya ke kamar yang sudah disediakan oleh Zaki.


Zaki yang melihat itu dia sangat senang sekali karena akhirnya dia tidak perlu tidur di kamar tamu seperti yang tadi dikatakan oleh Evelyn tadi.


Setelah Firly tidur Evelyn pun langsung kembali ke kamar utama dan dia terkejut ketika melihat Zaki yang sudah ada di sana.


" Apa yang Mas lakukan di sini?" tanya Evelyn terkejut.

__ADS_1


" Bukankah kamar ini adalah milik kita berdua Apakah salah kalau aku tidur di sini?" tanya lagi.


" Kau tidak salah untuk tidur di sini. Hanya saja bukankah tadi kita sepakat kalau kau akan tidur di kamar tamu yang sudah dipersiapkan oleh Kepala pelayan?" tanya Evelyn mengkonfirmasi segalanya kepada Zaki.


Zaki hanya menggelengkan kepalanya kemudian dia membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


" Ini adalah rumahku sayang. Kenapa aku harus tidur di kamar tamu sih? Kau ini jangan melawak ya sayang! Hal itu tidak lucu tahu nggak?" ucap Zaki yang kemudian memilih untuk memejamkan matanya karena malas untuk berdebat dengan Evelyn yang pasti dia tidak akan pernah menang melawan perempuan yang dia cintai.


Evelyn akhirnya hanya diam saja Zaki yang benar-benar membuat pusing kepalanya.


Evelyn kemudian membaringkan tubuhnya di ranjang dan tanpa basa-basi Zaki langsung menariknya ke dalam pelukannya.


" Aku benar-benar merindukanmu untuk tidur di sini bersamaku!" bisik Zaki di telinga Evelyn.


" Tidurlah bukankah kau besok pagi ada rapat di kantormu?" ucap Evelyn mengingatkan Zaki tentang apa yang tadi dikatakannya kepada Surya sewaktu mereka masih berada di mobil.


" Ayolah Kenapa kau selalu membangun tembok yang begitu tinggi untukku? Aku adalah suamimu dan aku berhak untuk memilikimu selamanya!" ucap Zaki yang tidak peduli dengan apapun yang dikatakan oleh Evelyn.


Rasa rindunya terhadap sang istri mengalahkan segala Logika dan akal sehat.


Evelyn pada akhirnya menyerah kepada suaminya sendiri dan tidak mau lagi ribut atau pun berdebat dengan Zaki.


Setelah puas berolah raga, Zaki mulai anteng dan memejamkan matanya yang sebetulnya sudah lelah dan mengantuk.


" Ya ampun laki-laki Ini kalau sedang bangun mulutnya sangat pedas dan bikin kesal saja. Tetapi kalau saat dia tidur sungguh wajahnya benar-benar sangat menggemaskan!" ucap Evelyn terus menatap wajah suaminya yang sangat tampan dan mempesona.

__ADS_1


Wajah laki-laki yang selama 5 tahun selalu dia rindukan siang dan malam. walaupun kebenciannya terhadap Zaki besar tetapi rasa cintanya terhadap laki-laki itu pun tidak kalah besar dari kebencian itu. Evelyn mulai merasa untuk menerima kehadiran Zakeh Setelah dia mengetahui bahwa Zaki mengurus ibunya yang ada di rumah sakit jiwa dengan begitu baik dan juga telaten.


Selama 5 tahun Evelyn pergi meninggalkan Zaki selama itu pula Zakilah yang sudah mau menggantikan perannya untuk merawat sang Ibu di rumah sakit jiwa. Membiayai segala kebutuhan ibunya yang tidak bisa dilakukan oleh Evelyn ketika dia pergi jauh dari Zaki.


__ADS_2