
Sementara itu Evelyn yang melihat keributan di lantai bawah, Dia sudah mulai curiga dan bertanya-tanya ada apa gerangan yang terjadi di sana.
Dengan langkah perlahan Evelyn kemudian berusaha untuk mencari tahu. Ada kejadian apa yang terjadi di rumah Edward?
" Apakah Zaki berhasil menemukanku?" Evelyn sudah gemetar ketika dia melihat Surya yang saat ini sedang menatap tajam kepadanya.
Evelyn menggelengkan kepalanya kemudian dia langsung berlari untuk naik ke lantai atas.
Dengan langkah seribu, Surya langsung mengejar Evelyn dan berusaha untuk menangkapnya.
Begitu berhasil menangkap Evelyn Surya langsung membawa Evelyn untuk turun ke lantai bawah untuk menemui Zaki yang saat ini sedang menggila karena melihat Edward di depannya.
" Berani sekali kau menggenggam tangan istriku! Akan ku patahkan tanganmu untuk menerima pelajaran dariku. Supaya ke depannya kau lebih berhati-hati dan tidak usah banyak tingkah terhadap istri orang lain!" ucap Zaki sambil menginjak tangan Edward yang saat ini ada di bawah kuasanya.
Evelyn yang melihat apa yang dilakukan oleh Zaki. Akhirnya dia hanya bisa menangis dan menjerit untuk bisa menolong Edward yang saat ini kondisinya mulai kritis setelah dihajar habis-habisan oleh Zaki.
" Tolong hentikan semua kebodohanmu. Semua kegilaanmu ini! Aki mohon kau hentikan! Aku akan ikut denganmu. Tapi tolong lepaskan mereka semua. Mereka semua tidak punya salah apapun kepadamu!" ucap Evelyn sampai tubuhnya luruh ke lantai karena kesedihan yang saat ini benar-benar menghantui hatinya. Dia merasa sangat bersalah kepada Edward dan juga Brian yang telah menolongnya.
" Baguslah akhirnya kau ditemukan juga!" ucap Zaki sambil mendekati Evelyn dan hendak memeluknya. Akan tetapi Evelyn langsung menubruk tubuh Edward yang hampir pingsan gara-gara dihajar oleh Zaki tanpa perasaan.
" Edward! Apakah kau baik-baik saja? maafkan aku karena aku sudah memberikan kesusahan untukmu! Hiks hiks!" Evelyn terus menangis sambil memeluk Edward yang sudah pingsan di tempat.
" Berani-beraninya kau bermesraan dengan orang lain di hadapanku! Dasar perempuan ******!" Zaki yang benar-benar cemburu sudah kehilangan akal dia pun langsung menarik tangan Evelyn dengan kasar dan membawanya pergi dari kediaman Edward.
__ADS_1
" Kau adalah seorang penjahat yang sangat keji! Aku berjanji kalau aku tidak akan pernah memaafkanmu seumur hidupku!" ucap Evelyn sambil terus memukuli tubuh Zaki yang masih terus memaksanya untuk masuk ke dalam mobilnya.
Zakir tidak menghiraukan semua perkataan Evelyn saat ini yang ada di dalam pikirannya adalah membawa pergi istrinya segera dari kediaman Edward dia sudah tidak mau pedulikan apapun lagi yang ada di belakangnya.
" Kau urus Mereka Surya! Jangan sampai mereka mati mendadak. Kalau tidak Evelyn pasti akan membenciku!" perintah Zaki sebelum dia meninggalkan kediaman Edward dan membawa pergi Evelyn bersamanya.
Evelyn masih terisak dan berusaha untuk tidak menangis. Akan tetapi hatinya saat ini benar-benar sangat sedang sedih karena memikirkan Edward yang tadi pingsan dengan berlumuran darah.
" Kapankah kau bisa menghargai nyawa orang lain? Kenapa bagimu orang lain tidak pernah penting huh? Selain egomu sendiri yang sangat tinggi!" ucap Evelyn dengan sengit berusaha untuk melepaskan dirinya dari cengkraman Zaki yang selalu ingin menguasainya di manapun mereka berada.
" Kau adalah istriku. Aku mempunyai hak untuk bersamamu dan aku mempunyai hak untuk menghukum laki-laki manapun yang berani menyentuhmu!" ucap Zaki dengan mata memerah karena menahan amarah yang sangat besar ketika dia melihat Evelyn membela laki-laki lain di hadapannya.
" Kalau kau ingin laki-laki itu masih hidup sehat hingga nanti. Maka kau menurut lah padaku. Karena hanya dengan satu perintah dariku saja, laki-laki itu akan mati dan hilang tanpa nama!" ucap Zaki sambil mencekal leher Evelyn sehingga Evelyn meringis kesakitan.
Akan tetapi Evelyn sama sekali tidak menangis ataupun berteriak. Dia malah memejamkan matanya seakan bersiap untuk menerima kematiannya.
" Apakah kau begitu mencintai laki-laki itu? Sehingga kau pun bersiap untuk mati bersamanya?" Tanya Zaki dengan emosi, sambil menghempaskan tubuh Evelyn dari pelukannya.
Evelyn yang harga dirinya sudah diinjak-injak habis-habisan oleh Zaki, Dia hanya bisa menatap tajam laki-laki yang masih berstatus sebagai suaminya.
" Yah kau benar! Aku sangat mencintai laki-laki itu dan aku akan bersiap untuk mati dengannya kalau sampai kau berbuat macam-macam kepadanya!" ucap Evelyn dengan mata melotot menatap Zaki.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Evelyn, seketika Zaki gelap mata dan merasa sangat marah.
__ADS_1
" Aku akan membunuh kekasihmu itu! Tidak akan kubiarkan siapapun yang berani menyentuhnya karena kau hanya milikku!" ucap Zaki dengan emosi yang mengguncang di dadanya kemudian dia pun langsung mengambil ponselnya.
" Bunuhlah dia dan aku akan langsung membunuh diriku sendiri dan kau tidak akan pernah bertemu denganku selamanya!" ucap Evelyn tanpa merasa takut sama sekali kepada Zaki.
Zaki diam sejenak menatap Evelyn yang tampaknya serius dengan apa yang dia katakan.
" Aku akan lihat apakah kau benar-benar berani bunuh diri demi laki-laki itu!" Zaki kemudian mengambil ponselnya dan memerintahkan kepada Surya untuk segera menghabisi Edward dan Bryan.
' Ya Tuhan! Betapa berdosanya aku karena telah menimpakan sebuah musibah yang sangat besar kepada Nyonya Agnes karena harus kehilangan kedua anaknya yang sangat dia sayangi! Maafkanlah hamba Ya Tuhan dan berikanlah kesabaran untuk hamba.' doa Evelyn di dalam hatinya dan berusaha untuk meyakinkan diri bahwa dia bisa melawan seorang Zaki yang saat ini sedang kesetanan karena terbakar cemburu.
" Segera kau habiskan dua laki-laki itu, karena aku tidak mau sampai Evelyn terikat kepada mereka berdua!" belum selesai Zaki memberikan perintah kepada anak buahnya tiba-tiba saja Evelyn sudah membenturkan kepalanya ke dinding sehingga membuat Zaki Langsung terkesiap dibuatnya.
" Dia benar-benar perempuan gila yang rela mati demi selingkuhannya!" Zaki langsung melemparkan ponselnya ke sembarang arah. Kemudian Zaki langsung membawa Evelyn ke rumah sakit karena dia sudah tidak sanggup melihat darah yang terus mengalir di kepala sang istri yang nampaknya bocor.
" Kau adalah perempuan paling gila yang pernah kutemui Bagaimana mungkin kau sampai rela mati hanya demi laki-laki yang baru kau kenal?" Tanya Zaki sambil menggendong tubuh Evelyn dan membawanya ke rumah sakit.
" Biarkanlah aku mati daripada kehadiranku hanya akan membuatmu menebarkan teror di manapun. mereka berdua tidak mempunyai dosa apapun kepadamu Lalu kenapa kau harus tega membunuh mereka? Apakah kau tahu mereka adalah anak yang berharga dari ibunya yang sampai sekarang masih bertahan hidup hanya untuk melihat putra-putranya menjadi orang sukses! seenaknya kau memerintahkan anak buahmu untuk membunuh mereka lebih baik kau bunuhlah aku lebih dulu agar hatimu merasa puas!" ucap Evelyn dengan suara yang semakin lemah Dan akhirnya jatuh pingsan karena terlalu banyak mengeluarkan darah dari pelipisnya yang tadi dia benturkan ke tembok secara berulang.
" Memangnya apa pentingnya mereka untukku? Aku tidak peduli mereka hidup atau mati. Selama mereka berani mengganggumu, maka mereka adalah musuh besarku yang harus aku bumi hanguskan di muka bumi ini!" ucap Zaki dengan geram dan berusaha untuk segera membawa Evelyn ke rumah sakit.
Sekeras apapun hati Zaki, tetap saja dia tidak bisa membiarkan Ibu dari anaknya meninggal sia-sia hanya karena perbuatan konyolnya membela orang lain.
" Bertahanlah untuk hidup kalau kau masih ingin bertemu dengan Firly atau kau tidak akan pernah bisa melihatnya selamanya!" ucap Zaki berbisik di telinga Evelyn. Zaki terus berusaha memberikan sugesti positif untuk istrinya. Agar mau bertahan hidup lebih lama lagi demi untuk bisa bertemu dengan Putra mereka yang saat ini berada dalam kuasanya. Firly di asuh oleh Surya di kediaman utama keluarga Surya yang berada di Surabaya.
__ADS_1