Di jual suami untuk bayar hutang judi

Di jual suami untuk bayar hutang judi
22. Ketakutan


__ADS_3

Syahara tampak menatap kepala pelayan di kediaman Zaki. Dia berusaha untuk memasang wajah galak terhadap pria tua tersebut yang telah menangkap basah dirinya sedang mencuri dengar pembicaraan antara Zaki dan Surya.


" Siapa yang sedang menguping? Kau jangan sembarang ya! Aku tadi akan masuk ke dalam sana tetapi aku lihat Zaki sedang sibuk dengan asistennya. Oleh karena itu aku hanya menunggunya di sini!" ucap Syahara dengan suara gugup dan gemetar.


" Kalau anda tidak menguping. Lalu kenapa suara Anda seperti ketakutan seperti itu? Saya akan melaporkan ini kepada Tuan Zaki dia yang akan memutuskan apakah akan membiarkan ini terjadi atau akan memberikan Anda hukuman karena sudah lancang mencuri dengar pembicaraan mereka berdua!" namun belum selesai kepala pelayan itu berbicara Syahara sudah memukul kepalanya dengan keras dan membuat pria tua itu langsung terjatuh dan pingsan.


" Aku harus membawa laki-laki tua ini dan menyembunyikannya di tempat yang aman. Bila perlu aku harus membunuhnya saja. Jangan sampai dia memberitahukan kepada Zaki bahwa akulah yang telah mendorong Evelyn ke danau. Pak tua ini, dia pasti tadi sudah mendengar apa yang kukatakan!" ucap syahara dengan ketakutan dan tampak gemetar.


Akan tetapi ketika dia hendak mengangkat tubuh laki-laki tua itu, dia merasa bingung bagaimana membawanya ke mobil miliknya. Sementara di depan banyak sekali Bodyguard yang menunggu dan mengawasi kediaman Zaki 24 jam.


Tiba-tiba saja Syahara melihat Zaki dan Surya hendak meninggalkan ruangan kerja tersebut. Dia menjadi gugup dan langsung berlari meninggalkan laki-laki tua itu di sana.


" Ya Tuhan! Semoga saja laki-laki tua itu sudah mati. Sehingga dia tidak akan menyusahkan hidupku dengan mengadukan apa yang telah kulakukan kepada Evelyn!" ucap Syahara dengan lirih dan langsung pergi meninggalkan kediaman Zaki tanpa mau memperdulikan sapaan maupun anggukan dari para bodyguard Zaki yang dilaluinya.


" Aku harus segera meninggalkan kota ini. Jangan sampai Zaki mencariku kalau sampai laki-laki tua itu tidak mati dan mengadukan semua yang telah kulakukan kepada Evelyn kepada Zaki. Aku harus menyembunyikan diriku dari jangkauan Zaki dan para anak buahnya yang sangat barbar!" dengan tergesa-gesa Sahara kemudian meninggalkan kediaman Zaki dan langsung bersiap untuk meninggalkan kota menghindari Zaki yang sangat dia takuti selama ini.


" Sialan sekali! Aku membunuh Evelyn supaya bisa bersama dengan Zaki. Tetapi sekarang malah membuatku semakin jauh dari dia. Benar-benar sial perempuan itu! Gara-gara dia yang sudah membuat hidupku menjadi kacau balau seperti ini!" ucap Evelyn sambil terus memukul setir mobilnya dengan gemas dan kesal. Ketika dia mengingat tentang Evelyn yang sekarang Entah di mana keberadaannya maupun kabarnya.


" Semoga saja perempuan itu sudah mati tenggelam di tengah danau dan tidak akan pernah kembali lagi bersama Zaki. Kalau aku tidak bisa memiliki Zaki maka tidak akan kubiarkan perempuan manapun bisa memilikinya. Tidak akan kubiarkan siapapun menyentuh laki-laki yang kucintai!" kalau ada orang yang melihat tatapan mata Syahara saat ini, pasti mereka akan ketakutan dengan tatapan matanya. Tatapan mata seorang psikopat yang memiliki masalah dengan kesehatan mentalnya.


Begitu sampai di rumahnya Syahara langsung bersiap dan berkemas untuk meninggalkan kota dan pergi ke luar negeri.

__ADS_1


Karena waktu yang mepet dan juga sangat tergesa-gesa. Shahara hanya bisa membawa beberapa saja barang-barang pribadinya yang dia pikir sangat dibutuhkan olehnya.


Syahara bernafas lega. Setelah dia berada di bandara dan bersiap untuk naik pesawat menuju Australia.


Negara Australia adalah negara yang dipilih oleh Syahara untuk melarikan diri dari Zaki. Karena di negara itulah dia bisa bersembunyi dari pengaruh seorang Zaki.


Zahara pernah menjadi kekasih Zaki. Jadi dia sangat tahu kalau Zaki paling membenci negara Australia dan pernah berjanji tidak akan pernah menginjakkan kakinya di negara itu. Akan tetapi Syahara tampaknya lupa bahwa Zaki memiliki Surya dan juga banyak anak buah yang bisa mewakilinya untuk menciduk dirinya di Australia. Kalau sampai keberadaannya saat ini diketahui oleh Zaki.


***


Sementara itu Zaki dan Surya merasa terkejut ketika melihat kepala pelayan rumahnya saat ini tergeletak di lantai dalam keadaan tidak sadarkan diri.


" Kau periksalah! Kenapa Pak Tua itu tidur di lantai, jangan-jangan dia sudah pikun lagi!" perintah Zaki sambil meninggalkan Surya dan kepala pelayan yang masih tergeletak di lantai dan tidak sadarkan diri.


" Ya Tuhan! Apakah laki-laki tua ini sedang pingsan ataukah sedang tidur? Kenapa kelihatannya sangat sulit sekali untuk dibangunkan?" ucap Surya kepada dirinya sendiri yang mulai frustasi karena sudah lelah membangunkan kepala pelayan yang juga tidak mau bangkit dari lantai.


Surya kemudian membungkukkan tubuhnya dan menaruh telunjuknya di hidung pria tua yang tergeletak lemas tak berdaya.


" Dia masih bernapas ternyata, syukurlah! Kemungkinan dia sedang pingsan. Sepertinya aku harus memeriksa CCTV di ruangan ini untuk mengetahui kejadian yang sesungguhnya!" ucap Surya memutuskan.


Surya kemudian mencari sofa untuk dia bisa duduk dengan santai. Dia pun setelah itu langsung membuka layar besar yang ada di ruang keluarga dengan menggunakan remote yang selalu dia bawa kemanapun dia pergi.

__ADS_1


Surya memijat pelipisnya karena merasa sangat pusing. Ketika dia mengetahui bahwa ternyata Syaharalah yang telah mendorong Evelyn ke danau.


Surya mendengarkan apa yang dikatakan oleh Evelyn ketika dia sedang menguping pembicaraan dirinya dengan Zaki.


Surya menatap dengan serius layar kaca besar yang saat ini sedang menampilkan kejadian ketika kepala pelayan yang dipukul oleh Syahara secara tiba-tiba dan akhirnya jatuh pingsan di lantai.


" Ya Tuhan kenapa ada seorang manusia yang begitu tega membunuh orang lain? Hanya karena ingin mendapatkan cinta seorang laki-laki? Aku tidak menyangka di balik kelembutan wajah Nona Syahara, ternyata ada jiwa psikopat di dalam dirinya!" ucap Surya sambil menggelengkan kepalanya.


Surya kemudian memanggil salah seorang Bodyguard yang ada di depan rumah Zaki. Dia meminta kepada boneka tersebut untuk membawa kepala pelayan ke rumah sakit.


" Kau bawalah kepala pelayan ke rumah sakit dan pastikan bahwa keadaan dia baik-baik saja!" Perintah Surya kepada Bodyguard tersebut yang langsung menuruti perintahnya.


Setelah Bodyguard itu pergi Surya langsung mencari Zaki.


" Aku harus melaporkan ini kepada Tuan Zaki. Biarkanlah dia yang akan mengambil keputusan tentang nona Syahara!" ucap Surya pada akhirnya. Kemudian dia pun mematikan layar besar itu dan mencari Zaki di dalam kamar pribadinya.


Begitu berada di depan pintu kamar Zaki. Surya langsung mengetuk pintu kamar Zaki.


Tok Tok Tok


" Maafkan saya tuan! Apakah saya bisa masuk ke dalam? Saya memiliki keperluan yang sangat penting!" ucap Surya di depan pintu kamar Zaki.

__ADS_1


" Ada apa Surya? Kenapa kau belum juga pulang huh? Bukankah ini sudah waktunya kau beristirahat?" Tanya Zaki sambil cemberut ketika dia melihat Surya yang berdiri di depan pintu kamarnya.


__ADS_2