
Camelia merasa kesal ketika melihat Zaki yang menghajar Surya sampai babak belur.
" Tolong hentikan Zaki. Kau bisa membunuh Surya kalau terus menghajarnya seperti itu. Aku mohon hentikan!" ucap Evelyn sambil memeluk tubuh Zaki dari belakang dan air matanya yang mulai mengalir karena merasa sedih melihat keadaan surya yang sudah babak belur dihajar oleh Zaki.
"Apa kau gila huh? Menghajar kekasihku sampai begini?" ucap Camelia menegur Zaki yang hanya bisa menatap Surya dengan penuh kekesalan.
" Suruh pacarmu itu untuk tidak dekat-dekat dengan istriku karena aku paling tidak suka!" ucap Zaki kemudian dia langsung menggamit tangan Evelyn dan membawanya pergi dari tempat itu.
" Dasar makhluk psikopat aneh!" umpat Camelia kesal karena Zaki membuat dia marah.
" Ayo aku akan mengantarmu ke rumah sakit. Lebih baik kau mundur saja menjadi asisten Zaki bisa-bisa kau habis di tangannya!" ucap Camelia kepada Surya yang sejak tadi hanya bisa diam saja. Mendapatkan bogem mentah dari Zaki merupakan sesuatu yang sangat memukul jiwanya.
" Sudahlah lupakan saja. Aku bisa mengobati lukaku sendiri kau pulang saja!" ucap Surya dengan dingin. Dia pun meninggalkan Camelia di sana dan langsung pergi membawa mobilnya sendiri menuju apartemen miliknya.
" Kenapa Surya juga menjadi aneh seperti Zaki? Dihajar sama Zaki malah diam saja tidak protes sama sekali!" ucap Camelia merasa kesal kepada kekasihnya yang cuek terhadap dirinya yang sudah peduli dengan keadaannya setelah di hajar Zaki.
Sementara itu Zaki yang saat ini sedang membawa masuk Evelyn ke dalam kamarnya hanya bisa menatap wanita itu dengan penuh kecemburuan.
" Bukankah aku sudah bilang padamu? Kau jauhi para lelaki itu! Karena aku tidak suka melihatmu berdekatan dengan mereka!" ucap Zaki sambil menatap kepada Evelyn yang hanya menatapnya dengan sinis.
" Aku saja tidak peduli kau melakukan apapun dengan para pelacurmu! Kenapa kau sibuk mengurusi hidupku?" tanya Evelyn sambil menatap tajam kepada Zaki yang seketika terkesiap mendengarkan apa yang dikatakan istrinya yang nyaris tanpa rasa takut sama sekali kepadanya.
__ADS_1
' Sejak dulu Evelyn memang selalu berbeda dari wanita kebanyakan yang selalu takut menghadapiku. Entah kenapa aku begitu takluk di depannya?' batin Zaki sambil terus menatap wajah Evelyn yang masih terlihat marah kepadanya.
" Minggir aku mau pergi dari kamar ini karena aku tidak Sudi untuk berada di dalam sini!" ucap Evelyn sambil mendorong tubuh Zaki yang masih melamun.
"Eh, kau mau kemana?" tanya Zaki gugup sambil mengikuti Evelyn yang pergi ke kamar lain yang jaraknya lumayan jauh dari kamar utama yang ditempati oleh dirinya.
" Ayolah! Bukankah semua perabotan di dalam sana sudah kau ganti semua? Baru tadi pagi sampai yang baru ke dalam kamar kita. Lalu apalagi masalahmu?" tanya Zaki berteriak di depan pintu kamar Evelyn yang sudah mulai mencoba untuk memejamkan matanya karena ingin beristirahat.
Evelyn mencoba untuk menulikan semua pendengarannya agar tidak terganggu dengan apapun yang dikatakan oleh Zaki.
Karena merasa tidak diperdulikan oleh Evelyn. Akhirnya Zaki pun merasa kesal dan dia meminta kepada kepala pelayannya untuk membuka ruangan itu dengan menggunakan kunci cadangan.
" Cepat kau buka! Kenapa kau lelet sekali?" perintah Zaki tidak sabar melihat asistennya.
' Tuan Zaki itu memang aneh luar biasa. Dia tuh mencintai Nyonya Evelyn. Akan tetapi, setiap hari kerjanya hanya membuat marah dan jengkel istrinya dengan main pelacur di hadapan sang istri. Bukannya menunjukkan cinta kasihnya sehingga membuat Nyonya Evelyn merasa dicintai dan semakin menyukainya. Tetapi dia selalu saja berbuat sebaliknya. Sehingga membuat Nyonya Evelyn semakin menjauh darinya. Dasar memang mahluk aneh. Aih, kelakuan orang kaya memang selalu memusingkan!' batin kepala pelayan mengomentari semua yang dilakukan oleh Zaki yang membuatnya merasa pusing tujuh keliling. Karena dialah yang pada akhirnya harus menyelesaikan semua kekacauan yang dibuat oleh Zaki.
" Cepat kau buka pintunya! Kenapa kok malah melamun? Ya ampun! Benar-benar kau sudah bosan untuk bekerja denganku?" ucap Zaki berusaha merebut kunci yang ada di tangan kepala pelayan tetapi tiba-tiba saja pintu itu sudah terbuka sehingga membuat Zaki urung melakukan niatnya.
" Sudah minggir! Kau pergi sana!" usir Zaki setelah Pintu itu terbuka. Kepala pelayan hanya bisa menggelengkan kepalanya dan meninggalkan Zaki di kamar itu.
Zaki kemudian masuk ke dalam kamar dan melihat istrinya yang sekarang sudah tidur terlelap. "Benar-benar dia sama sekali tidak takut kepadaku. Ya ampun dia bisa tidur nyenyak di sini. Sementara aku kalang kabut di buatnya semacam ini!" ucap Zaki kesal.
__ADS_1
Zaki menguap ketika dia melihat arloji yang ada di telapak tangannya. Ternyata waktu sudah menunjukkan jam 11.00 malam. Zaki pun kemudian berbaring di sebelah Evelyn dan memeluk tubuh istrinya dengan erat.
" Memang tidak ada yang lebih nyaman, selain berbaring di samping Evelyn!" ucap Zaki sambil mencium kening Evelyn. Lalu dia pun memejamkan matanya dan tertidur pulas di kamar yang sama dengan Evelyn.
Keesokan paginya. Evelyn merasa terkejut ketika mendapati Zaki yang berada di sampingnya dan memeluknya dengan begitu posesif.
" Aih apa yang dilakukan laki-laki ini di kamar ini? Bukannya tidur di kamarnya dengan pelacur yang biasa dia sewa. Dia malah berada di sampingku disini. Benar-benar bikin kesal saja pagi-pagi!" sungut Evelyn sambil berusaha melepaskan tubuhnya dari lilitan tangan Zaki yang kekar.
Zaki yang merasa mendapatkan pergerakan dia pun membuka matanya.
" Kamu sudah bangun sayang?" tanya Zaki sambil mengulas senyum terindahnya untuk Evelyn.
" Nggak usah meringis di hadapanku. Karena tidak mempan sama sekali tahu? Kau hanya merusak hariku saja!" ucap Evelyn dengan kesal dan langsung menyingkirkan tangan Zaki dari tubuhnya.
Evelyn langsung pergi dan menuju ke kamar mandi berniat untuk membersihkan tubuhnya yang terasa begitu pegal.
Ketika Evelyn melihat pantulan dirinya sendiri di depan cermin. Dia merasa heran karena ternyata sudah banyak sekali lukisan yang terpampang dengan indah di atas tubuhnya hasil karya Zaki semalam.
" Dasar Zaki kurang ajar!" ucap Evelyn dengan kesal Setelah dia selesai mandi. Dia pun langsung menatap horor kepada Zaki yang masih berbaring di atas ranjang.
Evelyn langsung keluar dari kamar itu menuju ke kamar utama untuk mengambil pakaiannya yang ada di sana.
__ADS_1
"Eh kau mau kemana? Kau tidak boleh keluar dari sini dengan hanya menggunakan handuk!" ucap Zaki melarang Evelyn untuk meninggalkan kamar itu.