Di jual suami untuk bayar hutang judi

Di jual suami untuk bayar hutang judi
Part 16


__ADS_3

Zaki memeriksa tas yang diberikan oleh anak buahnya dan dia terperanjat karena mendapatkan pakaian-pakaian Evelyn di dalamnya.


Di sana juga terdapat ponsel serta dompet milik Evelyn yang tampak masih utuh dan belum tersentuh. Ponsel Evelyn mati karena kehabisan daya karena berada di sana selama beberapa hari sejak menghilangnya Evelyn.


Untung saja Evelyn menaruh tasnya di tempat yang ada naungannya. Sebuah saung yang biasa digunakan orang-orang untuk memancing di danau tersebut.


" Sepertinya Evelyn bukan kabur. Lihatlah dompet dan juga ponselnya masih ada di dalam tas ini! Surya kau selidiki tempat ini siapa tahu Evelyn menjadi korban kekerasan ataupun didorong ke dalam danau oleh orang jahat. Periksa barangkali di sekitar sini ada CCTV yang merekam kejadian saat Evelyn menghilang." perintah Zaki dengan suara gemetar. Mulai merasa takut dengan apa yang ada dalam pikirannya sendiri.


" Saya pun berpikir sama Tuan. Tampaknya ada seseorang yang sedang bermain di belakang hilangnya Nyonya Evelyn!" ucap Surya mengatakan rasa setujunya tentang apa yang dipikirkan oleh Zaki saat ini.


" Bergerak cepatlah Surya! Jangan sampai kenapa-napa dengan istriku!" ucap Zaki sambil menatap tajam kepada asistennya yang sudah ditarik kembali ke Indonesia karena dia mulai merasa kelimpungan tanpa Surya di sampingnya.


" Baik tuan saya akan segera menyusuri tempat ini dan menyebarkan anak buah kita untuk mencari Nyonya Evelyn!" ucap Surya.


Zaki segera meninggalkan tempat itu dan mulai menyusuri keberadaan Evelyn dari jejak-jejak yang terlihat oleh matanya.


" Aneh sekali kenapa tidak terlihat bahwa Evelyn meninggalkan kota ini? Jejak terakhir hanya terlihat dari tas yang ada di dalam saung di pinggir danau itu!" Zaki terus bermonolog dengan dirinya sendiri dan terus menganalisis segala kemungkinan yang terjadi kepada Evelyn.


" Kalian berdua awasi Syahara dan juga Ibuku. Saya curiga barangkali saja, mungkin mereka berdua telah menculik istriku!" perintah Zaki kepada anak buahnya.


Sementara di kejauhan. Tampak Syahara yang sedang menatap marah ketika melihat Zaki yang sibuk mencari Evelyn ada raut kecemburuan di wajahnya.

__ADS_1


" Untung aku sudah membunuh perempuan itu! Aku hanya tinggal menarikmu kembali ke dalam pelukanku. Sehingga kau jatuh kembali dalam pesonaku!" ucap Syahara dengan menatap ke arah Zaki yang masih sibuk mencari istrinya di tempat itu.


Zaki kemudian kembali ke kediamannya yang tidak terlalu jauh dari tempat di mana Evelyn menghilang.


Zaki memang memiliki sebuah kediaman yang lumayan jauh dari kota. Karena Zaki menginginkan sebuah ketenangan untuk hidupnya agar tidak terganggu dan ingin bebas dari para pesaing bisnisnya yang selalu mencari masalah dengannya.


" Atau ada kemungkinan juga kalau Nyonya Evelyn diculik oleh pesaing bisnis Tuan. Mungkin juga oleh mantan suaminya Tuan. Mungkin saja dia merasa menyesal sudah menjual Nyonya Evelyn kepada anda!" ucap salah seorang Bodyguard yang mengiringi langkah Zaki saat ini.


" Temukanlah istriku! Jangan kau hanya bisa mengatakan segala kemungkinan yang tidak jelas yang hanya menambah kepusingan kepalaku!" ucap Zaki sambil melotot ke arah Bodyguard itu yang akhirnya hanya bisa menundukkan kepala karena merasa ngeri melihat tatapan Zaki yang begitu menusuk.


Zaki memang terkenal sebagai seorang pemimpin yang sangat keras terhadap anak buahnya. Oleh karena itu para pesaing maupun rekan bisnis maupun anak buahnya tidak ada yang berani macam-macam dengannya.


" Ayo kita kembali ke kediaman saja. Karena sudah malam. Besok kita akan melanjutkan lagi untuk menyusuri tempat ini!" perintah Zaki kepada semua anak buahnya yang sejak tadi sibuk mencari keberadaan Evelyn.


" Kamu dari mana sayang? Aku dari tadi terus menunggumu loh!" ucap Syahara sambil mencium bibir Zaki yang sangat dia rindukan.


Zaki hanya membalasnya. Karena kebetulan dia pun memang sedang menginginkan seorang wanita dalam pelukannya.


Syahara yang mengerti tentang Zaki. Dia pun langsung menarik Zaki untuk masuk ke dalam kamar dan memberikan pelayanan terbaik untuk laki-laki pujaannya.


Seperti yang pernah dikatakan oleh Zaki. Ketika laki-laki disodori daging mentah maka dia tidak akan menolaknya. Begitupun dengan yang dilakukan oleh Zaki saat ini. Dia tampak menikmati apa yang disediakan oleh Syahara kepada dirinya. Karena saat ini pikirannya sedang ruwet dikarenakan memikirkan Evelyn yang sudah tidak pulang selama hampir satu minggu. Keberadaan Syahara di kamarnya hanya dia anggap sebagai hiburan gratis yang menyenangkan hatinya.

__ADS_1


" Pulanglah! Aku ingin istirahat!" usir Zaki dengan suara dingin. Setelah Syahara selesai memuaskannya. Dia sendiri langsung masuk ke kamar mandi dan mengunci pintunya dari dalam karena tidak ingin diganggu lagi oleh Syahara.


" Sayang! Bukalah pintunya karena aku pun ingin mandi bersamamu!" teriak Shahara sambil menggedor pintu kamar mandi milik Zaki.


Zaki mengambil ponselnya kemudian dia menelpon Bodyguardnya untuk mengeluarkan Syahara dari kamarnya yang sejak tadi terus berteriak dan mengganggu ketenangannya.


" Kau datanglah ke kamarku dan keluarkan perempuan berisik itu. Kau ingat jangan sampai dia masuk lagi ke rumahku selama satu bulan ke depan!" perintah Zaki kepada bodyguard-nya kemudian dia pun fokus untuk berendam dengan air panas untuk merilekskan tubuhnya setelah melakukan aktivitas panas bersama dengan Syahara.


" Ayo Nyonya! Tuan Zaki meminta saya untuk mengeluarkan anda dari rumah ini dan tolong anda kenakan pakaian anda, nanti Anda bisa masuk angin Nyonya!" Ucap Bodyguard itu sambil memberikan pakaian milik Syahara yang tadi tergeletak di lantai.


Syahara melihat dirinya sendiri yang saat ini sedang naked di hadapan pria tampan berstatus bodyguardnya Zaki.


' Laki-laki ini tampan juga. Badannya juga bagus. Boleh juga untuk menjadi sampingan saat aku tidak bisa bercinta dengan Zaki!' bathin Syahara yang langsung menarik bodyguard itu ke atas ranjang dan menggarap pria tampan itu dengan ke hausan yang luar biasa. Sang bodyguard yang kaget dapat serangan dari Syahara hanya bisa pasrah dan menikmati semua dengan senang hati.


Sementara itu Zaki yang sedang ada di dalam kamar mandi dia mengerutkan keningnya ketika dia mendengarkan *******-******* yang keluar dari mulut keduanya.


" Dasar pelacur murahan! Baru saja menikmati Tuannya dan dia sekarang malah menikmati Anjingku di atas ranjangku sendiri!" ucap Zaki sambil menggelengkan kepalanya dan mulai memejamkan matanya.


Zaki sudah tidak memperdulikan suara apapun yang keluar dari kamar itu. Karena sekarang dia sudah terlelap dalam tidurnya.


Sementara Syahara yang sudah merasakan kelelahan setelah bercinta dengan bodyguard tampan itu. Dia menyuruh laki-laki itu untuk keluar dari kamar Zaki.

__ADS_1


" Maaf Nyonya! Anda harus segera keluar dari kamar ini kalau tidak saya akan disembelih oleh Tuan Zaki!" ucap Bodyguard itu sambil mengenakan kembali pakaiannya yang tadi dilemparkan sembarangan oleh Syahara.


__ADS_2