Di jual suami untuk bayar hutang judi

Di jual suami untuk bayar hutang judi
Part 17


__ADS_3

Dengan perasaan kesal Syahara kemudian meninggalkan kediaman Zaki sambil menatap tajam kepada Bodyguard yang tadi dia paksa untuk melayaninya karena dia di tinggalkan oleh Zaki di kamar mandi.


" Awas aja akan kubuat Zaki takut kepadaku dan melupakan perempuan udik itu!" ucap Syahara dengan penuh emosi kemudian dia pun meninggalkan kediaman Zaki menuju ke apartemen miliknya sendiri.


Di dalam apartemennya tampak Syahara sangat jengkel dan marah dengan apa yang dilakukan oleh Zaki kepadanya.


" Aku adalah seorang model internasional Bagaimana mungkin tidak bisa melawan seorang perempuan seperti Evelyn benar-benar memalukan!" Syahara sangat marah dan mengamuk di dalam kamarnya.


Setelah merasa puas melampiaskan emosinya. Syahara kemudian jatuh dan tidur di atas ranjang miliknya dalam kesepian dan kesendirian hidupnya.


Sementara itu Zaki yang terbangun dari tidurnya. Kini tubuhnya merasakan kedinginan yang luar biasa. Karena berendam semalaman di dalam bathtub.


" Aih! Gara-gara perempuan itu, aku jadi terpaksa tidur di dalam kamar mandi. Akhirnya tubuhku jadi sakit seperti ini dan masuk angin begini. Untung saja air yang ku gunakan tidak terlalu banyak kalau tidak aku bisa mati tenggelam di sini!" ucap Zaki sambil bangkit dari bathtub.


Setelah menggunakan pakaiannya. Zaki berniat untuk pergi ke rumah sakit demi mendapatkan obat untuk tubuhnya yang terasa sakit dan masuk angin setelah berendam semalaman.


" Ya ampun aku seorang laki-laki bersuami tetapi sudah seperti lajang seperti ini segala kebutuhanku harus aku sendiri yang memikirkan aku paling tidak senang kalau kebutuhan pribadiku harus diurus oleh pembantu!" ucap Zaki bermonolog dengan dirimu sendiri sambil memilih pakaian yang akan dia gunakan untuk pergi ke rumah sakit.


Setelah merasa sempurna dengan penampilannya. Zak keluar dari kamarnya dan melihat ke sekeliling yang ternyata masih sepi.


" Apa yang harus kulakukan? Kenapa di dalam rumah sepi sekali? Pada kemana mereka semua?" tanya Zaki keheranan.


Ketika Zaki melihat ke jam yang ada di dinding ruang tamu. Zaki menepuk keningnya atas kebodohan dirinya.


" Ya ampun pantes aja sepi sekali ternyata masih jam 03.00 pagi!" jaket pun kemudian masuk kembali ke kamarnya dia ingat dengan suara-suara yang mengganggu pikirannya ketika dia berada di dalam kamar mandi.

__ADS_1


" Aih, kurang ajar sekali! Syahara telah menggunakan kamarku untuk melakukan hal yang tidak senonoh! Benar-benar menyebabkan sekali!" rutuk Zaki kesal.


" Jadi begini perasaan Evelyn ketika Dia melihatku bercinta dengan perempuan lain? Terasa menjijikan sekali!" ucap Zaki sambil melihat ranjangnya yang sekarang masih berantakan gara-gara perbuatan Syahara dan bodyguard-nya.


" Biarlah Besok suruh diganti lagi sama kepala pelayan. Tapi sayang juga ya? Padahal ranjang itu masih baru! Dan ranjang itu Evelyn yang menggantikan!" ucap Zaki sambil terus menatap ranjang tersebut.


" Biarlah cukup diganti sprei dan kasur saja. Tidak apa-apa kalau aku menggunakan ranjang itu buat kenang-kenangan dari Evelyn!" ucap Zaki sampil tersenyum ketika dia mengingat tentang istrinya yang sudah pergi hampir 1 bulan lamanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu Evelyn yang sekarang hidup bersama dengan Raymond di hutan tampak mulai membiasakan dirinya dengan segala kesederhanaan yang ada di sana.


Evelyn sedang sibuk memasak sementara Raymond sedang sibuk membelah kayu untuk digunakan oleh Evelyn.


Kalau orang lain melihat dari kejauhan. Pasti berpikir bahwa mereka adalah pasangan suami istri yang hidup sederhana di sebuah hutan yang saling mendukung satu sama lain.


" Kamu kenapa Evelyn Apakah kau sakit?" tanya Raymond merasa khawatir dengan keadaan Evelyn yang tampak pucat dan terus bolak-balik ke kamar mandi untuk muntah.


" Entahlah Raymon aku merasa sepertinya perutku terasa teraduk-aduk ketika mencium bau bawang putih itu!" tunjuk Evelyn kepada bumbu masakan yang tadi dia iris-iris.


" Evelyn Katakan padaku Apakah kau sudah punya seorang suami?" tanya Raymon sambil menatap tajam kepada Evelyn.


Evelyn terdiam sejenak karena dia merasa ragu untuk mengakui tentang statusnya di hadapan Raymon.


" Rey aku memang sudah punya seorang suami dia tinggal di kota. Dia adalah seorang mafia yang memiliki banyak Kasino dan juga klub malam suamiku bisa dikatakan seorang penjahat Rey!" ucap Evelyn menerangkan tentang kondisinya kepada Raymond.

__ADS_1


Mendengarkan apa yang dikatakan oleh Evelyn Raymond seperti tidak percaya.


" Bagaimana mungkin gadis secantik kamu dan selembut kamu. Bisa mempunyai seorang suami seorang mafia? Itu sangat tidak masuk akal Evelyn!" ucap Raymond mengkonfirmasi segalanya kepada Evelyn.


" Itu bener Ray! Suamiku memang seorang mafia bahkan anak buahnya aja ada ribuan orang. Aku pernah masuk ke dalam sarang mereka! Dan mereka benar-benar sangat menakutkan juga mengerikan!" ucap Evelyn sambil bergidik ngeri ketika membayangkan tentang anak buah Raymond.


" Evelyn Kau tidak sedang menipuku kan Apa jangan-jangan kau sudah menceritakan sebuah film mafia yang ada di Los Angeles?" tanya Raymond seperti meragukan keterangan dari Evelyn.


" Ya ampun Rey untuk HP aku menipumu suamiku memang benar-benar seorang mafia kalau kau tidak percaya kau bisa melihat ke kota Carilah Zaki Fahrul Rozi! Nama dia terkenal di bidang judi dan juga Kasino!" ucap Evelyn menceritakan tentang pekerjaan suaminya kepada Raymond.


" Bagaimana mungkin kamu bisa menjadi istri dari seorang penjahat?" tanya Raymond.


" Suami Pertamaku menjualku kepadanya demi melunasi hutang judinya!" ucap Evelyn sambil menundukkan kepalanya.


" Ya Allah sungguh kasihan nasibmu Evelyn. Gadis sebaik kamu harus jatuh ke tangan laki-laki yang bejat dan tidak menghargaimu sebagai seorang wanita!" ucap Raymond merasa prihatin dengan nasib seorang Evelyn yang dia kenal sebagai wanita yang baik.


" Apa kau tahu Raymond? Hal yang jauh lebih menyakitkan bagiku. Mereka semuanya adalah para Cassanova yang suka bermain dengan perempuan. Bahkan mereka melakukannya di depan mataku sendiri!" ucap Evelyn dengan mata berkaca-kaca.


" Kau Istirahatlah dulu Eve. Aku curiga kalau kau saat ini sedang hamil. Jangan terlalu berat bekerja. Aku yang akan mengerjakan semua pekerjaan rumah. Kau istirahat saja di dalam ya?" ucap Raymond sambil memapah tubuh Evelyn yang sangat lemah dan pucat dari dapur untuk masuk ke dalam kamar.


' Ya Allah! Tidak mungkin kalau aku saat ini sedang hamil anak laki-laki brengsek itu. Apa yang akan terjadi padaku ya Allah?' batin Evelyn dengan mata berkaca-kaca.


Kamar di rumah itu hanya ada satu. Sejak ada Evelyn, Raymond mengalah dengan tidur di ruang tamu yang hanya beralaskan tikar tipis.


" Beristirahat Evelyn. Aku akan memanggil Bu Bidan. Kalau kebetulan dia sedang mampir ke desa sebelah!" ucap Raymond sambil membantu menidurkan Evelyn di ranjang dengan kasur tipis miliknya.

__ADS_1


" Jangan menangis Eve. Aku akan selalu di sini bersamamu dan anakmu. Aku akan selalu menjadi pelindungmu dan menjaga anakmu. Percayalah padaku!" ucap Raymond sambil mengelus pipi Evelyn untuk menghapus air mata Evelyn yang terus mengalir seperti air bah tanpa terkontrol.


__ADS_2