
Evelyn yang sudah mulai menerima pernikahannya bersama dengan Zaki akhirnya mau diajak oleh Zaki untuk menjemput Firly yang saat ini tinggal di Surabaya bersama dengan kedua orang tua Surya.
" Kenapa kau tega sekali memberikan putramu kepada orang lain? Kalau kau tidak mau repot untuk mengurusnya lalu untuk apa Kau mengambil dia dariku?" tanya Evelyn dengan sengit ketika mereka sudah berada di dalam pesawat dan siap untuk berangkat ke Surabaya.
Tampak Surya sibuk menelepon kedua orang tuanya untuk mengabarkan tentang kedatangan mereka yang berniat untuk mengambil Firly kembali agar bisa berkumpul dengan kedua orang tuanya.
Orang tua Surya sangat menyayangi Firly, karena Firly adalah seorang anak yang baik dan juga pintar. Selain itu mereka pun hanya hidup berdua saja di Surabaya karena putra-putra mereka sudah besar dan memiliki kehidupan mereka masing-masing.
Sudah berkali-kali mereka membujuk Surya untuk menikah tetapi selalu saja mental dan tidak pernah dikubur sama sekali sehingga keinginan mereka untuk memiliki seorang cucu harus kandas di tengah jalan.
" Anda jangan khawatir Nyonya. Karena kedua orang tua saya sangat menyayangi Firly. Karena mereka sejak dulu memang bercita-cita untuk mempunyai seorang cucu. Akan tetapi putra-putranya tidak ada yang mau menikah secepatnya. Sehingga semua impiannya hanya menjadi sebuah khayalan semata!" ucap Surya menerangkan kepada Evelyn tentang kedua orang tuanya.
Tampak Zaki tertawa mendengarkan apa yang dikatakan oleh Surya kepada istrinya.
" Lalu kenapa kau tidak memenuhi keinginan orang tuamu? Seingatku kau sudah punya kekasih kan? Kenapa tidak mengajak kekasihmu untuk menikah?" tanya Evelyn penasaran tentang seorang Surya.
Asisten pribadi suaminya yang selalu setia kemanapun dia pergi. Tampaknya di mana ada Zaki di situlah ada Surya.
" Surya ini jauh lebih mencintaiku daripada Camelia yang menjadi kekasihnya!" ucap Zaki Sambil tertawa terbahak melihat wajah Surya yang tampak tidak bersahabat.
" Kalau saya tidak mau menjadi bawahan anda maka tidak akan ada orang lain yang bisa menerima temperamen buruk anda Tuan! Karena hanya Saya seorang yang mampu menangani semua temperamen dan tabiat buruk anda yang sangat menyebalkan!" ucap Surya sambil menatap sinis kepada Zaki.
__ADS_1
" Kau! Sungguh lancang kau bicara seperti itu padaku!" ucap Zaki sambil menatap tajam kepada Surya yang langsung mengalihkan pandangannya dari Zaki.
Melihat interaksi Zaki dan Surya seketika membuat Evelyn merasa lucu dan dia tertawa dengan begitu lepas.
" Apanya yang lucu tidak ada yang lucu sama sekali!" ucap Zaki sampai cemberut kepada Evelyn yang malah merasa semakin senang melihat suaminya misuh-misuh.
" Jadi Apakah di sana Firly merasa bahagia tinggal bersama dengan kedua orang tuamu?" tanya Evelyn kepada mereka.
" Tentu saja kedua orang tuaku sangat memanjakan Firly. Tentu dia sangat bahagia di sana. Bahkan mungkin dia tidak mengingat kalian lagi sebagai orang tuanya! Apalagi nanti kalau melihat kalian yang selalu saja berantem satu sama lain. Firly pasti tidak akan mau untuk diajak kalian kembali ke Jakarta!" ucap Surya sambil tersenyum mengejek kepada Zaki yang saat ini sedang menatapnya dengan sinis.
" Ayolah hentikan semua perdebatan kalian yang bikin Kepalaku pusing!" ucap Evelyn akhirnya merasa jengkel melihat mereka berdua yang saling lempar kata-kata pedas.
" Cepatlah kau lamar kekasihmu. Kalau tidak kau akan menyesal kalau dia menikah dengan laki-laki lain!" ucap Zaki sambil melirik kepada surya yang sedang cemberut kepadanya.
" Camelia itu denganmu sama 11 12! Hanya aku yang bisa menaklukkan kalian berdua. orang lain tidak akan tahan dengan temperamennya yang suka mengamuk nggak jelas sama sepertimu. Kalian memang cocok sebagai sepupu memiliki karakter dan kelakuan yang sama!" ucap Surya sambil menutup matanya kembali dan tidak memperdulikan apapun yang dikatakan oleh Zaki kepadanya.
Akhirnya suasana di dalam pesawat pun tampak hening ketika kedua laki-laki tampan yang ada di dalam pesawat itu tampak mulai kelelahan setelah berargumen cukup lama.
' Ya ampun! Aku tidak menyangka kalau suamiku ternyata bisa berdebat panjang seperti itu dengan seorang Surya yang selama ini lebih banyak diam daripada bicara. Mungkin mereka dulu itu adalah musuh yang sekarang dipertemukan sebagai tuan dan bawahannya untuk membalaskan dendam masa lalu!' batin Evelyn sambil melihat kedua laki-laki tampan itu yang sekarang tampak terlelap.
Begitu sampai di Surabaya, mereka pun langsung dijemput oleh orang tua Surya yang mengutus sopir pribadi mereka untuk menjemput.
__ADS_1
Evelyn begitu terpesona ketika dia melihat kediaman keluarga surya yang sangat luar biasa mewahnya.
visualisasi kediaman kedua orang tua Surya di Surabaya
Evelyn terpesona melihat kediaman mereka.
" Kau ternyata anak orang kaya juga Surya? Lalu kenapa kau mau saja ditindas oleh Zaki yang tidak pernah memanusiakanmu!" tanya Evelyn merasa sangat heran dengan kehidupan Surya.
" Semua ini milik kedua orang tuaku bukan milikku! Diriku adalah asisten seorang Zaki yang sangat keras kepala dan juga seorang psikopat jelek yang selalu membuatku klimpungan dan kesusahan untuk mengikuti kemauannya! Tetapi aku sadar kalau hanya aku memang yang bisa melayaninya! Itu adalah kebanggaanku sendiri dan juga kehormatanku oleh karena itu aku sampai sekarang masih bertahan disampingnya." Zaki sampai melotot mendengarkan semua pengakuan yang dikatakan oleh Surya kepada istrinya.
" Kau bisa diam tidak atau aku akan mencari penggantimu dan tidak akan membawamu pulang ke Jakarta. biarlah kau tinggal di sini dan dipaksa oleh orang tuamu untuk melanjutkan bisnis mereka alih-alih kau menjadi asistenku!" ancam Zaki sambil menatap tajam kepada Surya yang langsung memutar bola matanya dengan malas.
" Coba saja kalau kau berani menggantiku dengan orang baru dan coba lihat apakah dia mampu bertahan untuk melayani orang aneh sepertimu!" ucap Surya sambil meninggalkan Zaki di tempatnya dan dia langsung menyapa kedua orang tuanya yang saat ini sedang bermain dengan Firly di ruang baca yang ada di bagian belakang rumah.
Evelyn sangat bahagia sekali karena dia bisa kembali bertemu dengan putranya yang selama hampir dua bulan berpisah dengannya.
" Mama!" Firly langsung memeluk Evelyn dan menangis di dalam pelukan ibunya yang sangat dia rindukan.
" Mama Om jahat itu membuatku tinggal di sini. Lihatlah Mah! Dia telah memisahkan kita berdua mah!" ucap Firly sambil terisak dalam pelukan Evelyn.
__ADS_1