Di jual suami untuk bayar hutang judi

Di jual suami untuk bayar hutang judi
54. Usaha Yang Gagal


__ADS_3

Dion langsung bersembunyi ketika mobil yang ditumpangi oleh Firly dan Evelyn melintasi di hadapannya.


Setelah merasa aman Dion pun langsung mengikuti ketiga mobil itu. Mobil depan dan belakang adalah para bodyguard yang mengawal Evelyn dan Firly yang berada di mobil tengah bersama Surya dan sopir.


Dion benar-benar harus waspada untuk mengikuti mereka. Karena keamanan yang diberlakukan untuk menjaga keduanya pasti sangatlah tinggi.


" Aku harus menghubungi Syahara. Ya Tuhan! Ini benar-benar sudah gila!" Dion benar-benar frustasi melihat semua Bodyguard yang berbadan tinggi besar dan menggunakan pakaian hitam-hitam dan juga pistol yang ada di pinggang mereka.


Dion langsung mencari ponselnya dan berusaha untuk menghubungi Syahara yang sedang berlibur dan tampak menikmati harinya dengan berenang di kolam renang miliknya yang ada di rumah pribadinya.


Sebagai model papan atas Syahara memang memiliki kehidupan yang luar biasa. bahkan pihak manajemen artis memberikan fasilitas sebuah apartemen mewah untuknya.


Akan tetapi Syahara lebih memilih untuk tinggal di rumah kedua orang tuanya yang jauh lebih mewah tentu saja.


Kalau menilikdari silsilah keluarga Syahara, sebetulnya dia masih termasuk anggota keluarga dari barisan para konglomerat di negeri ini. Ayahnya yang memiliki perusahaan batubara di Kalimantan benar-benar bisa dikatakan terkenal di kalangan para bisnisman.


Tidak terkecuali Zaki yang menjadi salah satu Partner bisnisnya di dunia bawah tanah. Ayahnya Syahara meminta perlindungan dari organisasi yang dipimpin oleh Zaki untuk melindungi bisnisnya yang ada di Kalimantan.


Ketika sedang asik-asyiknya berjemur dan menikmati sinar pagi yang terasa hangat di tubuhnya, tiba-tiba saja ponsel Syahara berbunyi dan dia mengetahui bahwa itu adalah Dion.


" Bagaimana dengan tugas yang kuberikan padamu? Apakah sudah beres atau tidak?" tanya Syahara to the point.


Terdengar bahwa Dion saat ini sedang berada di pinggir jalan. Terdengar dari suara-suara berisik yang terdengar ditelepon tersebut.

__ADS_1


" Tugasmu benar-benar sangat sulit Syahara! Aku seperti akan menyerah untuk melakukan tugas itu!" ucap Dion yang membuat Syahara menjadi murka di buatnya.


Syahara langsung menegakkan tubuhnya yang tadi tengah berbaring di kursi berjemur yang ada di kolam renang miliknya.


" Dengarkan aku Dion! Kalau sampai kau tidak melaksanakan tugas itu dengan baik. Maka aku akan menyerahkan semua bukti-bukti kejahatanmu ke kantor polisi dan kau segera bersiaplah untuk mendekam di penjara selamanya!" ancam Syahara dengan emosi yang mengguncang di dadanya dan langsung menutup panggilan tersebut.


Dion yang tadi mendengarkan ancaman dari Syahara tampak kesal sekali. Wajahnya sampai ditekuk dengan dalam. Berkali-kali dia menarik nafasnya dengan berat.


" Sialan sekali Syahara berani-beraninya dia mengancamku dengan bukti-bukti yang ada di tangannya. Apa dia tidak tahu kalau aku pun bisa menyerahkan bukti-bukti yang ada di tanganku sehingga akan menghancurkan karirnya di dunia modeling? Aku bahkan punya rekaman video panas kami berdua! Dasar wanita menyebalkan!" umpat Dion sangat kesal dengan kelakuan Syahara yang keterlaluan di matanya.


Berkali-kali Dion berusaha untuk menelpon kembali wanita itu, tetapi tidak juga diangkat oleh Syahara. Dion sangat kenal siapa Syahara luar dan dalam.


" Baiklah aku akan berusaha sebisanya untuk melaksanakan tugas ini dulu. Baru nanti aku akan melihat apa yang bisa aku lakukan kalau sampai tugas ini gagal." Dion pun kemudian masuk ke dalam mobilnya.


Dion terus mengikuti mobil yang tadi berhenti di pinggir jalan karena Firly yang meminta untuk membeli sebuah es krim kesukaan dia.


" Firly tidak baik seorang anak kecil selalu banyak menuntut orang tuanya. Berusahalah untuk bersyukur dengan apa yang kau miliki saat ini!" ucap Evelyn berusaha untuk menasehati putranya yang sangat gampang marah dan juga selalu tidak puas dengan apapun yang dimilikinya.


Entah kenapa Evelyn selalu melihat bahwa putranya tidak pernah merasa bahagia sejak mereka kembali berkumpul bersama Zaki.


Tiba-tiba ponsel Evelyn berdering sangat nyaring dan ternyata Zaki menghubunginya dari kantornya.


" Bagaimana perjalanan kalian apakah menyenangkan?" tanya Zaki di sebrang sana.

__ADS_1


" Sebentar lagi kami sampai di mall yang di tuju putramu. Bagaimana dengan rapatmu? Apakah sudah selesai?" tanya Evelyn kepada Zaki yang masih berada di ruang rapat bersama para direktur kepercayaan nya.


Zaki sebenarnya sangat bosan sekali dengan rapat itu. Dia sebenarnya menginginkan Surya untuk mewakilinya tetapi Surya mengatakan bahwa rapat itu benar-benar sangat penting dan harus dia sendiri yang menghandlenya.


Evelyn menatap sekilas kepada putranya yang masih menikmati es krim yang baru saja dibeli oleh bodyguardnya tadi di pinggir jalan.


Walaupun sudah di nasehati untuk tidak jajan sembarangan, tetapi Firly selalu bandel dan ngeyel. Evelyn benar-benar kehilangan akal untuk mengendalikan putranya sendiri.


Kedua orang tua Surya yang selalu saja memanjakan putranya membuat Firly sekarang menjadi anak yang kolokan dan banyak menuntut padanya.


Tidak berat sebetulnya bagi Evelyn hanya saja hatinya capek kalau harus selalu menurut kepada keinginan putranya yang ga ada habis nya. Firly seperti memiliki banyak energi untuk membuat Evelyn merasa kesal dan marah dengan kelakuan dia.


Sebenarnya Firly hanya membutuhkan perhatian. Dia merasa kesepian di dalam rumah itu karena tidak ada anak kecil yang seusia dirinya.


Bahkan di sekolahan tidak ada orang yang mau bermain dengannya. Karena mereka semua sudah ketakutan duluan dengan para Bodyguard yang selalu mengawasi semua kegiatan Firly. Firly mengadu sedikit saja para Bodyguard itu sudah bereaksi dan siap untuk menembak siapapun yang membuat majikannya merasa tidak nyaman.


Pihak sekolah sudah mencoba untuk bernegosiasi dengan para Bodyguard agar tidak mengganggu suasana belajar di sekolahan. Dengan meminta mereka untuk berjaga di luar kelas tetapi mereka bersikeras ingin menjaga tuannya di samping Firly.


" Kami harus menjaga keselamatan tuan muda kami jadi tolong anda tidak boleh menghalangi tugas kami kalau anda tidak ingin kami tembak!" ucapnya tegas.


Sang kepala sekolah akhirnya menyerah dan mengajarkan mereka melakukan apapun yang mereka inginkan. Rasanya ingin sekali Firly mengketok kepala pimpinan Bodyguardnya yang selalu mengikutinya kemanapun dia pergi. Membuat dia kesulitan bersosialisasi dengan temannya yang lain.


Itulah yang membuat anak kecil itu menjadi selalu mengamuk dan marah-marah kalau sudah ada di rumah kepada ibunya.

__ADS_1


Begitu sampai di mall Firly dan Evelyn langsung menuju ke arena permainan Timezone yang diinginkan oleh putranya.


Firly begitu bersemangat dengan permainan itu. Lebih dari 3 jam mereka menghabiskan waktu di tempat itu! Dion yang terus berusaha untuk mencari celah agar bisa menyelesaikan misi yang diberikan oleh Syahara kepadanya benar-benar sangat frustasi melihat penjaga yang begitu ketat mengawasi Firly dan Evelyn.


__ADS_2