Di jual suami untuk bayar hutang judi

Di jual suami untuk bayar hutang judi
32. Pertolongan Edward


__ADS_3

Edward mendengarkan cerita Evelyn dengan penuh perhatian ada perasaan Ibadah dalam hatinya yang tiba-tiba menyergap datang.


' Sungguh kasihan dia masih muda tetapi pengalaman hidupnya sangat luar biasa! Kalau aku yang menghadapinya mungkin tidak akan pernah mampu untuk bisa bangkit apalagi sampai menghadapi dunia yang begitu kejam! Dia sungguh seorang wanita yang sangat kuat dan juga hebat!' batin Edward merasa bawa Evelyn adalah seorang perempuan yang hebat.


" Lalu ke mana aku akan membawamu?" tanya Edward kemudian.


" aku di dunia ini hidup hanya Sebatang Kara semua yang kumiliki sudah hilang bagaikan debu. Aku pun tidak tahu, kemana aku saat ini harus pergi. Aku kabur dari kediaman suamiku tanpa rencana apapun dan tanpa membawa apapun. Aku hanya bermodal nekat dan bismillah. Dengan berharap Allah akan memberikan pertolongan kepadaku untuk menghindari laki-laki jahat itu." ucap Evelyn sambil menundukkan kepalanya.


" Apakah kau bersedia? Kalau bekerja di kediamanku? Kebetulan aku memiliki seorang ibu yang mempunyai penyakit stroke. Dia sangat membutuhkan perhatian dari seorang suster yang sabar dan juga telaten!" ucap Edward berusaha untuk menawarkan sebuah pekerjaan kepada Evelyn.


" Tapi aku tidak punya pengalaman untuk menjadi seorang suster. Aku takut kalau tidak bisa memberikan pelayanan yang baik untuk Ibumu dan aku takut mengecewakanmu!" ucap Evelyn merasa tidak enak kepada Edward, kalau harus menerima sebuah pekerjaan yang tidak dia mengerti sama sekali. Apalagi itu bukanlah bidang keahliannya selama ini.


" Tidak apa-apa. Kau cobalah dulu. Kalau dalam wsktu satu minggu kau merasa bahwa kau tidak mampu untuk merawat Ibuku. Maka aku bisa memberimu pekerjaan yang lain di kantorku. Setidaknya untuk saat ini, kau bisa gunakan itu untuk beradaptasi dulu di kediamanku. Sambil aku menunggu suster yang akan dikirim oleh Rumah Sakit tempat Ibuku selalu melakukan terapi dan juga berobat. Kau jangan khawatir. Aku akan selalu membantumu dan juga membimbingmu, agar kau bisa bekerja dengan baik dan merawat Ibuku tanpa melakukan kesalahan." ucap Edward berusaha untuk membujuk Evelyn, agar mau menerima pekerjaan itu. Karena sebenarnya dia memang sangat frustasi untuk mendapatkan suster yang bisa merawat ibunya yang saat ini sedang sakit.


Sementara pekerjaannya sebagai dokter pun sangat sibuk di rumah sakit hampir setiap hari Dia menghabiskan waktunya selama 15 jam untuk berada di rumah sakit.


" aAu tidak bisa terus mempercayakan Ibuku kepada pembantuku di rumahku yang pasti dia juga sudah sibuk untuk melakukan pekerjaannya. Setidaknya sampai suster yang dikirimkan oleh Rumah Sakit bersiap untuk kerja. Tolonglah aku untuk kau mau merawat Ibuku. Setidaknya aku bisa bekerja dengan tenang tanpa harus memikirkan Ibuku terus yang di rumah tanpa ada pengawasan. Kau jangan khawatir. Aku akan memberikan gaji yang layak dan pantas untuk kamu. Sehingga nanti kau bisa mendapatkan kehidupanmu yang baru dengan menggunakan uang gaji tersebut!" ucap Edward berusaha untuk meyakinkan Evelyn agar bersedia bekerja di tempatnya.


Tampak Evelyn yang sedang berpikir keras dan berusaha untuk menguatkan hatinya. Agar mampu melakukan apa yang ditawarkan oleh Edward kepadanya.


" Baiklah aku akan berusaha untuk menerimanya. Lagi pula saat ini aku tidak mengetahui kemana akan pergi untuk membawa diri ini. Aku juga harus berusaha untuk mencari keberadaan Putraku yang telah diculik oleh ayahnya. Terima kasih Edward, karena kau mau menolongku!" ucap Evelin dengan tulus.


" Seharusnya aku yang mengucapkan terima kasih kepadamu. Karena kau mau bersedia untuk bekerja denganku. Aku selama satu bulan ini sudah berusaha untuk mencari orang yang mau mengurusi ibuku. Tetapi selalu nihil. Mungkin pertemuan kita adalah jawaban dari doa-doaku selama ini!" ucap Edward merasa sangat senang sekali karena Evelyn mau menerima pekerjaan darinya.


Begitu mereka sampai di kediaman Edward Evelyn terpesona melihat sebuah rumah yang sangat mewah.

__ADS_1


Walaupun rumah itu tidak semegah rumah yang ditempati oleh Zaki, suaminya. Akan tetapi rumah tersebut memiliki nilai tersendiri di mata Evelyn.


" Rumahmu sangat besar sekali. Ada berapa orang yang tinggal di kediamanmu?" tanya Evelyn sambil melangkahkan kakinya mengikuti Edward.


" Aku tinggal bersama dengan ibuku dan juga adikku. Akan tetapi saat ini adikku sedang kuliah di Swiss dan mungkin baru kembali sekitar 2 tahun lagi. Karena dia mengatakan ingin sekalian mengambil gelar masternya di sana!" ucap Edward menceritakan sekilas tentang keluarganya.


" Adikmu sungguh hebat karena dia mampu untuk mengejar pendidikan setinggi itu. Apalagi di Swiss yang merupakan negara Eropa yang pasti sistem pendidikan mereka di sana berbeda dengan sistem pendidikan di Indonesia!" ucap Evelyn merasa bangga kepada adik dari Edward.


" Yah kok benar! Brian memang seorang anak yang hebat dan juga pintar. Selain itu, dia juga sangat tampan loh!" ucap Edward sambil tertawa.



visualisasi Edward Anderson



" Kau sangat hebat karena memiliki seorang adik seperti dia!!" ucap Evelyn memuji Brian yang fotonya diperlihatkan oleh Edward.


" Tetapi aku harus hati-hati. Karena adikku ini adalah seorang Casanova yang selalu mengincar gadis-gadis cantik." ucap Edward sambil terkekeh yang hanya mendapatkan reaksi dingin dan datar dari Evelyn.


" Maafkan karena sudah membuatmu kecewa tetapi aku ini bukanlah gadis cantik seperti yang kau katakan aku tidak akan masuk klarifikasi seorang Brian untuk bermain denganku." ucap Evelyn dengan penuh percaya diri.


" Kenapa memangnya?" tanya Edward merasa heran kepada Evelyn.


" Aku ini seorang istri dan juga seorang ibu. Tidak mungkin kan kalau aku ini seorang gadis?" tanya Evelyn sambil melirik kepada Edward yang langsung tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


" Aku tidak menyangka di balik wajahmu yang begitu serius Ternyata kau masih juga memiliki selera humor yang segar!" ketika dia bisa mengendalikan dirinya untuk tidak tertawa lagi.


" Aku tidak berniat untuk bercanda ataupun memberikan rasa humor untukmu. Karena kehidupanku terlalu keras untuk hal itu!" ucap Eveline yang seketika langsung merasakan kesedihan lagi. Ketika dia mengingat tentang kehidupannya yang selalu banyak onak duri dan juga kerikil tajam yang selama ini selalu menyakiti hatinya.


" Maafkan aku Evelyn! Kalau sudah membuatmu merasa sedih. Aku sama sekali tidak bermaksud melakukan itu!" ucap Edward merasa bersalah ketika dia melihat Evelyn yang terus diam sejak tadi.


" Ke mana kita akan pergi saat ini?" banyak Evelyn pada akhirnya karena dia merasa bingung ke mana Edward akan mengajaknya.


Rumah yang saat ini sedang dia jelajahi begitu besar sehingga membuat Evelyn merasa bingung.


" Aku akan memperkenalkanmu dulu kepada Ibuku. Setelah itu aku akan menunjukkan kamarmu selama berada di rumah ini!" ucap Edward sambil tersenyum kepada Evelyn.


Evelyn kemudian mengikuti Edward dengan tenang tanpa banyak protes maupun bertanya.


Ketika Evelyn bertemu dengan ibu Edward. Evelyn merasa sangat kasihan sekali kepada wanita paruh baya itu yang tampak menderita karena stroke yang dia derita.


" Masuklah aku akan memperkenalkanmu kepada Ibuku. Sehingga nanti kau bisa bekerja dengan tenang!" ucap Edward mempersilahkan Evelyn untuk masuk ke dalam kamar ibunya.


" Kenapa ibumu bisa sampai terkena stroke?" tanya Evelyn merasa penasaran.


" Itu terjadi gara-gara Brian yang selalu saja membuat masalah di dalam keluarga ini! gara-gara dia yang membuat seorang perempuan datang kemari dan mengaku hamil anak dia. Membuat Ibuku akhirnya terkena stroke dan sampai sekarang belum sembuh!" Evelyn sangat terkejut dengan penjelasan dari Edward dan akhirnya dia pun memilih untuk diam. Karena dia takut telah membangkitkan kenangan buruk di dalam keluarga Edward.


" Maafkan aku Edward. Kalau tanpa sengaja aku sudah membuatmu merasa sedih dengan pertanyaan bodohku ini!" ucap Evelyn merasa bersalah kepada Edward yang terlihat terus menundukkan kepalanya.


Tampak Edward menarik nafasnya dengan dalam. Kemudian Dia mendekati sang ibu yang tengah menatapnya.

__ADS_1


" Mah perkenalkan! Dia adalah Evelyn yang akan menjadi suster Mama yang baru. Edward harap mama bisa bekerja sama dengan Evelyn, sehingga Edward bisa bekerja di Rumah Sakit dengan tenang tanpa harus pusing memikirkan Mama yang berada di rumah sendirian tanpa ada yang merawat!" ucap Edwards berusaha untuk berkomunikasi dengan ibunya yang seperti kesulitan untuk berbicara.


Stroek telah membuat ibunya mengalami kelumpuhan total. Sehingga dia hanya bisa berbaring di tempat tidur. Bahkan ibunya Edward tidak bisa berbicara secara normal.


__ADS_2