Di jual suami untuk bayar hutang judi

Di jual suami untuk bayar hutang judi
33. Masalah lagi?


__ADS_3

Evelyn merasa kasihan melihat ibu Edward yang kesulitan dalam segala hal dia seperti melihat ibu kandungnya sendiri yang bahkan sampai saat ini belum pernah dia temui lagi.


' Aku harap suatu saat aku bisa menemui ibuku. Sudah cukup lama aku tidak bertemu dengannya. Wntah bagaimana kabarnya saat ini!' Evelyn terus menatap Edward yang begitu telaten mengurus ibunya yang segala hal harus dilayani.


" Evelyn nanti jadwal untuk terapi Ibuku akan aku tempel di tembok ini. Supaya kau tidak melupakannya dan semua hal yang harus Kaulah kerjakan hafalkanlah. Supaya pekerjaanmu menjadi lebih ringan! Selain itu kau juga harus memperhatikan makanan untuk ibuku. Pastikan dia harus memakan makanan yang bergizi agar kesembuhannya bisa di percepat!" ucap Edward memberikan beberapa petunjuk kepada Evelyn untuk pekerjaannya mengurus sang ibu.


" Kau bisa berlibur ketika ada aku di rumah. Maksudku ketika aku cuti ataupun tidak bekerja di rumah sakit!" ucap Edwards merevisi apa yang dia katakan.


" Baiklah aku mengerti semua yang harus aku lakukan!" ucap Evelyn sambil tersenyum kepada Edward yang kemudian mengajaknya untuk keluar dari kamar sang ibu.


" Baiklah! Mari kita keluar karena ibuku harus beristirahat." Evelyn kemudian mengikuti Edward menuju ruang keluarga.


Di saat mereka sedang serius membicarakan tentang tugas-tugas Evelin yang harus dia lakukan setiap harinya dalam rangka mengurus ibunya Edward. Mereka dikejutkan oleh kedatangan Brian.


" Kalian sedang membicarakan apa sih? Dari tadi Aku mengucapkan salam tidak ada yang menyahut!" ucap Bryan sambil mengambil air putih di dalam kulkas. Kemudian Dia mendekati Edward yang tampak menatapnya dengan heran.


" Kenapa kau sudah ada di Indonesia lagi?" tanya Edward penasaran dengan sang adik.


" Aku bosan belajar terus. Makanya aku mengajukan cuti akademik selama satu semester! Aku akan bekerja di perusahaan untuk mengaplikasikan apa saja yang sudah aku pelajari di kampus!" ucap Brian sambil duduk di samping saudaranya yang tampak memaparkan bola matanya dengan malas.


" Kenapa kau selalu hidup dengan semaumu sendiri? Seandainya kau tidaksegera menyelesaikan kuliahmu saja huh? Itu pasti jauh lebih baik daripada Kau mengambil cuti seperti itu. Nanti kalau kau sudah malas pada akhirnya kuliahmu jadi terbengkalai!" ucap Edward sambil menggelengkan kepalanya.


" Ngomong-ngomong siapa dia Kak? Apakah kau tidak ingin memperkenalkannya kepadaku?" tanya Brian sambil tersenyum kepada Evelyn.

__ADS_1


" Namanya Evelyn. Dia yang akan menjadi perawat mamah yang baru!" ucap Edward sambil tersenyum kepada Evelyn.


" Halo namaku Bryan. Senang berkenalan denganmu! Siapa namamu tadi?" tanya Brian sambil menggaruk kepalanya.


" Berhenti bercanda Bryan! Kau kembali ke kamarmu dan pergilah untuk beristirahat, tidak usah kau mengganggu Evelyn!" tegur Edwards merasa tidak senang ketika melihat Brian yang terlihat tertarik kepada Evelyn.


" Ya ampun kakak! Aku hanya mengajak bicaranya sedikit tidak mengganggu dia!" WhatsApp Brian sambil mengangkat kopernya dan langsung masuk ke dalam kamar miliknya yang berada di lantai 2.


" Evelyn tolong kau bawa koperku ke dalam kamar!" ucap Bryan sambil melangkahkan kakinya ke dalam kamar.


" Bawa kopermu sendiri Bryan! Evelyn bukanlah pembantumu!" teriak Edward Merasa tidak senang dengan kelakuan adiknya.


" Kakak ini kenapa sih? Kenapa dari tadi sepertinya bermasalah sekali denganku!?" ucap Bryan yang merasa tidak nyaman dengan sang kakak yang tampak tidak bersahabat dengannya.


" Ah kakak tidak asik!" ucap Brian yang akhirnya mengalah dan kemudian dia pun membawa masuk kopernya sendiri dengan bersusah payah.


" Kok bisa merasakan ya kan? Kau sendiri sebagai seorang laki-laki merasa kesusahan. Lalu apa kau berfikir tentang Evelyn?" ucap Edward ketika dia melihat Brian yang bersusah payah untuk bisa membawa kopernya naik ke atas kamarnya.


" Iya kakakku sayang! Lanjutkanlah kencan kalian berdua!" ucap Brian pelan sambil misuh-misuh kepada sang kakak.


" Tidak usah mendengarkan omongannya. Dia memang selalu seperti itu kalau berbicara tidak pernah berpikir dulu!" ucap Edward kepada Evelyn.


Evelyn terus memperhatikan Edward yang sejak tadi terus saja berdebat dengan Bryan.

__ADS_1


" Kalian berdua, apakah memang terbiasa berdebat ataukah bagaimana?" tanya Evelyn merasa penasaran tentang hubungan Edward dan juga Brian.


" Kau harus berhati-hati dengan Brian. Ingat untuk selalu mengunci pintu kamarmu dari dalam! Aku hanya takut kalau misalkan Brian diam-diam masuk ke dalam kamarmu!" ucap Edwards memperingatkan kepada Evelyn untuk selalu berhati-hati ketika Brian berada di dalam rumah.


" Tenanglah! Aku bisa menjaga diriku sendiri. Bahkan suamiku yang seorang singa saja bisa aku atasi. Apalagi hanya seorang Brian. Bagiku dia hanyalah anak kecil yang suka merengek!" ucap Evelyn sambil tersenyum kepada Edward.


Edward tampak tertawa terbahak-bahak mendengarkan Evelyn mengatakan bahwa Brian hanyalah seorang anak-anak saja di matanya.


" Kau tidak akan mengerti tentang Brian. Sampai suatu saat nanti dia mulai berulah kepadamu!" ucap Edwards dengan wajah seriusnya.


" Tenanglah! Aku pasti akan selalu berhati-hati selama bekerja di sini. Karena aku pun tidak mau mencari masalah dengan siapapun. Sekarang tujuan hidupku hanyalah ingin ketenangan. Aku tidak ingin ribut ataupun bermasalah dengan siapapun!" ucap Evelyn berusaha untuk bersikap tenang di hadapan Edward yang dia tahu bahwa Edward sangat mengkhawatirkan dirinya.


" Baiklah kau Istirahatlah dulu. Besok pagi aku akan mengajakmu untuk pergi ke mall membeli semua kebutuhanmu!" ucap Edward sambil berlalu dari hadapan Evelyn.


" Kau belikan saja. Nanti aku akan memberikanmu catatannya, tentang apa saja yang kubutuhkan! Untuk sementara waktu aku tidak mau berada di ruangan publik. Karena aku sedang menghindari suamiku yang kemungkinan masih berusaha untuk mencariku!" ucap Evelyn.


" Aku merasa penasaran tentang suamimu. Kenapa tampaknya kau begitu takut kepadanya? Apa kau tidak keberatan untuk menceritakannya padaku?" tanya Edward sambil menatap kepada Evelyn dengan serius.


Evelyn beranjak dari tempat duduknya dan kemudian dia meninggalkan Edward dalam rasa penasarannya.


" Aku tidur dulu ya, karena aku sangat lelah sekali!" ucap Evelyn sambil meninggalkan Edward yang tampak penasaran dengan raut muka yang ditunjukkan oleh Evelyn.


" Tampaknya Evelyn memang tidak menyukai suaminya sehingga dia berusaha untuk menghindarinya! Baiklah besok aku akan pergi ke mall sendiri untuk memastikan kebutuhan eflin tercukupi selama berada di sini! Hidup Evelyn selama ini sudah sulit jadi aku tidak akan membuat Dia menderita di sini! Aku akan berusaha untuk membuat efek dan betah tinggal di sini." tekat Edward ketika dia melihat Evelyn sudah masuk ke dalam kamar yang tadi dia tunjukkan kepadanya.

__ADS_1


__ADS_2