Di jual suami untuk bayar hutang judi

Di jual suami untuk bayar hutang judi
49. Bertemu Tara


__ADS_3

Evelyn dan Firly kemudian pergi ke mall setelah meminta izin kepada Zaki.


" Apakah aku perlu menemanimu?" tanya Zaki yang saat ini sedang memainkan pulpennya.


" Tidak usah aku akan pergi bersama sopir saja kau lanjutkanlah pekerjaanmu!" setelah berpamitan kepada Zaki. Evelyn dan Firly pun kemudian pergi bersama sopir yang sudah disediakan oleh Zaki ke sebuah Mall besar yang ada di Jakarta.


" Mamah, aku mau main ke sana!" tunjuk Firly ke sebuah arena permainan Timezone.


" Tapi janji, jangan terlalu lama mainnya ya ini sudah hampir sore kita harus segera pulang. Nanti papamu bisa marah kalau kita pulang terlambat!" ucap Evelyn memberikan syarat kepada putranya sebelum dia mengizinkan untuk bermain permainan tersebut.


" Baiklah! Kita akan bermain sebentar saja, setidaknya sampai aku bisa mendapatkan hadiah dari permainan itu. Setelah itu kita pulang, " ucap Firly dengan wajah bahagia.


Evelyn pun kemudian menarik tangan Firly untuk menuju ke arena permainan Timezone.


Evelyn hanya duduk di dekat putranya yang tampak arsip bermain Timezone.


Tanpa Evelyn sadari saat itu Tara sedang mendekat ke arahnya.


" Halo Evelyn. Apa kabarmu sayang?" tanya Tara sambil menatap elit dengan penuh Kerinduan.


Evelyn mengurutkan keningnya ketika mendengarkan Tara yang memanggilnya dengan kata sayang ketika menyapanya.


" Sedang apa kau di sini Mas?" tanya Evelyn merasa tidak senang dengan kehadiran Tara yang tiba-tiba saja sudah berada di hadapannya.


Tara tampak tertawa melihat ekspresi Evelyn yang tidak bersahabat ketika dia kembali datang untuk menemuinya.

__ADS_1


" Aku hanya merindukanmu, Eve. Apakah Kau keberatan, kalau aku menemuimu?" tanya Tara dengan senyum yang tersungging di bibirnya yang indah.


Yah tidak dipungkiri oleh Evelyn bahwa Tara memiliki wajah yang sangat tampan. Dia hanya memiliki kekurangan yaitu hobinya bermain judi dan juga mengkonsumsi alkohol tetapi sangat malas untuk bekerja.


Perusahaan keluarga besarnya hancur di tangannya. Walaupun sekarang sedikit demi sedikit mulai bangkit dan perlahan merangkak kembali. Tetapi tetap saja, hal itu tidak bisa mengembalikan kejayaan perusahaan itu ketika masih berada di tangan ayahnya yang sekarang sudah meninggal dunia.


" Jangan bicara omong kosong! Kalau ada orang lain yang mendengarkannya pasti akan terjadi kesalahpahaman!" ucap Evelyn berusaha untuk menghindari Tara yang tampak begitu merindukannya.


" Kamu sekarang tambah cantik Eve. Aku menyesal karena dulu memberikanmu kepada Tuan Zaki untuk bayar hutang judiku. Tapi melihat kau yang sekarang bahagia, mungkin penderitaanku sekarang sepadan sebagai hukuman yang diberikan Tuhan karena sudah menyerahkanmu kepada penjahat itu!" ucap Tara berusaha untuk menggenggam tangan Evelyn tetapi Evelin terus menghindarinya.


" Kalau Zaki kau bilang sebagai penjahat? Lalu siapakah dirimu? Seorang suami yang rela menjual istrinya sendiri hanya untuk melunasi hutang judinya! Pergilah mencari kaca dan lihatlah seperti apa wajahmu!" dengan mata tajam menatap kepada para yang langsung berkaca-kaca.


" Maafkan aku Eve. Saat itu aku benar-benar sangat terdesak. Setiap hari anak buah ?Tuan Zaki selalu mengejarku dan selalu datang mengancamku untuk membunuhku. Aku sungguh terpaksa menyerahkanmu waktu itu. Karena hanya itulah yang dia minta agar aku bisa melunasi hutang-hutang judiku!" ucap Tara berusaha untuk meminta maaf kepada Evelyn yang sudah mulai kesal dengan kelakuannya.


" Lalu sekarang kau mau apa datang lagi kemari? Aku bukan istrimu lagi. Jadi kau tidak punya hak apapun atas diriku!" ucap Evelyn menatap sinis kepada mantan suaminya.


Dari kejauhan Zaki terus memperhatikan interaksi antara Evelyn dan Tara.


Tangan Zaki sudah mengepal sempurna bersiap untuk menghajar Tara karena kemarahan yang ada di hatinya.


Tetapi kemarahan Zaki bisa diredam, ketika dia melihat Evelyn yang tidak terlalu merespon kedatangan Tara di hadapannya.


" Setidaknya laki-laki yang kau bilang penjahat itu, dia tidak pernah menjual istrinya untuk membayar hutang judinya! setidaknya laki-laki yang kau bilang penjahat itu dia tidak pernah memberikan luka kepadaku seperti yang kau pernah kau berikan! Pergilah dan jangan pernah menunjukkan wajahmu lagi karena aku muak melihatmu!" Evelyn kemudian menarik putranya untuk segera meninggalkan arena permainan Timezone dan segera meninggalkan Mall tanpa memperdulikan arah yang terus memanggilnya.


" Dasar brengsek! Suka-suka dia datang begitu! Setelah dia menjualku tanpa pikir panjang, bahkan dia tidak merasa bersalah sama sekali. Sekarang dengan enaknya dia datang minta maaf? Hah apakah hidup semudah itu?" Evelyn sepanjang jalan terus mengkerut tuh merasa kesal dengan kelakuan para yang datang tiba-tiba kembali ke dalam hidupnya.

__ADS_1


Sementara itu Zaki setelah melihat Evelyn dan putranya meninggalkan arena permainan, dia pun langsung memerintahkan kepada anak buahnya untuk segera menangkap Tara.


" Tangkap laki-laki yang tadi mengobrol dengan istriku. Beri dia pelajaran dan kalian harus pastikan kalau dia tidak akan pernah datang lagi mengganggu istriku!" setelah memberikan perintah kepada anak buahnya Zaki langsung pergi ke basement mall untuk menemui istri dan anaknya.


Melihat istri dan putranya sedang bersiap untuk pulang Zaki pun langsung menyapa keduanya


" Halo jagoan! Apakah kau sudah selesai bermain?" Tanya Zaki ketika dia sampai di tempat di mana Evelyn dan Firly bersiap untuk meninggalkan Mall tersebut.


Evelyn menatap Zaki yang tiba-tiba saja sudah ada di hadapannya tanpa pemberitahuan apapun.


" Papah dari mana? Kenapa tiba-tiba sudah ada di sini?" tanya Firly dengan wajah polosnya.


" Tadi papa ada pertemuan bisnis di sekitar sini dan sopir bilang kalau kalian belum pulang Jadi Papa datang kemari sekalian untuk menjemput kalian!" dusta Zaki kepada putranya. Karena bagaimanapun dia tidak mau sampai Evelyn tahu kalau dirinya mengikuti sang istri sejak tadi.


" Apa kau yakin kalau kau hanya lewat di tempat ini?" tanya Evelyn menyelidiki kebenaran tentang keberadaan suaminya yang tiba-tiba sudah ada di hadapannya.


" Sudahlah sayang! Jangan dipikirkan lagi. Sekarang kita pulang Firly pasti sudah lelah setelah berjalan-jalan di mall seharian." ucap Zaki mengulas senyum kepada Evelyn yang menatapnya dengan penuh kecurigaan.


Sementara itu Tara merasa terkejut karena tiba-tiba saja ada lima orang yang berdiri di hadapannya dan menangkapnya.


" Mau apa kalian?" tanya Tara mulai ketakutan.


" Kami hanya menyampaikan salam dari Tuan Zaki. Kau tidak boleh sekali-kali lagi untuk mendatangi istrinya! Karena Tuan Zaki paling tidak senang melihat istrinya didekati oleh mantan suaminya! Kalau kau masih tidak mengacuhkan peringatan ini, maka kau harus membayar dua kali lipat hutangmu yang dulu yang sudah dilunasi dengan kau menjual istrimu kepada Tuan Zaki!" ucap pria berpakaian parlente tersebut yang berstatus sebagai pimpinan dari para pengawal yang dimiliki oleh Zaki.


" Omong kosong! Aku sudah melunasi hutang-hutang itu dan aku juga memiliki bukti lunasnya Bagaimana mungkin kalian bisa seenaknya saja mengklaim bahwa hutang itu menjadi dua kali lipat?" protes Tara.

__ADS_1


" Intinya kau jauh saja istri Tuan Zaki dan jangan berbuat macam-macam kalau kau masih menyayangi nyawamu!" ucap pengawal itu yang kemudian langsung meninggalkan tara dalam bingung nya.


__ADS_2