
Evelyn mengurutkan keningnya ketika melihat Zaki yang langsung menutup kembali pintu kamar itu dan melarangnya untuk pergi dari sana.
" Kau Diamlah di sini. Aku yang akan mengambilkan pakaian untukmu. Aku tidak rela kalau sampai para pelayan dan karyawan yang lainnya melihat kemolekan tubuhmu karena itu hanya milikku seorang!" ucap Zaki kemudian dia langsung keluar dari kamar dan pergi menuju ke kamar utama untuk mengambil baju milik Evelyn.
" Dasar pria aneh! Hidupnya selalu saja membuat orang lain susah!" ucap Evelyn kesal.
Tidak lama kemudian. Zaki membawa pakaian untuk Evelyn.
Walaupun tidak cocok dengan seleranya, dengan terpaksa Evelyn menggunakan pakaian yang telah dibawakan oleh suaminya. Karena tidak ada pilihan yang lain daripada dia harus bertelanjang keluar dari kamar itu.
" Ya ampun selera macam apa ini?" rutuk Evelyn ketika dia sudah menggunakan pakaian yang di bawa oleh Zaki untuknya.
" Apa kau suka pakaiannya?" tanya Zaki tersenyum kepada Evelyn.
" Suka apanya? Apa kau tidak punya mata huh? Kenapa kau bawakan aku baju model 80 begini huh? Kau pikir saya sudah setua itu?" sungut Evelyn kesal.
" Tapi kau cantik sekali loh!" ucap Zaki tersenyum kepada Evelyn.
Evelyn hanya memutar bola matanya dengan malas ketika mendengar pujian dari Zaki.
" Udah minggir sana jangan ganggu aku!" ucap Evelyn kesal melihat Zaki yang terus menatap dirinya dengan pandangan penuh kekaguman.
" Apa yang kau lihat?" tanya Evelyn.
" Aku heran kenapa kau selalu marah kepadaku? Katakan kepadaku, apa kau cemburu kepadaku?" tanya Zaki sambil menatap Evelyn yang tampak kesel kepadanya.
" Apa kau tidak pergi bekerja huh? Ini sudah siang loh!" ucap Evelyn sinis.
__ADS_1
" Aku itu bos terserah aku mau berangkat jam berapa!" ucap Zaki sampai menatap Evelyn.
" Bos seperti kamu, kasihan sekali karyawan kamu!" ucap Evelyn sambil menatap Zaki kesal.
Zali kemudian pergi ke kantor. Karena dia merasa tidak senang dengan apa yang dikatakan oleh Evelyn yang menyinggung perasaannya.
" Aku tidak tahu kenapa. Aku merasa Evelyn sepertinya membenciku. Apakah aku telah membuat kesalahan kepadanya?" Zaki bertanya kepada dirinya sendiri.
" Tuan selalu membawa wanita malam ke dalam rumah kalian. Bagaimana nyonya Evelyn tidak membencimu?" ucap Surya.
Wajah Surya masih tampak kacau setelah kemarin dihajar habis-habisan oleh Zaki.
" Wajahmu masih hancur begitu. Kenapa tidak istirahat saja? Lagi pula kau berangkat juga cuma menghancurkan moodku!" ucap Zaki merasa kesal melihat Surya.
" Saya hanya menjalankan tugas saya untuk bekerja dan juga mendampingi anda!" ucap Surya pelan.
" Mulai besok kau akan kukirim ke Las Vegas. Disana sedang banyak masalah gara-gara para mafia yang selalu mencari masalah dengan kasino milik kita. Kau harus mengatur masalah yang ada di sana. Sebelum beres kau dilarang untuk kembali ke Indonesia!" perintah Zaki kepada Surya.
" Terserah kau mau membawa siapa. Aku tak peduli. Tapi yang jelas kau harus segera membereskan semua masalah yang ada di sana!" ucap Zaki tanpa melihat kepada Surya karena dia sedang sibuk untuk membaca dan melihat laporan-laporan yang saat ini ada di MacBook miliknya.
" Bagaimana kalau saya mengajak Nyonya Evelyn?" tanya Surya sambil melirik ke arah Zaki yang saat ini duduk di kursi belakang.
" Apa kau mau cari mati?" Tanya Zaki sambil menatap tajam ke arah Surya yang saat ini sedang menatapnya secara langsung.
" Nyonya Evelyn adalah seorang akuntan keuangan yang sangat handal. Saya yakin ketika dia ikut dengan saya ke Las Vegas dia pasti bisa menghandle beberapa masalah keuangan di sana!" ucap Surya menjelaskan alibinya untuk mengajak Evelyn bersamanya.
" Kalau masalah seorang akuntan keuangan yang handal. Saya yakin perusahaan saya banyak yang bisa ikut denganmu. Memang dasar kau saja yang sedang cari masalah denganku!" ucap Zaki sengit sambil menatap kepada Surya dengan Aura pembunuhan.
__ADS_1
" Aku serius Surya! Sekali lagi aku melihatmu mendekati istriku. Akan ku yakinkan dirimu. Kau hanya tinggal nama saja di atas dunia ini!!" ucap Zaki dengan penuh penekanan.
Surya yang pada dasarnya tidak suka mencari masalah dengan Zaki. Dia hanya diam saja.
Setelah mereka sampai di kantornya, Zaki langsung masuk ke dalam ruangannya. Sementara Surya langsung bersiap-siap untuk berangkat ke Las Vegas melaksanakan perintah yang diberikan oleh Zaki untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di kasino milik di Zaki.
Sementara itu Evelyn yang sudah mulai bekerja kembali di perusahaan. Dia sama sekali tidak mengetahui bahwa dia saat ini sedang bekerja di perusahaan milik suaminya sendiri. Walaupun mereka bekerja di satu kantor. Akan tetapi Evelyn tidak pernah mempedulikan tentang siapa pemilik perusahaan tempat dia bekerja.
Zaki selalu menggunakan lift Executive untuk menuju ke kantornya. Itulah yang membuat mereka hampir tidak pernah bertemu. Walaupun mereka kerja di suatu tempat.
Hanya Zaki yang selalu mengawasi Evelyn dengan CCTV yang sengaja dia pasang di dalam ruangan Evelyn secara rahasia.
Zaki sudah mencintai Evelyn sejak lama. Tetapi dia tidak pernah menampakan batang hidungnya selama ini. Zaki hanya mengagumi Evelyn secara sembunyi dan rahasia.
Pada saat suami Evelyn mengalami masalah dengan hutang judi di kasino miliknya. Zaki memanfaatkan hal itu untuk bisa bersama dengan Evelyn walaupun hanya sehari. Akan tetapi ternyata Zaki mendapatkan kenyataan, bahwa dirinya semakin mencintai Evelyn dan ingin memiliki Evelyn seutuhnya. Oleh karena itu dia meminta kepada Tara untuk menceraikan Evelyn dan merebutnya dari suami Evelyn brengseknya.
Setelah selesai bekerja Evelyn langsung pulang ke kediaman Zaki dengan di antarkan oleh sopir pribadi yang di tugaskan oleh Zaki untuk mengantarkannya Evelyn kemananpun dia mau pergi.
Begitu sampai di rumah Evelyn langsung mandi dan bersiap untuk makan malam.
Saat Evelyn sedang asyik menikmati makan malamnya. Tiba-tiba saja Zaki pulang dengan membawa seorang perempuan dalam pelukannya dan langsung pergi ke kamar mereka berdua.
Evelyn hanya melirik sekilas kepada mereka berdua. Kemudian dia langsung melanjutkan makannya tanpa peduli dengan apa yang dilakukan oleh Zaki dan pelacur yang dia bawa.
Evelyn malah memilih untuk pergi ke taman. Ketika dia melihat sopir pribadinya sedang ngopi-ngopi bersama dengan satpam. Evelyn pun memilih untuk bergabung dengan mereka.
Tampak percakapan di antara mereka sangat seru dan sangat menyenangkan. Sementara itu Zaki yang saat ini sedang berada di dalam kamar dan hendak mengeksekusi wanita yang dia bawa. Zakibtampak terganggu dengan tawa dan canda yang ada di taman.
__ADS_1
" Siapa sih itu? Dari tadi tertawa nggak jelas kayak begitu. Benar-benar mengganggu orang saja!" ucap Zaki kesal. Zaki kemudian melihat ke arah jendela. Matanya melotot ketika dia melihat ternyata Evelyn sedang tertawa begitu bahagia dengan para karyawannya.
" Dia benar-benar tidak peduli kepadaku. Jelas-jelas aku membawa perempuan ke dalam rumah ini dan bercinta dengannya. Akan tetapi di luar sana dia sedang berbahagia dengan para karyawan rendah itu!" ucap Zaki sangat kesal ketika dia melihat Evelyn bahkan tidak melirik ke arahnya sedikitpun.