Di jual suami untuk bayar hutang judi

Di jual suami untuk bayar hutang judi
Part 21


__ADS_3

Setelah bidan tersebut pulang. Evelyn kemudian makan dan meminum obat yang tadi diberikan oleh bu bidan untuknya.


" Kelihatannya Raymond sangat lelah dia tidur sangat nyenyak sekali." ucap Evelyn sambil menatap laki-laki paruh baya yang saat ini sedang meringkuk di atas kasur lantai yang tadi pagi dia berikan kepadanya.


" Tidak disangka seorang Raymond yang terlihat begitu tenang. Ternyata dia mengalami nasib yang begitu buruk dan sangat menyedihkan!" ucapnya sambil terus menatap Raymond yang masih terlelap dalam tidurnya.


Sebenarnya kalau dilihat dari usia Raymond cocok untuk menjadi Ayah Evelyn. Tetapi dia tidak mau dipanggil om maupun panggilan lainnya. Dia hanya ingin dipanggil dengan serebutan Raymond. Karena dia merasa dengan panggilan itu. Dia seakan-akan masih muda.


Terlihat Raymond menggeliatkan tubuhnya dan memicingkan matanya.


" Apakah Bu bidan sudah datang?" tanya Raymond sambil duduk dan memperhatikan Evelyn.


" Barusan dia datang dan memberikanku banyak obat dan juga susu untuk ibu hamil!" ucap Evelyn sambil tersenyum kepada Raymond.


" Jadi benar kalau kau sedang hamil?" tanya Raymond dengan mata berbinar dan penuh kebahagiaan.


" Iya sudah mau jalan beberapa bulan. Aku tidak tahu pastinya berapa bulan. Karena aku juga lupa tidak pernah menghitung siklus menstruasiku!" ucap Evelyn tersenyum.


" Tidak apa-apa. Bagiku yang penting, mulai sekarang kamu harus menjaga kandunganmu dan Ingat! Kamu tidak boleh melakukan pekerjaan apapun mulai sekarang. Karena semuanya aku yang akan mengerjakannya!" ucap Raymond dengan begitu bahagia.


" Apakah kau begitu bahagianya dengan kehamilanku?" tanya Evelyn merasa penasaran.


" Yah aku sangat bahagia karena aku akan menjadi seorang kakek! Apakah tidak ada hal yang lebih membahagiakan dari hal itu?" ucap Raymond dengan senyumnya yang merekah.


" Terima kasih Evelyn karena kau sudah memberikan semangat hidup untukku memberikan alasan untuk aku masih bisa bernafas di dunia ini!" ucap Raymond sekali lagi dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


" Seharusnya aku yang berterima kasih kepadamu. Karena kau sudah menolongku dan juga menyelamatkan hidupku. Bahkan sekarang kau harus menampung kami berdua di dalam pengasuhanmu dan juga perawatanmu! Budi baikmu kepada kami sungguh tidak akan pernah bisa kami tebus dengan apapun!" ucap Evelyn dengan suara tersekat di tenggorokannya karena dia mengingat tentang rumah tangganya bersama Zaki yang saat ini tidak jelas bagaimana statusnya.


" Lahirkanlah anak itu dengan selamat dan pinta dia untuk memanggilku kakek. Itu adalah balasan yang paling baik dan super baik yang bisa kau lakukan untukku!" ucap Raymond dengan binar kebahagiaan yang begitu kentara di wajahnya.


" Ray. Apakah kamu tidak pernah menemui keluargamu lagi?" tanya Evelyn begitu penasaran dengan kehidupan Raymond.


" Aku pernah bertemu dengan mantan istriku. Tetapi sekarang dia sudah menjadi istri dari orang yang telah mencelakaiku. Sekarang anakku telah menggantikan posisi laki-laki brengsek itu sebagai kepala organisasi yang dulu aku miliki! Laki-laki brengsek itu sudah pensiun dan menghabiskan hidupnya hanya untuk bersenang-senang dengan para gundiknya yang ada di mana-mana!" ucap Raymond dengan mata berapi-api.


Evelyn bisa melihat kebencian di mata lemon dan juga kesedihan ketika dia menceritakan tentang istri dan anaknya.


" Sudahlah yang penting sekarang kamu aman di sini dan bisa hidup dengan tenang!" ucap Evelyn memberikan hiburan kepada Raymond yang tampaknya sedang bersedih saat ini dan juga amarahnya seakan meledak-ledak.


" Apa kau tahu? Apa yang paling menyakitkan dari semua itu? Yaitu ketika aku mendapatkan kenyataan kalau ternyata istriku sendiri telah bekerja sama dengan laki-laki brengsek itu untuk mencelakai! Mereka telah berhubungan di belakangku dan menciptakan berbagai skenario untuk menjebakku dan akhirnya menyingkirkanku!" ucap Raymond sambil memegang jantungnya yang terasa sakit.


Evelyn kemudian bangkit dari duduknya dan memilih untuk masuk ke dalam kamar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu Zaki yang sedang ada di dalam kediamannya. Tampak Zaki yang wajahnya murung walaupun ditemani oleh beberapa gadis cantik di sekelilingnya. Tetapi dia tidak merasa bahagia sama sekali.


Saat itu Zaki sedang menerima laporan dari anak buahnya tentang hasil pencarian mereka terhadap Evelyn sang istri yang sudah pergi sama berbulan-bulan tanpa kabar berita.


" Kalian semua pergilah. Aku sedang tidak mood untuk ditemani kalian semua!" usir Zaki kepada 5 orang gadis cantik yang tadi menghubunginya dan melakukan segala yang mereka mau terhadap tubuhnya.


" Padahal kami sudah lama tidak lagi menyentuhmu Tuan Zaki kami sungguh merindukanmu!" protes salah satu gadis itu.

__ADS_1


" Pergilah sebelum pistolku mengarah ke kepala kalian!" hardik Zaki dengan perasaan penuh kesal dan emosi.


Akhirnya mereka pun meninggalkan Zaki bersama dengan Surya yang dari tadi hanya memperhatikan saja semoga gerak-gerik atasannya.


" Katakanlah apa yang kau dapatkan? Setelah selama beberapa bulan menyebar anak buah yang begitu banyak hanya untuk mencari seorang perempuan!" Tanya Zaki dengan penuh emosi.


" Tuan saya bisa memberikan keyakinan kepada anda. Bahwa Nyonya Evelyn 100% telah didorong oleh seseorang ke dalam danau. Entah sekarang nasibnya bagaimana. Apakah dia sudah meninggal ataukah ada orang yang menyelamatkannya." ucap Surya dengan wajah prihatin mengetahui nasib Evelin yang saat ini tidak jelas keberadaannya ada di mana.


" Apakah kalian tidak bisa menyusuri daerah sekitar danau? Kemungkinan saja kalau dia menyangkut ataukah ada seseorang yang mungkin menyelamatkannya?" tanya Zaki.


" Kami sudah menyebar anak buah di sekitar daerah yang terdekat dengan danau, lokasi terakhir Nyonya Evelyn berada bersama koper dan semua barang pribadinya yang kita temukan waktu itu!" ucap Surya melaporkan segalanya kepada Zaki.


" Apakah tidak ada CCTV di sekitar sana?" Tanya Zaki merasa penasaran.


" Tidak ada Tuan. Hanya di sekitar kediaman kita yang ada CCTV dan saya menangkap bahwa Nyonya Evelyn memang berjalan kaki menyusuri jalanan di sekitar danau.


" Apakah kalian tidak bisa untuk melakukan sesuatu dengan danau itu? Atau menyusuri daerah di sekitar danau. Kalau kemungkinan Evelyn didorong. Bukankah akan terdengar di daerah sekitar danau? Apabila salah satu warga melihat mayat ataupun orang yang mengalami kecelakaan di sana?" tanya Zaki kepada Surya.


" Saya sendiri sudah menyusuri daerah di sekitar danau dan tidak ada yang menemukan seseorang yang tenggelam ataupun jatuh ke danau!" ucap Surya menatap Zaki.


Sementara itu di luar pintu tampak Sahara yang sedang mendengarkan percakapan kedua laki-laki tampan itu.


" Bahaya kalau sampai mereka berdua mengetahui kalau akulah yang telah mendorong Evelyn ke danau aku harus bagaimana ini?" ucap Syahara dengan lirih.


" Nona Syahara! Anda sedang apa di sana? Kenapa Anda sangat lancang sekali mencuri dengan pembicaraan tuanku dengan asistennya?" tanya asisten rumah tangga Zaki dengan memasang wajah horornya dan membuat Syahara gemetar karena dia takut apabila Zaki dan Surya menyadari keberadaannya

__ADS_1


__ADS_2