Di jual suami untuk bayar hutang judi

Di jual suami untuk bayar hutang judi
Part 19


__ADS_3

Evelyn masih menatap foto lama milik Raymond yang tampak begitu mentereng dan gagah sekali.


" Eve, bidan nanti bakal mau datang ke sini sebaiknya kau segera bersiap untuk pemeriksaanmu!" ucap Raymond ketika dia masuk ke dalam rumah.


" Rey dulu pekerjaanmu apa sih? Kenapa kau bisa sampai terdampar di hutan seperti ini?" tanya Evelyn sambil menunjukkan foto yang ada di tangannya kepada Raymond.


Raymond tampak menatap Evelyn yang saat ini sedang memegang foto miliknya yang terpajang di ruang tamu.


" Aku dulu seorang mafia. Apa kau tahu Eve? Anak buahku yang aku percaya sebagai wakilku. Dia menghianatiku dan mencoba untuk membunuhku dengan memotong rem mobilku. Hingga akhirnya aku jatuh ke jurang. Untunglah waktu itu ada akar-akar pohon yang menolongku dan selama beberapa bulan aku hidup layaknya orang mati sendiri di rumah ini! Aku hidup di rumah ini dengan banyak luka-luka di sekujur tubuhku. Alhamdulillah Allah masih mencintaiku dan membiarkanku masih bernafas hingga hari ini." ucap Raymond dengan mata berkaca-kaca ketika dia bercerita tentang masa lalunya.


" Lalu Bagaimana dengan keluargamu Raymond? Apakah kau tidak mempunyai seorang istri ataupun anak?" tanya Evelyn dengan penuh penasaran tentang kehidupan penolongnya.


" Terakhir berita yang aku dapatkan____ yang aku dengar istriku sekarang sudah menjadi istri penghianat itu!" ucap Raymond dengan geram dan penuh amarah.


Selama Evelyn mengenal Raymond belum pernah dia melihat kemarahan di mata pria paruh baya itu. Selama ini Evelyn hanya melihat Raymond dengan tatapan persahabatan dan juga keteduhan hatinya yang terlihat di matanya.


" Maafkan aku Ray sudah mengingatkanmu dengan masa lalu yang pedih dan sangat menyakitkan hatimu!" ucap Evelyn sambil mengelus telapak tangan Raymond yang tampak gemetar dan mengepal erat.


" Tidak apa-apa Eve itu semua hanyalah masa lalu dan tidak pantas untuk dikenang lagi. Sekarang aku sudah menikmati hidupku dalam damai dan ketenangan!" ucap Raymond yang mulai kembali tersenyum.


Tampak Raymond menghapus air mata yang sempat mengalir di pipinya. Kemudian dia pun bangkit dari duduknya dan mengambil foto yang ada di tangan Evelyn.


" Aku akan membuang foto ini. Karena foto ini akan membuat hatiku sakit ketika mengingat masa laluku!" ucap Raymond sambil berjalan keluar rumah.


" No...!" ucap Evelyn sambil mengejar Raymond.

__ADS_1


" Jangan kau buang Rey! Tolong biarkan aku menyimpannya!" ucap Evelyn sambil menatap pria itu dengan lekat.


" Lupakan saja Eve! Ini bukan foto yang penting dibuang pun tidak akan memberikan dampak apapun!" ucap Raymond menatap Evelyn.


" Please Rey berikan foto ini padaku aku akan menyimpannya sebagai kenang-kenangan!" ucap Evelyn berusaha untuk membujuk untuk memberikan foto tersebut kepadanya agar dia bisa menyimpannya.


' Bagaimanapun foto itu pasti pernah menjadi bagian penting dalam hidup Raymond. Aku tidak bisa membiarkan dia membuangnya begitu saja!' bathin Evelyn.


" Baiklah kalau kau ingin menyimpannya tidak apa-apa. Suatu saat bisa kau buang karena foto itu sama sekali tidak penting!" ucap Raymond akhirnya menyerah dan memberikan foto itu kepada Evelyn.


" Tenanglah aku akan menyimpannya baik-baik suatu saat kalau kau merindukannya kalau bisa memintanya padaku!" ucap Evelyn sambil tersenyum kepada Raymond.


Usia Raymond saat ini sekitar 55 tahun mungkin seusia dengan ayahnya Evelyn apabila dia masih hidup.


" Entahlah Rey. Aku tidak tahu masalah itu. Aku akan mempertimbangkannya nanti!" ucap Evelyn sambil meninggalkan Raymond dan masuk ke dalam kamarnya.


Evelyn terkejut ketika mendapatkan kasur baru yang ada di atas ranjang yang ditumpuk di atas kasur lamanya.


" Rey tolong kau ke sini. Aku ingin bicara denganmu!" Panggil evelyn dari dalam kamarnya.


" Ada apa Eve? Apakah kau membutuhkan sesuatu?" tanya Raymond terkejut dengan panggilan Evelyn yang tiba-tiba.


" Ambillah kasur baru itu untukmu. Aku sudah cukup dengan kasur lama. Kau pasti kedinginan kalau tidur hanya di lantai saja dengan alas tikar yang tipis!" ucap Evelyn kepada Raymond.


" Kau itu seorang wanita hamil Eve! Kau harus tidur di tempat yang nyaman. Supaya kau tidak menderita kedepannya. Sudahlah Eve aku ini laki-laki. Aku bisa tidur di mana saja. Kau harus menjaga kesehatanmu dan juga bayimu!" ucap Raymond pelan dan langsung meninggalkan Evelyn begitu saja di kamarnya.

__ADS_1


" Kalau begitu ambillah kasur lama untukmu lemon Ray dan aku akan menggunakan kasur baru itu!" ucap Evelyn mengikuti Raymond yang sekarang sedang duduk di ruang tamu.


" Gunakan kasur lama itu untukmu atau Aku tidak akan mau tidur di atas ranjang. Biarlah aku juga tidur di lantai seperti kamu!" ancam Evelyn sambil cemberut di hadapan Raymond.


" Kau benar-benar seorang wanita yang nakal sekali. Bahkan berani kau mengancamku!" ucap Raymond terlihat kesal.


" Ayolah Rey! Aku tidak tega melihatmu harus tidur setiap hari di lantai yang dingin dan keras. Biarkanlah aku untuk mulai sedikit memperhatikanmu. Kalau nanti kau sakit siapa yang akan menjagaku dan juga anakku?" tanya Evelin dengan memasang wajah sedih yang membuat Raymond akhirnya mengalah juga.


" Baiklah aku akan menggunakan kasur lama itu dan akan aku jemur di depan setelah aku gunakan. Jadi ruang tamu ini bisa luas dan tidak mengganggu pemandangan!" ucap Raymond akhirnya menyerah dan menyetujui keinginan Evelyn.


" Alhamdulillah akhirnya kau mau menurut juga padahal tadi aku sudah sangat sedih sekali ketika melihatmu bersikeras tidak mau menerimanya!" ucap Evelyn dengan mata berbinar penuh kebahagiaan.


" Terima kasih Eve. Karena kamu sudah mau memperdulikanku. Itu artinya tidak sia-sia Aku berusaha untuk menolongmu karena kau telah menempatkanku sebagai bagian dari keluargamu!" ucap Raymond dengan mata berkaca-kaca.


" Sewaktu aku pergi dari rumah. Anakku berusia sekitar 2 tahun mungkin sekarang sudah besar melebihimu kalau dia masih hidup kalau b******* itu tidak membunuhnya!" ucap Raymond dengan mata berapi-api.


" Tenanglah Rey. Setiap kejahatan pasti akan menerima karmanya sendiri. Kau harus hidup dengan ketenangan yang sudah lama kau miliki. Biarkanlah orang jahat itu nanti pasti Tuhan yang akan membalasnya!" ucap Evelyn sambil menatap Raymond yang sedang mengangkat kasur yang ada di atas ranjang.


" Aku akan menjemur dulu kasur ini agar lebih enak ketika digunakan dan tidak lembab!" ucap Raymond sambil melirik sekilas kepada Evelyn yang tersenyum kepadanya.


" Bagaimana caranya kau membeli kasur baru itu Rey? Tadi Aku tidak melihatmu masuk membawa kasur itu!" tanya Evelyn penasaran.


" Temanku yang membawanya dari kota menggunakan mobil dia!" ucap Reymond tersenyum kepada Evelyn.


" Tapi dari tadi aku tidak mendengarkan suara mobil yang masuk ke panggarangan rumah kita. Tiba-tiba saja kasur Itu sudah ada di atas ranjang!" ucap Evelyn meragukan perkataan Raymond yang terdengar sedikit aneh.

__ADS_1


__ADS_2