Di jual suami untuk bayar hutang judi

Di jual suami untuk bayar hutang judi
Part Sembilan


__ADS_3

" Apa yang kau lakukan di kamar mandi sih? Kenapa lama sekali tidak keluar-keluar?" ucap Zaki di depan pintu kamar mandi sehingga mengagetkan Evelyn yang saat ini sedang melamun di kamar mandi.


" Tunggu sebentar!" jawab Evelyn sambil menghapus air matanya yang tadi sempat mengalir. Ketika dia mengingat tentang apa yang dilakukan oleh Zaki bersama dengan Syahara di kamarnya.


Setelah menyelesaikan kebutuhannya di kamar mandi. Evelyn pun keluar dari sana dengan mata sembab.


Zaki mengurutkan keningnya ketika melihat Evelyn yang begitu mengerikan keadaannya.


" Apa yang sudah dilakukan oleh para preman itu kepadamu? Kenapa wajahmu begitu sembab?" tanya Zaki dengan suara dingin.


" Alhamdulillah! Allah masih menyayangiku dan mengirimkan Surya untuk menolongku sehingga kehormatanku masih bisa ku jaga!" ucap Evelyn dengan suara serak karena dia terlalu banyak menangis selama seharian ini.


" Apa kau yakin kalau mereka tidak ada yang menyentuhmu?" Tanya Zaki seakan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Evelyn kepadanya.


" Kalau kau tidak percaya padaku, bisa kita lakukan visum ke rumah sakit!" ucap Evelyn sambil menatap wajah Zaki dengan penuh keberanian dan kepercayaan diri.


" Sudahlah kalau kau tidak diapa-apakan oleh mereka, aku bersyukur!" ucap Zaki pada akhirnya dia mengalah dan meninggalkan Evelyn agar bisa beristirahat.


Evelyn melihat Zaki keluar dari kediamannya dengan membawa mobil dan pergi entah ke mana.


Evelyn yang tidak peduli dengan apa yang dilakukan oleh suaminya. Dia memilih untuk pergi ke ruang makan. Karena dia merasa sangat lapar. Setelah berada di luar rumah seharian dan mengalami kejadian yang sangat mengerikan dalam hidupnya.


Setelah selesai makan Evelyn langsung pergi ke kamarnya berniat untuk beristirahat.


Akan tetapi Evelyn kemudian mengingat kejadian ketika Zaku bercinta dengan Syahara di atas ranjangnya.


" Dasar pria brengsek tidak punya adab!" ucap Evelyn sambil menarik dan membuang sprei serta selimut yang terpasang di sana.


Evelyn kemudian berteriak memanggil pelayan yang ada di rumah itu.

__ADS_1


Pelayan yang kebetulan mendengarkan teriakan Evelyn pun langsung masuk ke dalam kamar Evelyn dan melihat apa yang terjadi sana.


" Ada apa Nyonya? Apakah ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan itu dengan ketakutan sambil melirik ke dalam kamar yang berantakan.


" Cepat kau bakar sprei dan juga selimut itu dan ganti yang baru!" perintah Evelyn dengan mata berapi-api.


Hatinya merasa sakit ketika dia memikirkan tentang percintaan panas antara Zaki dan Syahara di atas ranjangnya.


" Baik Nyonya! Akan segera saya lakukan!" ucap pelayan itu langsung mengambil sprei dan juga selimut serta bantal yang dilemparkan oleh Evelyn di lantai.


" Suruh beberapa orang pelayan laki-laki untuk masuk ke sini! Dan kau panggilkan kepala pelayan kesini sekarang juga!" ucap Evelyn memberikan perintah kepada pelayan itu.


walaupun penuh pertanyaan pelayan itu hanya mengikuti apapun yang dikatakan oleh Evelyn. Karena dia merasa takut dengan ancaman dari Zaki yang sudah mewanti-wanti kepada semua pelayan di rumah itu untuk selalu mengikuti semua yang diinginkan oleh istrinya, Evelyn.


Tidak lama kemudian. Datang kepala pelayan dan juga beberapa orang pelayan laki-laki yang bekerja di kediaman Zaki.


" Segera kau pesan ranjang dan juga kasur yang baru. Buang semua sampah itu dan paatikan kalian untuk membakar semuanya!" perintah Evelyn kepada kepala pelayan tersebut untuk mengeluarkan ranjang dan juga kasur serta sofa yang digunakan oleh Zaki dan Syahara ketika mereka bercumbu.


Setelah semua barang-barang yang dia tidak sukai keluar dari kamarnya. Evelyn pun kemudian duduk di sofa single yang ada di depan jendela.


Karena kelelahan yang luar biasa. Akhirnya Evelyn pun tertidur di sana.


Pada pukul 11.00 malam. Tampak Zaki pulang dengan membawa seorang perempuan dalam pelukannya. Itu adalah Syahara yang tanpa sengaja bertemu Ddengan Zaki di klub tempat dia biasa bekerja.


" Ayo kita ke kamarmu! Malam ini kamu harus membuatku bahagia!" bisik Sahara di telinga Zaki dan Zaki hanya mengangguk saja menyetujui keinginan Syahara.


Saat keduanya masuk ke dalam kamar Zaki. Mereka berdua tampak terkejut ketika mereka mendapatkan kamar yang telah kosong melompong. Kini hanya tersisa meja rias dan sofa single yang saat ini sedang di gunakan tidur oleh Evelyn.


Zaki mendekati Evelyn yang sedang tertidur pulas. "Eh, bangun! Bangun!" ucap Zaki kesal.

__ADS_1


Evelyn menggeliat ketika dia menyadari ada seseorang yang membangunkannya dengan kasar. Ketika Evelyn sudah bangun dari tidurnya Zaki menatapnya dengan tajam.


" Apa yang sudah kau lakukan pada ranjang dan juga kasurku? Kenapa kamar ini kosong melompong?" tanya Zaki penuh amarah.


" Kau! Apakah tidak bisa menyewa sebuah kamar hotel untuk bercinta dengan pelacur kamu? Sehingga harus membawanya ke dalam rumah ini?" tanya Evelyn sambil menatap tajam kepada Zaki yang terkejut dengan pertanyaannya.


" Lancang! Siapa yang kau panggil pelacur hah?" tiba-tiba Syahara sudah berdiri di dekat Evelyn dan berniat untuk menjambaknya.


Tapi Evelyn yang sudah bersiap-siap sejak tadi. Dia langsung berkelit sehingga Syahara akhirnya terjerembab dan jatuh ke lantai.


" Siapa lagi kalau bukan anda? Seorang perempuan yang mengganggu suami orang lain itu kalau bukan pelacur apa namanya?" ucap Evelyn dengan sengit sambil menatap Syahara yang mulai mengamuk kepadanya.


" Dengar ya! Yang tekah merebut Zaki dariku adalah kamu! Sebaiknya kau segera bersiap untuk meninggalkan rumah ini perempuan udik. Karena aku akan meminta Zaki untuk segera menceraikanmu!" ucap Syahara dengan kemarahan yang memuncak di kepalanya.


" Segeralah suruh kekasih anda untuk menceraikanku dan saya akan senang hati menerimanya! Sampah seperti dia memang hanya layak untuk bersama dengan sampah seperti kamu!" ucap Evelyn dengan geram kemudian meninggalkan Zaki dan Syahara di dalam kamar mereka.


Sementara itu Zaki hanya menatap kepergian Evelyn dari kamar mereka.


" Kenapa kok diam saja ketika istrimu memanggilku pelacur hah?" tanya Syahara menatap tajam kepada Zaki.


" Bukankah yang dikatakan istriku benar? Kalau kau bukan pelacur lalu apa namanya?" ucap Zaki sambil meninggalkan Syahara yang saat ini sedang misuh-misuh.


" Apa maksudmu Zaki? Coba katakan sekali lagi!" ucap Syahara sambil menarik tangan Zaki dengan kemarahaan yang memuncak.


" Kau sudah tahu kalau aku sudah punya istri. Tetapi kau masih saja tidak mau untuk melepaskanku dan selalu menggodaku. Bukankah hanya pelacur yang suka menggoda suami orang?" ucap Zaki dengan tatapan tajam kepada Syahara.


" Tetapi kau menikmati kebersamaan kita!" ucap Syahara dengan gugup.


" Aku itu seorang laki-laki. Ditawari daging mentah gratis. Tentu saja aku suka!" ucap Zaki dengan tatawa sinis kepada Sahara kemudian dia meninggalkan perempuan itu sendiri di dalam kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2