Di jual suami untuk bayar hutang judi

Di jual suami untuk bayar hutang judi
Part 15


__ADS_3

Evelyn membuka matanya dan dia terkejut ketika mendapatkan dirinya berada di sebuah gubuk sederhana yang berada di hutan dan jauh dari keramaian.


" Ya Allah Di manakah aku?" ucap Evelyn sambil memegang kepalanya yang terasa pusing dan berat.


Uhuk uhuk


Terdengar Evelyn yang batuk-batuk dengan sangat tersiksa.


" Kau sudah bangun? Syukurlah kalau kau sudah sadar. Apa kau tahu? Kau pingsan selama lebih dari 3 hari. Kau benar-benar membuatku ketakutan. Karena aku berpikir bahwa aku tidak bisa menyelamatkanmu!" ucap seorang pria yang tiba-tiba saja sudah berdiri di hadapan Evelyn yang tampak kebingungan.


" Kau siapa? Kenapa berada di hadapanku? Di mana aku?" tanya Evelyn dengan linglung sambil menatap pria itu dengan penuh tanda tanya.


" Aku menemukanmu pingsan di sungai ketika aku sedang memancing!" ucap pria itu sambil menatap Evelyn dengan penuh kekaguman.


" Namaku Evelyn. Siapa namamu?" tanya Evelyn kepada pria yang telah menyelamatkannya.


Sejenak Evelyn seperti melihat sesuatu dalam bayangannya. Tentang Seseorang yang mendorongnya ke sebuah danau. Sehingga membuatnya harus terdampar di tengah hutan bersama seorang laki-laki asing.


" Namaku Raymon. Kau bisa panggil aku Ray!" ucap pria sederhana yang berpenampilan bersahaja dan khas manusia yang tinggal di desa terpencil.


" Terima kasih karena kau sudah sudi untuk menyelamatkan hidupku dan maafkan aku karena sudah merepotkanmu!" ucap Evelyn terlihat sungkan di hadapan pria itu.


" Tidak apa-apa kau bisa tinggal di sini kalau kau mau. Jangan khawatir! Aku hanya tinggal sendiri aku sudah tidak memiliki keluarga di dunia ini!" ucap Raymon sambil menatap Evelyn yang mulai berusaha untuk duduk.


" Terima kasih atas kebaikanmu. Kita baru bertemu tetapi kau sudah melimpahkan begitu banyak kebaikan untukku!" ucap Evelyn sambil mengulas senyum kepada Raymond yang membawakan makanan untuknya.

__ADS_1


" Makanlah dulu ubi ini supaya bisa mengganjal perutmu yang lapar! Maafkan aku karena aku hanya bisa memberikanmu makanan seperti ini!" ucap Raymond sambil menundukkan kepalanya.


" Tidak apa-apa kau sudah menyelamatkanku saja, aku sudah sangat bersyukur. Aku bisa memakan apapun selama itu halal dan juga sehat untukku!" ucap Evelyn berusaha untuk membuat Raymond nyaman dengan kehadirannya di rumah itu.


" Baiklah kau makanlah dulu. Aku akan mencarikan pakaian untukmu ke kota. Kau pasti sangat menderita dengan menggunakan pakaianmu yang sangat kotor dan juga compang-camping!" ucap Raymon menatap Evelyn.


" Apakah dari sini ke kota membutuhkan waktu yang lama?" tanya Evelyn tampak ragu-ragu.


" Biasanya aku membutuhkan waktu 8 jam pulang pergi untuk sampai ke kota dengan jalan kaki!" ucap Raymond kepada Evelyn.


" Ya ampun jauh sekali! Sudah kau tidak usah repot untuk mengurus pakaianku. Aku bisa menggunakan pakaian apapun selama bisa menutupi tubuhku!" ucap Evelyn merasa sungkan untuk merepotkan Raymon.


" Tidak apa-apa sekalian aku juga mau membeli beberapa kebutuhan yang aku butuhkan untukmu bisa menetap di gubukku!" ucap Raymond tersenyum kepada Evelyn.


" Aku jadi merasa malu kepadamu karena sudah merepotkanmu!" ucap Evelyn tersipu.


" Terimakasih karena kau sudah sudi untuk membantuku!" Evelyn kemudian berusaha untuk bangkit dari tempat tidurnya.


" Kau tidurlah saja! Beristirahat. Tubuhmu saat ini masih lemah. Kemarin aku sudah memanggil dokter untuk memeriksa keadaanmu. Untungnya kebetulan ada dokter yang sedang melintas di desa sebelah. Sehingga aku bisa meminta bantuannya untuk memeriksa keadaanmu!" ucap Remon sambil menatap kepada Evelyn.


" Apa kau tahu? Kata dokter yang memeriksa kamu. Kau sangat beruntung. Karena kau masih hidup hingga hari ini. Padahal di perutmu begitu banyak air yang kau minum. Kelihatannya kau sangat lama berada di sungai. Bahkan kau pingsan sampai 3 hari lamanya di rumah ini!" ucap Raymond menjelaskan kepada Evelyn tentang situasi dan kondisi kesehatan tubuhnya.


" Yang aku ingat, ada seseorang yang mendorongku ke danau dan mungkin dia memang menginginkan kematianku!" ucap Evelyn tertunduk lesu karena memikirkan tentang hidupnya.


" Sudahlah! Jangan pikirkan tentang semua yang sudah terjadi. Kau tinggallah di sini sampai kesehatanmu kembali pulih. Kalau suatu saat nanti kau ingin kembali ke rumahmu, aku akan mengantarkanmu!" ucap Raymon sambil bangkit dari duduknya dan bersiap untuk pergi ke kota.

__ADS_1


" Berhati-hatilah di jalan. Kalau perjalananmu ke kota 8 jam pulang pergi. Apa itu artinya kau akan pulang malam?" tanya Evelyn dengan nada khawatir.


" Semoga saja aku menemukan orang yang menggunakan motor ke kota dan aku bisa menumpang dengannya. Maka aku bisa pulang dengan cepat!" ucap Raymond sambil tersenyum kepada Evelyn.


" Semoga! Aku doakan kau bertemu dengan motor dan bisa kembali ke mari dengan cepat?" ucap Evelyn.


" Baiklah aku pergi dulu ya?" Raymon kemudian meninggalkan Evelyn sendiri di rumah miliknya yang hanya merupakan sebuah gubuk yang dibangun oleh Raymond sendiri.


Rumah sederhana terbuat dari bilah bambu yang ditata sedemikian rupa. Sehingga membentuk sebuah dinding yang rapat dan juga beratapkan rumbia yang tampaknya dijalin sendiri oleh Raymon.


Evelyn terus memperhatikan ke sekitar rumah itu dan dia merasa begitu takjub dengan seorang Raymond yang bisa hidup dalam kesederhanaan yang luar biasa.


Tetapi Evelyn tidak melihat kesedihan di wajah Raymond tampak Raymon wajahnha begitu bahagia dan berseri-seri.


Sambil menunggu Raymond. Evelyn membantu pekerjaan yang ada di rumah itu. Mulai dari memasak, mencuci piring, membereskan rumah dan juga mencuci pakaian Raymond yang tergeletak di ruangan yang tampaknya digunakan untuk kamar mandi darurat oleh Raymon.


Segala keadaan sederhana dan darurat di ruangan itu. Sama sekali tidak membuat Evelyn merasa menderita. Tetapi dia merasa ketenangan yang luar biasa yang selama ini tidak pernah dia dapatkan selama tinggal di kota bersama Tara maupun Zaki.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu di kediamannya Zaki. Tampak Zaki mulai kelimpungan mencari keberadaan Evelyn yang sudah selama satu minggu tidak pulang ke rumah.


Awalnya Zaki merasa curiga kepada Surya ataupun Damian yang sudah membawa pergi istrinya. Tetapi dia melihat bahwa mereka berdua tampak sibuk mencari keberadaan istrinya. Zaki memerintahkan Surya mencari Evelyn. Kebetulan surya sedang pulang beberapa hari yang lalu ke Indonesia untuk melaporkan hasil pekerjaannya di Las Vegas.


" Saya sudah mencari keberadaan Nyonya Evelyn di manapun. Tetapi saya tidak bisa menemukannya. Anak buah saya hanya menemukan satu tas kecil di dekat danau yang kemungkinan besar adalah milik Nyonya Evelyn!" ucap Surya melaporkan penemuannya kepada Zaki yang merasa terkejut mendengarnya.

__ADS_1


" Coba aku lihat tas itu. Mungkin aku bisa mengenali dari isi yang ada di dalamnya!" ucap Zaki sambil mendekati Surya.


__ADS_2