
Bidan langsung mendatangi kediaman Raymond dia merasa terkejut ketika melihat Evelyn yang sudah terbaring di lantai dengan darah yang bercucuran di kakinya.
" Ya Allah Evelyn! Ayo cepat kau segera ke ranjang. Tunggu sebentar aku akan menyiapkan semua kebutuhan untuk persalinanmu!" sang bidan berusaha untuk tetap tenang walaupun melihat Evelyn yang tampak kesakitan dengan darah yang mengucur di kakinya dari jalan lahir.
Setelah menyiapkan air panas untuk sterilisasi alat-alat yang di bawa bidan langsung mendekati Evelyn dan berusaha membantunya untuk dapat melahirkan bayinya dengan aman.
" Tenanglah Evelyn aku akan membantumu!" ucap bidan yang telah menjadi sahabat Evelyn selama keberadaannya di tempat itu.
Sementara itu Raymond yang telah kembali dari tempat bidan dia merasa sangat panik ketika dia melihat darah di ruang tamu yang banyak. Dia pun segera membereskan dan membersihkannya dengan perasaan gugup dan juga khawatir.
Raymon sangat bahagia ketika dia mendengar suara tangisan bayi yang terdengar di kamar Evelyn. Hatinya sangat bahagia. Raymond langsung mengucapkan rasa syukur atas kelahiran bayi tersebut.
" Alhamdulillah ya Allah akhirnya aku menjadi seorang kakek. Aku sangat senang sekali! Sekarang aku mempunyai alasan untuk hidup lebih lama di dunia ini!" ucap Remon sambil tersenyum dia sudah tidak sabar untuk menunggu bidan keluar memperlihatkan bayi Evelyn yang telah lahir ke dunia.
" Alhamdulillah bayinya terlahir dengan selamat. Dia seorang bayi laki-laki yang sangat tampan dan juga sehat!" ucap bidan tersebut sambil memperlihatkan bayi Evelyn yang telah lahir.
" Aku akan membersihkan bayi ini dulu agar dia menjadi bersih. Sementara kau temanilah Evelyn agar dia tidak merasa kesepian!" ucap bidan sambil membawa bayi itu masuk ke dalam kamar Evelyn kembali untuk dibersihkan.
Raymond tidak berani untuk masuk dalam kamar itu. Karena dia mengingat Evelyn yang baru melahirkan pasti kondisinya tidak layak untuk dilihat oleh laki-laki asing Seperti Dia yang bukan suami dari Evelyn.
" Setelah bayi itu dibersihkan oleh Bidan. Bayi tersebut diberikan kepada Raymond untuk dijaga. Sementara bidan kemudian menangani Evelyn yang tampak kelelahan setelah melahirkan bayi pertamanya.
" Tahan sakitnya sebentar ya Evelyn aku akan menjahitnya dulu!" ucap bidan tersebut sambil menatap Evelyn yang tampak menitikan air matanya. Karena rasa haru dan bahagia. Akhirnya dia berhasil melahirkan Putra pertamanya. Walaupun dia harus hidup jauh dari sang suami.
__ADS_1
Evelyn hanya mengangguk mendengarkan apa yang dikatakan oleh sang bidan walaupun terasa sakit tetapi dia berusaha untuk menahan semuanya demi kebaikan dirinya di masa depan.
Sementara itu Raymond langsung mengadzani bayi tersebut yang langsung dia beri nama Firly. Raymond tadinya berniat untuk memberikan nama belakangnya kepada bayi tampan tersebut. Akan tetapi dia kemudian sadar bahwa saat ini dirinya sedang dalam pelarian dan tidak boleh ada orang yang tahu tentang siapa dirinya yang sesungguhnya.
" Aku rasa cukup kuberikan nama dia Firly saja. Biarlah bama belakangnya mengikuti suami Evelyn saja yang entah siapa namanya!" ucap Raymond dengan perasaan bahagia sambil menimang bayi tampan tersebut.
Raymond benar-benar merasa bangga sekali karena menjadi saksi dari lahirnya bayi tampan itu dan sekarang dia memiliki kesempatan untuk merawatnya seperti cucunya sendiri.
Tidak lama kemudian bidan pun keluar dengan senyum bahagianya. Ketika dia melihat binar kebahagiaan di wajah Raymond yang selama ini selalu tenang dan nyaris tanpa ekspresi.
" Apakah kau sangat bahagia dengan kelahiran bayi itu? Aku lihat kau sangat senang sekali!" tanya bidan sambil mendekati Raymond.
" Bagaimana keadaan Evelyn? Apakah dia baik-baik saja?" tanya Raymond merasa khawatir dengan keadaan ibu bayi yang saat ini tenang di dalam pelukannya.
" Terima kasih karena kau sudah menolong Evelyn untuk melahirkan bayi tampan ini." ucap Raymon dengan suara yang tulus dan sangat menggetarkan hati bidan tersebut yang tahu bahwa saat ini Raymon sangat bahagia dengan kelahiran bayi Evelyn.
" Ini adalah tugasku Ray! Kau tidak usah merasa berhutang Budi seperti itu!" ucap bidan sambil tersenyum kepada Raymond yang tampak begitu bahagia menimang bayi mungil yang ada dalam dekapannya.
" Baiklah aku akan memberikan makanan ini untuk Evelyn dulu. Kau jangan lupa untuk menjaganya. Setelah Evelyn makan dan memiliki tenaga yang kuat. Aku akan meminta Evelyn untuk menyusui bayinya untuk pertama kali!" Raymon hanya mengangguk dan menyetujui apa yang dikatakan oleh bidan yang telah menolong Evelyn.
Bidan kemudian masuk ke dalam kamar Evekyn dan memberikan makanan yang tadi dia ambil dari dapur. Makanan sederhana yang dimasak oleh Raymond yang selalu memanjakan Evelyn sejak kehamilannya.
" Tampaknya Raymond sebagai seorang koki lumayan juga aku tadi mencicipi masakannya dan ternyata sangat enak!" ucap bidan sambil tersenyum kepada Evelyn yang sangat terharu dengan kebaikan semua orang yang ada di sekitarnya.
__ADS_1
" Sejak aku hamil Raymond benar-benar memanjakanku Bu Bidan. Dia sama sekali tidak memperbolehkanku untuk melakukan pekerjaan apapun. Iya benar-benar sangat takut kalau terjadi apa-apa dengan kandunganku!" ucap Evelyn dengan mata berbinar ketika dia menceritakan semua hal tentang Raymond yang selalu baik kepadanya sejak mereka pertama kali bertemu.
" Makanlah secara perlahan. Setelah itu kita akan memberikan bayimu susu pertamanya. Agar sang bayi memiliki imunitas yang baik untuk masa depannya!" ucap bidan sambil tersenyum kepada Evelyn.
" Terima kasih atas Pertolonganmu. Semoga Allah yang membalas kebaikanmu!" ucap Evelyn sambil mulai menyuapkan makanan yang tadi dibawa oleh bidan yang menjadi sahabatnya selama berada di tempat itu.
" Kita ini sahabat bukan? Sebaiknya tidak ada terima kasih diantara kita berdua. Evelyn Aku menolongmu dengan tulus dan aku berharap Jagoanmu akan bisa menjadi kekuatanmu untuk bisa bangkit dari keterpurukan setelah pergi meninggalkan suamimu!" demi mendengarkan ucapannya Evelyn menjadi sedih karena dia mengingat Zaki yang saat ini entah bagaimana kabarnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu Zaki yang berada di dalam kediamannya. Dia tampak gelisah sekali. Seperti sedang merasakan sesuatu yang tidak Dia sendiri tidak mengerti.
" Ada apa dengan Anda Tuan? Kenapa Anda sangat gelisah sekali? Bahkan banyak keluar keringat dingin di dahi anda!" ucap Surya merasa penasaran dengan keadaan Zaki yang tidak seperti biasanya.
" Entahlah Surya. Aku merasa saat ini jantungku berdebar sangat kencang dan tiba-tiba Aku mengingat tentang Evelyn. Katakan padaku Surya. Apakah Evelyn baik-baik saja? Apakah kau belum menerima kabar apapun tentang dia?" Tanya Zaki dengan mata berkabut karena dia sangat merindukan sang istri yang dia cintai.
Walaupun saat keberadaan Evelyn di sisinya, Zaki banyak menyakiti hati Evelyn. Akan tetapi secara diam-diam Zaki memang sangat mencintai Evelyn. Walaupun selalu dia tunjukkan dengan hal-hal yang salah dan tidak biasa. Sehingga membuat Evelyn merasa tidak dicintai oleh suaminya dan selalu salah paham dengan apapun yang Zaki lakukan.
Sebagai bukti cinta Zaki kepada Evelyn. Sejak kepergian Evelyn dari sisinya. Zaki selalu mengunjungi ibu kandung Evelyn di rumah sakit jiwa, ketika dia merindukan Evelyn.
Zaki benar-benar merawat ibu Evelyn dengan baik. Bahkan dia pun sudah memindahkan ibunya Evelyn ke rumah sakit terbaik untuk menyembuhkan Ibu mertuanya.
" Di mana keberadaan Evelyn sekarang Surya? Kenapa kau bodoh sekali Surya? Sudah hampir 1 tahun sejak kepergiannya dan kita tidak menemukan keberadaan dia hingga saat ini! Sebenarnya apa saja yang kau lakukan bersama dengan anak buahmu yang bodoh itu?" Tanya Zaki sambil memegang dadanya yang terasa sangat sakit ketika dia mengingat tentang Evelyn.
__ADS_1