
Zaki kemudian meminta kepada kepala pengawalnya untuk membuka pintu kamar utama di mana saat ini pintu tersebut sedang dikunci oleh Evelyn.
" Apakah aku tidak salah lihat? Aku yakin kalau tadi Evelyn sedang cemburu padaku. Cemburu tanda cinta, bukan?" hati Zaki benar-benar berbunga-bunga mengetahui fakta bahwa saat ini Evelyn sedang cemburu kepadanya.
Kepala pelayan merasa bingung melihat Zaki yang saat ini sedang tersenyum seperti orang bodoh di depan pintu kamar utama.
" Ada apa Tuan anda mencari saya?" hanya kepala pelayan sambil terus menelisik wajah Zaki yang berbinar penuh kebahagiaan.
Zaki langsung memeluk kepala pelayan dan juga mencium pipinya seperti orang gila. Kepala pelayan yang bingung, dia hanya bisa diam membiarkan Zaki mengekspresikan perasaannya saat ini. Dia ingat, dulu ketika Zaki masih kecil dia sering melakukan hal seperti itu kepadanya.
" Apa yang sedang terjadi Tuan? Kenapa anda seperti ini?" tanya kepala pelayan kepada Zaki yang masih berminat matanya.
" Evelyn cemburu kepadaku! Aku bisa melihat di matanya ada kecemburuan saat tadi Syahara memeluk aku!" ucap Zaki seperti anak kecil yang telah dibelikan permen oleh orang tuanya.
" Ya ampun! Saya kira ada apa. Anda bikin kaget saja!" ucap kepala pelayan sambil menggelengkan kepalanya.
Zaki kemudian meminta kepada pelayan untuk membuka pintu kamar utama agar dia bisa bertemu dengan istrinya.
" Terimakasih!" ucap Zaki.
" Baik-baiklah terhadap istri Anda Tuan, sehingga dia tidak marah terus kepada anda!" ucap kepala pelayan menasehati Zaki.
__ADS_1
Zaki hanya mengangguk saja kemudian dia langsung masuk ke dalam kamar tersebut di mana saat ini Evelyn sedang membaringkan tubuhnya dengan meringkuk memeluk kakinya. Seketika hati Zaki begitu mencelos melihat Evelyn seperti itu.
" Apakah kau begitu membenciku? Sehingga kau bahkan tidak ingin melihatku?" tanya Zaki dengan suara gemetar.
Kebahagiaan Zaki seketika menguap entah ke mana ketika dia melihat Evelyn yang matanya sembab karena terlalu banyak menangis.
Zaki mendekat kepada Evelyn lalu mencium mata wanitanya dengan lembut. Setelah itu mencium bibir Evelyn yang sangat dia rindukan selama lima tahun kepergiannya.
Evelyn yang merasa bahwa ada seseorang di sampingnya dia pun kemudian membuka matanya. Evelyn terkejut ketika dia mendapatkan Zaki yang saat ini sedang mencium bibirnya.
Sebisanya Evelyn berusaha memberontak dari kuasa seorang Zaki. Akan tetapi Zaki yang memang sedang merindukan istrinya Dia tidak mau melepaskannya.
Evelyn menatap Zaki dengan sorot kesal dan marah. Dia bersiap untuk meninggalkan kamar itu, tetapi Zaki langsung mendekapnya dari belakang dengan sangat erat. Tidak mau melepaskan Zaki sama sekali.
Zaki memeluk Evelyn dengan lebih kencang seakan tidak mau kehilangan Evelyn. Zaki berusaha untuk menyesapi perasaan Evelyn yang sedang menangis dalam pelukannya.
" Besok aku akan membawamu untuk menemui Firly dan tolonglah sayang. Kau jangan pernah membenciku lagi. Karena aku tidak bisa hidup dengan amarahmu!" ucap Zaki penuh penekanan.
Karena Evelyn yang sudah lelah lahir batin. Akhirnya dia hanya bisa menangis dalam pelukan yang berusaha untuk memberikan perlindungan kepadanya. Apalagi Zaki yang tidak bersedia melepaskan tubuh polosnya dalam pelukannya. Sehingga Evelyn akhirnya menyerah dan terlelap dalam pelukan suami yang sebenarnya dia rindukan juga.
Jauh di lubuk hati Evelyn dia pun merindukan suaminya. Akan tetapi kebencian dendam di hatinya pun sangat besar dan lebih mendominasi. Oleh karena itu, Evelyn lebih banyak menunjukkan amarahnya daripada cintanya kepada Zaki yang notabene adalah seorang casanova yang sedang berusaha untuk bertobat demi mendapatkan maaf dan cinta dan sang istri.
__ADS_1
" Percayalah sayang. Aku akan berusaha untuk menjadi suamimu dan ayah yang baik untuk Firly. Aku akan berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi demi rumah tangga kita berjalan dengan normal. Tolong jangan tinggalkan aku lagi sayang. Aku benar-benar tidak bisa hidup tanpamu karena kau adalah sebagian dari nafasku!" ucap Zaki sambil mencium kening istrinya yang masih terisak dalam pelukannya setelah Zaki memaksa dirinya untuk melayani hasrat kerinduan yang selama lima tahun di bendung mati-matian oleh Zaki.
Melihat Evelyn yang sudah nyenyak dalam pelukannya. Zaki pun kemudian berani untuk memejamkan mata. Setelah dia mengunci otomatis pintu kamarnya dan hanya dia yang bisa membukanya.
Begitu takutnya Zaki untuk kehilangan Evelyn. Sehingga dia sekarang sudah mengganti semua pintu yang ada di dalam ruangan pribadi miliknya dengan akses yang hanya dia yang bisa membukanya agar membuat Evelyn tidak lagi kabur dari sisinya.
Ketika fajar sudah mulai menyingsing tampak Evelyn yang memperlihatkan tubuhnya. Hal pertama yang dia lihat adalah wajah suaminya yang begitu damai yang masih betah memeluk dirinya.
' Laki-laki tampan ini, sang casanove, kenapa dia memilih disini bersamaku? Padahal kekasihnya yang seorang model terkenal sedang datang mengunjunginya. Apakah dia tidak takut kena amuk wanita bar-bar itu? Wanita yang bahkan telah tega mendorongku ke dalam danau hanya untuk menguasainya sendiri." ucap Evelyn sambil terus menatap Zaki yang masih memejamkan matanya.
Tiba-tiba Evelyn menyadari sesuatu dan dia berusaha untuk melepaskan diri dari dekapan tangan kekar Zaki. Secara perlahan Evelyn turun dari atas ranjang.
Evelyn memunguti pakaian miliknya yang tercecer di lantai gara-gara ulah Zaki yang menggila tadi malam. Memaksa dia untuk mau melayani dirinya.
Tampak Evelyn tersenyum ketika mengingat betapa Zaki begitu memanjakan dan memperlakukan dia dengan lembut. " Oh tidak! Penjahat itu baik karena dia sedang ada maunya. Sadar Evelyn! jangan mau terpedaya oleh pesonanya yang memabukkan itu!" ucap Evelyn sambil terus memukuli kepalanya sendiri yang tadi sempat terpesona kepada seorang Zaki.
Setelah kesadarannya mulai kembali pulih. Evelyn kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket gara-gara aktivitasnya bersama Zaki tadi malam. Aktifitas yang sangat lama tidak pernah mereka lakukan setelah Evelyn menghilang gara-gara Syahara.
Setelah selesai mandi, Evelyn kemudian berniat untuk meninggalkan kamar itu. Tetapi dia mendapatkan kenyataan bahwa pintu kamar itu tidak bisa dibuka olehnya.
" Ini pasti perbuatannya yang tidak membolehkan untuk meninggalkan kamar ini. Ya ampun! Dasar pria aneh! Apa dia berniat untuk mengurungku dan menjadikanku sebagai alat pemuas nafsunya? Apa hobinya bermain wanita telah berpindah kepadaku?" seketika tubuh Evelyn meremang dan merinding seketika. Ketika dia mulai membayangkan bahwa dirinya akan tersiksa di kamar itu untuk melayani hasrat Zaki yang tidak pernah merasa terpuaskan.
__ADS_1
Adegan demi adegan yang pernah dilihat oleh Evelyn ketika Zaki dahulu melakukannya bersama dengan wanita-wanita peliharaannya terus berputar di kepalanya. Hal itu membuat kepala Evelyn merasa cenat-cenut rasanya. Pening seketika. Mata Evelyn terus memperhatikan Zaki yang masih terlelap dalam tidurnya yang sangat damai.
" Sepertinya kalau aku mencekik lehernya, dia akan langsung mati seketika. Tapi tunggu! Bukankah kalau dia mati, itu artinya aku akan menjadi janda dan anakku akan menjadi seorang yatim? Ahhh.. Dasar menyebalkan!" teriak Evelyn merasa frustasi.