Di jual suami untuk bayar hutang judi

Di jual suami untuk bayar hutang judi
43. Dirgantara dan Cyntia, kedua orang tua Surya


__ADS_3

Evelyn memeluk Firly dengan sangat erat dan menciumnya bertubi-tubi melampiaskan kerinduannya yang sangat besar terhadap putranya satu-satunya buah cintanya bersama dengan Zaki.


" Mama sangat merindukanmu sayang. Kau baik-baik saja kan?" tanya Evelyn ketika mereka sudah duduk di sofa yang ada di ruang tamu keluarga Surya.


" Aku baik-baik saja Mah. Mama tidak usah khawatir denganku!" Ucap Firly sambil tersenyum bahagia menatap ibunya yang akhirnya bisa bertemu lagi dengannya.


Evelyn menarik nafasnya dengan dalam kemudian dia menatap kepada suami istri yang telah merawat putranya selama mereka berpisah gara-gara perbuatan Zaki.


" Terima kasih banyak Tuan dan Nyonya yang sudah merawat Putraku dengan sangat baik. Maafkanlah kalau dia sudah merepotkan kalian!" ucap Evelyn dengan tulus mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua Surya.


" Tidak apa-apa justru kami yang harus berterima kasih karena firly lah yang sudah memberikan alasan kepada kami berdua untuk selalu tersenyum setiap hari!" Ucap Dirgantara ayahnya Surya kepada Evelyn.


" Benar sekali apa yang di katakan oleh suamiku. Kalau tidak ada Firly, kehidupan kami berdua sangat membosankan setiap hari hanya harus melakukan itu itu saja. Tetapi sejak ada Firly, kami jadi sering bermain dan pergi rekreasi keluar rumah untuk membuatnya merasa senang!" ucap Cynthia dengan wajah yang berbinar.


Evelyn mencium Firly dengan penuh kasih sayang.


" Syukurlah kalau Putra kami berdua tidak merepotkan kalian! Sekali lagi terima kasih atas kebaikan kalian semoga Allah yang membalas semuanya!" ucap Evelyn sambil tersenyum kepada kedua orang tua Surya.


Zaki dan Surya sedang pergi ke kebun belakang yang ada di belakang rumah kedua orang tua Surya. Mereka tampak sedang sibuk untuk memetik buah apel yang tumbuh subur di kebun belakang.

__ADS_1


Ayahnya Surya memang memiliki hobi berkebun. Dan Dia menghabiskan masa tuanya dengan menanam buah-buahan dan sayuran kesukaannya yang akan dikirimkan ke supermarket milik keluarganya.


Kebun seluas 10 hektar yang berada di belakang rumah kedua orang tua Surya, benar-benar hijau dan ditumbuhi aneka sayuran dan buah-buahan yang sedang berbuah ranum.


" Tampaknya menghabiskan masa tua dengan berkebun sangat menyenangkan. Mungkin suatu saat aku dan Evelyn akan melakukannya juga!" ucap Zaki sambil tersenyum kepada surya yang saat ini sedang mengemas buah apel yang tadi mereka petik sehingga siap dikirimkan ke supermarket organik milik keluarganya.


" Memangnya kau sudah siap meninggalkan kehidupan mafia mu yang keren itu? Aura dan pesonamu akan mati ketika aku menjadi seorang petani! Tidak akan ada lagi para gadis yang akan berteriak ketika melihatmu!" ucap Surya dengan senyumnya yang khas.


" Siapa yang peduli dengan para gadis yang berteriak untukku pada saat aku memutuskan untuk menjadi seorang petani saat itu aku sudah beruban dan sudah tua wajarlah kalau tidak ada lagi yang peduli denganku selain Evelyn!" ucap Zaki dengan wajah serius menatap Surya.


Surya tampak tertawa mendengarkan perkataan Zaki yang terlihat begitu serius mendalami perannya sebagai seorang suami dan ayah bagi Evelyn dan Firly.


Zaki tampak mengurutkan keniknya kemudian dia pun mendekati surya yang berstatus sebagai seorang asisten dan juga sebagai sahabat terbaiknya selama dia hidup di atas dunia.


" Kau tahu bukan? Kalau ternyata aku pun mewarisi status ayahku di dalam organisasi ini! Yang baru ku ketahui beberapa saat yang lalu! Aku sudah membalaskan dendam Ayah kandungku dengan membunuh orang yang sudah mencelakainya yaitu suami dari ibuku sendiri! aku sudah meminta kepada Ayahku untuk kembali ke organisasi Tetapi dia lebih memilih untuk tinggal menyendiri di hutan itu dan menjauh dari hiruk pikuk kehidupan dunia yang membuatnya merasa tidak nyaman! mungkin suatu saat aku akan mengunjunginya bersama Evelyn dan Firly yang pasti sangat dia rindukan. kau tahu bukan kalau bukan karena Ayahku itu mungkin kedua orang yang paling kucintai sudah binasa sejak dulu gara-gara perbuatan Syahara yang sangat ceroboh. Oh ya bicara tentang Syahara. Apakah kau sudah memberikan dia hukuman atas perbuatannya mendorong Evelin ke dalam danau?" Tanya Zaki kepada Surya dengan wajah memerah karena kemarahan kembali mengisi hatinya.


" Evelyn mengatakan kepadaku untuk memaafkannya. Jadi aku melepaskan Syahara dan tidak memberikan hukuman apapun kepadanya. Aku hanya memberikan peringatan kepada Syahara agar dia tidak bertindak sembarangan lagi di masa yang akan datang. Aku mengatakan kalau dia berani berbuat macam-macam lagi kepada Evelyn dan Firly, maka Aku sendirilah yang akan melepaskan tembakan ke kepalanya untuk mengakhiri hidupnya!" ucap Surya mengatakan segalanya kepada Zaki.


" Baguslah kau sudah benar! Aku tahu kalau istriku pasti akan memaafkan Syahara karena dia memiliki hati yang lembut dan juga baik. Itulah yang kucintai dari Evelyn. Kebaikan hatinya telah menyentuh nuraniku untuk bertobat dan perlahan-lahan meninggalkan dunia hitamku saat ini!" ucap Zaki dengan suara perlahan.

__ADS_1


" Aku senang kalau kau bisa sedikit-sedikit meninggalkan dunia hitam dan kembali memiliki hati nuranimu seperti dulu. Sebelum kau diberikan kekuasaan sebagai ketua dari organisasi kita untuk menggantikan ayah tirimu yang minta pensiun dini!" ucap Surya tanpa kagum kepada Zaki yang sekarang sudah mulai banyak berubah.


Yah sejak Zaki kembali berdamai dengan Evelyn. Perilakunya sekarang jauh lebih tenang dan mudah untuk dikendalikan.


" Aku senang kalau kau sekarang sudah mulai bisa mengendalikan emosimu dan bisa berpikir bijaksana demi Evelyn dan Firly!" ucap Surya sambil tersenyum kepada Zaki.


" Lalu bagaimana dengan dirimu sendiri Berapa lama lagi kau akan menggantung Carmila? Apa kau tidak kasihan kepada gadis itu yang sudah menunggumu lebih dari 10 tahun? Dia sangat mencintaimu Oleh karena itu dia masih bisa mentoleler semua sifat kasarmu terhadapnya!" ucap Zaki sambil menatap sahabatnya dengan lekat.


Tampak Surya terdiam mendengarkan kata-kata dari atasan dan juga sahabatnya.


" Sebenarnya aku pun masih ragu dengan perasaanku terhadap Carmila entahlah aku tidak merasakan berdebar-debar ketika dekat dengannya. Seperti aku dekat dengan Evelyn dulu." ucap Surya dengan jujur kepada Zaki.


" Apa maksudmu mengatakan seperti itu? Apa dulu kau pernah dekat dengan Evelyn?" Tanya Zaki tampak kepo dengan perasaan Surya terhadap istrinya.


" Ya ampun Zaki, olonglah! Semoga kau tidak lupa bahwa Evelyn bekerja di perusahaan kita sebagai seorang akuntan dan aku sering berinteraksi dengannya di perusahaan. Hanya saja Evelyn sepertinya tidak mengingat tentang aku!" ucap Surya seperti merasa kecewa.


" Kau benar, bahkan Evelyn tidak pernah melihat ke arahku. Dulu, di dalam hidupnya hanya ada Tara, suaminya yang tidak berguna itu!" ucap Zaki dengan penuh emosi ketika mengingat kembali masa lalunya yang selalu berusaha mencari perhatian dari Evelyn tetapi selalu gagal karena perempuan itu hanya melihat suaminya saja dan tidak pernah mau melirik kepadanya.


Sungguh hal itulah yang dulu sangat menggelitik hati Zaki. Sehingga akhirnya secara perlahan dan tanpa dia sadari dia telah jatuh cinta kepada Evelyn dengan begitu dalam. Jiwanya merasa tertantang dengan Evelyn yang selalu cuek kepadanya padahal banyak wanita dan juga karyawan yang sangat menginginkan untuk naik ke atas ranjangnya yang selalu hangat membara.

__ADS_1


__ADS_2