
Evelyn masih asik terus menatap wajah Zaki yang begitu tenang dalam tidurnya. Padahal matahari sudah naik tinggi tetapi dia masih malas untuk beranjak dari ranjangnya.
" Aku tahu kalau wajah aku tuh tampan, jadi sangat wajar kalau kau terpesona denganku. Hati-hati kalau kau semakin jatuh cinta padaku nantinya," tiba-tiba saja Zaki membuka matanya dan menatap Evelyn yang saat ini sedang terkejut karena tertangkap basah sedang memperhatikan dirinya.
Evelyn langsung menutup wajahnya dengan selimut karena merasa malu terhadap Zaki yang menatapnya terus dengan wajah bahagia dan pemujaan.
" Eh, kenapa kau jadi malu seperti itu sayang? Bukankah Wajar saja untuk mengagumi wajah suamimu yang super tampan ini?!" tanya Zaki sambil membuka selimut Evelyn yang di pegang rata-rata oleh Zaki agar dia tidak bisa melihat wajahnya yang saat ini sangat merah karena menahan malu.
" Ih pergi sana mandi bukankah kau harus ke kantor?" usir Evelyn gak mau menunjukkan wajahnya kepada Zaki yang sekarang sudah berhasil merebut nya dan melemparkannya ke sembarang arah.
" Ayolah aku merindukanmu jangan begitu dong sayang!" ucap Zaki tetap tidak menyerah untuk bisa melepaskan kedua tangan Evelin yang saat ini sedang menutup wajahnya.
Rupanya Evelyn lupa bawa selimut sudah disingkapkan oleh Zaki dan sekarang tubuh polosnya terekspos di depan Zaki sehingga membuat Zaki kalang kabut di buatnya.
" Kalau kau tidak membuka wajahmu juga, maka jangan salahkan aku kalau aku membuka yang lainnya!" ancam Zaki sambil duduk di atas tubuh Evelyn dan mengungkungnya dalam kuasanya.
Evelyn yang baru menyadari kondisinya saat ini. Serta merta Evelyn langsung membuka kedua tangannya dan melotot ke arah Zaki yang tersenyum penuh kemenangan.
" Akhirnya kau kembali menjadi milikku seutuhnya dan akan kupastikan kau tidak akan pernah bisa lari dariku lagi!" ucap Zaki yang langsung menyambar bibir Evelyn yang selalu menjadi candu untuk dirinya.
Setelah puas Zaki kemudian menggendong Evelyn untuk masuk ke dalam kamar mandi dan menyelesaikan ritual pagi mereka yang syahdu dan penuh cinta yang semakin membuat Zaki tidak bisa lepas dari seorang Evelyn yang penuh pesona.
" Aku mencintaimu sayang!" ucap Zaki sambil mengecup kening Evelyn ketika mereka selesai membersihkan tubuh dari sisa-sisa percinta mereka tadi.
Evelyn hanya memejamkan matanya meresapi cinta yang diberikan oleh Zaki kepadanya.
" Satu kali lagi aku melihat kau bercinta dengan perempuan lain, maka akan kupastikan kau tidak akan pernah melihatku seumur hidupmu!" ucap Evelyn dengan suara fallow di dalam pelukan Zaki yang saat ini sedang menggendongnya untuk menuju kamar setelah menyelesaikan acara mandi bersama yang di bumbui keusilan Zaki yang mesum terhadap istrinya.
__ADS_1
Setelah mengganti pakaian, Evelyn kemudian turun untuk menyiapkan sarapan untuk keluarga kecilnya yang sekarang mulai kembali normal. Setelah Dia meyakinkan dirinya untuk mulai mau menjalani dan siap menerima pernikahannya bersama Zaki.
" Hari ini kita makan apa Bi untuk sarapan?" tanya Evelyn begitu dia turun dari lantai atas.
" Tuan muda Firly meminta dibikinkan bubur ayam Nyonya!" jawabnya.
Evely menatap ke sekeliling mencari keberadaan putranya yang tidak nampak di manapun.
" Kemana anakku Bi?" tanya Evelyn pada akhirnya.
" Oh tuan muda sedang pergi bersama dengan Tuan Surya ke markas besar kita Nyonya!" ujarnya sambil melihat Evelyn.
Evelyn yang mendengarkan perkataan pembantunya langsung pergi ke kamar dan mencari Zaki.
" Ada apa? Kenapa wajah cantikmu ditekuk seperti itu sayang?" tanya Zaki sambil memeluk Evelyn.
" Dia adalah pewaris dari organisasi kita sayang. Tentu saja dia harus berkenalan sedang dini dengan calon-calon anak buahnya dan juga situasi pekerjaan kita pelayanan nanti dia tidak kaget ketika bertugas nanti," ucap Zaki dengan tersenyum kepada Evelyn tetapi Evelyn malah merasa tambah kesal dibuatnya.
" Putraku masih kecil Zaki! Apakah kau tidak terlalu terburu-buru untuk menanamkan doktrin mafia mu kepadanya? kau benar-benar membuatku hilang kesabaran!" ucap Evelyn menatap tajam kepada Zaki sambil menarik tubuhnya dari pelukan suaminya.
Zaki tidak terlalu menanggapi protes dari sang istri karena dia paham perasaan Evelyn saat ini.
" Sudahlah sayang! Kau tidak usah lelah dan sress memikirkan Firly. Akan ada pengasuh dan juga Surya yang akan melatih dia untuk menjadi seorang jagoan. Tugasmu hanyalah menyenangkanku dan buat aku bahagia di atas ranjang sayang. Hal itu bagiku sudah lebih dari cukup," ucap Zaki sambil menaruh kepalanya di pundak Evelyn yang berusaha untuk melepaskan diri dari pelukannya.
" Dasar kau otak mesum! Otakmu cuman ada ranjang dan ranjang saja! Bahkan masa depan putramu sendiri Kau tidak mau lelah mengurusnya!" ucap Evelyn sengit.
Sekali lagi Zaki hanya tersenyum manis ketika dia mendengarkan semua omelan Evelyn yang menurutnya sangat cantik ketika Evelyn sedang marah begitu.
__ADS_1
" Sudah dong sayangku, jangan marah-marah terus ya? Habisnya Kamu sangat cantik ketika marah-marah seperti itu. Bagaimana nanti aku jadi kepengen melahapmu lagi di atas ranjang karena tidak tahan dengan pesonamu ini? Tolong kau kasihilah suamimu yang sudah cinta setengah mati denganmu sayang!" ucap Zaki sambil meraut wajah Evelyn yang merah padam karena malu dengan gombalan receh dari Zaki yang norak terdengar sangat baginya.
Tapi entah kenapa hati Evelyn tidak sinkron dengan otaknya karena jantungnya saat ini berdebar sangat kencang. kupu-kupu di dalam perutnya seakan hendak terbang keluar menggelitik dan membuat dia menjadi tidak nyaman.
" Lepaskan! Aku hendak mencari Firly di markas besarmu. Aku tidak akan pernah membiarkan kau merusak putraku dengan memperkenalkan organisasi-mu kepadanya. Biarkanlah Putraku memilih hidupnya sendiri! Dia tidak harus mengikutimu untuk menjadi seorang mafia dan penjahat!" ucap Evelyn dengan nada gemetar. Karena bagaimanapun masih ada rasa takut di hatinya dengan karakter Zaki yang keras dan juga tidak senang dihina oleh orang lain.
" Aku tidak akan memaksakan putra kita untuk melanjutkan bisnis keluarga kita. Tapi dengan syarat kau harus memberikan banyak anak untukku. Setidaknya salah satu di antara mereka ada yang akan melanjutkan kejayaan keluarga ini! Aku pun tidak rela kalau sampai kekayaan kejayaan dan juga status terhormat keluarga ini dinikmati oleh orang lain!" ucap Zaki dengan suara tegas dan tidak mau dibantah oleh Evelyn.
Mendengarkan syarat yang dikatakan oleh Zaki sekitar langsung memerah wajahnya.
" Memangnya kau pikir aku kucing yang bisa melahirkan banyak anak untukmu? Bukankah kau itu seorang Casanova yang punya banyak peliharaan ya? Apakah di antara mereka tidak ada yang memberikan anak untukmu?" tanya Evelyn dengan frontal.
Zaki tertawa mendengarkan semua perkataan Evelyn yang semakin menunjukkan bahwa istrinya itu cemburu dengannya ketika dia bergelut dengan peliharaan-peliharaannya di luar sana.
" Tidak ada sayang! Karena hanya kau yang kuizinkan untuk melahirkan anak-anakku!" ucap Zaki sambil mengecup bibir Evelyn yang tampak tersipu malu mendengarkan pengakuan dari Zaki yang sangat sweet terdengar di telinganya.
" Apakah itu benar?" tanyanya.
" Benar Sayang! kalau kau tidak percaya, kau bisa tanyakan kepada kepala pelayan di rumah ini. Karena dialah yang selalu menyiapkan obat dan jamu untuk para wanita yang tidur denganku agar tidak hamil anakku!" ucap Zaki tersenyum.
Entah kenapa mendengarkan pengakuan itu, membuat hati Evelyn berbunga-bunga sekita. Walaupun hal itu terdengar sangat kejam, tetapi Evelyn merasa senang karena dirinya dijadikan orang spesial oleh Zaki sang suami tercinta nya.
" Tercinta?" Evelyn terkejut memikirkan apa yang ada di dalam hatinya sehingga dia pun langsung menggelengkan kepalanya menolak apa yang ada di dalam pikiran yang saat ini.
" Kenapa sayang? Apakah kau sakit sayang? Apa kita perlu ke dokter?" Tanya Zaki tanpa khawatir dengan keadaan Evelyn yang sejak tadi seperti orang linglung di matanya.
" Tidak usah!" jawab Evelyn pelan.
__ADS_1