Di jual suami untuk bayar hutang judi

Di jual suami untuk bayar hutang judi
39. Menghilang saja


__ADS_3

Zaki terus mengejar Evelyn dan berusaha untuk membuatnya bisa nyaman.


" Kenapa kamu tidak mau untuk hidup menjadi istriku? Cepat katakan padaku! Apa alasanmu?" Tanya Zaki mencacer Evelyn untuk menjawab pertanyaannya.


" Menghilang saja dari hidupku! Karena aku tidak sudi untuk melihatmu. Puaskanlah hidupmu dengan para pelacur yang kau miliki karena aku bukanlah salah satu dari para koleksimu yang bisa kau permainkan sesuka hatimu!" ucap Evelyn dengan menatap tajam kepada Zaki yang tampak frustasi.


Zaki terus mengejar istrinya yang sama sekali tidak mau melihat wajahnya sungguh saat ini hati Zaki benar-benar terhirus sembilu melihat penolakan dari Evelyn yang begitu menyayat hatinya.


Selama kepergian Evelyn, Zaki sudah berusaha untuk menjalani kehidupan yang bersih dan tidak pernah lagi menyentuh para wanita yang dulu selalu menjadi warna dalam hidupnya.


Percaya tidak percaya, tapi Zaki benar-benar melakukan itu. Selama 5 tahun kepergian Evelyn, hidupnya hanya disibukkan dengan pekerjaan dan mencari keberadaan Evelyn seperti orang gila.



Visualisasi Zaki fachrur Rozi



Visualisasi Evelyn Angelina


" Tolonglah kau berilah aku kesempatan untuk membuktikan diri kalau aku layak untuk kau cintai!" ucap Zaki berusaha mengajar Evelyn yang terus berusaha menghindarinya.

__ADS_1


" Apa kau bisa mengembalikan ayahku yang sudah meninggal dan mengembalikan ibuku yang sekarang telah menjadi gila? Apakah kau bisa mengembalikan perusahaan kedua orang tuaku yang sekarang hancur lebur gara-gara perbuatan serakahmu?" tanya Evelyn yang tiba-tiba berbalik menatap Zaki yang seketika membeku di tempat ketika mendengarkan apa yang dikatakan oleh istrinya.


Zaki terkesiap mendengarkan semua kenyataan yang dikatakan oleh Evelyn kepadanya.


" Aku benar-benar tidak mengerti apa yang kau katakan sayang. Apa kau bisa menolong untuk menjelaskannya kepadaku?" Tanya Zaki sambil menatap tajam kepada Evelyn yang saat ini sedang melotot ke arahnya dengan penuh kebencian dan amarah yang sangat besar terlihat di matanya.


" Mungkin karena kau adalah seorang penjahat. Makanya kau tidak pernah mengingat kejahatan apa yang sudah pernah kau lakukan terhadap orang-orang yang kau anggap sebagai musuhmu. Mungkin kau pun tidak pernah mengingat. Siapa saja orang yang pernah kau bunuh selama hidupmu! Mungkin kau pun tidak pernah mengingat nama-nama perempuan yang sudah kau hancurkan hidupnya hanya untuk mengikuti nafsu binatangmu! Mungkin kau pun tidak pernah mengingat, sudah berapa banyak perempuan yang sudah kau buat janda dan anak yang telah kau buat menjadi yatim piatu karena semua kejahatanmu yang tak terhitung jumlahnya!" ucap Evelyn dengan mata yang memancarkan dendam yang luar biasa terhadap Zaki.


Zaki benar-benar merinding melihat kemarahan di mata Evelyn yang begitu menusuk hatinya.


Zaki mengakui bahwa selama hidupnya memang selalu menjalani kehidupannya dengan kegelapan dan juga pembunuhan kepada siapa saja yang membuat marah dan tidak nyaman.


Bahkan para anak buahnya yang gagal dalam menjalankan tugas darinya, tanpa berkedip sama sekali, maka Zaki akan langsung menembaknya di tempat sebagai hukuman dan pelajaran bagi anak buahnya yang lain. Evelyn sudah berkali-kali melihat kejadian itu.


Akan tetapi setelah Evelyn menjalani kehidupan yang berjuang antara hidup dan mati gara-gara seseorang yang telah mendorongnya ke danau. Setelah evelyn melahirkan seorang anak. Setelah evelyn hidup damai di tengah hutan bersama Raymond yang ternyata masih ayah kandung Zaki. Semua kekayaan yang memiliki Zaki tidak berkilau sama sekali di matanya.


Kehidupan yang diinginkan oleh Evelyn adalah kehidupan sederhana yang dapat diberikan oleh seorang laki-laki yang menjauhi kehidupan gelap dengan menjalani kehidupan yang lurus tanpa harus menyakiti orang lain.


Ketika Evelyn mengingat kembali tentang Edward dan Brain yang sampai sekarang masih tidak diketahui bagaimana nasib mereka berdua. Kebencian Evelyn terhadap Zaki meningkat 100x lipat.


" Tolong kau jelaskan padaku sayang, hal yang telah membuatmu begitu membenciku. Agar aku bisa berusaha untuk merubahnya!" ucap Zaki kembali memohon kepada Evelyn.

__ADS_1


" Pergi sekarang juga dari hadapanku!" ucap Evelyn dengan nada dingin dan datar.


" Ayolah sayang! Kenapa sampai sekarang kau masih juga mengemis cinta dari perempuan udik ini? Kembalilah sayang ke padaku dan aku akan memberikan sejuta kebahagiaan untukmu!" tiba-tiba saja Syahara sudah berada diantara mereka berdua dan membuat evelyn semakin geram di buatnya.


Zaki menatap perempuan yang sudah lama menghilang dari kehidupannya. Sejak Evelyn menghilang dulu. Menurut Surya itu adalah perbuatan dari Syahara yang sekarang berdiri di hadapannya dengan penuh percaya diri.


Zaki langsung mencengram rahang Syahara dan menatapnya dengan tajam.


" Sungguh besarnya nyalimu untuk kembali masuk ke dalam hidupku. Setelah kau begitu tega mendorong istriku ke dalam danau dan membuat kami sekeluarga harus berpisah selama lebih dari 5 tahun! Bahkan gara-gara kau, aku harus kehilangan momen paling berharga bagi seorang laki-laki, yaitu ketika melihat istriku melahirkan keturunanku!" ucap Zaki sambil menatap tajam kepada Syahara yang sudah gemetar ketakutan.


Evelyn yang mendengarkan perkataan Zaki seketika mengerutkan keningnya dan terus memperhatikan Syahara yang saat ini sedang di cekik oleh Zaki yang sedang marah dan kesal gara-gara Evelyn yang selalu saja terus menolaknya untuk melayani keinginannya di atas ranjang yang sudah sangat dia rindukan lebih dari 5 tahun lamanya dari sang istri tercinta.


" Berhentilah kalian melakukan syuting drama Korea yang bagiku sama sekali tidak penting itu! Aku tahu sekali bahwa pasti kalian berdua lah yang sudah merencanakan semuanya untuk membunuhku bukan? Agar kalian bisa bebas berbuat zina setelah kematianku bukan?" ucap Evelyn dengan menatap sinis kepada Zaki dan Syahara yang saat ini sedang bergelut penuh amarah satu sama lain.


Melihat Evelyn yang meninggalkannya. Zaki pun kemudian langsung menghempaskan tubuh Syahara agar segera menyingkir dari hadapannya.


Evelyn tidak memperdulikan Zaki yang terus berteriak memanggilnya. Dia lebih memilih untuk menutup pintu kamarnya dan langsung menguncinya dari dalam.


" Sungguh brengsek mereka! Berani-beraninya mereka berusaha untuk membunuhku dengan mendorongku ke dalam danau. Mereka pasti sangat bahagia ketika aku menghilang dari kehidupan mereka selama bertahun-tahun lamanya dan sekarang berani-beraninya mereka bersyuting ria di hadapanku seakan mereka saling bermusuhan satu sama lain. Mereka sungguh benar benar mengganggap enteng diriku dan menganggapku sebagai perempuan bodoh!" ucap Evelyn dengan menahan emosi yang membuncah di dadanya ketika dia mengingat kembali percintaan antara Zaki dan Syahara yang begitu panas membara di hadapannya.


Karena kesal Evelyn kemudian melemparkan semua barang-barang yang ada di dalam kamar itu untuk melepaskan emosi yang saat ini benar benar menguasai hatinya.

__ADS_1


" Aku yakin mereka berdua sekarang pasti sedang bersenang-senang di kamar Zaki, berzina dan juga sedang menertawakan kebodohanku selama ini! Ckckck! Dasar manusia-manusia laknat!" ucap Evelyn berdecih kesal dengan kelakuan Zaki dan Syahara di belakangnya.


__ADS_2