Di jual suami untuk bayar hutang judi

Di jual suami untuk bayar hutang judi
29. Kegilaan Zaki


__ADS_3

Evelyn membawa Firly untuk meninggalkan kediaman Raymond secara tergesa-gesa. Dia bahkan tidak membawa uang sepeserpun selain pakaian yang dia bawa dari kediaman Raymond. Itupun hanya beberapa helai saja yang dia miliki.


" Kita akan mendatangi kediaman Bibi Hera dan mencoba untuk meminjam uang kepadanya untuk bekal kita melakukan pelarian ini!" ucap Evelyn berkata kepada putranya yang hanya menganggukkan kepala.


" Aku mempunyai tabungan yang selama ini selalu diberikan oleh kakek Raymond untukku. Kalau Ibu membutuhkannya, Ibu boleh menggunakan tabunganku!" ucap Firly sambil menatap teduh wajah ibunya yang sedang khawatir dengan masa depan mereka berdua.


" Tidak Nak! Itu adalah uang tabunganmu. Pasti kau menyimpannya karena ingin membeli sesuatu bukan? Bagaimana mungkin ibu akan tega mengambil uang yang sudah susah payah kau kumpulkan dengan menahan hasratmu untuk memakan jajanan?" ucap Evelyn sambil menggelengkan kepalanya menolak penawaran dari putranya.


" Tidak apa-apa Ibu. Ibu gunakan saja Bu! Aku pun menabung uang ini untuk bisa membeli hadiah ulang tahun untukmu!" ucap Firly sambil tersenyum kepada ibunya yang menatapnya dengan mata berkaca-kaca.


" Terima kasih nak atas kasih sayangmu kepada Ibu maafkan Ibu karena sampai saat ini belum bisa membahagiakanmu!" ucap Evelyn dengan air mata yang berderai di pipinya.


" Ibu tidak boleh menangis atau Firly akan merasa sedih." ucap bocah Tampan itu sambil menghapus air mata ibunya yang mengalir tanpa bisa dikendalikan.


" Ibu merasa bersyukur karena memiliki Putra sepertimu yang menyayangi ibumu dengan sepenuh hati!" ucap Evelyn dengan suara tersekat di tenggorokannya Karena rasa haru yang mengusik jiwanya.


" Ayo sayangku kita harus segera bergerak cepat. Jangan sampai laki-laki jahat itu bisa mengejar kita!" ucap Evelyn semakin mempercepat langkahnya.


" Tunggulah Ibu aku tidak bisa mengimbangi gelap langkahmu yang terlalu cepat bagiku!" bocah Firly merasa kesusahan untuk mengejar sang ibu yang sudah berada 5 meter di depannya.


Belum sempat Evelyn menarik tangan Firly, tiba-tiba saja Firly sudah diangkat oleh tangan kekar yang berdiri dengan angkuh di hadapannya.


" Mau pergi ke mana kau? Berani-beraninya kau berniat untuk membawa pergi Putraku tepat di hadapanku!" ucap Zaki dengan suara baritonnya yang menggema di hutan itu.


Berapa anak buah Zaki tampak menetap kepada Evelyn dan sudah bersiaga dengan pistol di tangan mereka masing-masing.


" Lepaskan aku, Om jahat! Jangan coba-coba kau mau melukai Ibuku dasar kau orang jahat!" ucap Firly terus memukuli dada bidang milik Zaki yang saat ini sedang memeluknya dengan erat.


" Aku adalah ayahmu! Jangan kau panggil aku dengan sebutan om jahat! Dasar kau berandal kecil yang kurang ajar! Berani-beraninya kau melawan kuasa seorang Zaki!" ucap Zaki sambil memukul pantat Firly yang sejak tadi terus merontak di dalam pelukannya.


" Kau orang jahat! Aku tidak mau menjadi anakmu. Cepat lepaskan aku! Aku ingin bertemu dengan ibuku!" bocah Firly berusaha untuk melepaskan diri dari Zaki yang semakin erat memeluknya sementara itu Evelyn Sudah menangis tersedu melihat putranya sekarang berada di tangan Zaki.

__ADS_1


" Cepat tangkap Perempuan liar yang pembangkang itu! Jangan biarkan dia melarikan diri lagi atau kalian akan ku pecahkan kepalanya!" kancan Zaki kepada semua anak buahnya yang sudah ketakutan dan langsung menyerbu Evelyn yang mulai panik dan bersiap untuk pergi dari tempat itu. Akan tetapi ketika dia mendengar suara Firly yang menangis memanggilnya, membuat Evelyn seketika lemas dan tak mampu untuk meninggalkan tempat itu.


" Lepaskan Putraku Zaki! Kau tidak punya hak untuk mengambil dia dariku!" ucap Evelyn dengan suara gemetar dan air mata yang terus mengalir di pipinya.


" Baguslah kalau kau masih mengenaliku Aku harap kau pun masih mengetahui statusku sebagai suamimu!" ucap Zaki dengan senyum miring dan kemudian memerintahkan anak buahnya untuk mengambil alih Firly dari tangannya.


" Surya, cepat kau amankan berandalan kecil ini dan bawa dia ke Mansionku. Kalian jangan coba-coba untuk menyentuh istriku!" ucap Zaki menatap tajam kepada anak buahnya yang langsung mundur dan tidak berani mendekati Evelyn lagi.


Evelyn yang saat ini sedang lemas kakinya, karena memikirkan nasib putranya yang dibawa pergi oleh Surya. Evelyn tidak bisa berbuat apa-apa ketika Zaki langsung menggendongnya dan membawanya masuk ke dalam Jeep pribadinya.


" Bubarkan perkemahan dan kita kembali ke Mansion!" perintah Zaki sebelum dia meninggalkan hutan itu kepada anak buahnya yang lain.


Evelyn hanya menatap Sakti dengan nanar ketika dia dipisahkan dengan putranya.


" Kau sebenarnya manusia ataukah iblis? Sungguh tega dan berani-beraninya kau memisahkan aku dengan Putraku!" ucap Evelyn sambil menatap tajam kepada Zaki yang tampak fokus menyetir.


Ketika Zaki melihat Evelyn berniat untuk meloncat dari mobilnya. Serta merta Zaki langsung memegang telapak tangan Evelyn dengan kasar.


" Lebih baik aku mati daripada harus hidup dengan monster sepertimu!" WhatsApp Evelyn sambil menatap Zaki dengan penuh kebencian.


Tampak Zaki mengacak rambutnya dengan penuh emosi.


" Aku benar-benar tidak mengerti. Kenapa kau begitu membenciku? Kesalahan apa yang sudah aku perbuat padamu?" Tanya Zaki sambil melirik kepada Evelyn yang sudah memalingkan wajahnya dan tidak sudi untuk melihat ke arahnya.


" Bahkan kau sekarang tidak mau melihat wajahku!" ucap Zaki dengan sedih.


" Turunkan aku dan kembalikan Putraku padaku. Anggaplah aku sudah mati dan tidak perlu ada hubungan apa-apa lagi diantara kita berdua! Kalau kau mau kita bisa mengurus perceraian kita berdua ke pengadilan agama!" ucap Evelyn nyaris tanpa perasaan.


Mendengarkan kata perceraian keluar dari mulut Evelyn membuat Zaki menggila.


Tiba-tiba saja Zaki mengerem mobilnya sehingga membuat Evelyn merasa terkejut luar biasa.

__ADS_1


" Pria gila! Apa yang kau lakukan?" ucap Evelyn sambil menyentuh dadanya yang berdebar kencang gara-gara mobil yang berhenti tiba-tiba.


" Hampir kau membuat jantungku copot!" ucap Evelyn merasa kesal kepada.


" Kalau kau berani mengatakan perceraian lagi, maka akan kupastikan kau tidak akan pernah bertemu dengan Anakmu lagi. Akan kubuat kau berpisah dengan Firly selamanya!" ancam Zaki sambil menatap tajam kepada Evelyn yang seketika gemetar tubuhnya.


" Silakan kau lakukan itu kalau kau ingin melihat aku mati di hadapanmu!" ucap Evelyn sambil menatap tajam kepada Zaki nyaris tanpa rasa takut sama sekali.


Tampak Zaki menatap Evelyn dengan mata penuh rindu dendam. tetapi Zaki merasa kecewa ketika dia melihat Evelyn yang sekarang menatapnya dengan penuh kebencian kepadanya. Bahkan Evelyn tidak sedih sama sekali untuk melihat ke arahnya.


" Aku akan mempertemukanmu dengan Firly. Asal kau berjanji kepadaku untuk menjadi istri yang baik dan mengajarkan Firly untuk memanggilku ayah!" ucap Zaki mulai melunak suaranya.


" Hiduplah dalam mimpi Anda Bung! Karena hal seperti itu tidak akan pernah terjadi di antara kita!" ucap Evelyn dengan memalingkan wajahnya dan bersiap untuk keluar dari mobil itu.


Akan tetapi Evelyn mendapatkan kenyataan bahwa ternyata mobil dikunci oleh Zaki.


" Cepat buka pintu mobil ini karena aku ingin mencari keberadaan Putraku!" ucap Evelyn bersikeras untuk keluar dari mobil Zaki.


Namun bukannya pintu terbuka, Zaki malah langsung menyergap bibir Evelyn dan menciumnya dengan penuh hasrat yang menggila.


Zaki benar-benar sudah kehilangan akal karena melihat kebencian di mata Evelyn yang luar biasa kepadanya.


Umpatan dan teriakan Evelyn yang menggema di mobil itu sama sekali tidak didengarkan oleh Zaki. Hal itu malah membuatnya semakin bersemangat untuk menggagahi Evelyn. Istri yang selama 5 tahun dia cari dengan setengah mati.


Bagaimana mungkin setelah menemukannya kembali, Zaki akan dengan mudah melepaskan Evelyn dari pelupannya? Itu hanya ada dalam lamunan kosong seorang Evelyn.


Setelah puas dengan hasratnya yang menggila, Zaki memeluk tubuh Evelyn yang polos karena perbuatan dirinya.


" Aku sudah memberikan benihku lagi ke dalam rahim kamu. Dulu aku juga hanya melakukan beberapa kali dengan kamu. Dan sekarang kamu telah memberikan aku seorang putra. Saat ini aku dalam keadaan tidak fit karena sejak tadi bersitegang denganmu. Mungkin seorang putri akan hadir di antara kita berdua!" ucap Zaki dengan mata berbinar sambil menatap tajam Evelyn yang saat ini sedang menatapnya dengan penuh kebencian dan rasa jijik.


" Tolong berhentilah menatapku seperti itu. Karena aku sangat mencintaimu dan aku tidak akan pernah mau melepaskanmu lagi!" ucap Zaki dengan suara yang memelas tetapi sama sekali tidak menyentuh hati Evelyn yang sudah mati kelu atas semua perbuatan buruk Zaki di masa lalu terhadap dirinya.

__ADS_1


__ADS_2