Di jual suami untuk bayar hutang judi

Di jual suami untuk bayar hutang judi
26. Terpesona Kembali


__ADS_3

Zaki langsung memerintahkan anak buahnya untuk menaruh pistol mereka di perkemahan yang sudah mereka bangun tadi siang. Setelah itu Zaki mengikuti bocah kecil yang dia tidak tahu siapa namanya.


" Siapa namamu nak?" Tanya Zaki dengan lembut sambil menggenggam tangan bocah tampan di sampingnya.


" Firly Fachrur Razi!" ucap bocah tampan itu dengan begitu polos dan menggemaskan.


Mendengarkan Nama belakangnya digunakan oleh bocah tersebut hati Zaki mencelos seketika.


" Siapa nama ibumu?" Tanya Zaki bergetar suaranya karena menahan emosi di dadanya.


" Evelyn Angelina!" jawabnya lagi sambil tersenyum lebar dan sangat tampan seperti Zaki waktu seusianya.


Hati Zaki berdebar kencang seketika. Ketika dia memikirkan bahwa anak laki-laki yang ada di genggaman tangannya sekarang adalah benar-benar putranya. Putra kandungnya sendiri. Pewaris dari kerajaan bisnisnya yang telah lahir dari rahim wanita yang dia cintai.


" Fix Tuan! dia adalah putra Anda bersama dengan Nyonya Evelyn. Itu artinya Nyonya Evelyn telah selamat ketika dia didorong ke danau oleh Nona Syahara." ucap Surya sambil berbisik di telinga Zaki.


" Syukurlah kalau Evelyn masih hidup. Aku tahu kalau dia masih hidup. Aku bisa merasakan bahwa dia masih hidup!" ucap Zaki seperti orang linglung ketika dia menerima kenyataan bahwa wanita yang dia cintai yang selama ini dia anggap telah meninggal, ternyata masih hidup dan telah memberikan seorang Putra yang begitu tampan seperti Firly.


" Surya. Apakah penampilanku sudah keren? Karena aku tidak mau Evelyn melihatku dalam keadaan yang buruk!" ucap Zaki sambil menatap asistennya yang langsung memberikan Dua jempol kepadanya.


" Tuan selalu keren dan tidak ada duanya!" Puji Surya sambil tersenyum kepada Zaki.


" Apakah kau mengenal ibuku?" tanya Firly.


Firly menatap Zaki yang sekarang berusaha untuk menggendong dirinya. Akan tetapi Firly terus merontak dan memberontak.


" Turunkan saya Om. Saya bukan anak kecil! Ya ampun! Saya bisa berjalan sendiri!" ucap Firly terus memberontak dalam gendongan Zaki yang memeluknya dengan erat.


" Om. Apakah kau tidak punya telinga? Kenapa ucapanku tidak kau dengarkan?" protes Firly berusaha untuk melepaskan dirinya dari Zaki yang bersikeras ingin menggendong dirinya.

__ADS_1


Perasaan Zaki saat ini sangat sedih karena dirinya dipanggil om oleh putranya sendiri.


' Ya Allah kenapa begini sakit dipanggil om oleh Putraku sendiri? Apakah Evelyn tidak pernah memperlihatkan fotoku kepadanya? Sehingga Putraku tidak mengenali diriku sebagai ayahnya?' batin Zaki dengan hati yang teriris ribuan sembilu.


" Diamlah nak kau sangat beruntung karena digendong oleh Tuan Zaki!" ucap Bodyguard Zaki yang berdiri di sampingnya yang sejak tadi terus menahan tawa ketika dia melihat Tuannya dipanggil om oleh anaknya sendiri.


" Aku bukan anak kecil Om! Kenapa harus digendong?" protes Firly masih tidak suka karena dia telah dipaksa di gendong oleh Zaki. Pria asing yang sejak tadi terus menatapnya dengan mata berkaca-kaca.


" Di mana rumah ibumu? Kenapa jauh sekali huh? Kita sudah berjalan hampir satu jam lamanya. Apakah setiap hari kau selalu berkeliaran seperti ini di tengah hutan sendirian? Apakah kau tidak takut kalau ada Harimau yang menerkam kamu? Ibumu atau kakekmu apakah tidak marah kalau melihatmu bermain-main di tengah hutan?" tanya Zaki melontarkan begitu banyak pertanyaan kepada putranya yang baru dia temui hari ini.


" Ya ampun om! Kau sudah seperti seorang wartawan yang bertanya tanpa ada hentinya. Mana dulu yang harus aku jawab? Aku sendiri sampai bingung!" protes Firly sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" Kalau aku perhatikan dari dekat. Om sangat tampan sekali. Awas ya Om! Om tidak boleh mencintai Ibuku, kalau nanti Om sudah bertemu dengannya. Karena ibuku seorang wanita yang sangat cantik jelita! Hanya ayahku yang boleh mencintai ibuku!" ucap Firly sambil memperlihatkan bogemnya ke arah Zaki.


" Ya ampun kau anak kecil berani sekali mengancam seorang Zaki!" ucap Zaki memasang wajah keras dan datar di hadapan Firly yang sama sekali tidak takut kepadanya.


" Om kenapa namamu sama seperti ayahku?" tanya Firly dengan mata bintangnya terus mengerjapkan mata di hadapan Zaki.


" Ya ampun! Wajahmu sangat tampan tetapi perangaimu sangat buruk. Aku bersyukur kalau kau bukan ayahku!" ucap Firly sambil melengos kan wajahnya dari hadapan Zaki.


" Eh anak kecil! Berani sekali kau mengatakan hal seperti itu! Kau seharusnya merasa beruntung kalau aku adalah ayahmu! Karena kau akan menjadi pewaris dari kerajaan bisnisku dan memiliki ribuan anak buah di seluruh negeri dan juga negara lain!" ucap Zaki dengan sewot mendengarkan perkataan Firly yang seakan menghempaskan harga dirinya di hadapan para anak buahnya yang sejak tadi menahan tawa.


' Kurang ajar nih anak kecil! Berani-beraninya dia mengatakan kalau dia bersyukur bukan anakku di depan anak buahku!' bathin Zaki merasa putus asa dengan kelakuan bocah kecil itu yang sudah dipastikan adalah anaknya bersama dengan Evelyn.


" Siapa peduli dengan kerajaan bisnismu? Aku hanya menginginkan seorang laki-laki yang mencintai ibuku seperti ayahku!" ucap Firly dengan jumawa.


Mendengarkan perkataan Firly tiba-tiba saja jantung di Zaki berdebar sangat kencang.


" Apa yang diceritakan ibumu tentang ayahmu Nak?" Tanya Zaki dengan suara bergetar.

__ADS_1


Firly tampak melihat kepada anak buah Zaki yang sejak tadi sangat minim ekspresi. Baginya, mereka sudah sama seperti robot.


" Ibuku bilang kalau Ayahku adalah seorang pahlawan yang sangat mencintainya. Akan tetapi sekarang Ayahku sedang melakukan tugas mulia yaitu membela kebenaran dan melawan kejahatan di muka bumi ini!" ucap Firly dengan penuh kebanggaan ketika dia menceritakan tentang ayahnya.


" Apakah ibumu menceritakan hal seperti itu kepadamu?" tanya Zaki dengan suara bergetar.


Hati Zaki mencelos ketika anak kandungnya sendiri memanggilnya Om. Seakan berbicara dengan orang asing.


" Ya hampir setiap malam Ibuku selalu menceritakan tentang ayahku!" ucap Firly merasa bangga ketika dia mengatakan hal itu.


" Awas ya Om tidak boleh mencintai Ibuku karena ibuku hanya milik ayahku!" ucapnya memberikan ancaman kepada Zaki.


" Aku yakin ketika ibumu melihatku dia akan lupa dengan ayahmu dalam hitungan detik!" ucap Zaki dengan jumawa.


" Aku akan menghajarmu kalau kau berani menggoda ibuku!" seketika anak buah Zaki tidak bisa menahan tawanya. Karena melihat Tuan besarnya diancam oleh anaknya sendiri.


" Apa kalian tertawa sudah bosan hidup hah?" bentak Zaki merasa jengkel kepada anak buahnya yang sejak tadi terus saja menjadi pendengar setia percakapannya bersama dengan putranya.


Anak buah Zaki seketika membungkam mulutnya dan tidak berani lagi untuk tertawa. Walaupun sebenarnya hati mereka sangat tergelitik dengan interaksi Zaki bersama dengan putranya yang sangat lucu dan menggemaskan bagi mereka.


Melihat interaksi Zaki dan putranya sungguh suatu hiburan tersendiri bagi mereka.


Zaki yang mereka kenal adalah pribadi yang sangat dingin dan juga tegas seakan mati kutu di hadapan putranya sendiri.


Mereka berdua layaknya pinang dibelah dua yang sama-sama mirip dari segi wajah maupun karakteristiknya.


Firly adalah duplikat Zaki ketika masa kecilnya. Surya bisa melihat dengan jelas kerinduan di mata Zaki yang masih memeluk Firly dalam gendongan nya. Bocah Tampan itu sudah bisa menerima kenyataan bahwa dia saat ini sedang digendong oleh laki-laki asing yang terus bertanya tentang ibunya kepada dirinya.


" Itu adalah rumahku! Om bisa melihat kan? Ibuku sedang menjemur pakaian saat ini!" ucap Firly sambil melorot dari pelukan Zaki yang merasa terkejut ketika melihat Evelyn yang sedang sibuk dengan jemuran pakaiannya di depan sebuah rumah yang sangat sederhana.

__ADS_1


Mata Zaki seakan terpaku melihat wanita yang selama 5 tahun lamanya dia cari. Wanita yang selama ini dia anggap telah meninggal dunia karena didorong ke dalam danau oleh Syahara mantan kekasihnya.


" Eve!" ucap Zaki dengan lirih dan suara yang bergetar karena tersekat di tenggorokan.


__ADS_2