
Evelyn merasa kotor karena untuk kesekian kalinya, Zaki berhasil kembali melecehkan dirinya. Walaupun dia sudah berusaha keras untuk melepaskan diri tetapi seorang Zaki bukanlah lawan wanita lemah sepertinya.
Evelyn berusaha untuk tidak menangis karena dia tahu bahwa tangisannya hanya akan membuat Zaki semakin bahagia.
' Aku tidak akan pernah membiarkan laki-laki itu merasa bahagia dengan melihat penderitaanku. Akan kubuktikan bahwa aku bisa melarikan diri dari dia tanpa belas kasihannya. Akan tetapi, bagaimana dengan nasib Firly yang saat ini sedang berada di tangannya?' Evelyn benar-benar frustasi memikirkan keadaan putranya yang tidak diketahui di mana keberadaannya saat ini.
' Kalau tidak salah dengar, tadi Zaki memberikan perintah kepada Surya untuk membawa Firly ke manstion. Semoga saja Surya benar-benar membawanya ke mansion itu. Dimana dulu aku pernah tinggal di sana!' Evelyn berharap bahwa diri masih bisa bertemu kembali dengan putranya yang selama ini selalu menjadi kekuatan untuk dirinya di saat terlemah hidupnya gara-gara laki-laki bernama Zaki.
" Aku sangat lapar sayang. Ayo kita kembali ke rumah kita dan kau masaklah untukku, hmm? Karena aku benar-benar sangat merindukan masakanmu sayang!" ucap Zaki sambil membingkai wajah Evelyn dengan kedua tangannya kemudian dia mengecup bibir Evelyn dengan lembut.
" Kembalikan putraku kepadaku. Baru aku akan menuruti semua katamu!" ucap Evelyn akhirnya menyerah. Karena dia sadar bahwa ribut dengan Zaki tidak akan menang kalau harus melawan dengan otot. Oleh karena itu Evelyn memutuskan untuk bertarung dengan Zaki menggunakan otak cemerlangnya.
' Aku akan lihat. Bagaimana caranya kau akan terlepas dari genggamanku. Aku akan selalu membuatmu tidak bisa menolak keinginanku!' batin Zaki sambil menggenggam tangan Evelyn saat dia membawa masuk istrinya kembali utama tempat tinggalnya.
Evelyn mengedarkan pandangannya mencari sosok surya dan juga Firly.
' Ya Tuhan! Kenapa mantion ini begitu sepi? Kalau misalkan ada Firly di sini, pasti dia akan menangis dan menjerit mencariku. Karena dia tidak terbiasa dengan tempat baru!' ucap Evelyn di dalam hatinya, sambil terus mengedarkan pandangannya dan berusaha untuk mencari sebuah petunjuk keberadaan putranya saat ini.
" Kenapa? Apakah kau sedang mencari Firly? Dia tidak ada di sini! Aku tidak akan pernah membiarkanmu bertemu dengan Firly lagi. Karena aku yakin 100% bahwa kau pasti akan berusaha untuk melarikan diri kalau sudah bertemu dengan dia. Kalau kau ingin bertemu dengan Putra kita. Satu-satunya jalan adalah dengan kau menuruti semua keinginanku dan berusaha untuk menjadi istri yang patuh kepadaku. Baru aku akan mengizinkanmu untuk bertemu dengan Putra kita!" ucap Zaki sambil tersenyum miring kepada Evelyn yang langsung merasa kesal kepadanya.
" Siapa juga yang ingin bertemu dengan putramu? Biarkan saja kalau dia bersamamu! Aku Justru lebih senang kalau dia tidak bersamaku lagi. Aku bisa menikmati hidupku yang telah terampas gara-gara harus mengurus putramu yang bengal itu. Segera urus perceraian kita. Karena aku akan mencari laki-laki baru yang akan memberikan kehidupan enak untukku!" ucap Evelyn dengan suara datar dan dingin. Kemudian dia pun membalikkan tubuhnya bersiap untuk meninggalkan Zaki.
Telinga Zaki terasa panas ketika dia mendengarkan semua perkataan Evelyn yang dia tahu bahwa itu hanyalah sebuah kepalsuan semata. Zaki sangat yakin bahwa Evelyn sedang bermain trik dengan dirinya.
__ADS_1
Tetapi Zaki menggeram kesal ketika dia melihat Evelyn benar-benar pergi untuk meninggalkannya.
" Pengawal segera tangkap perempuan bengal itu dan kurung dia di dalam kamar!" ucap Zaki berteriak dengan suaranya yang menggelegar di mansion miliknya yang tadi sangat sunyi dan sepi.
Para Bodyguard kemudian bersiap untuk menangkap Evelyn yang sudah lari terbirit-birit karena menghindari mereka.
" Nyonya! Tolonglah jangan menyiksa kami. Kalau kami tidak bisa menangkap anda, maka nyawa kami pasti menjadi taruhannya. Pasti Nyonya lah yang paling mengenal karakter Tuan Zaki yang selama ini selalu keras kepada anak buahnya yang tidak becus melaksanakan perintahnya." ucap kepala pengawal berusaha untuk membujuk Evelyn agar tidak berlari lagi dan menyerah kepadanya.
" Bukan urusanku! Minggir kalian!" ucap Evelyn kesal setengah mati kepada anak buah Zaki yang terus saja mengejarnya dan tidak mau menyerah untuk menangkapnya.
Evelyn terus berlari dan dia merasa senang ketika dirinya sudah hampir dekat menuju pintu gerbang Mansion milik Zaki.
Akan tetapi Evelyn merasa sangat kecewa ketika tiba-tiba saja pintu gerbang itu tertutup secara otomatis. Tetapi Evelyn tidak mau kehilangan akal. Dia kemudian memanjat pintu gerbang yang tidak terlalu tinggi itu. Walaupun dengan usaha yang sangat keras, akan tetapi salah satu anak buah Zaki berhasil menangkap kakinya ketika dia hendak melompat dari pintu gerbang itu.
Seketika Zaki merasakan kecemburuan yang sangat besar di dalam hatinya.
" Kurang ajar laki-laki itu! Dia sudah berani menyentuh wanitaku. Rupanya dia sudah bosan hidup!" dengan langkah lebar Zakir Kemudian datang ke tempat di mana saat ini sedang terjadi pertaruhan antara keberhasilan Evelyn melewati gerbang itu ataukah gagal.
Evelyn menendang tangan pengawal yang saat ini sedang berusaha untuk membuatnya turun dari pintu gerbang.
" Lepaskan tanganmu!" ucap Evelyn.
" Lepaskan kaki istriku! Sebelum kutembak kau!" pengawal itu sontak menatap Zaki dengan ketakutan. Karena dia melihat Zaki yang sudah menodongkan pistol ke arahnya.
__ADS_1
" Cepat lepaskan kaki istriku sekarang juga! Sebelum kesabaranku habis dan langsung memecahkan kepalamu!" ucap Zaki mengulang kembali perintahnya.
Pengawal itu kemudian melepaskan kaki Evelyn. Sehingga Evelyn bisa terbebas dan dia langsung meloncat begitu saja dari pintu gerbang itu.
" ****! Dasar bodoh kalian semua!" umpat Zaki ketika dia melihat Evelyn yang berhasil melarikan diri dari mansionnya.
Zaki langsung mengeluarkan mobil jeepnya dan berusaha mengejar Evelyn yang sudah berlari jauh dari manstionnya.
" Kemana Evelyn pergi? Rasanya tidak mungkin dia lari begitu cepat. Dia pasti saat ini sedang bersembunyi di sekitar sini! Sebaiknya aku panggil anak buahku untuk membawa anjing pelacak kemari. Setidaknya Evelyn akan ketakutan dan dia akan keluar dari tempat persembunyiannya!" Zaki kemudian merogoh ponselnya yang ada di saku celana miliknya.
" Cepat kau kerahkan anak buah kita untuk menyusuri jalan dan juga lingkungan di sekitar Mansion kita. Jangan lupa bawa 10 ekor anjing pelacak! Aku ingin istriku segera kembali ke sisiku!" perintah Zaki kepada anak buahnya yang sebenarnya merasa dilema untuk melanjutkan perintah dari Zaki.
" Bagaimana tidak dilema coba? Kita semua diperintahkan untuk menangkap Nyonya bosnya. Akan tetapi ketika kita telah berhasil menangkapnya, Boss pasti akan marah karena kita telah menyentuh istrinya. Siapa yang tidak akan gila menghadapi atasan sakit jiwa seperti dia?" sungut salah seorang anak buah Zaki yang mulai frustasi menghadapi Zaki.
" Hus! Hati-hati kau! Awas jangan sembarangan bicara! Kalau sampai ada yang mendengarkan ucapanmu dan melaporkan kepada Tuan pasti kau akan langsung ditembak mati di tempat oleh Tuan Zaki!" ucap temannya sambil melihat ke sekeliling. Dia khawatir kalau ada Zaki ataupun yang lainnya yang mendengarkan apa yang dikatakan oleh temannya.
" Aku ingin mengundurkan diri saja aku sudah lelah bekerja kepada majikan yang seperti dia! Bekerja tidak bisa tenang selalu takut ditembak!" keluhnya lagi sambil menatap jalanan.
" Sudah ditahan saja. Tuan Zaki memang begitu kalau sudah berurusan tentang Nyonya Evelyn. Tetapi sebagai seorang majikan Dia sangat baik kepada kita. Buktinya dia selalu memberikan Gaji kita tidak pernah terlambat dan banyak bonusnya juga kalo kita berhasil menjalankan tugas!" ucapnya.
" Iya kalau kita gagal maka nyawa kita yang akan menjadi taruhannya!" ucapnya lagi.
" Apa yang sedang kalian lakukan? Bukannya mencari istriku kalian malah ngerumpi!" tiba-tiba saja Zaki sudah berdiri di hadapan mereka dengan mata memerah karena amarah.
__ADS_1
" Maafkan kami Tuan!" ucap mereka kompak dan langsung pergi meninggalkan Zaki.