Di jual suami untuk bayar hutang judi

Di jual suami untuk bayar hutang judi
35. Menjemput Edward


__ADS_3

Setelah mendapatkan pesan dari kakaknya, Brian kemudian mengikuti sopir taksi untuk mengambil mobil sang kakak yang diparkirkan di mall yang tidak terlalu jauh letaknya dari kediaman mereka.


" Memangnya kejadiannya seperti apa? Kenapa sampai kakakku harus mengalami hal seperti ini?" tanya Brian kepada sopir taksi.


" Saya juga tidak terlalu memahaminya. Tapi yang jelas, saat Saya hendak mengantarkan kakak anda, mobil kami terus diikuti oleh sekelompok orang asing yang tidak kami kenal. Oleh karena itu kakak anda mencari perlindungan dari polisi dan sekarang dia berada di kantor polisi." ucap sopir taksi menjelaskan kepada Brian.


Begitu mereka sampai di di mall, Brian kemudian langsung mengambil mobil sang kakak dan dia pun langsung pergi ke kantor polisi yang ditunjukkan oleh supir taksi tadi.


Setelah berada di kantor polisi Bryan langsung menyerahkan pakaian yang tadi dia sembunyikan di jaketnya.


" Ya ampun rasanya Saya sedang syuting sebuah televisi tentang mafia!" ucap Bryan ketika dia berhasil membawa kakaknya keluar dari kantor polisi.


Edward sejak tadi terus melihat ke sekeliling mencari mobil yang sejak tadi siang selalu mengejarnya dan mengikutinya.


" Tenanglah tadi aku sudah memeriksa, tempat ini aman!" ucap Bryan pelan.


Edward menatap adiknya dengan percaya diri. Dia tahu kalau Brian adalah anak yang pintar dan juga cerdas dan dia percaya bahwa adiknya bisa membawanya keluar dari kantor polisi dengan aman.


" Sebenarnya siapa yang mengikutimu itu?apakah kau memiliki musuh di luar?" tanya Brian merasa penasaran.


Edward tanpa terdiam dan mengingat kejadian selama sehari ini sejak dia meninggalkan rumah sakit dan pergi ke mall untuk membeli kebutuhan Evelyn.


" Sejak aku berangkat ke rumah sakit dan pulang, semuanya normal. Hal yang aneh adalah ketika aku berada di mall dan berpapasan dengan seorang laki-laki. Dia tampak terus memperhatikanku ketika aku berbelanja kebutuhan untuk Evelyn. Dia juga sempat melihat catatan yang diberikan oleh Evelyn kepadaku. Sejak saat itu semuanya menjadi aneh. Selalu ada sekelompok orang yang mengikuti kemanapun aku pergi." ucap Edward menceritakan segalanya kepada Bryan.


Bryan tampak berpikir sangat keras. Lama dia hanya terdiam dan mendengarkan semua cerita dari kakaknya.


" Apakah kakak tahu identitas Evelyn yang sesungguhnya? Mungkin saja Evelyn adalah seorang penjahat yang sedang dicari oleh mereka?" tanya Bryan kepada kakaknya.

__ADS_1


Edward kemudian mengingat kembali semua cerita Evelyn kepadanya.


" Evelyn memang pernah bercerita bahwa dia kabur dari suaminya yang seorang mafia dan penjahat!" ucap Edward dengan lesu.


Bryan menatap kepada kakaknya yang sejak tadi mulai kelihatan murung.


" Sebaiknya kita kembalikan saja Evelyn kepada suaminya. Saya takut kalau misalkan nanti keluarga kita akan mendapatkan hal yang buruk karena kita menampungnya!" ucap Brian kepada Edward yang langsung menggelengkan kepalanya.


" Evelyn hidupnya sangat kesulitan dan juga sangat menyedihkan. Aku tidak mau kalau sampai nanti melihat Evelyn jadi tertekan batinnya, apabila kita mengembalikannya kepada suaminya!" ucap Edward menolak.


" Lalu kita harus bagaimana? Kalaupun kita tetap bersama dengan Evelyn dan bersedia untuk membantunya, keluarga kita yang akan dalam bahaya Kak. Mereka pasti tidak akan membiarkan hal itu terjadi!" ucap Brian mengeluarkan pendapatnya kepada Edward.


Edward kemudian memejamkan matanya seketika kepalanya terasa pusing.


' Aku tidak tega kalau harus membiarkan perempuan baik seperti Evelyn untuk masuk ke kandang buaya. Evelyn pernah bercerita bahwa suaminya adalah seorang penjahat!' Edward terus berpikir. Bagaimanakah caranya dia bisa menyelamatkan Evelyn tanpa harus membahayakan keluarganya.


" Lupakanlah! Yang penting sekarang kita kembali ke rumah dulu dan mendiskusikan masalah ini dengan Evelyn. Aku yakin Evelyn pasti memiliki solusi untuk masalah ini!" Mereka pun kemudian fokus untuk segera sampai ke rumah dan tetap waspada barangkali masih ada yang mengikuti mereka berdua sampai ke rumah mereka.


Evelyn yang melihat Edward dan Brian datang dia langsung menyambut mereka berdua.


" Kalian baik-baik saja kan? Ya ampun! Aku benar-benar sangat khawatir dengan kalian!" ucap Evelyn menyambut dua bersaudara itu.


" Masuklah Evelyn sangat berbahaya kalau kau menampakan wajahmu di luar. Aku takut kalau masih ada orang yang mengikutiku!" ucap Edward sambil menggandeng Evelyn.


Tanpa sepengetahuan Edward dan Bryan Surya mengikuti mereka dalam kesenyapan.


Surya langsung mengambil potret antara Evelyn dan Edward yang sedang berpegangan tangan dan masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


Tanpa banyak protokoler yang membuat kecurigaan targetnya. Surya mengikuti mereka berdua dan berhasil menemukan keberadaan Evelyn.


" Tuan Saya sudah berhasil menemukan keberadaan Nyonya Evelyn. Dia saat ini ada di rumah seorang dokter bernama Edward Anderson. Saya akan mengirimkan alamatnya kepada anda sekarang!" Surya kemudian mengirimkan share lock dan juga potret yang tadi dia ambil ketika Evelyn dan Edward berpegangan tangan.


Melihat istrinya dipegang oleh pria lain, seketika Zaki langsung menggebrak mejanya karena marah dan cemburu. Emosinya mulai membuncah di dadanya.


" Berani sekali laki-laki ini memegang tangan istriku. Sepertinya dia sudah bosan hidup!" ucap Zaki yang kemudian langsung keluar dari tempat kerjanya menuju lokasi yang tadi dibagikan oleh Surya.


Begitu sampai di tempat Evelyn, Zaki langsung mencari keberadaan Surya yang saat ini masih bersembunyi di dalam kegelapan malam.


Surya memang sangat layak menjadi asisten kepercayaan seorang Zaki. Dia benar-benar profesional dan mengerti bagaimana cara bekerja agar tidak dicurigai oleh targetnya.


" Di mana istriku? Cepat bawa aku ke sana. Aku tidak bisa membiarkan istriku berlama-lama dengan laki-laki kurang ajar itu!" ucap Zaki menahan emosinya. Kecemburuan di dalam hatinya ketika dia kembali mengingat tentang Evelyn yang dipegang tangannya oleh Edward.


Surya kemudian mengajak Zaki untuk pergi berkunjung ke kediaman Edward.


Surya menekan bel rumah itu dengan tenang. Walaupun dia sudah melihat Zaki yang sejak tadi sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Evelyn.


" Sabarlah Tuan dan jangan ceroboh di dalam rumah orang lain!" belum selesai Surya berkata, Zaki langsung menerobos masuk tanpa permisi. Ketika seseorang membuka pintu rumah Edward.


" Eh, siapa Kau? Kenapa masuk ke dalam rumah orang sembarangan?" pembantu Edward langsung mengejar Zaki yang seperti kesetanan. Begitu masuk ke dalam rumah Zaki langsung membuka pintu setiap ruangan yang ada di rumah itu untuk mencari Evelyn.


Surya hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku Zaki yang benar-benar tidak bisa dikendalikan olehnya lagi.


Bryan dan Edward yang saat ini sedang bertemu dengan ibunya, mereka merasa terkejut ketika melihat Zaki yang tiba-tiba menerobos masuk ke dalam kamar ibunya.


" Siapa Kau? Berani sekali kau masuk rumah orang lain tanpa permisi!" ucap Bryan sambil mendorong tubuh Zaki untuk keluar dari kamar ibunya.

__ADS_1


" Berani sekali kau mendorongku huh? Sudah bosan hidup kau sepertinya. Punya banyak nyawa kah? Cepat kau kembalikan istriku! Di mana dia?" ucap Zaki yang kehilangan kesabaran sambil menarik kerah pakaian Brian yang tadi sudah sangat berani mendorongnya sampai hampir jatuh.


__ADS_2