
Lima Tahun Kemudian
Pagi itu tampak rombongan Zaki beserta anak buah yang selalu mengawalnya pergi masuk ke dalam hutan berniat untuk berburu binatang di hutan.
" Surya Apakah persiapan kita sudah selesai?" tanya Zaki kepada asistennya yang selalu setia mengikuti kemanapun dia pergi.
" Kita tinggal berangkat saja Tuan. Area hutan pun sudah saya sterilkan sehingga kita bisa berburu dengan aman!" Zaki tampak puas dengan laporan dari asistennya kemudian dia pun langsung menaiki mobil Jeep yang dia kendarai sendiri tanpa sopir pribadi.
" Akhirnya aku bisa juga pergi berburu ke hutan. Setelah begitu sibuk dengan banyak sekali kegiatan di kota!" ucap Zaki merasa bahagia karena akhirnya dia memiliki quality time untuk dirinya sendiri setelah selalu bergelut dengan aktivitas pekerjaannya yang tak pernah berhenti. Selalu sibuk.
Begitu mereka sampai di hutan dan bersiap untuk berburu. Anak buahnya telah mempersiapkan tenda untuk mereka bermalam di tengah hutan selama kegiatan berburu berlangsung.
" Apakah tenda sudah berdiri semuanya Surya? Suruh hanya beberapa orang saja yang menjaga markas ini. Sementara yang lainnya ikut aku untuk berburu!" perintah Zaki kepada anak buahnya yang langsung menurut saja.
Sebagai seorang pimpinan dari sebuah organisasi besar. Zaki memang terkenal tegas dan juga keras terhadap para anak buahnya.
Di saat Zaki sedang asyik-asyiknya berburu kijang yang sedang mengendap-ngendap di depan matanya. Tiba-tiba saja ada seorang anak kecil yang sangat tampan, melintas di hadapan Zaki.
" Anak siapa itu berkeliaran di tengah hutan seperti ini sendirian? Apakah orang tuanya tidak mengawasi anaknya? Sungguh ceroboh sekali!" ucap Zaki merasa kesal karena dia merasa terganggu dengan kehadiran anak kecil di hadapannya yang saat ini sedang fokus untuk membidik Kijang yang sejak tadi dia incar dengan penuh kesabaran.
" Surya cepat kau ambil anak kecil itu dia menghalangiku untuk bisa menembak Kijang itu!" perintah Zaki kepada Surya yang berdiri di belakangnya yang juga sedang bersiap untuk membidik kawanan Kijang yang saat ini sedang sibuk makan di hadapan mereka.
__ADS_1
Surya pun kemudian bangkit dan mendekati anak kecil yang tampaknya sedang bermain dengan kijang-kijang tersebut.
Surya melangkah secara perlahan agar tidak mengagetkan kawanan Kijang yang tampak asyik bermain dengan anak kecil tersebut.
Setelah dia mendekat ke arah anak kecil itu dengan langkah cepat Surya langsung menyambar tubuh nya dan langsung membekap mulutnya agar tidak berteriak.
Setelah berada di jarak aman dengan kijang-kijang tersebut. Surya pun kemudian melepaskan anak itu dari pelukannya.
" Kenapa kamu sendirian saja di tengah hutan ke mana orang tuamu Nak?" tanya Surya dengan suara yang lembut.
" Aku sedang bermain dengan kijang-kijang itu. Mereka adalah teman-temanku! Kalian sedang apa di sini?" ucap bocah tampan itu dengan memasang wajah horornya. Karena dia merasa marah melihat kawanan Zaki yang sedang memegang pistol dan bersiap untuk menembak kijang-kijang itu.
" Kalian sedang memburu teman-temanku? Pergi dari hutan ini jangan pernah kalian datang lagi. Karena aku tidak mengijinkan siapapun untuk membunuh hewan-hewan yang ada di hutan ini!" Zaki sampai tersentak mendengarkan ucapan dari bocah tampan yang saat ini sedang berkacak pinggang di hadapannya. Sejenak dia melihat wajahnya yang terasa begitu familiar di hatinya.
" Hutan ini adalah rumahku! Jadi semua yang ada di dalam hutan ini adalah milikku. Kalian semua silakan meninggalkan hutan ini jangan pernah datang lagi kemari!" ucapnya dengan gagah berani nyaris tanpa rasa takut sama sekali.
" Ya ampun Tuan Zaki! Rasanya Aku ingat pernah melihat tingkah bocah ini sekitar 30 tahun yang lalu! Tingkahnya persis seperti kau saat berusia 5 tahun! Hahaha!" ucap Surya tidak bisa menahan tawanya. Ketika dia melihat anak kecil yang sama persis seperti Zaki saat masih kecil dahulu.
" Berhenti tertawa Surya! Karena tidak ada yang lucu di sini!" ucap Zaki merasa kesal kepada Suriah yang masih bisa tertawa dalam kondisi saat ini.
Zaki yang merasa penasaran dengan bocah tampan yang berdiri di hadapannya yang kalau dilihat secara seksama memang sangat mirip dengan dirinya ketika berusia 5 tahun.
__ADS_1
" Di mana ibumu? Kenapa membiarkanmu bermain di tengah hutan seperti ini?" tanya Zaki bersikap lembut di hadapan bocah kecil itu yang terus mundur-mundur dan menghindarinya.
" Jangan takut Om tidak akan menyakitimu!" ucap Zaki sambil tersenyum kepadanya.
" Apa Om tahu? Kalau di hutan ini dilarang berburu? Aku dan kakekku adalah penjaga hutan ini jadi aku tidak akan membiarkan kalian semua berburu sembarangan di hutan ini!" ucap bocah tampan itu sambil terus menatap Zaki dengan tanpa rasa takut sama sekali.
" Siapa nama ibumu Nak? Mungkin saja Om kenal dengan dia!" ucap Zaki mencoba untuk mengkonfirmasi sesuatu yang saat ini sedang menggelitik hatinya.
" Nama ibuku adalah Evelyn dan nama kakekku adalah Raymond! Sementara nama ayahku adalah penjahat bernama Zaki!" ucap bocah kecil itu sambil menatap mata Zaki yang langsung terkejut mendengarkan apa yang dia katakan.
" Penjahat bernama Zaki adalah ayahmu?" mendengarkan perkataan Zaki semua anak buahnya auto tertawa karena merasa lucu.
Bagaimana mungkin ada seorang anak kecil yang berani mengatakan bahwa Tuan mereka adalah seorang penjahat?
Bocah kecil itu langsung mengangguk dengan mantap menjawab pertanyaan Zaki tentang ayahnya yang bernama Zaki. Zaki tidak merasa terganggu dengan tawa dari anak buahnya yang sedang mengejek dirinya yang dibilang penjahat oleh anaknya sendiri.
" Apa kau bisa mengajak Om untuk bertemu dengan ibumu yang bernama Evelyn itu?" tanya zaki dengan suara bergetar karena dia saat ini sedang merasa terharu kalau benar bocah itu adalah putranya bersama Evelyn.
' Kalau bocah ini benar-benar adalah putraku. Apakah itu artinya bahwa Evelyn selamat ketika Syahara dulu mendorongnya ke tengah danau?' batin zaki merasa bahagia ketika dia berfikir akan bertemu dengan Evelyn lagi.
" Tapi kalian tidak boleh membawa pistol atau kakekku akan marah kepada kalian semua. Kakekku paling benci kepada pemburu yang tidak bertanggung jawab yang selalu membunuh hewan-hewan yang tidak bersalah di hutan ini. Kalian tinggalkanlah pistol-pistol ini di sini kalau kalian ingin mengunjungi kediaman ku!" perintah anak kecil itu sambil melipat kedua tangannya di depan dada begitu gagah dan penuh dengan kharisma.
__ADS_1
Sekejap mata Zaki langsung terpesona kepada ketampanan bocah tersebut. Hatinya bergetar seketika. Ketika Zaki berfikir bahwa bocah itu benar-benar adalah anak kandungnya sendiri bersama dengan Evelyn.