Di jual suami untuk bayar hutang judi

Di jual suami untuk bayar hutang judi
51. Tolonglah!


__ADS_3

Evelyn kemudian mengajak suami dan putranya ke taman belakang untuk bisa berbicara lebih tenang..


" Kalian berdua ini benar-benar sangat membuat kepalaku sangat pusing! Sebenarnya kalian ini mau apa sih? Dulu ketika tidak ada ayahmu setiap hari kerjamu bertanya tentang ayahmu. Kenapa setelah bertemu dengan ayahmu kerjamu setiap hari hanya mengajak ribut sih? dan kamu Mas dulu ketika tidak tahu mengenai kami kau tidak ada habisnya mencari kami ke seluruh penjuru negeri ini. Lalu kenapa setelah kau bisa bertemu lagi dengan putramu, kau malah memperlakukan dia seperti musuhmu, huh?" tanya Evelyn sambil berkacak pinggang di hadapan dua laki-laki yang paling penting dalam hidupnya.


Zaki dan Firly saling menatap satu sama lain.


" Maafkan aku sayang. Aku janji aku akan berusaha untuk akur dengan Putra kita dan mau berbagi dirimu dengan anak kecil itu!" ucap Zaki sambil menunjuk putranya yang mulai cemberut lagi.


" Maafkan aku juga mah! Aku janji aku juga akan berusaha untuk akur dengan om jelek itu yang selalu mengajak perang denganku!" ucap Firly yang tidak mau kalah dengan Zaki.


" Ya ampun kalian berdua benar-benar membuat pusing kepalaku!" ucap Evelyn akhirnya meninggalkan mereka berdua sangking frustasinya menghadapi keduanya yang selalu saja ribut dan tidak mau mengalah satu sama lain.


Zaki langsung mengejar istrinya, begitu juga dengan Firly yang langsung mengejar ibunya menuju kamar utama.


" Kalian ayah dan anak, kalian berdua tidak boleh mendekatiku selama satu minggu ini. Dan kamu Mas, aku tidak mengizinkanmu untuk masuk kamar ini lagi!" ucap Evelyn sambil cemberut kemudian dia pun langsung mengunci pintu kamarnya.


Zaki tampak pasrah melihat kemarahan istrinya. Gara-gara dirinya yang selalu ribut dengan putranya sendiri.


" Ah semua ini gara-gara papa. Jadinya aku harus menahan rindu untuk bisa bertemu dengan ibuku sendiri!" bocah Firly sambil melipat kedua tangannya di depan dada dan menatap Zaki dengan tatapan horor.


Mereka berdua benar-benar bagi Pinang dibelah dua yang sama-sama keras kepala dan tidak mau mengalah satu sama lain.


Evelyn yang saat ini sedang menatap keduanya melalui layar CCTV yang ada di kamarnya. Dia hanya bisa menggelengkan kepalanya. Ketika melihat dua laki-laki yang paling penting dalam hidupnya saat ini kini mereka sedang beradu pamor dan wibawa.

__ADS_1


" Ya ampun like son like father!" ucap Evelyn benar-benar merasa lucu dengan suami dan putranya yang benar-benar bagai pinang dibelah dua yang sama-sama membuat pusing kepalanya.


" Ah lebih baik aku tidur saja. Jadikanlah ini sebagai sebuah liburan untuk aku mengurus dua senior dan junior tersebut. Biarlah mereka berdua akan mengenal satu sama lain setelah hidup dalam satu nasib. Aku akan lihat apa yang akan mereka lakukan selama satu minggu tidak bisa melihatku!" monolog Evelyn ketika dia melihat Putra dan suaminya saat ini sedang saling menatap satu sama lain tidak ada yang mau mengalah satupun.


" Baiklah aku akan mengalah padamu. Kau boleh dekat-dekat dengan ibuku. Tetapi kau tidak boleh melarang Ibuku untuk dekat denganku! Kau sadar tidak sih? Kalau kelakuanmu itu sangat kekanakan sekali! seharusnya seorang ayah itu menyayangi anaknya bukan sepertimu malah memusuhi anaknya sendiri dan berebut Mamah denganku!" protes Firly sambil menatap Zaki.


Sementara itu Surya yang sedang melihat interaksi keduanya dari kejauhan hanya bisa menggelengkan kepalanya.


" Akhirnya Tuan Zaki memiliki lawan yang setimpal. Setelah sekian lama dia berkuasa untuk memerintah seluruh organisasi kami. Akhirnya ada juga orang yang berani melawannya!" ucap Surya sambil tersenyum melihat mereka berdua yang saat ini masih saling menatap satu sama lain.


" Gara-gara kau aku jadi tidur sendirian! Ibumu jadi Mengunci pintu kamar kami dan tidak mengizinkanku untuk masuk ke dalam sana!" ucap Zaki merasa kesal sekali kepada Firly yang dari kemarin selalu saja cari masalah dengannya.


" Kau itu ngaku sebagai Ayah kandungku sendiri, tapi perilakumu melebihi kejamnya daripada ayah tiri! Ckck!" Ucap Firly berdecih karena merasa kesal kepada Zaki.


" Sudahlah aku benar-benar sangat lelah besok aku ada meeting di pagi hari aku tidak ada waktu untuk berdebat dengan anak kecil sepertimu!" Zaki pun kemudian meninggalkan Firly seorang diri di depan pintu kamar utama.


Zaki masuk ke dalam kamar tamu yang tidak jauh tempatnya dari kamar utama yang saat ini ditempati oleh Evelyn seorang diri.


Sementara itu Firly pun pergi ke kamarnya sendiri yang letaknya bersebelahan dengan sang ayah.


" Wah benar-benar gara-gara anakku sendiri sekarang aku harus tidur sendiri di kamar ini tanpa pelukan dari Istriku yang kucintai!" kalau Zaki Merasa tidak senang.


Sementara itu di kamarnya Firly pun sama. Saat ini Firly sedang mengeluh karena tidak mendapatkan ciuman dan pelukan selamat malam dari sang Ibu tercinta.

__ADS_1


Biasanya Evelyn tidak pernah absen untuk memberikan ciuman dan pelukan Selamat malam kepadanya sewaktu mereka berada di hutan bersama dengan Raymond.


Sekarang Firly harus menerima kenyataan bahwa ibunya juga harus mengurus sang ayah yang sama-sama manja seperti dirinya.


" Ah sudahlah! Biarkan saja lah. Aku sangat mengantuk!" Ucap Firly akhirnya menyerah.


Sementara itu Evelyn yang saat ini sudah tertidur pun merasa lapar di tengah malam.


Evelyn pun kemudian membuka pintu kamar dan pergi ke area dapur untuk mencari makanan yang bisa dia makan.


" Untung saja masih ada makan malam yang tersisa. Kalau tidak, maka aku akan kelaparan sampai besok pagi!" ucap Evelyn merasa senang sekali ketika dia menemukan spaghetti yang ada di dalam kulkas.


Evelyn pun menghabiskan makanan tersebut setelah itu dia mencuci piring yang tadi dia gunakan. Setelah merasa kenyang Evelyn pun kemudian masuk ke dalam kamarnya.


Evelyn merasa terkejut ketika mendapatkan Zaki yang sudah terbaring di kasur sambil tersenyum kepada dirinya.


" Ya ampun Mas! Kenapa kau ada di sini? Bukankah tadi aku mengatakan kalau kita tidak akan bertemu selama satu minggu kedepan?" tanya Evelyn merasa jengkel melihat suaminya yang saat ini sedang tersenyum ke arahnya.


" Ayolah sayang kau jangan terlaluan begitu! Jangankan satu minggu baru 2 jam saja aku sudah tidak sanggup jauh denganmu! stop hukuman itu sayang. Oke? Aku janji mulai sekarang aku akan menjaga sikapku di hadapan Putra kita!" ucap Zaki berusaha untuk membujuk istrinya agar mau menerima dirinya tidur di kamar itu.


Evelyn pun hanya bisa menarik nafasnya dengan dalam.


" Sudahlah terserah apa yang mau kau lakukan Mas!" ucap Evelyn akhirnya menyerah dengan keinginan sang suami yang benar-benar tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun.

__ADS_1


__ADS_2