Di jual suami untuk bayar hutang judi

Di jual suami untuk bayar hutang judi
41. Kemarahan Evelyn


__ADS_3

Zaki tampak tersenyum mendengarkan Evelyn yang seperti merasa kesal karena tidak bisa berbuat apa-apa terhadapnya.


" Kalau kau ingin membunuhku. Kenapa tidak kau lakukan? Aku sudah memberimu waktu yang banyak untuk bisa melakukan itu!" ucap Zaki sambil menatap tajam kepada Evelyn yang terkejut mendengar suaranya.


" Kamu kebiasaan sekali membuat orang terkejut seperti itu. Apa kau bisa bertanggung jawab kalau tiba-tiba aku jantungan?" protes Evelyn kepada Zaki.


Zaki hanya meringis saja melihat Eveline yang protes kepadanya.


Zaki kemudian bangkit dari tempat tidur dan berniat untuk pergi ke kamar mandi membersihkan tubuhnya yang terasa lengket setelah aktifitas bercinta dengan Evelyn.


" Gunakanlah pakaianmu! Benar-benar tidak tahu malu!" ucap Evelyn sambil melemparkan bantal ke arah Zaki.


Zaki hanya tertawa melihat tingkah Evelyn yang sangat menggemaskan baginya.


" kau sudah melihat semuanya untuk apa aku malu? Aku juga sudah melihat semua milikmu sampai ke bagian terdalam!" ucap Zaki dengan tersenyum bahagia karena melihat Evelyn yang sudah mulai mau berbicara dengannya lagi.


Bagaimanapun hati sakit saat ini benar-benar sangat bahagia karena Evelyn yang sudah mulai mau terbuka dengannya.


" Sayang cepatlah ke sini. Apa kau tidak ingin mandi bersamaku?" tanya Zaki di dalam kamar mandi sengaja ingin menggoda sang istri tercinta yang benar saja Evelyn langsung mengamuk di kamar.


" Dasar pria gila! Bisa-bisanya dia melakukan hal seperti itu. Apa dia pikir, kalau aku sudah memaafkannya? Jangan bermimpi Bung!" ucap Evelyn sengit.


Evelyn kemudian memilih untuk pergi ke balkon dan menghirup udara pagi yang begitu sejuk.


Sudah sangat lama Evelyn tidak duduk di tempat itu yang dulu adalah merupakan tempat favoritnya ketika dia menunggu Zaki pulang dari kantor.


Ya! Evelyn pun pernah mengalami nasib menjadi seorang istri yang baik untuk Zaki tetapi Hatinya sudah terlanjur disakiti oleh laki-laki yang berstatus bagi suaminya.

__ADS_1


Setelah Evelyn mengetahui bahwa ternyata Zaki memiliki andil dalam kehancuran perusahaan sang ayah. Perasaan Evelyn tiba-tiba seakan membeku dan merasa sangat benci terhadap Zaki yang selalu menghalalkan segala cara untuk meraih semua kesuksesannya.


Evelyn bahkan pernah menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri saat Zaki menembak anak buahnya yang telah gagal melaksanakan tugas yang dia berikan.


Sampai saat ini Evelyn benar-benar tidak bisa melupakan kejadian itu di mana sebuah nyawa melayang di depan matanya tanpa dia bisa tidak bisa untuk menyelamatkan ataupun berbuat sesuatu.


Evelyn tampak melamun di balkon sendirian sehingga dia tidak menyadari bahwa Zaki sekarang sudah keluar dari kamar mandi dan berdiri di belakangnya.


" Walaupun kau belum mandi, kau tetaplah seorang bidadari di mataku!" ucap Zaki sambil memeluk sang istri dari belakang.


" Nggak usah coba-coba merayuku ya! Karena hal itu tidak akan mempan sama sekali!" ucap Evelyn yang langsung menghindar dari Zaki.


Zaki hanya tertawa melihat kelakuan Eveline yang benar-benar sangat menggemaskan di matanya.


" Sayang aku akan menunggumu di lantai bawah untuk sarapan bersama!" ucap Zaki berteriak di depan pintu kamar mandi.


Sementara itu Evelyn yang saat ini berada di dalam kamar mandi, sudah tampak mulai terpengaruh dengan semua hal yang telah diperbuat oleh Zakir kepadanya selama seharian.


" Ya ampun! Ada apa dengan jantungku ini? Kenapa sejak tadi berdebar terus seperti ini? Hangan katakan padaku kalau aku mulai terpesona dengan laki-laki kurang ajar itu!" ucap Evelyn merasa sangat tersiksa dengan perasaannya saat ini.


Evelyn berusaha sekuat tenaga untuk tidak sampai terpengaruh oleh apapun yang dilakukan oleh Zaki kepadanya.


" Aku harus berusaha untuk membentengi diriku dari pengaruhnya. tampaknya aku harus banyak-banyak berdoa dan memperkuat ibadahku jangan sampai Zaki mengirimkan pelet untukku dan akhirnya menyeretku dalam pesonanya!" ucap Evelyn sambil terus menggoyangkan kepalanya yang terasa pening agar membuatnya sadar dan tidak sampai terpesona kepada seorang Zaki.


" Sayang kau sedang apa di kamar mandi? Kenapa lama sekali? Apa kau tahu kalau aku benar-benar sangat kelaparan?" Tanya Zaki sambil berteriak di depan pintu.


" Kalau kau lapar tinggal makan saja. Kenapa kau berteriak-teriak di situ? Ya ampun! Apa kau sudah gila?" tanya Evelyn dari kamar mandi.

__ADS_1


Sementara itu Zaki yang sedang berusaha untuk membuka pintu kamar mandi dengan menggunakan kunci cadangan yang tadi dia dapatkan dari kepala pelayan.


Setelah berhasil membuka pintu, Zaki kemudian menemui Evelyn yang masih asyik berendam dengan air hangat.


" Ya ampun Sayangku! Cepatlah mandinya. Apa kau tidak kasihan padaku huh? Aku benar-benar sangat lapar sayang!" ucap Zaki sambil merajut di depan Evelyn.


Evelyn yang tampak terkejut mendapatkan Zaki yang berhasil membuka pintu kamar mandi pun hanya bisa memejamkan matanya untuk menahan rasa kesal dan jengkel di hatinya.


" Kenapa kau itu selalu saja melakukan hal seperti itu apakah aku tidak punya ruang privasi sendiri? Sampai aku mandi pun harus kau teror seperti ini?" tanya Evelyn merasa kesal kepada Zaki yang selalu berbuat sekehendak hatinya dan suka memaksakan diri kepada orang lain.


" Kau jahat sekali sih Sayangku. Kau sudah berendam di dalam kamar mandi 2 jam lebihlah looh. Aku kelaparan menunggumu dan kau di sini senang-senang!" ucap Zaki yang akhirnya menarik tangan Evelyn untuk keluar dari bathtub.


" Ih kamu apaan sih Mas? Kok masa-masa kayak gitu sih?" protes Evelyn yang langsung membersihkan tubuhnya di bawah shower dari sabun mandi yang masih banyak menempel di kulitnya.


" Cepat kau selesaikan mandinya atau aku akan mengotongmu dari sini ke ruang makan!" ancam Zakeh sambil tersenyum smirk kepada Evelyn yang sudah ketakutan.


" Dasar mesum!" ucap Evelyn dengan tatapan sinis dan geram kepada Zaki yang malah tertawa terbahak-bahak melihat emosinya yang naik turun sejak tadi pagi.


" Ya udah sana keluar. Aku mau ganti baju dulu!" perintah Evelyn kepada Zaki.


Akan tetapi Zaki malah membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan terus menetap Evelyn yang berdiri di hadapannya dengan hanya menggunakan handuk saja.


" Lagian aku sudah melihat semuanya sayang. Apa pula yang membuatmu malu kepadaku? Cepat gunakan pakaianmu. Karena aku benar-benar sangat kelaparan atau aku akan memakanmu nanti kalau kau tidak mau menurut denganku!" ancam Zaki sambil tersenyum lecek menatap Evelyn yang mulai mundur karena ketakutan menatap tatapannya yang seakan-akan hendak melahapnya bulat-bulat.


" Keluarlah dulu Mas sebentar saja!" ucap Evelyn dengan tatapan penuh permohonan kepada Zaki.


Zaki kemudian bangkit dari tempat tidur dan mendekati istrinya yang sejak tadi terus memasang mode waspada terhadap sang suami yang otaknya selalu mesum.

__ADS_1


__ADS_2