Di jual suami untuk bayar hutang judi

Di jual suami untuk bayar hutang judi
Part Enam


__ADS_3

Enam bulan kemudian


Setelah masa iddah Evelyn berakhir. Mereka pun kemudian menikah secara resmi dan megah. Zaki mengundang semua relasi bisnisnya untuk datang ke pernikahan mereka berdua. Di antara para tamu itu ada mantan kekasih Zaki yang bernama Syahara yang ternyata masih sangat mencintainya. Dia sangat marah melihat Zaki menikahi wanita sederhana yang menurutnya tidak memiliki kelebihan apapun. Seorang janda pula.


" Kurang ajar! Sungguh berani sekali perempuan udik itu menikahi laki-laki yang kucintai. Awas saja! Akan kuberikan dia pelajaran. Sehingga dia tidak akan berani menjukkan wajahnya lagi!" ucap Syahara dengan penuh kebencian ketika melihat Zaki yang terus saja memeluk pinggang Evelyn dengan posesif.


Hatinya sangat cemburu melihat Zaki yang tidak mau melepaskan Evelyn sama sekali.


" Dulu ketika dia masih menjadi kekasihku. Jangankan melakukan hal seperti itu. Hanya diajak makan malam bersamaku saja susah setengah mati!" ucap Syahara dengan mata yang meratap tajam kepada Evelyn.


" Tenang, Tante pasti akan membantumu untuk kembali mendapatkan Zaki ke dalam pelukanmu!" tiba-tiba saja Sarah sudah berada di samping Syahara.


" Kenapa Tante dan Om tidak menghentikan pernikahan Zaki dengan perempuan itu?" ucap Syahara protes kepada ibunya Zaki dengan mata berapi-api.


" Tante sudah melakukan segala cara untuk membuat Zaki membatalkan niatnya. Tetapi dia benar-benar keukeuh dan tetap mau menikahi perempuan itu!" ucap Sarah sambil menatap benci kepada Evelyn yang sedang berbahagia bersama Zaki. Karena dirinya kini sedang menjadi pusat perhatian para tamu yang datang ke pesta pernikahan mereka.


" Lihatlah gayanya sudah seperti Tuan Putri!" ucap Syahara dengan penuh rasa iri.


" Tenanglah Syahara! Tante pasti akan selalu membantumu untuk mendapatkan Zaki lagi!" janji Sarah kepada wanita yang dia sukai sebagai calon menantunya untuk Zaki.


Setelah pesta pernikahan selesai. Zaki langsung membawa Evelyn ke kamar pengantin yang sudah disediakan oleh para pelayannya atas perintahnya.


" Aku akan mandi, ayo kita mandi bersama?" ucap Zaki sambil menarik tubuh Evelyn ke dalam kamar mandi tanpa memberikan kesempatan kepada istrinya untuk menolak.


" Aih gaunku jadi kotor gara-gara kamu!" protes Evelyn sambil memukul dada bidang milik Zaki yang sudah terbuka sejak tadi.


" Mari aku bantu kau untuk membuka gaunmu agar kau bisa mandi!" tanpa menunggu jawaban dari Evelyn, Zaki langsung menarik sleting gaun Evelyn dan melemparkan gaun itu ke sembarang arah. Aehingga membuat Evelin terkejut dengan kelakuan Zaki yang serba cepat.

__ADS_1


Zaki langsung mencium bibir Evelyn dan juga seluruh wajah Evelyn dengan buas. Rasa cinta dan kerinduannya terhadap Evelyn benar-benar membuncah dan tidak bisa dibendung lagi.


" Malam ini pokoknya kau harus menjadi milikku!" ucap Zaki dengan suara gemetar dan nafas yang memburu karena gairah yang saat ini sedang berpacu di dalam tubuhnya.


Evelyn yang terkejut dengan serangan tiba-tiba dari Zaki. Akhirnya hanya bisa pasrah dengan semua cumbuan Zaki kepadanya. Karena bagaimanapun Zaki sekarang sudah menjadi suaminya yang resmi dan memiliki hak atas tubuhnya.


" Ayo kita mandi apa kau tidak merasa gerah?" ucap Evelyn berusaha untuk bernegosiasi dengan Zaki di antara ciuman panas yang dilancarkan oleh sang suami yang sedang dimabuk gairah yang ada di dalam tubuhnya.


" Kita akan melakukannya disini satu ronde sayang dan setelah itu kita akan melakukann lagi di atas ranjang milik kita sampai puas!" ucap Zaki dengan nafas memburu dan terus memacu kenikmatan yang dia idamkan.


Setelah merasa puas. Zaki kemudian memandikan Evelyn layaknya seperti seorang ayah yang sedang memandikan Putri kesayangannya.


Evelyn hanya merasa tersipu dengan perlakuan Zaki yang begitu lembut kepadanya. Dia tersentuh dengan cinta dan kasih sayang Zaki yang meluber dan tumpah ruah kemana-mana.


Setelah keduanya selesai mandi. Zaky langsung menggendong Evelyn dengan Bridal style. Evelyn hanya bisa menyembunyikan wajahnya di dada sang suami yang terbuka karena dia hanya menggunakan handuk di pinggangnya saja.


" Sebaiknya kau tidak usah menggunakan pakaianmu. Karena aku lebih menyukaimu seperti itu!" ucap Zaki sambil tersenyum nakal kepada Evelyn.


Ketika Evelyn sudah bersiap untuk menggunakan pakaian tidurnya. Tiba-tiba Zaki sudah memeluknya dari belakang dan menciumi tengkuk Evelyn sehingga membuat Evelyn merinding dibuatnya.


" Kau sudah seperti hantu yang berada di mana-mana!" ucap Evelyn berusaha untuk menghindari pelukan Zaki yang semakin menuntut dan membuat tubuhnya menjadi bergetar karena sengatan listrik yang merambat naik ke seluruh tubuhnya dari sentuhan tangan Zaki pada dirinya.


" Ayolah kau harus melayaniku kau tahu aku menunggumu sangat lama sekali dan aku sudah sangat sabar selama ini!" ucap Zaki dengan nafas memburu yang menuntut untuk dilayani oleh Evelyn yang masih merasa lemas karena perbuatan Zaki di kamar mandi.


" Kau tidak ingat? Kalau kita belum makan selama seharian? Tubuhku merasa lemas!" ucap Evelyn berusaha untuk membuat Zaki melepaskannya dengan sukarela.


" Tapi aku juga lapar untuk menikmatimu sayang! Ayolah setelah ini kita langsung makan, hmmmmm? Patuh ya?" Pinta Zaki sambil meraup wajah Evelyn dan mencium bibirnya dengan begitu bersemangat.

__ADS_1


Zaki membimbing Evelyn untuk ke ranjang mereka dengan saling berpagutan sepanjang jalan dari kamar mandi. Sehingga membuat Evelyn benar-benar tidak bisa untuk melarikan diri lagi dari pesona seorang Zaki.


Kini mereka berdua tampak terbaring lemas di ranjang mereka. Tampak Zaki yang kini sedang menelepon seseorang.


" Tolong antarkan makan malam ke kamarku!" ucap Zaki, setelah itu dia langsung menutup panggilan tersebut.


" Sebentar ya, makanannya akan diantarkan oleh pelayan ke kamar Kita!" ucap Zaki sambil mencium kening Evelyn yang merasa mulai mengantuk karena digempur terus oleh sang suami yang seperti tidak pernah merasakan lelah untuk menikmati tubuhnya.


Evelyn tidak menjawab apa yang dikatakan oleh Zaki. Dia hanya memejamkan matanya dan tertidur pulas dengan perut lapar.


Tidak lama kemudian pelayan pun membawa makanan untuk Zaki dan Evelyn.


" Kenapa kalian lama sekali huh? Kau lihat, istriku sampai tertidur gara-gara menunggu kalian. Bulan ini kalian akan saya kurangi gajinya karena pekerjaan kalian yang lelet!" ucap Zaki kepada pelayan yang membawa makanan untuk mereka.


Pelayan tersebut melirik sekilas ke atas ranjang tuannya. Di mana Evelyn yang sedang tertidur dengan hanya berselimut saja.


' Sungguh menyenangkan menjadi Nyonya Evelyn bisa menikmati ranjang milik tuan dan juga tubuhnya yang paripurna!' batin pelayan itu tampak iri melihat Evelyn yang begitu pulas tertidur dengan handuk yang tergeletak di lantai secara sembarangan. Dia bisa menebak apa yang sudah dilakukan oleh tuannya bersama istrinya.


" Eh apa yang kau lakukan? Apa kau menjadi pikun karena akan aku kurangi gajimu?" ucap Zaki mengusir pelayan itu untuk keluar dari kamarnya.


" Sayang! Ayo kita makan dulu bukankah tadi kau bilang lapar?" ucap Zaki membangunkan Evelyn yang tampak begitu lelap tertidur dengan mencium lembut bibir Evelyn yang sudah menjadi candunya.


" Aih aku ngantuk dan lelah kau saja yang makan!" ucap Evelyn sambil menutup wajahnya dengan selimut.


" Ayo makan atau kau nanti aku serang lagi!" ancam Zaki sambil menggelitiki pinggang Evelyn sehingga membuat Evelyn sontak terkejut dan membuka matanya.


" Hobimu selalu memaksakan kehendakmu kepada orang lain!" sungut Evelyn dengan kesal dan dia pun kemudian dengan malas melangkahkan kakinya ke sofa di mana makanan sudah disediakan oleh pelayan tadi.

__ADS_1


Zaki hanya tersenyum melihat Evelyn yang tampak begitu menggemaskan baginya.


Setelah mereka selesai makan Zaki kemudian menarik tubuh Evelyn untuk masuk ke dalam pelukannya yang hangat. Sehingga mereka tertidur sampai subuh menjelang.


__ADS_2