Di jual suami untuk bayar hutang judi

Di jual suami untuk bayar hutang judi
48. Tara mencari Evelyn


__ADS_3

Setelah berpisah dengan Evelyn, Tara mulai menyadari bahwa ternyata dia masih mencintai Evelyn.


" Aku harus mencari Evelyn. Aku harus meminta maaf kepadanya sekarang juga. Semoga saja dia masih mau untuk bertemu dan mengenalku. Aku harap dia masih mau memaafkan kesalahan yang sudah kulakukan di masa lalu!" ucap Tara dengan langkah mantap dia masuk ke dalam mobilnya dan hendak pergi ke Mansion milik Zaki tempat terakhir dia menyerahkan Evelyn kepada laki-laki itu guna membayar lunas hutang judinya kepada Zaki.


Tara sama sekali minta memperdulikan Ketika istrinya memanggilnya dengan tergopoh.


" Mau pergi ke mana Mas Tara? Kenapa dia pergi begitu terburu-buru?" tanya wanita itu yang saat ini sedang mengandung.


Karena merasa lelah setelah menunggu Tara yang sudah hampir 2 jam tidak juga kembali. Akhirnya dia pun memilih untuk tidur karena setelah kehamilannya benar-benar membuat dia selalu mengantuk dan selalu lemas.


Sementara itu Tara yang sudah sampai di Mansion milik Zaki, dia tampak begitu terpesona ketika melihat Evelyn yang saat ini sedang bermain dengan Firly di halaman depan Mansion megah itu.


" Rupanya kau sudah memiliki anak dari Tuan Zaki, Evelyn sayang. Ternyata selama ini akulah yang mandul. Akulah yang tidak bisa mempunyai anak bahkan istriku sekarang saja hamil anak orang lain. Aku berpura-pura saja tidak tahu bahwa anak yang di dalam kandungannya bukanlah anakku untuk menjaga perasaannya." ucap Tara dengan terus menatap Evelyn dan Firly dari kejauhan menggunakan sebuah teropong.


Bagaimanapun penjagaan di rumah Zaki sangatlah ketat. Tara walaupun senekat apapun, dia masih mempunyai otak dan tidak mau mencari perkara dengan seorang Zaki.


" Wah wajah putramu sangat tampan. Kau benar-benar sangat beruntung Evelyn. Kamu pasti bahagia dengan kehidupanmu yang sekarang. Kau pasti sangat bahagia setelah menjadi istri seorang konglomerat terkenal yang memiliki segalanya! Sekarang kau tidak perlu lagi bekerja keras dan kehilangan uangmu yang selalu aku rebut untuk bermain judi dan minum alkohol!" ucapnya sedih.

__ADS_1


Tampak bulir-bulir air mata menetes dari kelopak matanya yang cekung dan terdapat lingkaran hitam di bawah kelopak matanya. Sungguh mengenaskan melihat Tara yang sedang menyesali kehidupannya yang sudah berlalu begitu lama dan baru dia sadari bahwa dia telah melakukan banyak sekali kesalahan terhadap Evelyn.


" Tolong kau maafkan aku Evelyn. Aku akan sangat bahagia kalau kau mau berbicara denganku tapi aku sangat pesimis untuk bisa mendekatimu." ucap Tara sedih.


Ketika Tara melihat mobil keluar dari gerbang Mansion milik Zaki. Tara kemudian berusaha untuk menyembunyikan tubuhnya agar tidak terlihat oleh pemilik kendaraan tersebut yang tidak lain adalah Zaki bersama dengan sopir pribadinya.


" Tuan Zaki sudah meninggalkan mantion. Akan tetapi tetap saja, aku tidak akan bisa masuk untuk bertemu dengan Evelyn secara langsung. Karena pengawal di dalam mantion itu sangatlah banyak dan aku tidak akan bisa melawan mereka satu persatu. Apa yang harus aku lakukan sekarang agar aku bisa bertemu dengan Evelyn dan meminta maaf kepadanya?" ucap Tara yang masih tetap setia memegang teropongnya dan terus memperhatikan Evelyn dan Firly yang sekarang sibuk berlarian di taman itu saling mengejar satu sama lain.


" Tampaknya kehidupanmu sangat bahagia Evelyn. Apakah aku pantas untuk masuk lagi ke dalam kehidupanmu? Setelah kau memiliki kehidupan yang begitu sempurna bersama dengan Tuan Zaki?" Tara benar-benar merasa tidak percaya diri dengan kemampuannya sendiri setelah melihat kesempurnaan hidup seorang Evelyn yang dulu dia campakkan karena terdesak oleh hutang judi yang selalu mengejar-ngejarnya.


Tara sekarang sudah mulai kembali fokus mengurus perusahaan keluarganya. Walaupun perusahaannya diambang kebangkrutan, setidaknya perusahaan itu masih beroperasi dan masih bisa menggaji karyawannya.


" Kamu dari mana sih mas? Dari tadi aku berusaha untuk menelponmu tapi semuanya tertolak. Apakah kamu memiliki wanita lain di luar sana Mas!?" cecar istrinya Tara yang terus mengikuti kemanapun Tara pergi sehingga membuat Tara benar-benar sangat frustasi menghadapi wanita yang sekarang sedang hamil 7 bulan. Tetapi sayangnya anak itu bukanlah anak Tara. Karena itulah Tara menjadi membenci wanita itu yang sudah mengkhianatinya.


" Baiklah sekarang baru jam 05.00 sore aku lebih baik mandi saja sebelum pergi ke perusahaan untuk mengecek stock barang!" ucap Tara pelan dan langsung meninggalkan istrinya begitu saja dan tidak mengindahkannya sama sekali.


" Kamu berubah setelah mengetahui bahwa anak yang di dalam kandunganku bukanlah putramu. Kau pasti merasa marah dan cemburu terhadapku kan Mas?" tanyanya sambil menatap lekat kepada sang suami yang sedang masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


" Apakah kau sedang bermasalah? Kenapa Kau tampak terburu-buru sekali?" tanyanya ketika melihat suaminya langsung masuk ke dalam kamar mandi dan setelah itu dia kembali keluar hanya dalam waktu 5 menit saja, benar-benar aneh dan tidak biasa di lakukan oleh Tara selama dirinya menjadi istri dari Tara.


Tara setelah menyelesaikan mandi dan msnggunakan pakaiannya dia pun kemudian membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


Sang istri melihat suaminya yang terus senyum-senyum sendiri di atas ranjangnya. Dia merasa panas hatinya berpikir bahwa suaminya mungkin memiliki selingkuhan di luar sana.


" Ayo kamu jujur sama aku Mas. Apakah kau memiliki perempuan lain di luar sana huh? Padahal aku sedang hamil tetapi kau tega sekali bermain gila di luar sana?" ucapnya sambil berlinang air mata tetapi Tara yang sudah mengetahui kebenaran bahwa anak yang di dalam kandungan istrinya bukanlah miliknya dia tidak terpengaruh sama sekali dengan air mata itu.


" Berhentilah bersandiwara! Kau bukanlah seorang artis. Tidak akan ada yang mau menggajimu untuk melakukan akting buruk seperti itu!" ucap Tara sambil melotot sekilas kepada istrinya yang mendengarkan perkataannya dengan syok dan tidak percaya.


" Aku capek dan aku ingin tidur! Berhentilah mengomel!!?" ucap Tara dengan mata memerah sehingga membuat istrinya tidak berani untuk mendekatinya lagi.


" Kamu sekarang berubah Mas sangat kasar terhadapku padahal dulu kau sangat baik dan sangat mencintaiku!" ucapnya.


" Itu adalah masa laluku yang suram sebelum kau menghianatiku dan memberikan anak yang ada di dalam rahimmu yang sebetulnya bukanlah milikku, kau perempuan ****** yang suka menjajakan tubuhmu ke sembarang pria. Entah siapa ayah anakmu, aku yakin kamu pun tidak akan tahu bukan??!' tanya Tara pada akhirnya membuka rahasia kalau dia tahu kalau anak itu bukan miliknya karena sangking kesalnya dengan mata nyalang menatap istri nya yang syock.


Sementara itu istrinya langsung meninggalkan dia di dalam kamar dengan perasaan sedih dan jengkel luar biasa.

__ADS_1


" Kurang ajar! Sebenarnya maumu apa sih Mas? Kenapa kau selalu mengungkit masa lalu yang sudah berlalu begitu lama?" tanya istri Tara bingung.


__ADS_2