
Sementara itu Evelyn yang saat ini sedang bersembunyi di semak-semak dari lokasi Zaki sedang berdiri saat ini mulai gemetar ketika mendengarkan suara salak anjing milik Zaki.
" Ya Tuhan laki-laki itu benar-benar gila Bagaimana bisa dia mengerahkan anjing milik dia untuk mencintaiku?" ucap Evelyn bermonolog dengan dirinya sendiri.
" Aku harus segera pergi dari sini untuk menghindari Anjing itu bisa menemukan keberadaanku. Ya Tuhan suara mereka sudah semakin dekat denganku. Apakah aku masih mempunyai waktu untuk bisa melarikan diri?" Evelyn sudah gemetar Tetapi dia tidak mau menyerah begitu saja kepada Zaki yang sudah membuat hidupnya kembali berada di dalam neraka.
" Entah dosa apa yang sudah kulakukan sehingga hidupku harus terjatuh kepada laki-laki seperti Zaki yang psikopat dan tidak bisa diajak bicara baik-baik. Ini semua gara-gara mantan suamiku yang sudah menjualku kepada bandar judi itu. Entah bagaimana sekarang nasib penjahat itu yang telah tega menjual diriku!" ucap Evelyn merasa sangat kesal kepada mantan suaminya yang sudah menjualnya kepada Zaki hanya untuk melunasi hutang judinya.
Evelyn secara hati-hati meninggalkan tempat itu walaupun saat ini jantungnya sedang berdebar kencang karena mendengarkan salahkan anjing yang semakin mendekat ke arahnya.
Di saat Evelyn sedang putus asa dan sudah merasa ketakutan. Tiba-tiba dari kejauhan dia melihat sebuah mobil melintas dan mendekat ke arahnya. Seketika terbit harapan di hati Evelyn.
" Tuhan Semoga ini adalah pertolongan yang kau kirimkan untukku. Semoga orang itu mau menolongku!" doa Evelyn dengan penuh harapan.
Evelyn pun kemudian berusaha untuk menghentikan mobil yang semakin mendekat ke arahnya.
Mobil itu pun kemudian berhenti tepat di hadapan Evelyn. Kemudian pemilik mobil tersebut menurunkan jendela mobilnya.
" Ada apa Nona? Kenapa kau tengah malam begini berada di pinggir jalan?" tanya laki-laki itu kepada Evelyn.
__ADS_1
" Maafkan saya tuan. Apakah Kau bisa menolongku? Saat ini aku sedang dikejar oleh penjahat. Kau dengarkan suara anjing itu? Anjing itu adalah milik dari penjahat yang sedang mengejarku dan mencariku! Aku mohon Tuan tolonglah aku!" ucap Evelyn dengan gemetar dan penuh pengharapan sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya.
Laki-laki tampan itu kemudian melihat ke sekeliling dan saat dia melihat beberapa orang yang sedang berlari dengan membawa beberapa ekor anjing dia pun merasa kasihan kepada Evelyn.
" Baiklah! Cepat kau masuklah. Aku akan menolongmu!" ucap laki-laki itu akhirnya memutuskan untuk menolong Evelyn yang sudah gemetar ketakutan di matanya.
Dengan cepat laki-laki asing itu segera menyalakan mesin mobilnya. Dia langsung meninggalkan tempat itu. Bagaimanapun Dia sangat khawatir kalau sampai para penjahat yang dimaksud oleh Evelin mengetahui jejaknya dan akhirnya dia akan terlibat masalah besar gara-gara menolong Evelyn.
Setelah mereka cukup jauh dari tempat dia menolong Evelyn laki-laki itu pun mulai mengendarai mobilnya dengan santai.
" Katakan padaku. Ke mana aku harus mengantarpunmu? Kenapa para penjahat itu mengejarmu? Apakah kau telah melakukan sebuah kesalahan kepada mereka?" tanya pria asing itu kepada Evelyn.
" Namaku Evelyn! Oh, ya. Siapa nama Tuan?" tanya Evelyn kepada pria asing yang telah menolongnya.
" Sebenarnya aku lari dari suamiku!" ucap Evelyn memulai untuk membuka diri kepada Edward dengan sebuah kejujuran.
Tampak Edward diam dan berusaha untuk mendengarkan Evelyn.
" Aku dan suamiku tidak akur. Aku sudah berkali-kali meminta perceraian kepadanya. Tetapi dia tidak pernah mau mengabulkan keinginanku." ucap Evelyn terdiam sejenak mengatur nafasnya dan juga mencoba untuk mencari kalimat yang tepat agar Edward bisa mengerti jalan cerita dari kehidupannya.
__ADS_1
" Emangnya kenapa kau ingin bercerai dengan suamimu?" tanya Edward merasa penasaran.
" Suamiku yang menjadi otak dari kehancuran keluargaku yang mengakibatkan Ayahku akhirnya meninggal karena serangan jantung. Ibuku sekarang berada di rumah sakit jiwa. Dialah yang sudah merencanakan kebangkrutan perusahaan keluargaku. Katakan padaku! Apakah aku akan sanggup hidup dengan laki-laki yang sudah menghancurkan keluargaku?" tanya Evelyn dengan suara serak.
" Tetapi sebagai seorang wanita, tugasmu sekarang harus mengabdi kepada suamimu. Keluargamu sekarang adalah bersama dengan suamimu. Apalagi kalau di antara kalian sudah ada seorang anak. Aku bisa mengerti kehancuran hatimu, mengenai masalah kau menikahi musuhmu. Akan tetapi, sebaiknya kau mencoba untuk mencari tahu dan mengklarifikasi kepada suamimu. Kenapa dia melakukan hal tersebut terhadap keluargamu? Saya yakin segala sesuatu di atas dunia ini pasti ada sebab musababnya!" ucap Edward dengan bijaksana.
Tampak Evelyn yang sedang berpikir keras untuk mencerna apa yang dikatakan oleh Edward kepadanya.
" Apakah kau sudah pernah bertanya kepada suamimu? Kenapa dia sampai melakukan perbuatan jahat itu terhadap keluargamu?" tanya Edward sambil melirik sekilas kepada Evelyn yang masih tampak syok dan terlihat kebingungan di matanya.
" Aku belum pernah bertanya satu kali pun kepadanya. Karena sejujurnya, hatiku sudah merasa sakit walaupun hanya dengan melihat dia!" ucap Evelyn terdengar menyedihkan bagi Edward.
" Memang berat ketika kita menghadapi masalah semacam itu. Tetapi akan jauh lebih bijaksana kalau kau bertanya kepada suamimu, mengenai alasannya dia. Kenapa dia sampai menghancurkan perusahaan ayahmu. Apakah ada dendam di hatinya? Ataukah itu hanyalah semacam persaingan bisnis semata. Apabila itu hanya sebuah persaingan bisnis itu artinya sah-sah saja untuk melakukan hal semacam itu!" ucap Edward kepada Evelyn.
" Mengapa kau mengatakan bahwa menghancurkan perusahaan orang lain itu sah, apabila itu adalah karena persaingan bisnis?" tanya Evelyn dengan menatap tajam kepada Edward.
" Dalam persaingan bisnis untuk saling menghancurkan satu drama lain itu adalah sesuatu yang wajar Siapa yang kuat dialah yang menang. Itulah kejamnya sebuah dunia bisnis yang di dalamnya selalu penuh dengan persaingan yang secara jujur maupun secara licik. Kehidupan untuk saling menjatuhkan satu sama lain." ucap Edward menjelaskan segalanya kepada Evelyn.
" Entahlah! Aku tidak mengerti dengan bahasamu. Hanya saja, yang aku tahu, aku saat ini sangat membenci suamiku. Karena dia sudah menghancurkan kehidupan keluargaku dan juga telah membunuh Ayahku secara tidak langsung. Ibuku bahkan sampai saat ini masih berada di rumah sakit dan aku tidak tahu bagaimana sekarang keadaannya." gocap Evelyn mulai terisak ketika dia mengingat kembali tentang ibunya.
__ADS_1
" Kenapa kau tidak mengetahui keadaan ibumu sendiri?" tanya Edward semakin penasaran dengan kehidupan Evelyn yang menurutnya sangat menyedihkan.
" Aku juga tidak tahu siapa yang sudah mendorong ku ke dalam danau. Selama 5 tahun aku hidup dalam keterasingan karena seseorang yang telah menyelamatkanku. Baru selama beberapa hari yang lalu, suamiku menemukan keberadaanku bersama putraku. Akhirnya yang aku takutkan terjadi, dia benar- benar merebut Putraku dan memaksaku untuk tinggal bersamanya!" ucap Evelyn dengan terisak penuh dengan kesedihan dan air mata yang membuat Edward merasa sangat terenyuh dengan nasib buruk yang menimpa Evelyn dan juga putranya.