Dia Istriku

Dia Istriku
Siapa Dia?


__ADS_3

Perkiraan Deon benar - benar menggemparkan. Bukan hanya Tara yang terkejut dengan postingan Deon. Seluruh karyawan yang aktif saat itu juga sangat terkejut. Salah satunya Joni sang asisten pribadi pun ikut terkejut. Ia benar - benar terkejut melihat foto Deon.


'Ini benar - benar akun bos kan? Apa ada yang meretas akunnya. Ah, lupakan masalah meretas. Ini benar foto bos Deon kan.'


Joni mengecek akun yang di lihatnya, benar akun Deon pikirnya. Dia juga mengucek - ngucek matanya takut jika dia salah lihat lagi. Kemudian dia mengingat kejadian siang tadi.


'Iya benar, berarti yang ku lihat siang tadi memang benar bos Deon. Oh mataku masih normal ternyata.' Sambil meraba matanya.


'Tapi siapa dia? Siapa gadis ini? Tidak mungkin Tara kan.'


Joni kembali mengamati kedua foto yang telah di posting oleh Deon itu.


'Di bawah matanya ada tahi lalat. Tara tidak punya itu. Lagi pula mana mungkin bos kembali dengan penghianat itu. Tapi bos bisa dekat dengan wanita kan sungguh keajaiban. Jika benar gadis ini kekasih baru bos aku akan sangat bersyukur. Dia adalah Dewi penolong buat bos.'


Tidak lama kemudian sebuah pesan mengagetkannya dari pikirannya tentang Deon. Shinta yang juga melihat postingan itu bertanya kepada Joni tentang kebenaran foto itu.


'Apa kau melihat postingan bos Deon, Joni?' Pesan Shinta yang langsung di balas oleh Joni.


'*Iya aku melihatnya.'


'Kau tau siapa dia? Aku yakin itu bukan tara.'


'Aku tidak tahu. Tapi jelas itu bukan tara.'


'Sepertinya kita ketinggalan suatu Joni, apa bos Deon sudah sembuh? Sepertinya dia tidak terlihat canggung lagi dengan wanita.'


'Ku pikir juga begitu, aku sangat bersyukur jika bos benar - benar sembuh. Aku akan menghubungi bos Deon dulu, sepertinya aku tidak akan bisa tidur jika masih penasaran.'


'Iya, segera kabari aku tentang kebenarannya*.'


Tidak lama kemudian Joni mengakhiri chatnya dengan Shinta dan langsung menghubungi Deon. Dia tidak mau hanya mengirimi Deon pesan atau pun chat, karena Joni benar - benar sangat penasaran.


Tidak berapa lama telponnya terhubung karena Deon memang belum tidur waktu itu.


"Malam bos?" Sapa Joni membuka pembicaraan.


"Iya malam, ada masalah apa Jon?"


"Tidak ada masalah bos. Masalahnya ada sama bos."


"Memang saya kenapa?"


"Apa bos sedang mabuk sekarang? Apa bos sedang di club malam bersama wanita?"


"Tidak, saya baik - baik saja. Dan sekarang sedang di rumah."


"Tapi postingan bos barusan di akun bos sedang bersama seorang gadis. Apa itu benaran anda bos."

__ADS_1


"Apa kau tidak mengenali wajah bos mu ini Joni."


"Iya saya mengenali anda bos. Tapi apa saya tidak salah lihat. Bos bersama dengan seorang gadis?"


"Itu benar, aku memang bersama seorang gadis. Bahkan sekarang dia sedang tidur di rumah ku."


"Apa?! Apa bos sudah sembuh?"


"Entahlah Joni, aku merasa sehat bahkan merasa bahagia. Aku baik - baik saja sekarang."


"Syukurlah bos, aku akan sujud di depan gadis itu bos. Dia benar - benar membuatmu sembuh."


"Aku juga tidak bisa percaya, aku benar - benar sembuh sekarang."


"Baiklah bos, aku akan benar - benar akan bersujud kepadanya."


"Jaga ucapanmu. Besok kau harus benar - benar sujud di kakinya."


"Siap bos. Tapi kenapa harus besok?"


"Karena besok aku akan menikah dengannya."


"Apa?! Menikah bos? Kenapa secepat itu."


"Iya, aku akan menikah. Aku menyukainya. Aku harus segera menikahinya sebelum ibu menikahkan ku dengan tara."


"Tentu saja. Kami sama - sama jatuh cinta pada pandangan pertama." Deon tidak ingin Joni mengetahui rencananya jadi Deon berpura - pura bahwa mereka saling jatuh cinta.


"Bagus lah kalo begitu. Nanti bisa dong bos cerita tentang cerita cintanya dengan bos."


"Tentu. Oh ya, ajak juga Shinta kerumah besok."


"Siap bos. Malam bos deon."


"Iya malam."


************************


Di rumah Tara


Tara benar - benar kesal setengah mati melihat foto Deon dengan seorang gadis. Setelah sekian lama Deon tidak pernah dekat dengan wanita lain selain dirinya kini Deon memposting fotonya bersama seorang wanita dengan mesra.


Sebenarnya Tara sangat percaya diri bahwa hanya dia yang bisa dekat dengan Deon. Bahkan setelah dia pergi tidak pernah terdengar Deon menjalin hubungan dengan wanita lain. Dia sempat mengira bahwa Deon tidak bisa melupakannya. Dan akan kembali lagi pada dirinya jika dia berusaha sedikit lagi.


Tara membanting ponselnya dengan keras dan berteriak.


"Aaaaarrrrg...."

__ADS_1


Tidak lama kemudian suara ketukan terdengar dari arah pintu kamar Tara. Shara adiknya Tara mengetuk pintunya. Karena tidak dikunci jadi shara masuk begitu saja.


"Ada apa ini ka? Kenapa Kaka teriak - teriak di tengah malam buta gini sih." Tanya shara.


Tidak ada jawaban, Tara masih menangis tersedu - sedu. Kemudian Shasa memungut ponsel Tara yang tergeletak di lantai. Dia langsung menemukan postingan Deon yang tidak di tutup Tara.


"Apa karena ini?" Sambil menampilkan foto yang ada di ponselnya.


"Apa lagi."


"Dia sudah move on rupanya. Sudah ku bilang kan Kaka jangan terlalu percaya diri."


"Kenapa kau malah membelanya. Sekarang aku sedang sakit hati Shara. Aku ini Kaka mu kenapa kau malah membela dia."


Sebenarnya Shasa sudah mengetahui kelakuan kakanya yang berselingkuh dengan Riki. Namun Shasa tidak tau kejadian kenapa Deon memutuskan kakanya, dia hanya mengira bahwa Deon sudah tahu kelakuan kakanya. Padahal kenyataannya Deon mengetahui lebih dari itu. Kelakuan menjijikkan kakanya.


"Tentu saja aku membelanya. Kaka ingat baik - baik, yang pertama berkhianat siapa? Kaka kan."


"Itu sudah berlalu Shasa. Aku hanya di manfaatkan oleh riki."


"Nah itulah karmanya buat Kaka. Terima saja kenyataan, dia sudah move on."


"Pergi dari sini, kamu malah membuatku semakin pusing."


Shasa langsung meninggalkan kakanya yang sedang menangisi Deon. Dalam hatinya dia malah bahagia jika Deon bisa mendapatkan gadis lain.


Tara kembali mengambil ponselnya. Dia berniat menelpon ibunya Deon untuk mengadu dan meminta pertolongan.


Beberapa kali sudah Tara mencoba menghubungi mama mita. Namun belum juga di angkat.


"Duuuuuh kenapa nggak diangkat sih?" Dia tidak sadar bahwa jam sudah menunjukkan waktu tengah malam. Tentu saja mama mita sudah tidur.


"Ih menyebalkan, ayo lah angkat mami!!!"


Sudah puluhan kali dia mencoba menelpon masih tidak di angkat. Rupanya ponsel mama mita di silent jadi mama mita tidak mendengar bunyi ponselnya walaupun ratusan kali di telpon sekali pun.


"Oh iya, telpon di telpon rumahnya saja."


Ternyata juga tidak di angkat.


"Aduuuuh, ini kenapa nggak ada yang angkat sih."


Hingga akhirnya Tara menyerah dalam kekecewaan. Dan tertidur dalam kegelisahan.


Malampun semakin larut. Kini semua orang sudah terlelap tidur termasuk Deon. Dia tidur dengan membawa rasa bahagia yang tidak terkira.


Mimpi indah menyambutnya malam itu, cinta memang merubah segalanya bahkan suasana hati yang selalu gelisah saat tidur. Kini terasa damai.

__ADS_1


__ADS_2