
Suasana kantor pagi ini sama seperti hari biasanya. Hanya sikap sang pemimpin yang sedikit berbeda dari biasanya.
Dengan ramah Deon menyapa setiap karyawan nya yang melewatinya. Dia mengucapkan selamat pagi terlebih dulu sebelum karyawannya sempat mengucapkannya.
Disambut dengan senyum indah menawan milik Deon khas senyum pengantin baru. Tetapi di kantornya tidak ada yang mengetahui bahwa dia baru menikah kemarin dan hanya Shinta dan Joni yang tau karena kedua orang itu memang kepercayaan Deon.
Semua karyawan yang menerima sambutan selamat pagi dari bos mereka tersebut menyambut salam dengan tersenyum cerah melihat senyum bos mereka yang seperti bunga mekar di pagi hari.
Namun, setelah Deon melewati mereka. Ekspresi mereka langsung berubah menjadi bingung. Karena senyum itu sudah pudar dari setahun yang lalu saat Tara mengkhianatinya. Tapi tiba - tiba hari ini senyum itu mulai muncul lagi di bibir indah milik Deon.
"Ada apa dengan bos kita?" Bisik salah satu resepsionis dengan rekan di sampingnya.
"Tidak tau, tadi pagi penampilan sekretaris Shinta juga berbeda." Sambil mengangkat kedua bahunya.
"Benarkah, berbeda seperti apa?"
"Dia berpenampilan cantik dan seksi sekali tadi pagi."
"Loh, bukankah pak Deon melarang semua karyawan wanita untuk berpakaian menarik."
"Itu lah masalahnya, aneh sekali bukan. Ditambah lagi sikap pak Deon tadi juga aneh."
"Masa iya."
"Terus hari Sabtu kemarin juga, pak Deon mengupload foto dirinya bersama seorang wanita."
"Benarkah?"
"Apa kamu tidak membuka media sosial?"
"Aku kehabisan paket data, hahaa.."
"Lihat ini, ini foto pak Deon. Sayang sekali foto wanita ini dia tutupi."
"Apa wanita ini Bu Shinta? Apa gaya rambutnya seperti ini tadi pagi."
"Sedikit mirip sih, di fotokan juga tidak terlalu nampak jelas gaya rambutnya."
"Jangan - jangan ada sesuatu lagi antara pak Deon dan Bu Shinta?"
"Huuus, jangan bicara sembarangan. Mana mungkin ada hubungan dengan mereka. Bu Shinta kan sudah bertunangan dan sebentar lagi akan menikah."
__ADS_1
"Ya mana tau kan, seperti drama - drama di tv. Direktur dan sekretarisnya ada hubungan."
"Hmmmm, bisa jadi sih. Tau ah, entar juga kita akan tau kebenarannya."
Demikianlah gosip - gosip di pagi menjelang siang ini dan cerita itu bukan hanya ada di antara kedua resepsionis itu saja namun seluruh karyawan di sana juga berpikiran seperti itu.
Sesampainya di depan ruangan, Deon menyapa Shinta yang sudah berdiri di depan mejanya.
"Selamat pagi Shinta, apa rapatnya sudah bisa di mulai?"
"Selamat pagi juga pak Deon, Joni sudah mempersiapkan semuanya dan sekarang dia sudah ada di ruang rapat."
"Baiklah, tolong bawakan berkas yang saya perlukan."
Kemudian Shinta menyiapkan semua keperluan Deon untuk rapat. Dan kini berjalan menuju ruang rapat mengikuti langkah Deon.
Kedua Direktur dan sekretaris ini terlihat kompak saat berjalan, membuat semua karyawan memandang dengan aneh. Senyum indah tidak lepas dari bibir keduanya.
Deon tersenyum karena bahagia telah menikah dan menjadi seorang suami. Sedangkan Shinta senyum karena senang merasa terbebas dari aturan berpakaiannya yang selama ini menjadi beban baginya. Namun, berbeda dari tanggapan karyawan lain yang memandang mereka.
Suasana hati Deon pun juga berpengaruh dalam rapatnya. Dia terlihat sangat percaya diri dalam menyampaikan materi. Membuat investor yang hadir seakan terhipnotis akan pesonanya. Hingga mereka melupakan kekecewaan yang sempat ada karena di tundanya rapat.
Dengan mantap semua investor menyetujui ide dari Deon. Tanpa pikir panjang mereka langsung menandatangi kontrak tanpa bertele - tele.
Senyum Deon sangat lebar saat itu, dia terlihat sangat senang mendengar bahwa Annisa sangat senang dan tidak jenuh di sana.
'Kupikir dia akan jenuh di sana. Aku bahkan sangat khawatir tadi. Ternyata dia sangat senang hanya melihat taman dan kebun.'
Tidak lama kemudian pak Joko mengirim sebuah foto. Terlihat di foto itu, Annisa sangat menikmati irisan semangka dan jus di atas gazebo dengan senyum merekah.
'Sesederhana itu membuatmu tersenyum seperti ini. Sungguh manis sekali senyumnya, melebihi manisnya semangka yang ada di tanganmu ini.'
Tiba - tiba suara asisten Joni mengejutkan Deon.
"Maaf pak, semua sudah selesai menandatangi kontrak." Ucapnya menyadarkan Deon.
"Oh iya, maaf. Saya memikirkan hal lain tadi. Baiklah semuanya, rapat hari ini saya akhiri. Terima kasih atas kepercayaan kalian semua, saya berjanji tidak akan mengecewakan hasil dari kerja sama ini." Tutur Deon mengakhiri rapat.
'Haduuuh, beda ya pengantin baru bawaannya senyum dan semangat terus.' Gumam Joni dalam hatinya.
Kemudian semua peserta rapat meninggalkan ruangan rapat. Begitu juga dengan Deon, dia langsung kembali ke dalam ruangannya untuk makan siang.
__ADS_1
Sedangkan Joni pergi ke kantin kantor untuk mengambilkan makan siang untuk Deon dan juga untuknya.
Di kantin, terdengar beberapa karyawan bergosip tentang keanehan Deon dan juga Shinta hari ini. Berbagai macam gosip bertebaran, namun gosip yang membuat Joni geram adalah gosip tentang Deon dan Shinta memiliki hubungan spesial.
Joni segera kembali dengan membawa dua makanan di tangan nya.
Sesampainya di ruangan, dia menyerahkan makanan Deon dan dia kembali ke ruangannya. Sebelum memakan makanannya, Joni terlebih dulu menghidupkan komputer miliknya.
Tanpa perintah dari Deon, Joni menulis pesan di room chat kantor dan mengumumkan bahwa aturan berpakaian bagi karyawan wanita dicabut dan mereka bebas memakai pakaian kantor senyaman mereka memakainya asalkan sopan.
Selain pengumuman itu, Joni juga memberitahukan bahwa gosip yang beredar tentang pak Deon dan Shinta adalah tidak benar.
Setelah menulis pengumuman itu pun Joni merasa lega dan kembali menikmati makan siangnya yang telah tertunda.
Sontak seluruh karyawan wanita langsung senang membaca pengumuman itu.
Setelah menyelesaikan makan siangnya. Joni langsung menghampiri Deon yang ada di dalam ruangannya.
"Maaf bos, boleh bicara sebentar." Ucap Joni setelah mengetuk pintu dan menerima sahutan dari Deon.
"Silahkan Joni, ada apa?"
"Barusan saya memberi pengumuman bahwa larangan berpakaian pada karyawan wanita di cabut." Tutur Deon menjelaskan maksudnya.
"Kenapa? Kenapa kau mengumumkan itu?" Tanya Deon sedikit bingung.
"Karena bos kan sudah sembuh. Shinta juga berpakaian seperti dulu tapi bos sudah tidak masalah kan. Terus tadi saya juga mendengar beberapa karyawan bergosip tentang anda dan Shinta ada hubungan, makanya saya langsung membuat pengumuman itu."
"Apakah sepenting itu penampilan bagi wanita?" Tanya deon.
"Tentu saja bos, bagi sebagian wanita itu bisa menambah kepercayaan diri mereka bos."
"Sepertinya aku mendapatkan wanita yang berbeda Deon, dia sama sekali tidak suka berpakaian yang mencolok apalagi sexy." Curhat Deon.
"Bukankah itu bagus bos?"
"Bagus apanya, dia selalu protes dengan pakaian yang sudah ku beli untuknya."
"Itu bagus bos, jadi keseksian tubuhnya hanya untuk bos dan sepertinya dia hanya ingin bos yang melihatnya." Jawab Joni dengan sedikit bumbu kebohongan.
"Benar begitu? Kalau begitu aku beruntung dong ya. Baiklah bonusmu ku tambah lagi untuk bulan ini."
__ADS_1
"Terima kasih bos." Ucap Joni sambil membungkukkan kepalanya beberapa kali.
'Benar - benar berkah nih, bos semakin baik hati. Aku mendapatkan durian runtuh bulan ini'