Dia Istriku

Dia Istriku
Pulang Dengan Kebahagiaan


__ADS_3

Hari ini benar - benar merubah hidupnya, ia tidak percaya bahwa Deon dengan mudah membalikkan hatinya yang meragu. Annisa merasa sangat bahagia malam ini, kata - kata manis yang di ucapkan Deon terngiang - ngiang di telinganya.


Erat tangannya merangkul lengan Deon, seperti tak ingin lepas dan di pisahkan. Kebahagiaan menyeruah di setiap langkahnya. Sungguh membuat iri hati siapa saja yang melihat pasangan yang tengah berbunga - bunga ini. Bahkan angin malam pun cemburu akan kebahagiaan keduanya. Jejak langkah mereka seakan membuat bekas berbentuk bunga yang tengah mekar.


Mereka meninggalkan area mall itu, pulang dengan kebahagiaan dan langsung kembali ke kediaman mereka. Deon melajukan mobilnya dengan penuh kebahagiaan di hatinya seakan cahaya rembulan menjadi sorot indah dalam pertunjukan cinta mereka malam ini. Jalanan menjadi karpet merah perayaan cinta mereka.


Sesampainya di kediaman Deon, tak habis - habis kejutan dari Deon kepada Annisa. Deon langsung menarik tangan Annisa menuju gazebo di samping rumahnya. Tempat itu sudah di sulap sedemikian rupa, nampak indah dengan kerlipan lampu hias dan jamuan kecil di tengah gazebo.


Tak berkedip mata Annisa melihat indahnya pemandangan di hadapannya. Telah habis kata untuk diucapkannya. Telah habis air mata untuk mengaguminya. Dia sungguh sangat bahagia. Hanya pelukan hangat yang bisa di suguhkannya untuk Deon sebagai tanda bahwa ia sangat bersyukur akan cinta dan kasihnya.


Deon menuntunnya untuk duduk di gazebo. Beberapa menit berlalu mereka habiskan hanya untuk bertatapan. Sama - sama merasa bahagia karena cinta yang telah di miliki dan tidak di ragukan lagi. Sama - sama bersyukur akan karunia Tuhan yang mempertemukan cinta mereka.


"Lusa orang tuaku kembali, aku akan mengajakmu ke kediaman mereka." Ucap Deon mengawali pembicaraan mereka.


"Aku takut."


"Takut kenapa?"


"Jika mereka tidak menyukai ku dan tidak merestui kita."


"Tidak akan, aku akan berusaha membuat mereka menyukaimu dan merestui hubungan kita." Tutur Deon meyakinkan Annisa.


Annisa mengangguk dan tersenyum, ucapan Deon menguatkannya.


"Terima kasih."


"Untuk apa?" Tanya Deon yang terkejut dengan ucapan Annisa.


"Untuk segalanya, untuk semua kebahagiaan ini."


"Jangan sungkan, ini semua sudah sepantasnya kamu dapatkan."


"Ini bukan mimpi kan?" Tanyanya lagi.


Deon mendekatkan wajahnya dan kemudian mengecup bibir Annisa dengan lembut. Lantas Annisa yang terkejut tidak sengaja mendorong tubuh Deon.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan."


"Tadi kamu bertanya apakah ini mimpi atau bukan kan?"


"Iya."


"Barusan aku sudah membuktikan kalau ini bukan mimpi."


"Ih apaan sih, nggak harus di cium juga dong."


"Kalau di cubit kan sakit, mending di cium."


"Dasar, pinter banget mencuri kesempatan."


"Gini - gini juga suami kamu tau!" Sambil terkekeh Deon mengusap pipi Annisa dengan penuh perhatian.


Rasa cinta yang sudah menyeruah di hati membuat Deon tak dapat berkata - kata. Hatinya berbunga - bunga melebihi indahnya taman bunga di sekitar gazebo itu. Lalu ia berjalan mendekati bunga mawar yang tengah mekar dan ia petik.


Di hirupnya aroma mawar itu, wangi namun tak dapat mengalahkan wanginya bunga yang sedang bermekaran di hati keduanya. Ia membawa bunga itu dan menyelipkan di sela telinga Annisa.


Annisa mengangguk dan menatap dalam ke tatapan Deon. Seakan mengatakan bahwa dia adalah milik Deon seorang dan tak akan ada yang memisahkan mereka.


"Dan untukmu, tetaplah menjadi lebah dalam hidupku untuk menikmati manisnya madu kehidupan kita." Jawaban Annisa yang tak mau kalah dari Deon.


Deon mendekat dan memeluknya dengan erat. Kemudian Deon mengajak Annisa berbaring santai di atas ayunan yang ada di gazebo tersebut.


Desir angin malam yang menusuk tulang tak terasa oleh kedua insan dengan perasaan yang menghangat ini. Mereka terus menikmati indahnya malam berjam - jam lamanya. Hingga membuat sang wanita tertidur di pangkuan lelakinya.


'Tidurpun cantik!' Ucap Deon sambil membelai lembut rambut Annisa.


Karena malam semakin larut dan Annisa pun yang sudah tertidur pulas membuat Deon tidak tega untuk membangunkannya. Ia lalu menggendong Annisa dan membawanya ke kamar mereka.


Perlahan Deon bergerak menyelipkan tangannya di bawah leher dan lutut nya. Dengan hati - hati ia melangkahkan kaki agar Annisa tidak terbangun karena gerakannya. Di letakkannya dengan perlahan tubuh Annisa di atas kasur.


Ia pun ikut berbaring di samping Annisa tapi matanya tak dapat terpejam. Ia hanya memandangi istrinya saja. Ia hanya merasa sangat bahagia, ia takut jika ia terbangun dari tidurnya ternyata semua ini hanya mimpi. Meskipun ia menggubrisnya bahwa semua ini bukan mimpi tapi rasa itu datang dan menghantuinya.

__ADS_1


Sampai dini hari, akhirnya matanya mulai merasa lelah. Namun, saat Annisa berbalik menghadap dirinya justru rasa mengantuk itu tiba - tiba menghilang dan akhirnya ia terjaga kembali. Dia tidak kesal akan hal itu, meskipun ia gagal untuk terlelap tapi ia bahagia.


Di pandanginya wajah Annisa yang terlelap tidur itu tanpa mengedipkan mata. Terlihat tenang dan damai. Membuat Deon terlena dalam pemandangan indah yang menghanyutkan. Tangannya mengulur dan di arahkan nya ke wajah Annisa. Ia membelai matanya, hidung dan bibir. Pahatan sempurna dari sang pencipta. Dan itu semua milik istri nya, orang yang telah dinikahinya. Wanita yang telah ia miliki jiwa dan raganya. Wanita yang telah merubah hidupnya.


Dalam tidurnya, Annisa tersenyum manis. Entah apa yang membuatnya tersenyum, apa karena sedang bermimpi indah atau karena sentuhan lembut dari Deon.


'Apa yang membuat mu tersenyum seperti ini? Apakah kamu sedang bermimpi tentang cinta kita? Ku harap begitu, jadi aku akan sangat bahagia bahwa kamu sangat bahagia dengan cinta ini hingga terbawa mimpi.'


Tidak berapa lama akhirnya Deon pun ikut larut ke alam mimpi. Dengan rasa bahagia yang tak terkira, ia juga tidur dengan senyum lebar di bibirnya yang melengkung indah.


Di saat cinta telah menghampiri dirimu.


Syukurilah dan jangan terkejut akan tingkah yang akan kau hadirkan.


Karena cinta itu kadang tak bisa di terka apa yang ia inginkan.


Kadang juga tidak dapat di tafsirkan oleh logika semata.


Begitulah cinta.


Kau hanya bisa merasakan dan resapi bagaimana ia mengalir.


Terus jaga cinta yang telah kau miliki.


Jangan biarkan ia berlalu dalam kenistaan.


Pelihara lah terus agar cinta semakin kokoh dan kuat.


Dan saat cinta telah tertanam dalam dan kuat.


Badai sebesar apapun yang akan menerpa tidak dapat merubuhkan kuatnya cinta yang telah disatukan.


Sekencang apapun angin yang bertiup tak dapat menyingkap akarnya.


Terus pupuk kuat cintamu dengan kejujuran dan kepercayaan.

__ADS_1


Agar daunnya pun ikut kuat hingga tak dapat tersingkirkan oleh angin yang berhembus.


__ADS_2