Dia Istriku

Dia Istriku
Drama Sebelum Kuliah


__ADS_3

"Jaga Kaka ipar kamu dengan baik. Kamu tidak boleh mengendarai mobilmu dengan kecepatan lebih dari 40 km/jam." Titah Deon kepada Siska.


Siska terbelalak mendengar titah kakaknya itu.


"Wait wait wait..... Kecepatan kayak gitu bukannya naik mobil kak. Itu naik odong - odong namanya. Kalau gitu kapan sampainya coba, kakak ih keterlaluan!!" Cerocos Siska sambil menghentakkan kakinya.


"Pokoknya jika ada yang lecet sedikitpun sama kakak kamu, siap - siap aja kamu aku botakin!" Ancam Deon.


"Au ah SINTING!"


"Sayang, gimana?" Ucap Annisa yang baru selesai berpakaian.


Annisa berpakaian rapi yang tidak mencolok. Menggunakan kemeja pink dan celana jeans. Sesuai dengan karakternya yang memang suka kesederhanaan.


"Lho kok pakai baju itu? Yang kemaren kita beli mana?" Tanya Deon.


"Karena hari ini hari pertama aku kuliah, jadi aku nggak mau terlihat mencolok." Aku Annisa karena baju - baju yang di belikan Deon kebanyakan dress. Yang jika hanya dilihat saja sudah terlihat bahwa itu pakaian mahal. Dan Annisa tidak mau jadi pusat perhatian di hari pertama kuliah.


"Tapi aku nggak suka, jeans kamu terlalu ketat."


Annisa memperhatikan jeans yang ia kenakan, tidak ketat sama sekali padahal karena jeans yang dia pakai itu adalah jeans kulot. Ingin menjawab tapi ia urungkan karena akan panjang ceritanya jika ia membantah.


"Siska maaf ya, aku ganti bajunya lagi." Annisa merasa tidak enak kepada Siska karena sedari tadi ia terus berganti pakaian dan dandanan.


Sebelumnya juga Annisa juga harus menghapus make up-nya karena Deon menganggap bahwa ia terlalu cantik. Padahal hanya pake bedak tipis dan lipstik yang juga dipakai tipis aja. Akhirnya mau nggak mau ia harus menghapus dan kini hanya memakai lipbalm.


Siska hanya menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan. Lalu tersenyum miring sambil melirik ke arah Deon.


"Apa?!" Deon menanggapi senyuman Siska.


"Ih, dasar pak tua tidak tau mode." Ucapnya sinis.


"Apa kamu bilang?"


"Ih orang lagi nyanyi kok. Burung kakak tua... lalala...."


"Untungnya aku belum berangkat kerja. Kalau tidak mungkin kamu bakalan membuat Annisa jadi bahan incaran playboy - playboy kampus." Ujar Deon yang sengaja tidak berangkat kerja terlebih dahulu sebelum istrinya berangkat ke kampus.

__ADS_1


"Haduh kak, orang kakak ipar emang sudah cantik dari lahir biar dijelek - jelekkan gimanapun tetap aja cantik."


"Iya juga ya, gimana ya?" Deon terlihat memikirkan sesuatu.


Kemudian Deon berjalan ke ruang kerjanya. Saat itu Annisa pun sudah selesai berganti pakaian. Pakaian Annisa sekarang terlihat lebih sopan. Ia menggunakan dress panjang yang dibalut dengan blazer untuk menutupi manik - manik mewah yang ada di bagian atas dress tersebut.


"Kak Deon kemana?" Tanya Annisa kepada Siska.


"Kayanya ke ruang kerja deh. Nggak tau tuh mau ngapain."


Tidak berapa lama Deon datang dengan membawa sebuah kacamata. Ia kemudian memakaikannya kepada Annisa.


"Sempurna." Ucapnya setelah memakaikan kacamata tersebut.


"Iyaaaaa sempurna buat jadi dosennya dari pada mahasiswa."Celetuk Siska yang langsung mendapat sentilan di kupingnya.


"Sakit tau kak!" Protes Siska.


"Ya sudah kami berangkat ya sayang." Annisa langsung melerai pertengkaran yang baru dimulai sebelum membesar itu.


Kemudian Annisa menyalami suaminya dan mendapat ciuman di keningnya. Siska juga menyalami Deon dan mendapat perintah yang menurut Siska sangat lebay yang kebangetan.


"Ingat pesan ku!" Ucap Deon pada Siska.


"Iya, bawel!!"


Sepeninggalan Siska dan Annisa, Deon merogoh saku celananya dan kemudian menghubungi seseorang.


"Mereka sudah berangkat, ingat jangan sampai ketahuan." Ucapnya pada orang yang ia hubungi.


Siska dan Annisa akhirnya berangkat ke kampus setelah drama yang menyebalkan di pagi hari. Seperti yang di perintahkan oleh Deon, Siska melajukan kecepatan mobilnya sesuai perintah Deon. Pasalnya Siska sudah hapal bahwa kakak sepupunya itu pasti mengawasinya. Meskipun Siska tidak melihat dimana para pengawas itu berada.


"Apa kakak gugup?" Tanya Siska yang melihat Annisa yang sedikit gelisah.


"Sedikit, aku tidak seperti kamu yang mudah bergaul. Aku mungkin akan lama beradaptasi."


"Tenang saja kak, aku akan memperkenalkan kakak pada teman - temanku."

__ADS_1


"Teman - teman kamu juga kuliah di kampus ini?"


"Tidak juga, teman - teman SMA ku banyak yang kuliah di luar negeri."


"Terus kenapa tadi kamu bilang mau kenalin aku sama teman - temanmu?"


"Aku kan sering ke kampus bareng papa, jadi ya banyak kenalan."


"Kenapa nggak kuliah ke luar negeri juga, seperti teman - temanmu?" Tanya Annisa yang mulai penasaran tentang Siska.


"Sebenarnya mama sama papa pengen aku kuliah di luar negeri juga sih. Tapi...." Siska sedikit ragu untuk melanjutkan ucapannya.


"Tapi kenapa?" Tanya Annisa yang melihat Siska yang enggan melanjutkan kalimatnya.


"Mmmm... Gimana ya?!"


"Ceritakan, please...." Pinta Annisa.


"Ada cowok yang aku suka kak."


"Hah?! Serius? Terus orang tua kamu tau?"


"Nggak tau, aku belum bilang sama mama papa. Waktu memutuskan buat kuliah aku beralasan pengen dekat sama papa."


"Segitu sukanya ya kamu sama cowok itu?"


"Suka banget kak, dia itu cowoknya baik banget pokoknya beda lah sama cowok lain. Aku baru pertama kali ini merasakan hal yang beda sama cowok. Karena aku sering berteman sama cowok, tapi dia itu beda lah pokoknya."


"Kamu jatuh cinta sama cowok itu? Sudah sejauh mana kedekatan kamu sama dia?"


"Iya, aku jatuh cinta padanya sejak pertama kali bertemu. Belum ada pendekatan yang lebih sih. Cuma sering sapa aja setiap kali ketemu. Aku nggak tau caranya. Kakak bisa kan bantu aku buat lebih dekat sama dia? Kalau perlu sampe jadian, please ya kak. Kakak kan sudah pernah pacaran, jadi pasti tau dong." Pinta Siska penuh harapan pada Annisa.


"Ya gimana ya sis, kalau kakak kan cowok yang deketin duluan."


"Ya sepengetahuan kakak aja deh. Cowok itu sukanya cewek yang gimana gitu. Kakak pasti tau kan ia suka kakak karena apa?"


"Iya sih, tapi kan sifat cowok itu beda - beda sis. Ada cowok yang melihat wanita dari fisik, kalau tipe cowok seperti itu berarti kamu harus merubah penampilan kamu seperti yang ia suka. Tapi ada juga cowok yang melihat wanita dari sifatnya, itu artinya kamu harus merubah sifat kamu dan ini yang sulit karena sifat itu sudah terbentuk dari kita lahir jadi sulit untuk merubahnya." Tutur Annisa yang membuat Siska mengangguk mengerti.

__ADS_1


"Ouh, begitu ya?! Nanti aku coba kenalkan kakak sama dia ya. Kakak coba perkirakan dia tergolong cowok yang gimana. Okey??"


"Okey, nanti kakak coba bantu."


__ADS_2