
Malam kini menyapa dengan ribuan bintang yang bertaburan. Tak ada awan yang menutupi remangnya. Cahaya rembulan mulai menepis di sela pohon rindang yang membisikkan angin kesejukan. Hembusan itu menyelinap ke dalam kalbu.
Tak luput dari bayang seorang pria yang menikmati hembusan angin. Ia menatap dalam pada rintihan cahaya malam. Merangkai kata untuk menyampaikannya pada belahan jiwa. Menyusun rencana untuk mengungkapkan isi hatinya pada yang terkasih.
Semerbak wangi bunga tersulut di indera penciumannya. Aroma yang selalu menemani hari - harinya. Aroma manja sang wanita pemikat hatinya. Raganya telah ia miliki namun belum hatinya.
Malam ini tak akan ia lewatkan begitu saja. Ia ingin mengungkapkan isi hatinya. Ia ingin wanitanya tak akan pernah meragu padanya. Ia ingin memiliki wanita itu seutuhnya.
Sembari melajukan mobilnya dengan sebelah tangan. Tangan satunya dengan lincah menari di atas benda pipih untuk ia mengirim perpesanan. Ada suatu hal yang ia rencanakan malam ini.
Mobil mewah berwarna hitam itu sudah memasuki area parkir sebuah mall besar di kotanya. Dengan lembut Deon membukakan pintu untuk Annisa.
"Terima kasih." Ucapnya dengan senyum manis seorang Annisa.
Deon menyatukan jemarinya dengan jemari Annisa dan mengajaknya masuk ke dalam mall besar itu.
"Kita mau ngapain dulu." Tanya Annisa saat kaki mereka sudah memasuki area mall.
"Kita makan dulu ya. Aku lapar, nanti setelah ini kita nonton."
Mereka menuju sebuah restoran ternama di mall itu dan ternyata restoran itu juga milik keluarga Deon.
Pelayan menyapa dengan hangat, mereka tau siapa yang mereka sapa dan segera mereka menyiapkan ruang khusus untuk Deon dan Annisa.
Manager restoran datang untuk menyapa, melihat kedatangan manager itu Deon sudah tau bahwa ia ingin menyapa Deon. Namun dengan cepat Deon mengedipkan matanya dan manager itu memahaminya.
Manager itu berpura - pura memperkenalkan diri dan menyampaikan menu - menu spesial dari restorannya. Deon tidak ingin membuat Annisa bingung lagi, saat ini ia hanya ingin menghabiskan waktu mereka dengan tenang.
__ADS_1
Tidak berapa lama pesanan mereka pun datang, karena efek kelaparan dan lelah mereka menghabiskan makanan mereka tanpa perdebatan dan pertanyaan aneh dari Annisa.
"Mau pergi sekarang?" Tanya Deon.
"Nanti dulu, kita santai di sini dulu sebentar. Aku masih kekenyangan." Jawab Annisa sambil meluruskan kakinya dan sedikit menggerakkan pinggangnya ke kiri dan ke kanan.
"Baiklah, tapi aku mau lihat dulu list film yang akan di putar. Kamu mau nonton film apa? Komedi, romantis, atau horor?" Tanya deon.
"Komedi saja gimana?" Jawabnya.
"Romantis saja ya, biar kita juga bisa terbawa suasana romantis dari film."
"Ya sudah, terserah saja yang penting nonton."
Setelah penat sudah mulai mereda dan Annisa mulai semangat lagi untuk nonton. Deon pun langsung mengajak Annisa pergi untuk nonton. Sebelum itu tidak lupa mereka membeli cemilan agar acara menonton tidak terlalu membosankan.
Deon sengaja mencari tempat yang strategis untuk membuat hal yang romantis untuk Annisa seiring dengan pertunjukan yang penuh romantis di layar depan mereka.
Hari ini ia memang merencanakan sesuatu yang spesial untuk wanitanya, ia hanya ingin mengisi perlahan rasa cintanya agar terisi sempurna di hati Annisa.
Tidak berapa lama, film pun di mulai. Film romantis itu bercerita tentang perjuangan seorang pria yang memperjuangkan cintanya kepada sang wanita.
Film dengan alur lembut yang menyentuh seluruh relung hati yang menontonnya itu, membuat semua hati tergugah untuk mengikat hati pasangannya dengan kuat dan tak akan bisa terlepas.
Begitupun Annisa, ia sangat bersyukur telah dimiliki oleh lelaki yang baik seperti Deon. Ia merasa menjadi wanita sempurna setelah beberapa hari menjadi seorang istri dari seorang Deon.
Cerita dari film itu benar - benar telah membuka hatinya. Setiap pria memiliki cara berbeda dalam memperjuangkan cintanya. Perhatian yang di tunjukan Deon kepadanya yang dia anggap sebagai sebuah rasa kasihan kepadanya. Dia hanya selalu berpendapat bahwa apa yang dia lakukan untuk Deon hanya sebatas sebuah kerja sama yang saling menguntungkan.
__ADS_1
Kini pemikiran itu berubah terbalik, ia kini sadar dengan perlakuan istimewa dari Deon. Ia yakin bahwa Deon benar - benar sudah dengan tulus terhadapnya. Tapi seorang wanita selalu mendambakan sebuah pernyataan dari bibir prianya, pernyataan yang dengan telak menyatakan bahwa kau dan aku adalah kita. Bahwa kau telah kumiliki dan aku adalah milikmu.
Sampai akhirnya ia berpikir untuk tidak meragu lagi dengan perasaannya. Bahkan jikalau Deon tak kunjung menyatakan perasaannya, ia dengan senang hati merelakan sisa hidupnya untuk Deon. Cukuplah dengan perlakuan saja ia merasa di cintai.
Sampai di akhir cerita, semua mata berlinangan air mata. Bukan karena alur ceritanya yang sedih ataupun akhir cerita yang tragis. Tapi film itu menampilkan keindahan sebuah cinta. Cinta yang di perjuangkan sang pria yang terbalaskan dengan ribuan cinta dari sang wanita. Akhir kisah yang penuh kebahagiaan membuat air mata puluhan pasang mata tak terbendung. Mereka benar - benar terbawa suasana.
Hingga diakhir kisah cinta itu terangkai kata - kata indah yang menghiasi layar besar itu. Setiap kata yang muncul penuh makna, semua kata yang terangkai penuh cinta. Membuat semua raga yang melihatnya enggan untuk meninggalkan tempat duduk mereka.
Dan yang paling mengejutkan diakhir kata - kata manis itu terselip sebuah ucapan manis dan nama indah dari sang pemilik pesan.
ANNISA!! AKU SANGAT MENCINTAIMU
Dan seketika lampu sorot mengarah ke kursi tempat Deon dan Annisa. Ya, Annisa yang di maksud adalah dirinya. Ungkapan cinta yang terangkai indah itu dari suaminya. Sorot lampu itu menandakan bahwa ia lah Annisa yang di maksud.
Deon menghadap ke arah Annisa, ia mengambil kedua tangan wanitanya itu. Sekali lagi, ia tuturkan kata indah yang tertulis indah di layar besar di depan mereka. Namun ini terdengar sangat indah di telinga Annisa. Rangkaian kata itu menari indah di bibir lelaki yang telah resmi menjadi suaminya itu.
Deon mengambil sebuah kalung yang tersimpan di saku celananya. Kalung indah yang berbentuk hati itu terukir indah dengan inisial nama mereka di tengahnya.
Belum sempat sadar dari hipnotis kata - kata indah dari lelakinya itu. Annisa kembali mematung dengan perlakuan Deon yang memberikan kalung dan memasangkannya di leher indah Annisa.
"Aku sangat mencintaimu, jangan ragukan lagi apapun dari ku. Maukah kamu menemani setiap langkahku hingga menua dan mencintai hingga aku tak bernyawa lagi?"
Dan Annisa hanya menganggukkan kepalanya dengan butiran mutiara kebahagiaan di ujung matanya. Ia sangat bahagia mendengar pernyataan itu, ia tak dapat berkata - kata lagi karena ucapan itulah yang baru saja ingin ia dengar.
'Aku juga sangat mencintaimu, terima kasih telah menerima seorang wanita hina ini.'
Pernyataan cinta yang sangat indah itu mendapat tepuk tangan meriah dari semua penonton yang ada di dalam ruangan itu. Mereka ikut bahagia melihat kebahagiaan dari Deon dan Annisa.
__ADS_1