Dia Istriku

Dia Istriku
Taman dan Kebun


__ADS_3

Dengan riang Annisa mengikuti bi Ani dari belakang. Bi Ani mengajak Annisa ke taman bunga yang ada di samping rumah.


Kupu - kupu berterbangan menghinggapi bunga - bunga yang tengah mekar dan mengeluarkan aroma wangi. Berbagai macam jenis bunga tersusun rapi dan sebagian ada yang bergantung. Ditengah taman ada gazebo untuk bersantai yang bergandeng dengan kolam ikan dengan air mancur kecil di tengahnya.


'Pemandangan ini seperti mengingatkan ku dengan suatu tempat.' Gumam Annisa dalam hati sambil mengingat tempat apa yang mirip seperti dilihatnya saat ini.


'Oh iya, restoran Deon tadi malam. Sepertinya dia memang menyukai taman seperti ini. Jika di lihat, rumah ini seperti bukan rumah milik lelaki.'


"Kita duduk di sini dulu ya bi." Ucap Annisa sambil menunjuk ke arah gazebo.


"Iya nyonya, silahkan." Jawab bi Ani.


"Oh ya bi, rumah ini rancangan Deon?"


"Iya nyonya, kenapa nyonya?"


"Lalu taman bunga ini juga Deon yang merancangnya?


"Iya."


"Saya tidak yakin lelaki seperti Deon akan mengurus bunga - bunga seperti ini."


"Jangan salah nyonya, selain merancang taman bunga ini tuan muda sangat telaten merawat bunga - bunganya jika beliau tidak sibuk."


"Benarkah? Sepertinya agak sedikit janggal jika lelaki suka dengan bunga - bunga."


"Tuan muda memang pencinta tanaman nyonya. Jika akhir pekan, tuan muda menikmati harinya dengan bersantai di sini. Menurut beliau, aroma bunga - bunga ini seperti terapi bagi beliau jika penat setelah seminggu bekerja keras. Tidak perlu pergi jauh - jauh ke tempat rekreasi, di sini lebih nyaman karena tidak akan ada yang mengganggu."


Annisa mengangguk paham atas penjelasan bi Ani tentang kebiasaan unik Deon.


"Tapi bi, bukannya setiap akhir pekan Deon pergi ke rumah orang tuanya ya?" Tanya Annisa lagi karena seperti yang di katakan Deon semalam jika dia meliburkan pekerja di rumahnya karena dia sering mengunjungi kedua orang tuanya.


"Tidak sering juga nyonya, karena orang tuanya tuan muda lebih sering pergi keluar negeri karena mengurus bisnis mereka yang ada di sana."


"Oh begitu." Annisa mengangguk lagi.


Annisa terlihat memejamkan matanya dan menghirup dalam aroma bunga di sekitar taman.

__ADS_1


Selain bunga juga terdapat beberapa jenis tanaman hias yang memiliki berbagai macam manfaat, salah satunya tanaman yang bisa mensterilkan udara dari polusi.


"Benar juga ya bi, aromanya sangat menyegarkan. Saya jadi pengen tidur jadinya." Annisa terkekeh.


"Silahkan saja nyonya, tidak apa - apa jika nyonya mau tidur di sini." Bi Ani mempersilahkan Annisa untuk beristirahat di gazebo tersebut.


"Tidak bi, saya hanya bercanda." Ucap Annisa sambil tersenyum.


"Tidak apa - apa nyonya. Di sini juga ada ayunan, jika nyonya mau tidur bisa langsung menggantungkan ayunan ini." Bi Ani berkata sambil menunjukkan ke arah tempat ayunan di simpan.


Ayunan itu berbentuk seperti tali yang di anyam, dan jika ingin menggunakannya tinggal di ikat di ujung - ujung gazebo.


"Waaaah, benar - benar tempat yang sempurna untuk beristirahat. Saya akan sering - sering ke sini kalau begitu. Oh ya bi, Ayo kita ke kebun. Kalau lama - lama di sini nanti saya malah tertidur."


"Kan saya sudah bilang nyonya jika mau tidur ya tidur saja nyonya."


"Saya bercanda bi, Masa saya sudah tidur ini kan masih pagi. Mana saya tadi kan juga baru bangun tidur."


"Oh iya, silahkan nyonya ke sebelah sini." Jawab bi Ani sambil menunjukkan arah ke kebun.


"Ini seperti pintu rahasia ya." Ucap Annisa yang hanya di jawab senyuman oleh Bi Ani.


Setelah pintu terbuka, Annisa sangat takjub melihat pemandangan kebun yang sangat luas itu.


"Apa kebun ini Deon juga yang merawatnya bi?" Annisa langsung bertanya dengan bi Ani.


"Mana sempat tuan muda merawat kebun ini nyonya. Kebun ini ada petugas yang merawatnya." Jawab bi Ani.


"Nah itu dia tukang kebun rumah ini, pak Cipto tolong kemarin sebentar!" Sambung bi Ani yang kemudian memanggil pak Cipto tukang kebunnya Deon.


"Ada apa bi?" Tanya pak Cipto.


"Kenalkan nyonya, ini pak Cipto." Sambil menunjuk ke arah pak Cipto.


Pak Cipto hanya mengangguk membenarkan, dan pak Cipto sudah mengenal Annisa karena setelah pernikahan kemarin semua pekerja sudah di beritahukan.


"Pak Cipto, apa saya boleh memetik buah dan sayuran ini untuk membuat makan malam?" Tanya Annisa dengan sopan.

__ADS_1


"Tentu saja nyonya, hasil kebun ini memang untuk kebutuhan di rumah ini kok."


"Iya nyonya." Bi Ani ikut membenarkan setelah melihat ekspresi Annisa yang sedikit terkejut.


"Kalau begini, jadi nggak usah repot - repot buat ke pasar dong."


"Iya nyonya, tuan muda sangat menyukai sayur dan buah yang baru di petik untuk di masak katanya masakannya jadi lebih nikmat. Kata beliau juga rasanya berbeda dengan yang ada di pasar ataupun di minimarket karena mungkin sudah beberapa hari dan yang pasti tanaman sendiri lebih terjamin tidak mengandung pestisida." Tutur bi Ani.


'Entah mengapa aku jadi merasa sangat mengagumi tuan muda Deon ini, dia memiliki kepribadian yang berbeda dari penampilannya.'


"Ini nyonya keranjang untuk nyonya memetik buah dan sayuran. Ini juga topi buat nyonya biar nggak kepanasan." Pak Cipto memberikan keranjang dan topi yang baru saja di ambilnya.


"Terima kasih pak." Ucap Annisa sambil menyambut keranjang dan topi yang sudah diambilkan oleh pak Cipto.


Annisa terlihat senang mengelilingi kebun. Dengan telaten dia memetik beberapa sayuran.


'Wah ada semangka juga.'


"Pak Cipto, apa semangka ini sudah bisa di petik?"


"Jangan yang itu nyonya, yang ini saja sudah tua dan bisa di petik." Jawab pak Cipto sambil menunjuk buah semangka yang sudah tua.


"Oh begitu." Annisa langsung menuju ke arah semangka yang di tunjukkan oleh pak Cipto.


"Bi Ani, bisa tolong belahkan semangka ini? Saya ingin memakannya di gazebo tadi."


"Tentu nyonya. Nyonya silahkan tunggu di taman, nanti saya siapkan. Apa ini mau di jus juga?" Tanya bi Ani sebelum meninggalkan kebun.


"Boleh, pasti menyegarkan. Kebetulan cuacanya juga mulai panas."


Akhirnya selesai juga Annisa memetik sayur dan buah. Kini Annisa meninggalkan kebun dengan rasa senang.


Di dapur, sambil menyiapkan jus. Ada pak Joko yang bertanya kepada bi Ani tentang apa saja yang di lakukan oleh Annisa. Dan bi Ani mengatakan semuanya tanpa di lebih - lebihkan.


Kemudian, pak Joko melaporkan semua yang di katakan bi Ani kepada Deon karena memang permintaan Deon untuk melaporkan apapun yang di lakukan oleh Annisa.


Tertoreh senyum lebar di bibir Deon setelah mendengar kabar Annisa. Sebelumnya dia sempat khawatir jika Annisa akan bosan hari ini.

__ADS_1


__ADS_2