
Matahari telah menggelincirkan cahayanya. Wajah bahagia yang terpancar pada raut wajah Deon mengalahkan sinar matahari kala itu.
Saat ini ia tengah menyantap makan siangnya bersama istri tercintanya. Sesekali ia menyuapi sang istri yang terlihat bingung dengan tingkah suaminya.
"Ada apa sih dari tadi kok senyum - senyum terus?" Tanya Annisa yang terlihat masih bingung dengan sikap Deon.
"Kamu cantik." Jawabannya yang justru membuat Annisa semakin bingung.
"Apa sih?"
Deon malah senyum - senyum saja mendapati pertanyaan yang membuat istrinya semakin bingung.
Setelah makan siang, tidak perlu menunggu lama. Deon langsung meluncurkan kendaraan roda empatnya menuju rumah sakit. Di perjalanan Annisa terlihat cemberut, ia masih kesal tentang pertanyaannya yang tidak di tanggapi Deon.
Sesampainya di halaman rumah sakit, Deon menggandeng tangan lembut Annisa dan menuntunnya untuk masuk bersama. Namun, Annisa justru menarik kembali tangannya dan enggan untuk di sentuh oleh Deon.
"Sayang!" Dengan lembut Deon membujuk Annisa.
Annisa masih hening tak mengatakan sepatah kata pun.
"Kalau kamu terus seperti ini, aku akan memciummu di sini sampai kau mau."
Sukses, ancaman itu sukses membuat Annisa bergerak dan langsung menggandeng tangan Deon dengan bibir yang mengerucut cemberut. Deon tersenyum melihat tingkah menggemaskan istrinya hingga ingin menciumnya sungguhan sekarang.
Ancaman seperti itu memang ampuh untuk mengatasi hal - hal seperti ini. Annisa yang pemalu tentu saja tidak akan membiarkan Deon melakukan hal yang memalukan baginya.
Dengan pelan Annisa membuka pintu kamar mama mita. Dan di sambut senyum lebar sang mertua.
"Hai sayang, menantu mama." Ucap mama mita dengan sayang sambil memeluk menantu kesayangannya itu.
__ADS_1
Kemudian Mita membimbing Annisa untuk duduk di sampingnya. Annisa tersenyum bahagia karena merasa di cintai keluarga barunya ini.
Deon menangkap senyum manis Annisa kepada mamanya, seolah senyuman itu tertular kepadanya. Saat tatapan Annisa beralih ke arah Deon, Annisa langsung mengalihkan pandangannya. Sepertinya ia masih kesal kelihatannya. Deon hanya menanggapi dengan senyuman.
"Katanya ada yang ingin mama katakan padaku, ada apa ma?" Tanya Annisa dengan lembut.
"Ia, kemarin mama sudah bicarakan sama Deon, tapi dia bilang terserah kamu."
Mama terlihat menghela nafas sejenak, mempersiapkan apa yang akan disampaikannya agar tidak menyinggung Annisa.
"Kalian sudah menikah, mama bahagia akan pernikahan kalian. Dan Deon juga adalah anak tunggal kami, Mama sama Papa rencananya mau mengadakan resepsi pernikahan kalian. Biar semua teman dan rekan bisnis Deon dan Papa juga tahu bahwa Deon sudah menikah. Bagaimana menurutmu?"
"Iya ma, terserah mama sama papa saja. Tapi Annisa nggak ngerti masalah pengurusan resepsi ma." Jawaban Annisa diluar dugaan Deon, ia mengira Annisa akan menolaknya dilihat dari seberapa kesederhanaan Annisa.
Di balik keputusan itu, Annisa sudah memasukkan hal itu dalam rencananya agar tidak ada lagi gangguan dari Indra. Tanpa ia tahu, bahwa masalahnya dengan Indra telah berakhir.
"mama senang sekali sayang. Dengan begini, mama bisa pamer sama teman - teman mama bahwa mama punya menantu yang baik dan cantik." Sambungnya dengan senyum merekah sembari mengucapkan kalimat kebahagiaannya itu.
"Jangan dipamerin dong ma, Deon nggak mau istri Deon di tatap sama teman - teman mama." Ucap Deon yang mulai tidak terima istrinya dilihat oleh orang lain, meskipun teman - teman mamanya juga seorang wanita.
"Apa sih kamu Deon, istri kamu cuma dilihatin bukan dicicipin."
"Di lihatin aja aku nggak rela apa lagi dicicipin."
Sepertinya sekarang justru Deon yang tidak mau melakukan resepsi.
"Namanya juga resepsi. Kalian di sandingkan untuk di lihat."
"Bisa nggak ma cukup pengumuman pernikahan aja, nggak usah pakai acara disanding. Aku kayaknya nggak rela deh istri Deon di lihatin." Protes Deon.
__ADS_1
"Ngaco kamu! Pokoknya jangan banyak protes. Kalian tinggal jalani aja."
Annisa terkekeh geli melihat interaksi ibu dan anak yang sama - sama keras kepala.
"Sudah ah, sekarang kamu urus administrasi kepulangan mama."
"Siap bos!" Ucap Deon tegas dan langsung menuju tempat administrasi.
Annisa dan mama mita langsung menuju ke parkiran tanpa menunggu Deon. Mereka langsung masuk ke mobil dan duduk di kursi belakang.
Deon menggerutu kesal setelah menyelesaikan administrasi mamanya. Ia mencari ke sana kemari keberadaan kedua wanita yang ia cintai. Saat ia menuju ke mobil, rupanya orang yang ia cari justru sedang bersenda gurau di dalam mobil.
Deon mendecak kesal sebab ia telah khawatir namun yang dikhawatirkan justru sedang tertawa bersama.
"Aku cari kemana - mana rupanya sudah di mobil, nggak bilang - bilang sama Deon!" Ucap Deon sambil ia duduk di kursi pengemudi.
"Maaf sayang, mama nggak sabar pengen pulang." Jawab mama penuh sesal.
"Lho, ini juga kenapa malah duduk di belakang semua? Deon berasa jadi supir dong kalau begini."
"Nggak apa-apa lah sesekali."
Mama tertawa melihat kekesalan anaknya. Annisa hanya terkekeh geli melihat tingkah suaminya yang terlihat manja.
_______________________________
Halo semua!! Salam rindu dari Risma 😚 Maaf baru bisa update setelah sekian lama. Sempat lupa alur dan aku harus baca ulang ceritanya. Hehehe.......😁😅 Mulai hari ini aku akan rajin update kembali. Jangan lupa Like dan Vote nya biar Risma bisa semangat nulis!! Terima kasih buat kalian yang masih setia menunggu. 😘💐
Ig: @Risma_yusmin
__ADS_1