
Kini hari libur kerja telah usai saatnya Younga dan Arina kembali di sibukan dengan masalah pekerjaan dan kesibukan lain dari urusan kantor dan sebagainya.
Pukul teleh menunjukkan angka 6 tapi Younga masih pulas dibawah selimut sedangkan Arina yang bangun lebih dulu memilih menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah 20 menit ia keluar dari kamar mandi dan melihat posisi suaminya masih sama terlelap di bawah selimut tebalnya. Dia segera menuju ke arah suaminya dan mengguncang badan Younga untuk membangunkan.
"Mas bangun udah jam setengah tujuh. Kamu gak kerja apa gimana kok masih tidur." Arina membangunkan sambil mengguncang badan suaminya itu.
"Mas
" Mas
" Mas," berulang kali dia memanggil.
"emmmmm, masih pagi mau tidur dulu," sambil meraih tangan Arina yang otomatis dia langsung terjatuh ke pelukan suaminya.
"heiiiii, aku mau pake baju. Sama nyiapin baju kamu," alasan Arina yang mukanya berubah menjadi merah merona.
"nanti aku akan bangun, dan kamu jangan bekerja lagi ya, aku udah ganti sama direktur baru." sambil membelai rambut basah sang istri tak lupa ia mendaratkan kecupan di kening Arina.
"ihhhh, kamu itu suka banget semau sendiri tanpa memeberi tahu aku?" decak Arina yang berusaha lepas dari pelukan Younga namun badannya yang kecil kalah telak dengan tenaga suaminya.
"Sekarang kamu kerjanya dari rumah, jangan ke kantor di sana sudah di kerjakan Rike dibantu sama tenaga ahli dari tim ku," Younga yang masih setia memeluk istrinya.
"Terus apa tujuannya, kamu ganti semuanya," Arina kini pasrah dan berbaring di dada bidang Younga karna tidak bisa melepaskan pelukan.
"Gak ada cuma aku mau bersama mu, udah tidur lagi," jawaban singkat Younga yang kini malah memejamkan matanya kembali.
Mereka berdua tidur dengan posisi Arina dia peluk dan masih di atas dada suaminya. Dan mereka tidur kembali di pagi hari, hingga di sadari pukul telah menunjukkan angka 11 siang.
__ADS_1
Tak ada yang berani membangunkan mereka bahkan penjaga rumah serta kepala asisten rumah tangga pun tak berani membangunkan. Hingga tak terasa mereka terbangun di siang hari pukul 11 lebih tepatnya.
Arina yang merasakan dadanya berat pun bangun, ternyata benar Younga yang semula memeluk kini dia meletakkan tangan didalam bathrobe.
Arina yang tersadar langsung menuju ke dalam kamar mandi, dia melihat ke kaca benar adanya Younga membuat kepemilikan di leher dan dadanya.
Aishhhh orang ini, selain punya kebiasaan semuanya sendiri ternyata dia juga mesum. Batin Arina sambil berdecak kesal, dan melihat sisi lain tubuh putihnya.
Arina yang sudah keluar dari dalam kamar mandi dia segera ke ruangan wardrobe dan mengganti bajunya. Dan tak lupa menyiapkan baju sang suami, serta dia menyiapkan dasi dan setelan jas.
Arina yang berjalan ke arah ranjang tidur pun sudah mendapati suaminya telah tiada dia hanya mendongak ke arah kamar mandi. Benar adanya dia sedang mandi sehingga dia tinggalkan turun ke lantai bawah karna perut yang kini sudah tidak bisa di ajak kompromi.
Bu Halimah sang kepala pelayan, menyambut kehadiran Nyona mudanya dan langsung menyodorkan gelas air mineral.
"Siang, nyonya muda oh ya menu makanannya sudah di ganti ke menu makan siang jadi monggo silahkan," sambil menyiapkan jus mangga.
"Terimakasih Bu, nanti saya tunggu mas Younga dulu." Arina menjawab sambil mengambil potongan pepes tahu dan memasukan ke mulutnya.
Dari balik pintu muncul asisten Roy yang datang ke rumah Younga setelah tadi di telpon sang tuan.
"semua yang di bicarakan sudah selesai tuan." asisten Roy sambil melangkah ke arah ruang kerja.
"kau tak makan dulu," suara Younga yang menghentikan langkah asisten Roy.
"saya sudah makan siang tuan," Roy menjawab sambil melanjutkan langkahnya.
Setelah makan siang Arina yang mulai hari ini bekerja dia rumah pun, mulai menuju ke arah ruang kerja yang sama dengan suami.
Sambil memanyunkan bibirnya dia berjalan seperti setengah semangat saja. " kamu kenapa sayang," Younga yang melingkar kan tangannya ke pinggang Arina.
__ADS_1
"pasti nanti bosen deh, tinggal di rumah terus," Arina mulai mengeluh.
"kamu boleh kok, belanja sepuasnya main atau hangout bareng temen kamu masih tetep boleh Naa. Ini kartu kamu pake sepuas kamu mau pin ya nomor yang kamu suka," Younga yang menyerahkan kartu seraya mengecup kening istrinya.
"aku juga punya uang lo," Arina yang terheran melihat Blackcard.
"uang kamu sekarang kamu simpen, gak usah di pake, pake itu aja," Younga sambil melirik ke arah kartu yang di pegang Arina seraya membuka pintu ruang kerja.
Arina yang memanggut tau itupun ikut masuk ke ruangan kerja yang sudah di siapkan kemarin oleh desainer mansion Younga. Betapa terkejutnya dia melihat ruangan megah sambil melotot kebingungan karna semua yang di butuhkan sudah lengkap.
Dan akhirnya mulai hari ini mungkin seterusnya dia akan bekerja di dalam mansion. Jika ada keperluan perusahaan maka Rike lah yang akan datang.
Perusahaan sebesar itupun tak banyak yang tau jika yang memilikinya adalah Arina itu dikarenakan sewaktu ia tinggal di luar negeri Rike lah yang mengerjakan dan di dampingi dari Singapura sana oleh Arina.
🌿
Di perusahaan milik Arina Rike sedang mematung karna dia bingung mengartikan posisi Arina dan posisi dia di ganti dengan wanita yang tak kalah cantik, prawakanya hampir sama dengan Arina tapi dia telah memiliki seorang putra dan seorang putri kecil.
Setelah mengenakan diri wanita ini bernama Herlin dan dia ada di bawah tangan Younga. Mendengar pernyataan itu Rike paham. Arina yang bekerja di rumah dan dia yang mengisi kekosongan jabatan milik Arina.
"Hallo Rin, kamu dirumah kan?" suara Rike di balik telpon.
"iya mbak halo, aku dirumah mbak ada apa?"
"hadehh ini pasti kerjaan Younga." Rike menebak kelakuan suami adiknya ini.
"hahaha bener mbak, mas Younga yang ngatur itu." Arina membenarkan.
Setelah berbincang dua wanita ini akhirnya mengakhiri perbincangan jarak jauh itu segera ia kembali lagi bekerja. Sebenarnya tidak jadi masalah menurut Rike karna dia tau kualitas orang-orang yang berada di bawah naungan Younga.
__ADS_1
HOLLA, AUTHOR MEYAPA KEMBALI 👋🏻
Aku mau ngucapin terima kasih buat yang udah baca, ini novel updated nya masih jarang-jarang karna author punya kerjaan yang numpuk, semoga gak bikin kalian kecewa ya. Mungkin dengan cerita yang agak ngawur atau kurang nyambung, author akan usahakan ceritanya senatural mungkin dan gak kebanyakan drama so I hope you can stay read yaaa guysssss... ❤️