DIA ITU SUAMIKU

DIA ITU SUAMIKU
Selalu Sabar


__ADS_3

Anak buah Simon yang sedang mencari keberadaan Austine mereka mencari dengan teliti. Bahkan kali ini Simon tak membebaskan Austine, akan membalas apapun yang di perbuat oleh Austine kepada Simon.


Di apartemen Austine mereka bergegas mengemasi pakaian Austine berencana pergi untuk sementara waktu dari Indonesia. Dia ingin pergi ke thailand di mana orang lain tak mengenal dan tai siapa dia. Dan negra tersebut juga tak akan ada yang mencari dia di sana, karena tak mungkin orang mengira ada dia.


Merry memerintahkan Austine untuk terbang ke Malaysia lalu di lanjut mengunakan jalur darat ke thailand. Dengan tergopoh gopoh Austine berkemas dan setelah dikiranya sudah semua ia keluar dengan membawa koper dan segera Merry mengantar Austine.


Setalah kepergian Merry dan Austine barulah segerombol pria bertubuh kekar berwajah khas datang namun mereka terlambat karena Austine lebih dulu pergi dan mereka tak ingin kehilangan Austine untuk kali ini.


Mansion Younga


Arina yang sudah bangun sejak pagi, dan seperti biasa membiarkan Younga tidur. Arina yang keluar kamar hanya mengunakan pejamas yang di balut oleh sweater. Dia berjalan ke arah pintu samping yang sudah ada Mila. Berjalan dengan lambat dan sedikit mengerakan tangan, sedikit lari kecil.


Berjalan pagi adalah kegiatan Arina dia tidak pernah melewatkan walau sehari sekalipun. Mengigat nasihat ibu dan nenek Widia dia selalu melakukan rutinitas sebagai ibu hamil.


Younga yang bangun ia sudah paham jika istrinya berjalan-jalan keluar taman samping , dia beranjak dari tempat tidur dan menuju ke samping menuju ke kolam renang. Di pagi hari Younga yang memutuskan untuk berenang sembari menunggu Arina.


Tak berapa lama Arina muncul dari balik tanaman bunga ia berjalan dengan hati-hati Younga yang memperhatikan istrinya ia tersenyum dari bambing kolam renang.


"Masss," suara Arina memanggil Younga dengan nada manja, dan sambil berlari kecil menuju ke arah suaminya.


Younga yang melihat hanya mengelengkan kepala, "Heyyyy, jangan lari sayang, nanti jatuh," sambil melangkah ke hadapan istrinya hanya menggukan celana super pendek dan pas body. (Author said : hayooo yang baca jangan traveling pikirannya. 😂)


"Mass, pake handuk ngapain. Aku gak papa pasti liat langkah kok," sambil melangkah ke arah kuris dan mengambil handuk. Belum sempat memberikan handuk Younga lebih dulu masuk ke dalam kolam renang.


Byurrrrr, air yang di kolam mengenai Arina. "Masssss Younga, aku basah semua." decak kesal Arina. Younga yang melihat istrinya langsung tertawa, "Tolongin sayang," Younga yang mengulurkan tangan ke arah Arina.


Arina yang membalas uluran tangan Younga, langsung di tarik oleh Younga masuk ke dalam kolam renang.


"Basahh, aku gak mau," keluh Arina.

__ADS_1


Sambil mencium bibir istrinya yang sudah basah kuyup karena ia tarik masuk kedalam kolam. "Sayang, berenang pagi gini sehat lo." sambil menarik ke tangah kolam tubuh istrinya.


"Mas aja, aku gak mau. Aku mau naek ahh," sambil ingin beranjak tapi tangannya di tarik kembali oleh Younga.


"Disini aja dulu sebentar lagi aku udah kok," seraya melepas sweater dari tubuh Arina, Arina yang pasrah dan hanya menuruti perkataan suaminya.


"Sayang kamu pernah ke Milan gak," tiba-tiba Younga menanyakan prihal itu ke Arina.


"Belum, aku belum pernah ke Eropa," sambil memeluk suaminya. "Kenapa, mas kamu mau keluar negeri?" raut wajah Arina langsung muaram setalah mengambil kesimpulan sendiri.


"Iya, kamu kenapa mukanya," sambil mengelus wajah istrinya.


"Enggak, klo mas ke luar negri aku sendirian," wajah Arina tambah muram.


Sambil tertawa Younga mencubit pipi istrinya dan mencium kilas bibir istrinya "Sama kamu, mau gak ikut ke Milan besok kita berangkat malam." mendengar Younga ingin mengajak Arina merasa senang sekaligus bahagia.


Semenjak hamil Arina gemar sekali memeluk tubuh suaminya, walau hanya sekedar berbaring di dada bidang suaminya. Aroma tubuh Younga lah yang membuat Arina merasa nyaman, ia kerap sekali menengelamkan wajahnya di dada suaminya.


Pelukan dari Younga memiliki kenyamanan tersendiri baginya. Karena aroma khas tubuh suaminya membuat dia tenang.


"Udah yuk ahhh, naik sayang kamu dingin." sambil mengangkat tubuh istrinya ke atas kolam.


Younga yang ikut naik dan mengunkan handuk di pinggang dan membalutkan handuk baru di tubuh istrinya. Dan mengajak istrinya masuk ke dalam rumah.


Hari ini adalah hari libur Younga tidak melakukan agenda keluar. Ini sudah ia lakukan sejak Arina mengandung ia tetap di rumah bersama istrinya.


Seperti biasa jika Arina akan menginginkan sesuatu jika apa yang ia lihat menarik di matanya. Younga yang tengah duduk sambil membaca berita di ponselnya kini di ganggu oleh istrinya.


"Mas aku mau es krim ini," sambil menunjukkan gambar eskrim dari ponsel miliknya. Younga hanya menarik nafas karena es krim yang di minta khas Eropa sedangkan hanya ada satu toko yang menjual es krim seperti itu di Jakarta.

__ADS_1


Younga yang beranjak dari tempat duduk langsung mengajak Arina "Ayo ikut, jangan lupa pake jaket sayang." minta Younga pada Arina.


"Gak mau ikut, panas mas." sambil memasang wajah gemas.


"Klo kamu gak ikut aku berangkat sendiri aku bawa pulang nanti meleleh sayang. Ayokk kamu harus ikut," rayu Younga.


"Iya aku ikut," jawab Arina seraya mengekori suaminya yang pergi ke kamar untuk mengambil jaket.


Younga yang selalu sabar dengan situasi Arina yang terkadang moodnya tidak bisa di tebak selalu mengalah. Bahkan ia tidak pernah membantah ketika istrinya meminta hal aneh dan harus mencari terlebih dahulu.


Younga yang fokus menyetir mobil di padatnya jalanan kota sambil sesekali melihat ke arah istrinya yang sedang melihat-lihat baju bayi hanya bisa tersenyum.


......................


Alita mendapat pesan dari orang yang tak dikenal dan mengatakan untuk mengajak bertemu di Cafe seberang. Tak menunggu waktu lama Alita segera beranjak dan pergi menemui orang yang mengirim pesan tersebut.


Setelah sampai di cafe seberang ia mencari sosok yang di ciri-cirikan menengok kiri kanan dan dia menemukan pria yang mengajaknya bertemu. Setalah menemukan orang tersebut Alita berdiri, dia menatap wajah pria ini dengan lamat-lamat dan barulah ia tersadar setelah suara berat pria ini menyapa.


"Kenapa masih berdiri, duduklah," pria ini mempersilahkan.


"Baik, terima kasih,"


"Perkenalkan saya Banyu Sandiaga," sambil memgulurkan tangan.


Alita membalas jabatan tangan pria ini, dan tetap memperhatikan wajah pria tampan di hadapannya. "Saya Alita Surojo." Alita memperkenalkan diri.


"Saya sudah tau kok, anak manja dari pak Surojo." Alita segera menarik pandangannya kepada lelaki di hadapannya. Merasa lelaki ini seperti sangat dekat dengan diri dan papanya.


"Tau dari mana mas, kok tau juga saya anak manjanya papa?" dan hanya melempar senyum ke arah Alita.

__ADS_1


__ADS_2