
"Roy nanti kau langsung pulang saja, aku dan Arina mau makan. Jadi ku istirahat lah biarkan aku yang menyetir sendiri." tutur Younga yang masih setia mengandeng tangan istrinya. Roy yang faham langsung mengangguk dan melanjutkan membereskan berkas dan setelah selesai ia segera mengunci ruangan Younga.
Hari yang sudah malam hanya ada satpam kantor saja sehingga Younga tak memperdulikan dia masih tetap sama mengandeng tangan istrinya. Arina dan Younga pergi ke arah yang sudah di minta oleh Arina.
Jalanan tak seberapa ramai membuat mereka tak berlama-lama langsung sampai ke Street Foods yang di maksud oleh Arina. Younga memarkirkan mobilnya dan setalah terparkir ia segera turun dari mobil di ikuti oleh istrinya.
Dengan wajah yang berbinar-binar Arina melihat makanan kaki lima yang menurutnya ini makanan ter enak.
"Mas, mau itu," sambil menunjuk ke arah nasi goreng seafood. Younga yang menurut langsung berjalan mengekor di belakang istrinya.
"Disini enak banget mas, nasi gorengnya. Aku dulu suka makan di sini sebelum tinggal di Singapura." sambil menunggu antrian dan mendongak ke depan.
"Kamu makan ndi goreng jangan kebanyakan minyak ya sayang, oooo nanti radang," minta Younga.
"Hemmmm, oke. Kamu mau apa kita barengan."
Younga pun berfikir jika makan sepiring berdua kayaknya romantis. "Boleh sepiring berdua aja sayang, nanti kita bisa makan yang lain juga kan,"
Arina mengangguk tanda setuju akan perkataan suaminya. Kini giliran dia yang memesan nasi goreng sedangkan Younga berpamitan untuk mencari tukang minuman.
"Pak, nasi goreng seafood satu piring ya. Ohya jangan ke banyakan minyak ya pak." pesan Arina kepada tukang nasi goreng.
"Baik, tunggu sebenarnya mbak," pinta tukang nasi goreng.
__ADS_1
Younga meninggalkannya Arina dan mencari keberadaan tukang air mineral, karna ia lupa jika tidak memiliki air minum. Dengan segera ia melihat ke arah ujung yang menyediakan air mineral serta berbagai jenis minuman lainnya. Setalah mengambil 2 botol air mineral dan ia memesan es tebu yang menurut dia fresh karna prosesnya ia lihat sendiri makanya ia memutuskan untuk membeli juga.
Setalah semuanya ia dapat dan segera ia membayar semuanya. Dan kembali lagi ke tempat Arina, karna Younga yakin bahwa Arina telah selesai.
Arina yang melihat suaminya jalan ke arah tempat yang ia duduki sembari melihat suaminya dia tersenyum menyambut Younga yang membawa kantong plastik berisi air mineral dan jus di tangannya.
Setalah sampai "Kamu beli apa mas?" tanya Arina yang sedang membersihkan sendok dan garpu dengan tisu. "Aku beli air mineral sama beli es tebu enak seger kayanya ini, kamu mau coba?" menyodorkan gelas jus ke arah Arina dan memegangi.
"Enak seger, kamu mau makan nasi goreng?" menyodorkan sendok berisi nasi goreng. Seketika Younga langsung membuka mulut lebar dan melahap suapan dari istrinya. Mereka berdua makan dengan nikmat, Younga yang cuek makan di suapi sang istri sampai tak perduli banyak yang memperhatikan dia.
"Mau makan apa lagi?" Arina yang setia melihat kiri kanan untuk mencari makanan yang bisa ia makan lagi. Ini adalah pertama kalinya Younga makan di food street seperti ini, dia tak pernah memakan sembarang. Berhubung Arina orang yang pandai akan dunia kuliner dan tau makanan sehat makanya ia menurut saja ketika istrinya mengajak makan di pinggir jalan.
Mereka berdua beranjak dari tempat duduknya untuk mencari makanan yang lainnya. Younga yang ikut penasaran dan dia melihat kiri kanan semua warung makanan, dia berhenti di sebuah tukang martabak manis.
"Mau, tapi yang ketan ya," sambil melontarkan senyuman. Martabak ketan inilah martabak kesukaan Arina, makanya ia langsung mengiyakan tawaran suaminya.
Setelah pesanan mereka jadi Younga dan Arina kembali berjalan dan mereka kembali menoleh kiri kanan. Arina melihat tukang sate ia langsung mendekat dan memesan sate ayam, Younga yang mengiyakan ikut duduk di kursi yang ada. Sate pesanan mereka telah matang dan jadi kini waktunya menikmati sate yang telah di hidangkan.
Mereka makan kembali makan sepiring berdua dan tak sedikit orang yang memperhatikan mereka karena sikap mereka berdua yang saling memperhatikan. Siapa pun pasti iri melihat pasangan ini, Younga yang tak segan mengelap wajah Arina dengan tangan karena terkena bumbu kacang dan menyodorkan botol air mineral ketika Arina tersedak. Melihat mereka berdua bermanja dan saling perhatian membuat siapapun iri dengan keharmonisan sejoli ini.
Tak jarang Roy terkadang merasa kesal dengan tuan mudanya ketika dengan sang istri ia selalu membuat iri, namun meskipun iri asisten Roy belum menanggapi pernikahan dengan antusias. Yah Roy yang masih setia menyendiri tanpa memikirkan masa depan tentang pernikahan ini membuat mereka acuh tak acuh dengan wanita.
Akhirnya setalah mereka berdua puas dengan makan di Street Food Arina dan Younga memutuskan untuk pulang karena waktu tak terasa telah sangat malam.
__ADS_1
🌿
Mata yang masih terasa mengantuk membuat Arina masih ingin melanjutkan tidur, namun ketika ia mengigat pagi ini ada rapat rencana pembukaan restoran baru dan kerja sama menu di hotel bintang lima maka ia memaksakan mata untuk beranjak dari kasur.
Sebelum bangun dan pergi ke kamar mandi ia melihat suaminya yang masih setia terlelap di bawah selimut ini Arina hanya mengecup kening suaminya lalu ia bangun.
Setalah Arina bangun dan masuk ke dalam kamar mandi Younga segera membuka matanya, sebenarnya dia sudah bangun tapi saat ia merasakan istrinya mendekat ke arahnya maka dia mengurungkan membuka mata.
Younga yang telah bangun namun ia tak beranjak malainkan membuka laptop dan memainkan ponselnya sembari menunggu istrinya selesai. Sebenarnya bisa saja ia menggedor pintu dan mandi berdua tapi ia urungkan mengigat email masuk di ponselnya sangat banyak.
Tak berapa lama Arina keluar dengan badan yang telah terlihat fresh segera ia mengarah ke meja rias miliknya. Untuk bersiap hari ini ia akan ke perusahaan miliknya baru dia langsung pergi ke perusahaan suaminya.
"Selamat pagi sayang," Younga yang memeluk tubuh istrinya dari belakang dan menghujani kecupan di wajah istrinya.
"Pagi mas, mandi dulu sana." Arina membalas kecupan di pipi suaminya.
"Hari ini kamu ke kantor Arin's Group dulu ya?" masih setia bergelendo memeluk tubuh istrinya. Sementara Arina sibuk dengan mengaplikasikan skincare di wajahnya.
"Iya. Nanti siang baru deh kekantor kamu,"
"Padahal aku maunya bareng kamu lo," nada manja Younga yang terdengar di telinga Arina.
"Ya udah anterin istrinya dong kalo gitu,"
__ADS_1
Younga yang mendengar perkataan istrinya langsung sumringah dan mencium bibir istrinya dengan singkat dan pergi ke kamar mandi. Arina yang melihat kelakuan suaminya hanya bisa tersenyum dan mengelengkan kepala saja.