DIA ITU SUAMIKU

DIA ITU SUAMIKU
Milan


__ADS_3

Malam yang di tunggu telah datang, dan semua persiapan sudah selesai termasuk Younga dan Arina. Mereka menaiki mobil yang akan mengantar Arina dan Younga ke bandara. Younga yang masih mengutak atik ponselnya sedikit membuat Arina sedikit sensitif. Belakangan ini Arina juga kerap kali tak suka jika di abaikan oleh Younga.


Younga yang langsung tau jika istrinya akan berubah mood maka ia menyudahi kegiatannya langsung. Dan Younga yang cepat meraih tubuh Arina dengan memeluknya, karna Younga tak mau istrinya akan marah terlalu lama. Sebenarnya Arina tak marah, hanya saja ketika sedang bersama Younga ia hanya ingin di perhatikan oleh suaminya.


Setalah mobil berhenti dibandara Younga telah di sambut oleh petugas bandara dan segera mereka menaiki mobil yang sudah di siapkan. Kemudian petugas membawa dia ke sebuah pesawat jet pribadi yang bertuliskan nama Dhiningrat di ekor pesawat. Meski ini malam hari tapi lampu si sana mampu menyoroti badan pesawat tersebut.


Arina yang di bantu Younga menaiki tangga pesawat segera ia terlihat antusias ketika melihat isi pesawat itu. Semua yang tersedia sudah lengkap dan nyaman.


"Mas, aku baru tau kamu punya pesawat pribadi," sambil mendudukan tubuhnya dan mengelus perutnya yang telah nampak, terlihat buncit.


"Punya sayang. Ini nenek yang beli jadi aku tak terlalu mengekspos," Sambil ikut duduk dan mengelus pinggang istrinya.


"Sebentar lagi anak jagoan ini akan lahir sayang, aku sudah tidak sabar ingin mengendong dan mengajari dia berbisnis."


Arina menarik nafas dalam dalam dan membuangnya dengan kasar. "kalo dia perempuan," ucap Arina.


"Lah ibunya sangat pandai berbisnis kenapa tidak,"


"Hissss. Terserah aku ngantuk mau tidur," seraya memeluk Younga. Padahal pesawat belum jalan Arina sudah mengeluh ngantuk.


Setalah menempuh 18 jam pejalan akhirnya sampai di Milan, perbedaan waktu dan suhu tak menyulitkan bagi Arina. Mereka langsung di jemput oleh petugas hotel di Milan. Younga menyewa hotel terbaik di Milan.


Magna Pars I'Hottel a parfum adalah hotel yang di pilih oleh Younga. Karena ia ingin istrinya merasa nyaman dan tak bosan nantinya ketika ia sedang bekerja disana.


Arina dan Younga langsung menuju ke kamar yang di tunjukan oleh petugas bukan lagi hotel yang mewah dan semua fasilitas lengkap membuat Arina senang.


" Apa, kenapa sayang gak suka apa ada yang kurang," Younga bertanya.


"Enggak mas, ini udah bagus banget mas. Beneran maksihh mass," seraya berhamburan menuju ke pelukan suaminya.


"Mau makan?" seraya merapihkan anak rambut yang menutupi pipi istrinya yang terlihat cubby.


Hanya mengelengkan kepala Arina menjawab. Karna ia sedang memikirkan sesuatu. "Mas kita bisa mampir ke Sisilia sama Venesia, kalo gak bisa gak papa deh." sambil memasang wajah imut sekaligus kecewa sebelum di jawab.

__ADS_1


Membuat Younga gemas dan merasa bersalah juga sebelum memberi jawaban. Younga yang akan menuruti kemanjaan istrinya dan permintaan aneh pun dia rela melakukan. Dengan kilas ia mencium bibir istrinya dan suasana romantis pun menyelimuti siang mereka.


Younga yang memutuskan akan menambah waktu satu minggu lagi berada di Milan dan akan lanjut ke Italia demi menemani sang istri. Dia menyerahkan semua pekerjaan kepada Roy yang nantinya akan pulang lebih dulu dan wakil kejamnya Dio. Arina yang senang mendengar suaminya akan berjalan ke Italia membuat dia merasa bahagia.


Arina yang duduk di sofa dekat jendela ia membuka notes di ponselnya dan mencatat barang yang ingin dia beli. Younga hanya tersenyum sembari duduk di kursi kerja yang ada di kamar hotel. Meskipun Younga ke Milan untuk bekerja dalam rangka kerja sama sesama produk living dan beberapa mall di Milan namun tetap dia akan senang jika Younga bersama istrinya.


Sementara itu Roy yang masih mengerjakan berbagai tugas yang di tugaskan secara double membuat ia tak lagi bisa lengah. Bahkan sebenarnya ia sering sekali mengumpat dalam hati. Telebih jika ia merasa jadi obat nyamuk ketika melihat kebersamaan tuan dan Nonanya.


Di Indonesia Mayang yang sibuk menghubungi Arina karena ia ingin mengajak makan rujak dan sate. Tapi sedari tadi tak bisa di hubungi menggunakan nomor telpon sedangkan sosial medianya on. "Kemana ibu hamil satu ini," gerutu Mayang dalam hati.


Dia mencoba menulis pesan melalui pesan instagram. " Semoga di bales ama ini orang," benar tak berapa lama Arina membalas.


💬 "Iya May kenapa." ~Arina


💬 "Makan rujak yuk, di tempat biasa," ~ Mayang


💬 "Mau tapi kita lagi jauhan. Aku lagi di Milan nemenin mas kerja disini," ~ Arina.


💬 "Yahh padahal mau ngajak ngayap, enak banget di Milan sampe kapan? ~ Mayang


💬 "sampe gw bosen kata suami gw, mau oleh-oleh enggak?" ~ Arina


💬 "Mau lahh. Btw selamat berlibur ya bebb ku 😘," ~Mayang.


Brugggh, "Auhhh ___," keluh Mayang.


"Maaf mbak saya tidak lihat, " ujar pria ini.


"Dia sangatlah keren," ucap ujar Mayang dalam hati.


"Maaf tidak papa," ucapnya seraya melihat ke arah Mayang. Dan benar dia mengenali Mayang. " Mayang, ini beneran elu?" kejut pria ini


Sekatika Mayang juga mengenali pria ini, "Zain, apa kabar. Iya bener ini gw Mayang." jawab Mayang antusias.

__ADS_1


"Apakabar lu ya ampun. Ehh udah nikah?"


"Baik gw, ahaaaa belum gw Zain nah elu sendiri." ucap Mayang.


"Dulu gw suka sama orang. Tapi bukan jodoh ya masih sendiri,"


"Halehhh, dari dulu juga klo di tanya begitu." goda Mayang.


"Ehhh, elu ke sini sama siapa?" Tanya zain.


"Sendiri, tadinya mau sama temen gw. ehhh dia pergi ke Eropa sama suaminya." cerita Mayang.


"Lahh. Udah ama gw aja. Kebetulan gw juga sendiri habis ketemu teman gw," Zain menawarkan diri. Akhirnya kedua teman lama ini berjalan berdua menghabiskan waktu bersama.


Arina pov


Tengah asik dengan ponselnya sehingga ia masih melihat tempat romantis yang terdapat di Italia. Tangan yang senantiasa berselancar di layar ponsel seketika berhenti ketika mendapat pesan dari Mayang.


💬 "Rinnnn," ~ Mayang.


Dengan segera Arina membalas pesan sahabatnya itu.


💬 "Iya May kenapa." ~Arina


💬 "Makan rujak yuk, di tempat biasa," ~ Mayang.


Mayang membuat Arina menelan salivanya karena membayangkan rujak di siang Hari waktu Indonesia. Sementara di sini sudah agak malam karena perbedaan 6 jam lebih cepat dari Milan.


💬 "Mau tapi kita lagi jauhan. Aku lagi di Milan nemenin mas kerja disini," ~ Arina.


💬 "Yahh padahal mau ngajak ngayap, enak banget di Milan sampe kapan? ~ Mayang


💬 "sampe gw bosen kata suami gw, mau oleh-oleh enggak?" ~ Arina

__ADS_1


💬 "Mau lahh. Btw selamat berlibur ya bebb ku 😘," ~Mayang.


Setalah saling membalas persan Arina kembali melihat ponselnya. Sedangkan Younga yang telah selesai urusannya untuk hari ini segera ia menghampiri istrinya.


__ADS_2