DIA ITU SUAMIKU

DIA ITU SUAMIKU
Kekalahan Surojo


__ADS_3

Alita yang mendengkus kesal karna Arina sangat pandai dan paham segera ia merasa sangat kesal. Bahkan Alita menatap Arina dengan pandangan mata yang menghunus seolah ingin menerkam.


TING


Suara lift berbunyi Dio datang di waktu yang tepat, karna bisa mengusir Alita secara halus batin Ririn. "Dio, kelamaan lu datengnya," semprot Younga. Ririn yang memiliki kesempatan untuk mengusir Alita langsung segera ia melontarkan perkataan cablaknya tak perduli walau di hadapan Younga. "Maaf nona Alita jika tidak ada kepentingan lagi silahkan anda pergi. Karena tuan muda ingin melakukan meeting penting." Alita yang mendengar perkataan sekretaris Younga ini langsung melengos kesal dan menghentakan kaki seraya melangkah pergi.


Arina yang menoleh kearah kotak nasi yang sengaja di tinggal oleh Alita dia tersenyum sendiri, Younga yang melihat istrinya langsung mendekat sambil memeluk istrinya dari belakang.


"Apa sayang kenapa kamu tersenyum melihat ini?"


"Kamu tau ini masakan koki Hendar, resep yang aku kasih ke dia." Arina sambil membolak balikan makanan dengan jari tangannya. "Kamu yakin sayang? Dari restoran kamu?" Younga yang merasa tak heran jika istrinya mengetahui aroma masakan yang ada di restoran miliknya.


Melihat Younga dan Arina sedang bermesraan membuat asisten, sekretaris dn juga Dio memilih masuk ke ruangan kerja Younga terlebih dahulu karna mereka tau akan memakan waktu lama jika memandangi mereka karna akan memakan waktu saja.


Tak berapa lama mereka berdua masuk ke ruangan karna ingin membahas kelanjutan urusannya dengan Surojo. Karena Younga berniat ingin langsung menyelesaikan semuanya karena menurutnya telah terlalu lama Surojo menikmati udara segar.


Selama setengah hari mereka fokus dengan pekerjaan yang menguras pikiran sampai tak sadar waktu telah menunjukan jam pulang. Namun itu semua mereka hiraukan karena mereka harus merampungkan dengan cepat. Pukul telah menunjukan angka 9 malam dan semua pekerjaan yang di garap telah selesai dilakukan saatnya mereka pulang.


🌿


Sinar matahari pagi yang masuk ke celah gorden jendela membuat Arina terbangun karena pantulan sinar matahari pagi. Ia segera bangun dan turun dari ranjang namun ia melihat suaminya masih terlelap di bawah selimut, sementara dia membiarkan suaminya tertidur.


Younga yang ikut terbangun dan sambil mata masih terpejam ia meraba-raba samping tempat tidur tapi tak mendapati istrinya, dan kembali tertidur tak berapa lama pintu kamar mandi terbuka arina yang keluar dengan baju kimono dan handuk kecil di tangan seraya mengeringkan rambutnya yang basah.

__ADS_1


Arina yang sedang duduk di kursi meja rias sembari mengeringkan rambut dengan Hairdryer membuat Younga beranjak dari ranjang tidur. Menurutnya lebih memilih menggangu istrinya yang sedang sibuk ini menjadi kebiasaan tersendiri baginya.


*


Younga yang telah sampai di perusahaan mengadakan Urgent Meeting dan seketika semua para pemegang dan kolega riuh. Seperti mereka ketahui jika kejadian yang lalu terulang kembali, semua telah berkumpul di ruangan dan tiba saatnya Younga datang dengan team yang ia miliki tersendiri.


"Selamat pagi hadirin sekalian, maaf jika pertemuan kali ini mengejutkan anda semua sebagai pemegang saham atau kerja sama. Kami akan mengambil keputusan dan kebijakan terhadap perusahaan milik Surojo." sang moderator membuat riuh isi ruangan.


"Kamu juga akan melampirkan segala kejahatan, kecurangan, korupsi, dan masih banyak tentang kelamnya perusahaan milik Surojo."


"Ada apa ini,"


"Mengapa ini? Mungkin akan ada kejadian seperti dulu lagi."


"Surojo sepertinya akan jatuh lagi."


Younga yang masih memiliki sikap dingin di kursinya, semua tak berani menatap karena mereka tau jika menentang atau membela maka akan habis juga seperti Surojo.


Sementara di perusahaan Surojo di gemparkan oelh berita yang membuat semua karyawan meminta hak atas kerja keras mereka. Tak sampai disitu semua perusahaan yang mempercayai dan bekerja sama mengundurkan diri dan meminta hak mereka.. Meminta hak saham di kembalikan dan hasil deviden di bagian saat itu juga.


Surojo yang tak bisa kita lagi menentang Younga hanya bisa lunglai di bangku kebesaran miliknya. Sementara Rusdy sendiri pusing tujuh keliling menerima semua permintaan dan hak yang harus di bayar.


"Tuan bangun mana ini kita sangat kekurangan?"

__ADS_1


Sambil meijit keningnya "Jual segala aset di luar kota dan jangan lupa tambang timah yang ku beli sepertinya cukup untuk menutupi segalanya di tambah perusahaan ini di lelang."


" Baik tuan akan saya laksanakan." sambil berjalan keluar ruangan dan menelepon seseorang.


Younga yang puas dengan itu semua dia segera memngail alih perusahaan milik Surojo dan membeli semua aset yang di jual. Mendegar ayahnya bangkrut membuat dia merasa marah kepada ayahnya, karena aset perusahaan kosmetik miliknya yang di luar negeri ikut terjual.


"Hahaha apa aku jadi anak tersangka sekaligus termiskin saat ini." dia menertawakan dirinya di depan meja rias. "Bahkan sebagian barang berharga di rumah ini pun ikut terjual, mana mau aku hidup susah seperti ini. Younga menolak ku, bahakan aku menjadi musuh didalam hidupnya apa yang harus ku lakukan." brakkk semua barang yang di meja rias terjatuh berantakan.


Sejarah lama terulang kembali bahkan kali ini Surojo tak bisa mengelak dan memperbaiki apa yang telah di hancurkan. Meski demikian Younga tetap melakukan waspada karna bisa saja orang di belakang Surojo membalas semua perbuatannya.


*


Sambil menyesap minuman alkohol Alita meratapi nasibnya di semua bar. Bahkan ia tak tau lagi mau apa kali ini. Karna tak ada ampun di hadapan Younga, dia tau jika semua yang akan direncanakan untuk mendekati Younga akan percuma.


Di tempat lain Arina dan Younga telah sampai di sebuah gedung yang di janjikan Younga kepada Arina. Ia ingin menemui kolega kerja namun mengingat penampilan Arina yang elegan dalam balutan dress cantik yang memiliki warna yang senada dengan kulitnya ia menjadi heran.


Seorang penjaga pintu menyambut mereka berdua dengan ramah, begitu mereka masuk si sambut dengan riuh isi ruangan karena melihat Younga mengandeng wanita cantik di sampingnya.


Di sudut ruangan terlihat dua pria yang sedang memegang gelas wine Yah mereka Rusdy dan Zain, kaget bukan main ketika Zain melihat wanita yang ia damba selama ini ternyata milik Younga.


"Lu inget gak bro pas gw cerita di bar waktu itu, ada perempuan yang cantik dan berbeda nah itu orangnya. Tapi kenapa harus punya si Younga." sambil menunjuk ke arah Younga.


"Jangan ganggu dia atau elu nanti tamat, dia kejam klo ada yang mengusik miliknya," bisik Rusdy.

__ADS_1


"Yahh paham gw, siapa dia tuan muda dengan wajah dingin tapi mematikan,"


Zain dan Rusdy kembali menikmati malam jamuan, yang di adakan oleh perusahaan milik Dhiningrat. Waktu terus berlalu dan semua tamu undangan telah berkumpul semua. Saatnya malam ini menjadi sejarah untuk Younga karna ia akan mengenalkan istrinya ke semua orang.


__ADS_2