DIA ITU SUAMIKU

DIA ITU SUAMIKU
Alita yang mengesalkan


__ADS_3

Dengan keadaan seperti ini saja dia berusaha susah payah untuk mendapatkan bantuan kepada Younga inilah Surojo nanti pada akhirnya di pula lah yang menusuk dari belakang atau berkhianat kepada lawan bisnisnya.


Rusdy yang terus berfikir untuk menghubungi pihak Dhiningrat dan supaya mau menolong terus berfikir cara yang nantinya tidak di tolak.


Sementara Alita yang msih bersungut ini terus mengerutu dan meratapi nasibnya nanti jika benar sang ayah menjadi bangkrut dan buronan polisi. Dia prustasi dengan melempar tas jinjing yang ia pakai tadi.


" Gak mau tau pokoknya aku harus manfaatin momen ini untuk bisa deket sama Younga, apapun itu aku harus lakukan." batin Alira dengan senyuman licik diwajahnya.


🌿


Arina dan Younga yang telah kembali dari makan malam ia yang disambut oleh Mila karena hari yang sudah larut mereka berdua memilih langsung naik ke kamar. Arina yang langsung merebahkan tubuh lelahnya di ranjang langsung sedikit memejamkan mata.


Younga yang baru melepas jas yang melekat ditubuhnya dan dasi di lehernya segera ia ikut merebahkan tubuhnya dan membalikkan badannya segera ia menghujani ciuman diwajah istrinya. Arina yang tau betul kelakuan suaminya hanya bisa diam, dan ia membuka mata sambil mengelus kepala suaminya.


"Suami tampanku," ucap Arina. Dan Younga langsung membuka kencing baju miliknya dan tangannya kini melingkar ke tubuh istrinya segar ia meraih resleting bahu istrinya dan melepas satu persatu yang melekat pada tubuh istrinya.


Arina yang mengerang dan mendesah karena Younga membenamkan kepalanya di bagian miliknya membuat dia merasakan kenikmatan yang tak terucap. Tangan Arina meremas seprai karena ia tak kuasa menahan gejolak nikmat yang sedang suaminya berikan.


Perlahan tapi pasti Younga menciumi perinci bagian tubuh Arina dan dia segera menyatukan tubuhnya dengan Arina dan sedikit memompa. Di kamar yang sunyi dan kedap suara ini hanya ada desahan dan erangan dari mereka berdua.


Setalah melakukan kegiatan suami istri mereka langsung mandi untuk membersihkan tubuh mereka. Bukan Younga namanya jika tidak puas dalam satu keadaan saja bahkan di kamar mandi pun mereka masih melanjutkan aksi tersebut. Selesai mandi mereka berdua keluar dan Arina langsung menganti baju karna ia sudah merasakan kantuk yang amat sangat berat di matanya.


Setalah keduanya memakai piama tidur mereka terus tidur, karna mengingat esok adalah hari berat bagi Younga karna esok ia akan menghadapi sesungguhnya Surojo.

__ADS_1


***


Dengan mata yang masih mengerjap-ngerjap Arina bangun karna hari sudah pagi. Sinar matahari telah masuk melalui celah jendela kaca yang tak tertutup horden dan segera ia bangun karena ingin menyiapkan keperluan suaminya.


Sebelum itu Arina terlebih dahulu membersihkan dirinya tak lama kemudian ia keluar kamar mandi. Ia melihat suaminya yang masih pulas tidur di bawah selimut, Arina pergi keruangan wardrobe untuk berganti pakaian dan menyiapkan baju suaminya.


Arina membangunkan Younga dengan perlahan, dengan rasa malas Younga akhirnya membuka matanya. Ia melihat istrinya telah bangun dan telah berganti pakaian. Younga yang masih tergeletak di ranjang ia segera menarik tubuh istrinya agar berbaring di sampingnya lagi.


"Ehhh, mas udah siang ayo bangun," sambil membalai alis suaminya Arina bertutur lembut.


"Nanti sayang, aku mau tidur lagi masih mengantuk," tai tangan Younga yang telah bergentayangan ke mana mana ini.


"Ihhhhhhh, bangun," sambil beranjak dan bangun suapaya tak berlanjut. Karena Arina tau betul sifat mesum suaminya ini.


Setelah Younga keluar dari kamar mandi ia segera menuju ke ruang wardrobes Arina yang teleh menyiapkan keperluanya termasuk mengatur semua aksesori yang harus dipakai Younga. Dengan badan yang di balut handuk hanya menutupi pinggang ke bawah, Younga segera memakai satu persatu baju dan yang lainnya.


Dikira semua selesai Arina langsung meraih dasi dan segera ia mengalungkan dan memakaikan dasi di leher suaminya. Sambil memakaikan dasi Younga memandang wajah manis istrinya dan meyelipkan anak rambut Yang membingkai wajah istrinya. Tak sampai disitu saja ia segera menghujani kecupan di wajah istrinya.


"Udah selesai ayo turun sarapan," Arina mengajak suaminya.


"Kan belum di panggil sayang,"


"Kupingnya belum pindah kan mas," sambil meraba kuping suaminya.

__ADS_1


"Belum, sembarangan kamu. Ini kupingku lo," Younga yang menunjukkan Kupingnya.


Arina yang terkekeh dengan ulah suaminya ini ia segera membelai pipi Younga. "Udah bu Halimah sudah manggil tadi, mungkin kamu yang gak denger karna sibuk cium aku," sambil memasang wajah sinis ke suaminya.


"Ayo turun, gak baik cemberut pagi-pagi lo sayang," sambil merangkul tubuh istrinya.


"Siapa yang cemberut coba," sambil menyipitkan matanya ke arah Younga.


"Ayokk turun, daripada nanti lanjut ke......," memandang ke arah tubuh Arina, Arina yang mendengar dan melihat lirikan nakal suaminya ia langsung berlari untuk turun kebawah.


Mereka berdua turun dan segera di sambut oleh Mila dan bu Halimah yang sedari tadi sudah menunggu. Arina dan Younga segera duduk di meja makan dan menikmati sarapan paginya.


Sarapan pun selesai, kini saatnya Younga bersiap pergi kekantor. Dia yang sedang berpamitan dengan istrinya ini dikejutkan oleh kedatangan Roy. Segera Younga melepaskan cuiman bibir dengan istrinya. Roy yang melihat adegan tak sengaja itu segera memalingkan wajahnya. Jiwa sendirinya langsung bergejolak.


Saatnya Younga berangkat ke kantor yang selalu di temani oleh asisten pribadinya. Roy yang sigap langsung membukakan pintu mobil untuk tuan mudanya ini. Di sepanjang perjalanan menuju kantor Younga sibuk dengan layar laptop dan ponsel karena ia mempelajari strategi untuk Surojo.


Tak berapa lama mobil yang di naiki Younga telah sampai di gedung mewah miliknya, segera ia di sambut oleh staf dan petugas yang berjaga di depan. Dengan penuh wibawa ia memasuki kantor miliknya dengan langkah yang mantap. Roy yang mengekor di belakang segera ia mendahului untuk membukan pintu lift pribadi yang sering di gunakan oleh Younga. Setalah sampai dia lantai milikya ia langsung menapakakan kaki di lobby atas sebelum ia masuk keruangan miliknya dia terkejut dengan keberadaan Alita.


Alita yang tau kedatangan Younga langsung berhamburan berlari kearah Younga dan memegang tangan Younga. Tapi dengan sigap Younga menepis tangan Alita dengan kuat. Alita yang mendapat perlakuan seperti itu ia langsung terkejut dan memarahi Younga.


"Kamu itu calon suamiku, tapi kenapa kamu kasar sama aku Younga," dengan wajah melas, tapi itu tidak mempan di diri Younga. Karena wanita yang mampu merayu Younga hanya istrinya.


"Apa-apaan anda mengesalkan sekali, ini masih pagi tapi kau membuat pagiku menjadi muak dengan tingkah murahmu itu. Lalu bagaimana kau bisa masuk ke perusahaan ini?". Sembur Younga dan ia menghujani pertanyaan ke Alita.

__ADS_1


__ADS_2